Cerita Dongeng Singa dan Tikus yang Baik

Cerita Dongeng Singa dan Tikus yang Baik

Suatu hari seekor tikus kecil keluar dari sarangya. Ia akan menyusuri sebuah sungai, untuk mencari makanan, dan membawa makanan tersebut ke sarangnya. Namun, ia berjalan dengan sangat hati-hati. Karena, ia sangat takut bertemu dengan seekor Kucing.

Ia pun mulai mengeluarkan hidungnya untuk mengendus keberadaan sang Kucing. Namun, ia tidak mencium bau sang Kucing tersebut, meskipun dengan sangat hati-hati dan perlahan-lahan untuk sampai ke sungai. Karena sudah merasa aman. Tikus segera berlari untuk mencari makanan.

Tikus sangat senang melihat satu ekor Ikan kecil tergeletak di tepi sungai. Ia segera membawanya pulang kerumah. Namun, di tengah perjalanan ia bertemu dengan sang Kucing. Ia pun mulai merasa ketakutan. Tikus pun memcari cara untuk melarikan diri. Namun, usahanya sia-sia.

‘’ Akhirnya, kau keluar dari sarangmu!’’ kata Kucing senang.

‘’ Aku keluar untuk mencari makanan. Tolong ijinkan aku untuk kembali kerumah.’’ Jawab Tikus.

‘’ Haha, kau tidak bisa pergi secepat itu Tikus. Kita sudah lama tidak bertemu! Aku sangat lapar hari ini. Apa yang kau bawa?’’ kata si Kucing

‘’ Aku membawa seekor Ikan segar. Aku menemukannya di tepi sungai. Ikan ini akan aku berikan padamu, tapi ijinkan aku untuk pergi?’’ jawabnya memelas.

‘’ Haha, baiklah Tikus. Berikan Ikan itu padaku! Kau bisa pergi sekarang!’’ kata Kucing, ia berpikir Tikus tidak bisa berlari cepat dan akhirnya Tikus pun akan di terkamnya.

Tikus berlari dengan sangat cepat. Namun, ia juga berpikir karena larinya tidak secepat lari sang Kucing. Secepat apapun ia berlari, pasti Kucing dapat mengejarnya. Akhirnya, ia pun bersembunyi di balik semak-semak belukar. Benar dugaannya, tak lama ia bersembunyi. Kucing dengan sangat cepat mengejarnya.

Setelah melihat situasi aman, ia pun melanjutkan perjalanan untuk mencari makanan. Namun, di tengah perjalanan. Ia mendengar suara meminta tolong. Ia pun mendekat ke pusat suara, ia melihat seekor Singa besar yang terjerat oleh perangkap para pemburu. Singa berusaha melepaskan diri dengan sekuat tenaga. Namun, usahanya sia-sia.

Melihat Singa sedang kesusahan, Tikus berniat untuk menolongnya. Ia pun mendekati sang Singa. Saat ia menghampiri Singa, Singa hanya terdiam dengan perangkapnya. Singa pun terkejut dan sedih karena yang datang seekor Tikus yang kecil.

‘’ Aku datang kesini untuk menolongmu Tuan Singa?’’ kata Tikus ramah.

‘’ Aku tidak yakin kau bisa menolongku dengan tubuhmu yang sangat kecil.’’ Jawab Singa.

‘’ Jika aku bisa menolongmu. Apakah boleh aku mencobanya?’’ pinta Tikus.

‘’ Silahkan, dengan senang hati kawan.’’ Jawab Harmau tersenyum.

Tikus melihat tali-tali perangkap itu cukup besar dan kuat dia tidak akan mampu menolong sang singa sendirian. Ia berlari mencari teman-temannya untuk membantu sang singa, ketika hampir semua temannya berkumpul. Mereka mulai menggigit memotong tali perangkap itu satu persatu hingga akhirnya sang singa lepas dari jeratannya.

Awalnya sang Singa tidak yakin Tikus yang berbadan kecil dapat menolongnya. Setelah Tikus berhasil membebaskan Singa. Tikus dan teman-temannya mereka berlari-lari bersembunyi di balik semak-semak. Singa merasa bingung.

‘’ Kenapa kalian bersembunyi di balik semank-semak?’’ Tanya Singa bingung.

‘’ Kami bersembunyi karena takut kau memakan kami.’’ Jawab Tikus.

‘’ Aku tidak akan menangkap kalian. Kalian sudah menolongku dan aku tidak akan melupakan pertolongan kalian. Aku sangat berterima kasih padmu Tikus.’’ Kata Singa.

Akhirnya, Tikus pun keluar dari persembunyiannya. Mereka akhirnya bersahabat baik.

Baca Juga :

Gejala Demam Berdarah Dengue Pada Anak

Gejala Demam Berdarah Dengue Pada Anak

Ada salah kaprah yang terjadi di Indonesia mengenai istilah demam berdarah. Demam dengue atau biasa dinamakan demam berdarah oleh masyarakat adalahpenyakit yang menciptakan suhu tubuh menjadi paling tinggi. Biasanya diperbanyak dengan sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, atau nyeri tulang.

Sebaliknya, yang dinamakan Demam Berdarah Dengue adalahversi komplikasi dari demam dengue yang kian parah. Gejala serius laksana adanya kehancuran pada pembuluh darah dan kelenjar getah jernih tidak terjadi pada demam dengue biasa.

Gejala Demam Berdarah Dengue pada anak

Gejala Demam Berdarah Dengue pada anak yang ringan seringkali diawali dengan demam tanpa fenomena lainnya. Demam ini juga tak langsung muncul. Secara teori, demam baru akan hadir 4-7 hari sesudah digigit oleh nyamuk pembawa DBD.

Untuk permasalahan yang lebih berat, bakal muncul fenomena Demam Berdarah Dengue pada anak sebagai berikut:

  • Demam tinggi. Bahkan dapat mencapai 40 derajat Celcius
  • Nyeri unsur belakang mata
  • Sakit kepala
  • Pembengkakan pada kelenjar
  • Mual dan muntah
  • Nyeri pada tulang, otot, dan sendi

Gejala-gejala di atas sangat serupa dengan flu biasa, jadi orang tua tidak cukup waspada, anak bakal menjadi korban DBD yang bisa membahayakan jiwa. Gejala khas yang dapat Anda jadikan patokan ialah munculnya bintik-bintik merah pada sejumlah bagian tubuh.

Sekali lagi, tidak boleh remehkan gejala mula dan fenomena umum yang terjadi, sebab bila meningkat parah, anak dapat mengalami sindrom syok dengue pemicu kebocoran pembuluh darah dan pun penurunan jumlah sel darah merah.

Sumber : http://diendanlequydon.com/external_link.php?url=https://www.pelajaran.co.id/

Gejala dan Penanganan Pertama Demam pada Anak

Gejala dan Penanganan Pertama Demam pada Anak

Orang tua mana yang tidak sedih menyaksikan buah hatinya jatuh sakit. Berdasarkan keterangan dari penelitian, anak-anak tiap tahun dapat mengalami sakit sejumlah 5-8 kali. Kebanyakan ialah sakit selesma (common cold), atau tidak jarang disalah artikan dengan flu, yang memiliki fenomena demam dan kadang disertai batuk pilek. Ketika anak demam, terkadang orang tua menjadi terlampau panik dan tidak tahu mesti melakukan apa. Nah keterangan berikut akan menolong Anda untuk mengetahui demam pada anak dan penanganan mula yang dapat dilaksanakan di rumah

Pertolongan Pertama Demam pada Anak

Saat terjadi demam pada anak, orang tua usahakan tidak panik berlebihan. Seperti yang sudah disebutkan, demam merupakan fenomena dari suatu penyakit. Beberapa penyakit laksana virus seringkali akan sembuh sendiri setelah sejumlah hari. Orang tua tidak butuh memaksakan anak untuk diasuh di lokasi tinggal sakit bila tidak terdapat indikasi serius.

Hal sangat utama yang butuh dilakukan ialah menjaga anak dari kelemahan cairan alias dehidrasi dengan teknik memberinya tidak sedikit minum. Bila suhu tubuh terlampau tinggi (>38,5 derajat Celsius) dan menciptakan anak gelisah, boleh diserahkan obat penurun panas laksana parasetamol yang dipasarkan bebas di apotek. Orang tua usahakan mempunyai termometer sendiri di rumah, sehingga dapat dengan tepat meyakinkan suhu anak saat demam. Pakaikan anak baju yang tipis supaya panas tubuh dapat keluar.

Penurunan suhu tubuh juga dapat dibantu dengan kompres air hangat di lokasi tertentu. Letakkan kain handuk tipis yang telah dicelup air hangat di pembuluh darah besar laksana dahi, ketiak, perut dan paha. Anak usahakan tidak sedikit beristirahat dan tetap diberi santap semaunya. Tidak terdapat pantangan makanan yang mesti dihindari ketika demam.

Sumber : http://alpha.astroempires.com/redirect.aspx?https://www.pelajaran.co.id/

Tipe Dayah di Aceh akan Ditata Kembali

Tipe Dayah di Aceh akan Ditata Kembali

Dinas PDA Data Kembali Dayah di Aceh
Dinas PDA Data Kembali Dayah di AcehKadis

Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meminta agar tipe dayah di Aceh kembali ditata ulang sesuai realitas lapangan yang ada. Dalam hal ini, Wagub Nova juga meminta Dinas Pendidikan Dayah Aceh segera menyiapkan skema survei yang baik dan benar sehingga mampu menghasilkan tipe dayah secara faktual.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah kepada Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah, S.Ag, MM saat buka bersama Persatuan Wanita (Badan Kontak Majelis Taklim) Provinsi Aceh bersama 100 anak yatim di Rumah Dinas Blang Padang, Banda Aceh,2 Juni 2018.

“Tipe dayah atau database dayah yang tidak akurat akan kenyebabkan terjadinya margin eror disaat perencanaan awal sehingga perlu disiapkan skema survei yang baik dan benar,” ujar Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah kepada Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah, S.Ag, MM.

Menanggapi arahan Wagub Nova, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh,

Usamah, S.Ag, MM menyebutkan pada bulan Juli nanti segera ditindaklanjuti. Adapun skema survei yang dimaksud adalah merumuskan metodologi dan indikator yang berkeadilan, sehingga diharapkan ke depan database dayah, khususnya penetapan tipe dayah akan sesuai dengan realita lapangan.

Salah satu langkah awal yang akan dilakukan adalah sinkronisasi data tipe dayah antara tipe yang ada di Dinas Pendidikan Dayah Aceh dengan data tipe dayah yang ada di Dinas Pendidikan Dayah Aceh kabupaten/kota.

“Singkronisasi antara Dinas Pendidikan Aceh dengan kabupaten dan kota sangat diperlukan. Tujuannya agar selanjutnya ada kesamaan persepsi antara keduanya,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah, S.Ag, MM.

Lebih lanjut, Kadis Pendidikan Dayah Aceh ini menuturkan, selama ini

ditemukan ada perbedaan tipe dayah antara provinsi dan kabupaten/kota. Adapun perbedaan data tersebut salah satunya tidak memiliki titik temu antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota. Untuk menfasilitasinya, tambah Usamah, S.Ag, MM, sinkronisasi data tersebut akan difasilitasi lewat rapat koordinasi (rakor) yang segera digelar dalam waktu dekat.

Dalam pendataan atau survei tipe dayah nantinya, turut melihatkan pemerintah kabupaten/kota melalui dinas dayah kabupaten/kota.

“Terhadap data type dayah saat ini yang centang perenang, kami minta semua

pihak bersabar dan.menahan diri. Kita akan lakukan yang terbaik, karena melalui program unggulan Aceh Carong, Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh memiliki komitmen yang tegas dan jelas, yaitu akan melakukan pendataan dan pemberdayaan dayah yang lebih baik,” ujar Usamah, S.Ag, MM.

 

Baca Juga :

Dinas PDA Data Kembali Dayah di Aceh

Dinas PDA Data Kembali Dayah di Aceh

Dinas PDA Data Kembali Dayah di Aceh
Dinas PDA Data Kembali Dayah di Aceh

Dinas Pendidikan Dayah Aceh (PDA) menggelar rapat dengan Majelis Pendidikan

Aceh (MPA), Selasa 3 Juli 2018. Rapat yang digelar di ruang aula Dinas Pendidikan Dayah Aceh ini dalam rangka sinkronisasi dan penyamaan persepsi terkait kegiatan pemutakhiran data dayah tahun 2018 yang akan dilaksanakan MPA dalam waktu dekat ini.
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny mengatakan, Aceh akan kembali melakukan pemutakhiran data dayah di tahun anggaran 2018.
Salah satunya termasuk upgrade ulang tipe dayah di Aceh yang selanjutnya akan menjadi basis data pengambilan kebijakan terkait pembinaan dan pengembangan dayah tahun 2019.

“Pada tahun ini kegiatan pemutakhiran data dayah tersebut akan dilakukan

mandiri dan professional oleh Majelis Pendidikan Aceh (MPA). Teknis, prosedur pelaksanaan, hingga akurasi pemutakhiran data dayah yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan sepenuhnya menjadi kewenangan dan otoritas MPA,” ujar Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El Madny.
Menurutnya, Dinas Pendidikan Dayah Aceh hanya akan menjadi penerima manfaat/ pengguna data dayah yang diproses oleh MPA. Sebagai penerima hasil pemutakhiran data dayah 2018 dan SKPA yang menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Aceh di bidang dayah, maka tentunya kami memiliki kewajiban moral memberi masukan kepada MPA akan kegiatan pemutakhiran data yang dilakukan mereka akan sesuai dengan harapan bersama.

Pada kesempatan itu, Kadis Pendidikan Dayah Aceh juga menyerahkan dua

dokumen kepada MPA yang terdiri dari kuesioner dan instrumen pemutakhiran data dayah Aceh tahun 2018.
Saat menyerahkan dokumen tersebut, Usamah berharap agar kuesioner dan instrument yang diserahkan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan MPA dalam melakukan kegiatan tersebut.
“Ini kewajiban moral kami untuk memberikan masukan kepada MPA, semoga pemutakhiran data dayah tahun ini yang dilaksanakan MPA menjadi lebih baik”, tegas Usamah El Madny.

 

Sumber :

https://nisachoi.blog.uns.ac.id/sejarah-olah-raga-renang-di-dunia/

SDN 50 Banda Aceh Kembangkan Otomasi Perpustakaan Menggunakan SchILS

SDN 50 Banda Aceh Kembangkan Otomasi Perpustakaan Menggunakan SchILS

SDN 50 Banda Aceh Kembangkan Otomasi Perpustakaan Menggunakan SchILS
SDN 50 Banda Aceh Kembangkan Otomasi Perpustakaan Menggunakan SchILS

Sejumlah mahasiswa dan alumni Prodi S1 Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry yang tergabung Aceh Library Consultant (ALC) melakukan bedah perpustakaan di SDN 50 Banda Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 4-6 Agustus 2018.

Kegiatan bedah perpustakaan ini sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan program pengembangan perpustakaan berbasis web, sehingga diharapkan kegiatan ini bisa membantu rutinitas pengelolaan administrasi perpustakaan, mulai dari kegiatan pengolahan, sirkulasi, inventaris koleksi, statistik pengunjung dan kegiatan-kegiatan lainyan yang terkait dengan pekerjaan operasional perpustakaan secara cepat dan tepat.

“Tahap awal kita fokus integrasi koleksi dari manual ke automasi dengan

menggunakan aplikasi SchILS yang merupakan system automasi perpustakaan berbasis SLiMS,” kata Tevam, dalam rilisnya Senin, 6 Agustus 2018.

Selama 3 hari ini, kata Tevam pihaknya fokus melakukan pengolahan seluruh koleksi mulai dari entri, penempelan label dan barcode, pembuatan kartu perpustakaan untuk mendukung penerapan otomasi perpustakaan serta kemudahan akses buku yang menjadi rujukan setiap siswa dalam proses belajar mengajar.

Selain itu, kata Tevam sebagai bentuk komitmen dan kerjasama yang sudah terjalin pihaknya juga bertanggungjawab membekali para pengelola perpustakaan dan akan terus memberikan pendampingan untuk pengembangan perpustakaan kedepan.

Sementara itu, Kepala SDN 50 Banda Aceh, Nani Irawati, S.Pd., M.Pd melalui pengelola perpustakaan, Shelly Mirada mengatakan bahwa di era informasi saat ini mendorong setiap Perpustakaan mengimplementasikan teknologi untuk berbagai kemudahan dalam manajemen pengelolaan perpustakaan.

“Walaupun belum maksimal, namun setidaknya terobosan ini bisa membantu

rutinitas pengelolaan administrasi perpustakaan, mulai dari kegiatan pengolahan, sirkulasi, inventaris koleksi, statistik pengunjung dan kegiatan-kegiatan lain nya yang terkait dengan pekerjaan operasional perpustakaan secara cepat dan tepat,” kata Shelly.

Ia berharap, semoga rekan-rekan Aceh Library Consultant (ALC) akan selalu mendampingi dan menjadi mitra untuk pengembangan Perpustakaan kearah yang lebih baik.

Aplikasi SchILS (School Integrated Library System) merupakan sistem automasi

perpustakaan berbasis SLiMS yang khusus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan perpustakaan sekolah dan telah dilengkapi dengan koleksi digital Buku Sekolah Eelektronik (BSE) dan Buku Cerita Rakyat yang diterbitkan oleh Kemendikbud. (rel)

 

Sumber :

https://nisachoi.blog.uns.ac.id/sejarah-lagu-kebangsaan/

Terkendala Lahan Milik Pemkab, Pembangunan Sekolah Negeri Terhenti Empat Tahun Terakhir

Terkendala Lahan Milik Pemkab, Pembangunan Sekolah Negeri Terhenti Empat Tahun Terakhir

Terkendala Lahan Milik Pemkab, Pembangunan Sekolah Negeri Terhenti Empat Tahun Terakhir
Terkendala Lahan Milik Pemkab, Pembangunan Sekolah Negeri Terhenti Empat Tahun Terakhir

Ketersedian lahan masih menjadi persoalan untuk membangun sekolah negeri di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Tercatat, pembangunan unit sekolah baru (USB) untuk tingkat SMPN, terakhir kali dibangun pada tahun 2015 lalu yakni SMPN 5 Gununghalu yang merupakan bantuan dari pusat. Sementara, bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri, pemerintah daerah terbantu oleh hadirnya sekolah swasta.
Dadang Sapardan, Kabid SMP pada Dinas Pendidikan (Disdik) KBB

Kabid SMP pada Dinas Pendidikan (Disdik) KBB, Dadang Sapardan menyatakan, bantuan dari pusat untuk pembangunan sekolah diharuskan di atas lahan milik pemerintah daerah. “Pusat itu hanya memberikan bantuan bangunan saja untuk USB. Untuk lahan dari kita dan itu sesuai aturan harus dibangun di lahan milik pemerintah, itu yang menjadi kendala sehingga sampai saat ini belum ada pembangunan sekolah lagi,” kata Dadang, Selasa (24/9/2019).

Menurut Dadang, bila lahan pemerintah daerah tersedia cukup luas di sejumlah

titik, tentu setiap tahun pembangunan sekolah dapat diwujudkan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat. “Slot dari kementerian itu sebetulnya banyak, bahkan dari 3 sampai 5 sekolah bisa diberikan, asalkan ada lahannya yang tersedia. Sesuai aturan minimal harus tersedia lahan seluas 6.000 meter persegi untuk satu sekolah, itu bisa untuk 6 ruang kelas dan satu bangunan masjid,” ungkapnya.

Dadang menyebutkan, saat ini jumlah SMP di KBB baik negeri maupun swasta mencapai angka184 sekokah dengan jumlah 62 ribuan siswa. Dia juga memastikan, dengan jumlah sekolah yang ada saat ini, masih bisa menampung siswa dan tidak kekurangan sekolah negeri. “Kalau urgent tidak, karena sekolah negeri terbilang banyak juga, apalagi terbantu dengan hadirnya sekolah swasta,” katanya.

Namun dirinya tak menampik jika potensi paling ramai untuk memilih sekolah

negeri cukup banyak diminati. Itu bisa terlihat di wilayah perkotaan seperti Padalarang dan Ngamprah. “Di Padalarang dan Ngamprah ini memang potensinya besar (siswa banyak), sementara baru ada tiga sekolah negeri saja yang berdiri seperti SMPN 1, 2 dan 3 di Padalarang. Begitu juga di Ngamprah ada SMPN 1, 2 dan 3,” kata Dadang seraya menyebutkan sekolah yang menjadi pilihan orangtua juga yakni di SMPN 1, 2 dan 3 Lembang serta SMPN 1 Batujajar dengan rata-rata setiap PPDB mencapai 320 siswa/tahun.

Dadang menambahkan, tugas Disdik saat ini yakni akan meningkatkan kualitas

pelayanan dan pembelajaran yang ada di sekolah swasta agar bisa diminati seperti sekokah negeri. “Kami akan mengundang kepala sekolah untuk memberikan semacam pelatihan seperti pengelolaan managemen sekolah yang baik dan juga pelatihan pembelajaran di sekolah sehingga kualitas pelayanan akan mendekati sekolah negeri. Tapi untuk sekolah swasta yang sudah bagus seperti Al-Irsyad, Al-Azhar serta Darul Hikam dan beberapa sekolah lainnya yang sudah baik, tidak perlu diberikan pelatihan lagi,” pungkasnya

 

Sumber :

https://www.kaskus.co.id/thread/5d93efa668cc95320f76215e/

Guru Mulai Aktif Belajar Pendidikan Karakter

Guru Mulai Aktif Belajar Pendidikan Karakter

Guru Mulai Aktif Belajar Pendidikan Karakter
Guru Mulai Aktif Belajar Pendidikan Karakter

Jabar Masagi terus berusaha mendorong komunitas guru untuk aktif mengembangkan pola ajar berbasis pendidikan karakter. Salah satu dengan menjalin komunikasi di Class Series 2019, Komunitas Guru Masagi.

Sebanyak 163 orang guru dari PAUD hingga SMK/SMK terlibat langsung dalam diskusi yang terbagi dalam empat kelas berbeda. Kemarin para guru membahas tema Guru Indonesia Butuh Apa? Yang disampaikan Kepala Kampus Guru Cikal, Budi Setiawan M.Psi.

Community Mobilizer Guru Masagi, Roswita Amelinda, M.Psi., mengatakan,

kegiatan itu merupakan lanjutan dari lompatan awal pertemuan komunitas guru, penggerak dan pengembangan guru serta siswa SMA/SMK se-Kota Bandung di aula Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Roswita mengatakan, saat ini Jabar Masagi menggunakan dua cara. Baik formal mau pun informal dalam melakukan pendekatan kepada guru. ”Untuk formal yang mendapatkan pelatihan khusus, tetap berjalan. Yang informal melalui jalur komunitas juga berjalan,” kata Roswita kepada wartawan, Kamis (19/9).

Dengan menggandeng komunitas. Harapnya, mempraktikan praktik baik dan

positif di sekolah tanpa ada tekanan. Termasuk merangsang guru yang mau berubah dan berusaha untuk mengupgrade pengetahuan pengenai pola ajar yang baik. ”Di tahun pertama ini, guru ini kumpul dulu. Kemudian diselaraskan dengan teman-teman komunitas yang memiliki banyak program pendidikan karakter,” ucapnya sambil menambahkan, saat ini pihaknya masih mengumpulkan list dari guru hingga komunitas yang mau bekerjasama dengan Jabar Masagi.

Wakil Ketua Tim Program Jabar Jabar Masagi Erwan Nizwarudin S.Psi.,

M.PubPolMgt mengatakan, dengan pola yang dibangun pihaknya berharap ada sistem pengembangan guru yang lebih efektif. ”Sebenarnya tidak hanya guru, tapi juga sekolah,” kata Erwan.

Menurut dia, meski ujung tujuannya adalah siswa, tapi siswa sendiri tidak bisa maju sendiri. Perlu ditopang tenaga guru, kepala sekolah, pegawas dan sekolah yang mendukung siswa menjadi bagja (bahagia).

 

Sumber :

https://www.kaskus.co.id/thread/5d93ee649a972e7e2d1b6b70/

Segala sesuatu yang kita lakukan akan selalu berputar

Segala sesuatu yang kita lakukan akan selalu berputar

Segala sesuatu yang kita lakukan akan selalu berputar
Segala sesuatu yang kita lakukan akan selalu berputar

Bryan hampir saja tidak melihat wanita tua yang berdiri dipinggir jalan itu, tetapi dalam cahaya berkabut ia dapat melihat bahwa wanita tua itu membutuhkan pertolongan. Lalu ia menghentikan mobil Pontiacnya di depan mobil Mecedes wanita tua itu, lalu ia keluar dan menghampirinya.

Walaupun dengan wajah tersenyum wanita itu tetap merasa khawatir, karena setelah menunggu beberapa jam tidak ada seorang pun yang menolongnya.

Apakah lelaki itu bermaksud menyakitinya?

Lelaki tersebut penampilanya tidak terlalu baik, ia kelihatan begitu memprihatinkan. Wanita itu dapat merasakan kalau dirinya begitu ketakutan, berdiri sendirian dalam cuaca yang begitu dingin, sepertinya lelaki tersebut tau apa yang ia pikirkan. Lelaki itu berkata ” saya kemari untuk membantu anda bu, kenapa anda tidak menunggu didalam mobil bukankah disana lebih hangat? oh ya nama saya Bryan.

Bryan masuk kedalam kolong mobil wanita itu untuk memperbaiki yang rusak.

Akhirnya ia selesai, tetapi dia kelihatan begitu kotor dan lelah, wanita itu membuka kaca jendela mobilnya dan berbicara kepadanya, ia berkata bahwa ia dari st louis dan kebetulan lewat jalan ini. Dia merasa tidak cukup kalau hanya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Wanita itu berkata berapa yang harus ia bayar, berapapun jumlahnya yang ia minta tidak menjadi masalah, karena ia membayangkan apa yang akan terjadi jika lelaki tersebut tidak menolongnya. Bryan hanya tersenyum.

Bryan tidak mengatakan berapa jumlah yang harus dibayar, karena baginya menolong orang bukanlah suatu
pekerjaan. Ia yakin apabila menolong seseorang yang membutuhkan pertolongan tanpa suatu imbalan suatu hari
nanti Tuhan pasti akan membalas amal perbuatanya.

Ia berkata kepada wanita itu ” Bila ia benar-benar ingin membalas jasanya, maka apabila suatu saat nanti
apabila ia melihat seseorang yang membutuhkan pertolongan maka tolonglah orang tersebut “…dan ingatlah pada saya”.

Bryan menunggu sampai wanita itu menstater mobilnya dan menghilang dari pandangan.

Setelah berjalan beberapa mil wanita itu melihat kafe kecil, lalu ia mampir kesana untuk makan dan beristirahat sebentar. Pelayan datang dan memberikan handuk bersih untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Wanita itu memperhatikan sang pelayan yang sedang hamil, dan masih begitu muda. Lalu ia teringat kepada Bryan

Setelah wanita itu selesai makan dan, sang pelayan sedang mengambil kembalian untuknya, wanita itu pergi keluar secara diam-diam.

Setelah kepergiannya sang pelayan kembali, pelayan itu bingung kemana wanita itu pergi, lalu ia menemukan
secarik kertas diatas meja dan uang $1000. Ia begitu terharu setelah membaca apa yang ditulis oleh wanita
itu:

“Kamu tidak berhutang apapun pada saya karena seseorang telah menolong saya, oleh karena itulah saya menolong kamu, maka inilah yang harus kamu lakukan:

“Jangan pernah berhenti untuk memberikan cinta dan kasih sayang”.

Malam ketika ia pulang dan pergi tidur, ia berfikir mengenai uang dan apa yang di tulis oleh wanita itu.

Bagaimana wanita itu bisa tahu kalau ia dan suaminya sangat membutuhkan uang untuk menanti kelahiran
bayinya?

Ia tau bagaimana suaminya sangat risau mengenai hal ini, lalu ia memeluk suaminya yang terbaring disebelahnya dan memberikan ciuman yang lembut sambil berbisik :”semuanya akan baik-baik saja, I Love You Bryan”

“Segala sesuatu yang kita lakukan akan selalu berputar ke diri kita kembali”, therefore, don’t ever to stop to do good things in your life..

Baca Juga : 

Memilih Yang Sejati dan Abadi

Memilih Yang Sejati dan Abadi

Memilih Yang Sejati dan Abadi
Memilih Yang Sejati dan Abadi

Ilmu orang tua adalah pengetahuan akal dan kesadaran batin bahwa ia akan
mati, dan itu bisa berlaku tidak 30 tahun yang akan datang, melainkan bisa
juga besok pagi-pagi menjelang seseorang masuk kantor. Orang tua yang
berpikir efisien tidak menghabiskan tenaga dan waktunya untuk kesementaran,
melainkan untuk keabadian. Tidak menumpahkan profesionalisme untuk menggapai
sesuatu yang toh tidak akan menyertainya selama-lamanya.

Ilmu orang tua adalah kesanggupan memilih satu dua yang abadi di antara
seribu dua ribu yang temporer. Memilih satu dua yang sejati di tengah seribu
dua ribu hal-hal, barang-barang, pekerjaan-pekerjaan , target-target yang
palsu. Manusia yang paling profesional adalah yang memiliki akar pengetahuan
dan daya terapan untuk bersegera menggunakan ilmu orang tua tanpa menunggu
usianya menjadi tua.

Manusia yang paling cerdas dan peka adalah yang mengerti bahwa segala
sesuatu dalam kehidupannya harus diperbaiki sekarang juga, tidak besok atau
lusa, karena bisa keburu mati. Bahwa apapun saja harus segera
di-husnul-khatimah- i dan menghindarkan diri dari kemubaziran- kemubaziran
mengurusi hal-hal yang semu, palsu dan temporer.

Bahwa hutang harus segera dibayar. Bahwa kesalahan harus segera dihapuskan
dengan meminta maaf kepada sesama manusia yang disalahi dan memohon ampun
kepada Tuhan.

Bahwa omset ekonomi berapapun tidak menolong seseorang di garis kematiannya.
Bahwa jabatan setinggi apapun tidak menambahi keberuntungan apapun di
hadapan mautnya. Bahwa kejayaan, kemegahan dan kegagahan macam apapun tidak
akan sanggup mengurusi nasibnya di depan sakaratul maut, yang akan muncul
mendadak dan tiba-tiba.

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/