IPB University Jaring Aspirasi Mahasiswa Asal Papua dan Papua Barat

IPB University Jaring Aspirasi Mahasiswa Asal Papua dan Papua Barat

IPB University Jaring Aspirasi Mahasiswa Asal Papua dan Papua Barat
IPB University Jaring Aspirasi Mahasiswa Asal Papua dan Papua Barat

Sekira 30 mahasiswa asal Papua dan Papua Barat yang sedang menjalani studi di IPB University hadiri Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Akademik Bagi Mahasiswa Penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (Beasiswa ADik) di Kampus Dramaga, Bogor (24/8).

Kegiatan yang digelar oleh Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir

(DitmawaPK) ini bertujuan untuk memotivasi dan mendorong mahasiswa penerima beasiswa agar bisa berkompetisi di bidang akademik.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University, Dr Drajat Martianto berharap mahasiswa asal Papua dan Papua Barat ini bisa membuka diri dalam berkomunikasi. Tidak hanya berkomunikasi dengan teman sesama daerah tapi berkomunikasi juga dengan teman dari daerah lain, dosen dan orang sekitarnya.

“Dalam beberapa kesempatan, Pak Rektor, Dr Aris Satria selalu mengatakan

bahwa kunci seorang mahasiswa untuk sukses itu bukan hanya dari nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). IPK tinggi itu bagus, tapi tidak cukup, karena kunci sukses itu adalah kejujuran, kedisiplinan, interaksi kita dengan orang lain dan dukungan dari pasangan,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini Dr Drajat berharap setiap mahasiswa yang hadir untuk dapat mengungkapkan permasalahan dan keluhan yang dihadapi selama menempuh pendidikan di IPB University. “Saya akan menampung semua keluhan yang disampaikan dan kami akan berusaha mencari solusi dan melayani mahasiswa dengan baik sesuai prosedur dan aturan yang ada,” ungkap Dr Ir Drajat.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Kesejahteraan Mahasiswa, DitmawaPK, Dr.

Yusalina mengatakan Beasiswa ADik adalah beasiswa yang diberikan oleh pemerintah pusat yaitu Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa). Beasiswa ADik merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi yang memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan akses pendidikan. Beasiswa ini diberlakukan untuk mahasiswa yang berasal dari Papua dan Papua Barat serta daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T).

Beasiswa ini mencakup bantuan biaya hidup, biaya pendidikan, uang saku atau living cost. Semua fasilitas diberikan selama empat tahun plus bagi mahasiswa afirmasi.

 

Sumber :

https://www.kaskus.co.id/thread/5d6d8687337f93427b5fb01e/

Lulusan SMK Harus Miliki Kompetensi

Lulusan SMK Harus Miliki Kompetensi

Lulusan SMK Harus Miliki Kompetensi
Lulusan SMK Harus Miliki Kompetensi

Salah satu program yang menjadi prioritas pada Direktorat Jenderal Pendidikan Kejuruan adalah menuju pada pendidikan menengah universal yang bertujuan untuk memberikan kesempatan yang besar bagi anak usia pendidikan menengah yang telah menyelesaikan pendidikan dasar untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah.

Melalui pendidikan menengah universal direncanakan agar daya tampung penerimaan siswa baru di sekolah menengah sama dengan jumlah lulusan SMP, sehingga diperlukan daya tampung sekolah menengah yang dikaitkan dengan kesesuaian sebaran SMP serta konsentrasi/sebaran lulusan SMP, potensi pengembangan dari sekolah menengah kejuruan yang ada.

Demikian sambutan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi Maluku Drs. Semmy Risambessy, MM pada acara pembukaan kegiatan Penyebaran Informasi Program SMK Tahun 2014 di hotel Amans Ambon Senin (28/4/2014).

Dikatakan, pendidikan menengah kejuruan merupakan salah satu jenis pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mempunyai orientasi utama menyiapkan anak usia menengah setelah lulus memiliki kompetensi untuk dapat bekerja mandiri, bekerja pada orang lain (perusahan).

Agar program dan kegiatan pembinaan SMK dapat berjalan sesuai dengan

sasaran dan hasil yang diharapkan, diperlukan perencanaan yang baik yang telah mempertimbangkan situasi, kondisi dan lingkungan yang ada pada satu wilayah serta kemungkinan perkembangannya di masa depan.

Untuk keperluan pengukuran ketercapaian tujuan strategis pembangunan pendidikan menengah kejuruan di Provinsi Maluku diperlukan sejumlah sasaran strategis yang harus dicapai pada tahun 2014 antara lain : APK SMK di Provinsi Maluku harus mencapai 25%; Memiliki sarana prasarana sesuai Standar Nasional Pendidikan (SNP); Masing-masing kabupaten/kota memiliki satu SMK unggul model/rujukan/berprestasi; 90% SMK menerapkan pembelajaran berbasis TIK; Seluruh SMK menerapkan pembelajaran berbasis karakter dan Penerapan kurikulum 2013.

Tahun ajaran 2014-2015 penerapan kurikulum 2013 akan segera dilaksanakan

secara nasional dan khususnya di Provinsi Maluku akan dilaksanakan pada 11 kabupaten/kota untuk itu, Risambessy harapkan kepada kepala sekolah agar mendukung program pemerintah yang dilaksanakan di daerah masing-masing.

Secara konseptual, kurikulum adalah suatu respon pendidikan terhadap kebutuhan masyarakat dan bangsa dalam membangun generasi bangsanya.

Secara pedagogis, kurikulum adalah rancangan pendidikan yang memberi

kesempatan untuk peserta didik mengembangkan potensi dirinya dalam suatu suasana belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan kemampuan dirinya untuk memiliki kualitas yang diinginkan masyarakat dan bangsanya.

Secara yuridis, kurikulum adalah suatu kebijakan publik yang didasarkan kepada dasar filosofis bangsa dan keputusan yuridis di bidang pendidikan. Landasan yuridis kurikulum adalah Pancasila dan UUD 1945, dan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2008 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

 

Sumber :

https://jilbabbayi.co.id/sejarah-kerajaan-samudera-pasai/

Mobil Terbang, Bukan Khayalan

Mobil Terbang, Bukan Khayalan

Mobil Terbang, Bukan Khayalan
Mobil Terbang, Bukan Khayalan

Apakah mungkin mobil bisa terbang? Dalam film animasi memang sering kita lihat mobil bisa terbang, tapi apakah dalam kehidupan nyata ada mobil yang bisa terbang? Jawabnya adalah iya. Seiring dengan perkembangan teknologi, hal ini bukan lagi mustahil.

Sebuah perusahaan teknologi yang berada di boston, AS Transition Roadable Aircraft (TRA) telah berhasil menciptakan mobil yang bisa terbang karya Terrafugia. Ide kreatif ini sebenarnya sudah lama dan pihak Terafugia telah siap memulai memproduksi mobil terbang ini sayang pada saat itu krisis ekonomi global yang melanda seluruh dunia juga dirasakan oleh Amerika membuat rencana itu tertunda dan baru sekarang dapat di wujudkan.

Inilah kendaraan yang mungkin di idam-idamkan seluruh orang terutama yang tinggal di kota-kota besar yang terkenal dengan kemacetannya. Mobil ini bisa terbang sejauh 700 km dengan kecepatan 175 km/jam. Saat berada di darat, mobil ini mampu melaju dengan kecepatan 110km/jam. Selain itu, mobil ini dapat di parkir seperti mobil biasa dan memiliki kemampuan melipat sayap hanya dalam waktu 30 detik ibarat mobil convertible.

Mobil ini memang masih berada di Amerika. Warga Amerika sendiri pun masih harus memesannya untuk mendapatkan mobil ini. Dengan uang pangkal S$10.000 (Rp95juta) kita dapat memesan mobil ini. Namun bila mobil terbang ini sudah jadi, kita harus menyiapkan lagi dana sebesar US$185.000 (Rp1,75miliar). Jadi bila ingin memiliki mobil ini, kita harus menyiapkan uang sebesar 2 miliar rupiah.

Baca Juga :

Virus komputer adalah

Virus komputer adalah

Virus komputer adalah
Virus komputer adalah

WORM

Virus komputer adalah suatu program komputer yang dapat menggandakan dirinya dan menyebar dengan menyisipkan hasil salinan tadi pada program atau dokumen yang ada pada komputer tersebut. Virus ini dapat merusak data, membuat user terganggu, tapi ada juga yang tidak menimbulkan efek apapun.

Ada banyak jenis virus yang beredar dan telah menginfeksi ribuan , mungkin jutaan computer di dunia. Tapi yang akan saya bahas sekarang adalah virus jenis worm.

Apa sih sebenarnya worm itu?

Worm adalah virus yang menggandakan dirinya pada harddisk dan membuat sumber daya pada harddisk penuh dengan virus tersebut. Sebuah worm dapat menggandakan dirinya dengan memanfaatkan jaringan (LAN/WAN/Internet) tanpa perlu campur tangan dari user itu sendiri. Worm tidak seperti virus komputer biasa, yang menggandakan dirinya dengan cara menyisipkan program dirinya pada program yang ada dalam komputer tersebut, tapi worm memanfaatkan celah keamanaan yang memang terbuka atau lebih dikenal dengan sebutan vulnerability. Beberapa worm juga menghabiskan bandwidth yang tersedia. Worm merupakan evolusi dari virus komputer. Virus ini termasuk tipe Malware.

Banyak orang menyamakan Worm, Trojan Horse , dan Virus adalah sama. Tetapi itu salah, yang sama cuma satu bahwa Virus, Trojan, dan Worm merupakan program pengacau pada sistem komputer.

Jadi, apa bedanya Worm, Trojan, dan Virus??Kalau worm secara rekaannya sama dengan virus. Tetapi bedanya worm ini merebak dari komputer ke komputer lain meskipun tanpa bantuan user sebagai pengguna komputer. Worm memanfaatkan file atau skrip transportasi informasi sistem komputer yang memungkinkan berpindah tanpa bantuan user. Masalah yang paling mengerikan dari kemampuan worm ini adalah mampu menduplikasi dirinya sendiri. Contohnya, Worm mampu mengirimkan duplikasinya keseluruh user yang terdaftar pada address book e-mail sistem yang telah terinfeksi tersebut. Setelah berhasil, worm kembali menduplikasi dirinya sendiri dan mengirim lagi satu copy ke setiap user yang ada di address book komputer yang baru saja diserang dan seterusnya.

Berbeda dengan trojan horse, program ini tampak seperti software biasa. Setelah di install atau dijalankan, program tersebut dapat merusak system komputer. Ketika Trojan sudah aktif, efek yang ditimbulkan bermacam-macam. Ada yang merubah penampilan desktop, icon sampai menghapus file tertentu didalam sistem komputer. Trojan juga dapat membuat backdoor pada komputer yang terinfeksi yang membuat user lain memiliki akses pada komputer tersebut. Tidak seperti virus dan worm, trojan tidak memproduksi dirinya sendiri.

Virus komputer memang dapat menginfeksi berkas-berkas dalam sebuah sistem komputer, tapi worm dapat melakukannya dengan lebih baik. Selain dapat menyebar dalam sebuah sistem, worm juga dapat menyebar ke banyak sistem melalui jaringan yang terhubung dengan sistem yang terinfeksi. Beberapa worm, juga dapat mencakup kode-kode virus yang dapat merusak berkas, mencuri dokumen, e-mail, atau melakukan hal lainnya yang merusak, atau hanya menjadikan sistem terinfeksi tidak berguna.

Beberapa contoh dari worm adalah sebagai berikut:

Bagaimana cara mengatasi Worm?

Hanya ada satu cara untuk mengatasi worm yaitu dengan menutup celah keamanan yang terbuka tersebut, dengan cara meng-update patch atau Service Pack dari system operasi yang digunakan dengan patch atau Service Pack yang paling terbaru.

Sumber : https://filehippo.co.id/

PPDB, Sistem Zonasi Untuk Pemerataan Pendidikan

PPDB, Sistem Zonasi Untuk Pemerataan Pendidikan

PPDB, Sistem Zonasi Untuk Pemerataan Pendidikan
PPDB, Sistem Zonasi Untuk Pemerataan Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Jabar), Ahmad Hadadi, menegaskan tentang penerapan mekanisme zonasi untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 di Jabar sudah sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud). Hal ini sesuai dengan hasil rapat koordinasi (rakor) yang diadakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) dengan seluruh Kepala Dinas di Jakarta, Senin lalu (13/11/2017).

Ia menjelaskan, sistem zonasi ini bertujuan untuk pemerataan kualitas

pendidikan. Pemerataan  tersebut untuk menghilangkan penumpukan siswa-siswa pintar dalam satu sekolah, penumpukan sekolah favorit yang biasanya terdapat di daerah perkotaan, hingga penempatan guru.

“Fokusnya (red-Rakor) adalah kepada pemerataan kualitas pendidikan sehingga ditetapkanlah zonasi sesuai dengan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017.” ujarnya.

Ahmad menyebutkan, dalam sistem zonasi pertimbangan utama seorang siswa

diterima oleh sekolah adalah berdasarkan jarak rumah yang dekat dengan sekolah. Meski demikian masih ada pertimbangan lainnya, seperti disesuaikannya jumlah kouta di sekolah yang bersangkutan serta siswa masih harus melewati proses seleksi.Diakuinya, banyak pihak yang terkena dampak dari penerapan sistem zonasi ini. Selain pada sekolah, guru pun terkena dampaknya. Maka tak heran jika masih banyak hal yang harus dipersiapkan dalam menyambut sistem zonasi tahun 2018.

“Konsekuensi diterapkannya sistem zonasi ini adalah pemerintah wajib

menyiapkan sarana dan prasarana sekolah, terutama sekolah yang belum memiliki kesiapan. Termasuk Information technology (IT). Sehingga masih banyak yang harus kami persiapkan.,” pungkasnya.

 

Baca Juga :

Kehumasan Sekolah Harus Manfaatkan IT

Kehumasan Sekolah Harus Manfaatkan IT

Kehumasan Sekolah Harus Manfaatkan IT
Kehumasan Sekolah Harus Manfaatkan IT

Sudah saatnya kehumasan sekolah memanfaatkan teknologi informasi untuk mengkomunikasikan program-program sekolah. Hal ini disampaikan oleh Sekertaris Dinas Pendidikan Jawa Barat, Firman Adam saat membuka Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Strategi Komunikasi: Membangun Citra Pendidikan Jawa Barat di Era Digital”. Acara ini diselenggarakan di Hotel Marbella Suites Bandung, Jalan Dago Pakar, Cimenyan, Bandung, Selasa dan Rabu (5-6/12/2017).Firman menuturkan, dengan memanfaatkan teknologi yang ada, program-program sekolah akan lebih mudah dikomunikasikan kepada stakeholeder.

“Zaman 20 tahun lalu dengan saat ini sangat berbeda Mau tidak mau, kini kita harus betul-betul memanfaatkan teknologi. Teknologi yang sekarang berkembang ini jauh  berbeda jika dibandingkan 20 tahun yang lalu,” ujar Firman.

Ia menegaskan tugas kehumasan di sekolah sangatlah penting.  Contohnya saat ada masalah di sekolah, peran kehumasan adalah mengklarifikasi dan menyebarkannya kepada masyarakat.

“Sebenarnya masalah pendidikan itu, bisa diselesaikan oleh sekolah. Tidak akan

diakumulasikan masuk ke tingkat nasional dan dipermasalahkan,” ujarnya.

Masalah yang ada di sekolah, kata Firman, sebenarnya lebih mudah terselesaikan karena stakeholders sekolah terbilang sederhana, yaitu orang tua, siswa dan lingkungan sekitar. Sehingga, jika dikomunikasikan dengan baik, maka  permasalahan tidak akan membesar.Ia merangkum tugas pokok wakil kepala sekolah kehumasan di satuan pendidikan menjadi delapan

tugas. Pertama, menyusun rencana kerja dan anggaran dalam peningkatan mutu

bidang kehumasan. Kedua, membangun dukungan dari orang tua peserta didik dan masyarakat. Ketiga, memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga profesi dan kedudukan. Keempat, memfasilitasi pengembangan penyebarluasan dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik. Kelima, menjalin kerjasama dengan masyarakat dan komite sekolah. Keenam, mengelola sistem informasi manajemen yang memadai. Ketujuh adalah menyediakan informasi yang efisien, eketif dan mudah diakses. Dan yang terakhir adalah  melaporkan data informasi yang telah terdokumentasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi.

“Humas itu harus yang paling tahu, bahkan humas sekolah itu

dianggap google berjalan. Kalau bertemu masyarakat di jalan dan kalau ditanya masyarakat harus bisa jawab. Jangan ketinggalan informasi dengan kebijakan,” tandas Firman.

 

Sumber :

https://sam-worthington.net/sejarah-berdirinya-youtube/

Ciptakan SDM Unggulan, Pemerintah Terus Tingkatkan Program Pendidikan

Ciptakan SDM Unggulan, Pemerintah Terus Tingkatkan Program Pendidikan

Ciptakan SDM Unggulan, Pemerintah Terus Tingkatkan Program Pendidikan
Ciptakan SDM Unggulan, Pemerintah Terus Tingkatkan Program Pendidikan

Dalam memperingati hari Sumpah Pemuda, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Ahmad Hadadi menjelaskan tentang perbedaan persepsi Sumpah Pemuda zaman dulu dan sekarang. Jika dahulu sumpah pemuda diartikan sebagai suatu komitmen dan semangat para pemuda dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Kini, menurut Ahmad, tekad dan komitmen pemuda adalah untuk memajukan Indonesia agar dapat bersaing dengan negara lain.

“Pemuda sekarang harus punya komitmen, tekadnya sama, semangatnya harus

berjuang bagaimana Indonesia ini setelah merdeka menjadi bangsa yang maju, sertasejajar dengan negara-negara maju di dunia,” ujarnya di sela-sela pembukaan acara Festival Pelajar Berbudaya di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 21 Bandung, Jalan Rancasawo No.74, Margasari, Buahbatu, Kota Bandung, Selasa (14/11/2017).

Menurutnya, tugas pemerintah adalah menyiapkan proses pembelajaran yang baik untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggulan. Para pemuda diharapkan selalu fokus dan serius dalam mengikuti proses pembelajaran. Jangan sampai pemuda terjebak ke dalam kegiatan yang negatif.

“Jangan terjebak dengan berbagai hal negatif, seperti narkoba, pornografi, dan

berbagai kegiatan negatife lainnya. Itu yang harus kita hindari,” ujarnya.

Selain itu, proses pendidikan yang ada untuk meningkatkan SDM unggulan adalah berupa pendidikan formal, seperti pendidikan resmi dan pendidikan non formal, seperti pendidikan paket C. Yang terakhir, kata Ahmad, adalah pendidikan informal, seperti pendidikan otodidak di luar pendidikan formal.

“Ini adalah persiapan untuk membentuk SDM yang mampu bersaing dalam era globalisasi. Dengan negara yang sudah merdeka, justru kita harus menyipkan diri, bahkan persiapan menjadi seorang pemimpin,” ujar Ahmad.

Salah satu upaya pemerintah dalam mendukung pendidikan adalah adanya

program Semua Anak Bisa Sekolah. Dengan program tersebut, pemerintah memberikan berbagai macam bantuan agar semua lapisan masyarakat bisa tetap bersekolah.

“Mau miskin atau kaya, orang kampung atau kota, semua orang bisa bersekolah. Itulah intinya. Jika secara sisi ekonomi seseorang tidak mampu sekolah, namun kemampuannya bagus, pasti akan dapat dukungan untuk tetap sekolah,” tandas Ahmad.

 

Sumber :

https://sam-worthington.net/doa-selamat-dunia-akhirat/

Sejarah akuisisi dan merger

Sejarah akuisisi dan merger

Sejarah akuisisi dan merger
Sejarah akuisisi dan merger

Suatu tinjauan terhadap sejarah perusahaan di Amerika Serikat pada tiga-perempat terakhir abad ini akan mengungkapkan siklus berulang-ulang dari kombinasi dan akuisisi (pengambilalihan) dalam dunia industri. Bentuk dan jenis pengorbanan serta jumlah yang dibayarkan sehubungan dengan harga pasar dari saham mungkin berubah yaitu dari persetujuan berdasarkan mufakat menjadi penawaran-penawaran bersaing, dari suatu paket surat-surat berharga menjadi sebagian besar dengan kas, dari sedikit agio di atas harga pasar saham menjadi dengan agio yang besar. Dengan turunnya nilai uang, laju inflasi yang cepat disertai nilai ganti yang tinggi, serta stabilitas potensial yang lebih besar, lebih banyak kegiatan peleburan (merger) pada akhir tahun 1970-an dibandingkan dengan periode –periode yang lebih dini.

Akuisisi dan Tujuan-Tujuan Perusahaan

Dalam waktu kapan saja, terdapat berbagai alasan keuangan atau operasional bagi sebuah perusahaan untuk membeli perusahaan lain yang aktif. Beberapa dari alasan-alasan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Diversifikasi untuk pertumbuhan
  2. Diversifikasi menurut pasar atau pelanggan untuk mengimbangi faktor-faktor musiman, untuk menetralisir pasar produk yang menurun, dan sebagainya.
  3. Perluasan, penyempurnaan, atau komplementasi lini produk
  4. Mendapatkan kemampuan riset dan pengembangan yang diperlukan.
  5. Penciptaan dan perolehan lini produk baru.
  6. Integrasi, sehingga mendapatkan penawaran yang cukup dari bahan-baku atau suku cadang yang kritis.
  7. Perluasan pasar, termasuk pasar di luar negeri yang belum dijamah.
  8. Memperbaiki manajemen.
  9. Memperoleh fasilitas-fasilitas pengolahan atau riset yang baru.

10.  Menyediakan tambahan modal kerja atau dana-dana lain.

11.  Mencapai keuntungan perpajakan, hukum, atau lain-lain semaksimum yang diperkenankan.

12.  Menginvestasikan modal yang belum dimanfaatkan.

13.  Menaikkan nilai pasar saham.

14.  Menyediakan jasa-jasa baru bagi para pelanggan.

15.  Memperbaiki citra dan reputasi perusahaan.

Unsur-unsur dari suatu program akuisisi yang berhasil

  1. Merumuskan tujuan-tujuan perusahaan untuk perkembangan jangka-panjang
  2. Mengembangkan suatu program dan jadwal untuk pencapaian tujuan.
  3. Menyediakan sekelompok staf yang terkoordinir dan efektif untuk meneliti dan mengevaluasi rencana dan prospek.
  4. Menetapkan spesifikasi yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang akan diambil Oper.
  5. Memperoleh kemampuan untuk menganalisa secara kritis sebuah perusahaan dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain.
  6. Mengembangkan metode yang paling efektif untuk mengembilalih perusahaan.
  7. Mengakui adanya elemen manusiawi dalam akuisisi.

Tinjauan Pendahuluan Atas Prospek

Komentar-komentar terdahulu telah mengemukakan cara pendekatan umum terhadap suatu akuisisi yang sehat. Dengan mengasumsikan bahwa perusahaan telah diseleksi, dan setelah saringan pendahuluan, ternyata memenuhi spesifikasi-spesifikasi yang ditentukan oleh pembeli, maka sekarang dapatlah kita memasuki langkah berikutnya. Ini biasanya berupa pertemuan tatap-muka antara para pimpinan atau wakil-wakil mereka. Ini juga agak bersifat pendahuluan dan meiputi penentuan mengenai hal-hal umum sebagai berikut :

  1. Apakah penjual kelihatan bersungguh-sungguh ingin menjual?
  2. Apakah pembahasan umum menegaskan data-data statistik dan sebagainya, yang menunjukkan bahwa perusahaan yang akan diambil oper memenuhi kriteria luas yang ditentukan oleh perusahaan yang ingin membeli/mengambil-oper?
  3. Apakah penjual kelihatan akan menentukan suatu nilai untuk perusahaannya dan apakah angkanya jauh dari yang sewajarnya?
  4. Apakah para pimpinan ingin terus melanjutkan usaha dan apakah mereka sejalan dan serasi dengan manajemen perusahaan yang ingin membeli/mengambil oper?
  5. Apakah kelihatan ada dasar yang saling memuaskan untuk menangani transaksi akuisisi itu?

Evaluasi Prospek

Mengevaluasi perusahaan bukanlah tugas yang mudah. Menghadapkan nilai dari dua perusahaan untuk menentukan suatu nilai pertukaran yang adil dari hak pemilikan (equities) atau pengorbanan lain yang sesuai memerlukan adanya analisa yang khusus dan teliti. Meskipun suatu perusahaan memiliki sejarah yang kurang memuaskan dalam memperoleh laba dibandingkan dengan perusahaan lain, tetapi hak-hak khusus, paten atau fasilitas-fasilitas produksi yang dimilikinya mempunyai arti penting yang khusus bagi perusahaan yang memerlukannya. Sebuah perusahaan mungkin memiliki pabrik yang modern dan berlokasi baik sehubungan dengan bahan baru dan pasar, tetapi kurang memiliki keahlian penjualan.

Bidang-bidang utama untuk diteliti umumnya mencakup hal-hal yang berikut ini:

  1. Manajemen dan personalia
  2. Pasar dan produk
  3. Fasilitas dan proses produksi
  4. Riset dan paten, dan sebagainya
  5. Pembiayaan (financing)

Meskipun setiap team akuisisi harus mengembangkan cara pendekatannya sendiri untuk melakukan analisis perusahaan, daftar pengecek yang dipergunakan oleh Rockwell International Corporation berikut menunjukkan banyak aspek bagi suatu penelitian yang lengkap :

  1. Umum
    1. Pernyataan mengenai transaksi yang sedang dipertimbangkan dan sasaran-sasarannya.
    2. Sejarah dan uraian umum mengenai perusahaan.
    3. Daftar mengenai para pejabat dan direksi; afiliasi.
    4. Pendistribusian saham-banyaknya saham, para pemegang saham utama dan sebagainya.
    5. Bagan organisasi.
    6. Buku pedoman kebijakan (policy manual).
  1. Pembiayaan
    1. Laporan keuangan terakhir yang telah diaudit.
    2. Laporan keuangan terakhir yang tersedia.
    3. Laporan keuangan ikhtisar sepuluh-tahun.
    4. Laporan keuangan dan operasi yang diproyeksikan.
    5. Deskripsi lengkap mengenai surat-surat berharga, utang, investasi dan harta serta hutang lain diluar perkiraan sehari-hari yang lazim.
    6. Bagan perkiraan (chart of accounts)
  2. Penjualan
  3. Pabrikase
  4. Pembelian
  5. Penelitian keahlian teknis
  6. Tenaga kerja

Baca Juga :

LAPORAN PENJUALAN

LAPORAN PENJUALAN

LAPORAN PENJUALAN
LAPORAN PENJUALAN

 ISI LAPORAN PENJUALAN

Hal – hal yang dapat dimasukkan dalam suatu laporan penjualan mencakup  bidang yang luas, Laporan tersebut mungkin meliputi :

  1. Pelaksanaan penjualan yang sebenarnya, dengan angka – angka dengan bulan berjalan dan sampai bulan dua tahun berjalan.
  2. Penjulan yang dianggarkan untuk periode berjalan dan sampai dengan periode yang berjalan.
  3. Perbandingan penjualan yang sebenarnya dari perusahaan dengan angka – angka dalam jenis industri yang bersangkutan, meliputi persentase dari total.
  4. Analisis penyimpangan ( variances ) antara penjualan yang sebenarnya dengan yang dianggarkan dan sebab – sebab terjadinya penyimpangan.
  5. Hubungan antara penjualan dan biaya, misalnya per order yang diterima.
  6. Standar penjualan perbandingan penjualan yang sebenarnya dan kuota per salesmen.
  7. Data harga jual per unit.
  8. Data laba kotor.

Data yang sering dapat dinyatakan dalam unit fisik atau dalam unit uang. Terlepas dari pelaksanaan penjualan yang sebenarnya atau standar penjualan sebagian data yang lain mungkin berhubungan dengan order, pembatalan, retur, potongan.

B. BIAYA SEBAGAI DASAR PENETAPAN HARGA

Terdapat tendensi yang kuatuntuk menganggap remeh atau memandang terlalu tinggi arti  “ biaya “ sebagai suatu faktor dalam penetapan harga. Sering terdengar pernyataan bahwa “ harga didasrkan pada persaingan “. Kurang sering terdengar pernyataan dahwa “ harga didasarkan pada harga pokok “. Tentunya kadang – kadang pernyataan itu berlaku. Akan tetapi jarang harga pokok dapat diabaikan sama sekali.

Sumber : https://jalantikus.app/

PENGENDALIAN PENJUALAN

PENGENDALIAN PENJUALAN

PENGENDALIAN PENJUALAN
PENGENDALIAN PENJUALAN

PENGENDALIAN PENJUALAN

MASALAH MANAJEMEN PENJUALAN

Setiap fungsi manajemen mempunyai banyak masalah yang beraneka macam serta cukup rumit. Tentunya manajemen penjualan juga menghadapi problem – problem  yang khas. Penjualan merupakan bidang yang dinamis, disertai dengan kondisi yang selalu berubah – ubah, sehingga terjadi masalah yang baru dan berbeda.

Meskipun banyak jenis masalah yang tercahup dalam fungsi pengolahan penjualan, tetapi ada beberapa problema yang umum, antara lain sebagai berikut :

  1. 1. Produk

Produk apa yang akan dijual dan berapakah jumlahnya? Apakah kualitas harus yang tertinggi atau yang terendah dalam bidang yang bersangkutan apakah produk tersebut yang khusus atau yang umum?

  1. 2. Penetapan harga

Berapakah harga jual dari produk?  Apakah perusahaan akan mengikuti suatu kebijaksanaan untuk memenuhi setiap dan semua persaingan harga? Bagaimanakah syarat penjualan yang akan diberikan?

  1. 3. Distribusi

Kepada siapakah produk akan dijual , yaitu apa perusahaan akan menjual langsung kepada konsumen terakhir atau melalui saluran lain seperti grosir? Saluran distribusi apakah yang harus dipergunakan.

  1. 4. Metode penjualan

Bagaimana produk akan dijual? Apa melalui penjualan pribadi, advertensi, atau pengiriman langsung? Atau promosi penjualan apakah yang akan dipergunakan?

  1. 5. Organisasi

Bagaimanakah menseleksi salsmen? Dan bagaimana melatih mereka? Bagaimana mengenai organisasinya? Apakah diadakan kantor – kantor cabang? Apakah pengawasan penjualan akan menangani semua jenis produk , atau dispesialisasikan? Dalam departemen – departemen apakah organisasi penjualan akan dibagi – bagi? Berapakah tenaga salesmen ( wiraniaga ) yang akan dipekerjakan?

  1. 6. Perencanaan dan pengendalian

Bagaimana daerah penjualan ditetapkan? Apakah norma standard penjualan akan dipergunakan sebagai alat pengukur prestasi? Apakah dengan gaji? Komisi? Bonus? Pengendalian apakah yang diterapkan?

PENGENDALIAN PENJUALAN

Penjualan harus dikendalikan agar dapat dicapai hasil pengembalian sebaik – baiknya atas investasi. Laba bersih yang optimun akan dapat direalisasi hanya bila terdapat hubungan yang wajar terhadap ke empat faktor berikut :

  1. Investasi dalam modal kerja dan fasilitas – fasilitas
  2. Volume penjualan
  3. Biaya operasi ( operating expenses )
  4. Laba kotor

Oleh karena itu pengendalian akuntansi terhadap penjualan adalah laporan – laporan yang menganalisa kegiatan penjualan yang mengungkapkan trends dan hubungan – hubungan dan penyimpangan – penyimpangan yang tidak dikehendaki dari tujuan, dari anggaran, atau ari standar, yang telah dihitung dengan cara yang tepat agar ada tindakan perbaikan.

Controller dan para stafnya dapat membantu dan memajukan penjualan melalui penggunaan berbagai teknik analitis sebagai berikut :

  1. Analisis terhadap prestasi pelaksanaan penjualan dimasa lalu – dalam hubungannya dengan harga dan volume – untuk menemukan perkembangan, kelemahan atau tendensi yang tidak memuaskan.
  2. Memberikan bantuan kepada manajemen penjualan dalam menetapkan anggaran penjualan menyeluruh yang sesuai dan melaporkan persesuaian pelaksanaan dengan rencana.
  3. Memberikan bantuan kepada manajemen penjualan dalam menetapkan standar pelaksanaan penjualan.
  4. Penyiapan analisa yang sehat mengenai biaya dan investasi, untuk dipergunakan dalam menetapkan harga – harga produk.

ANALISIS PENJUALAN

A. MENDAPATKAN FAKTA

Adalah sangat jelas, bahwa dalam setiap perusahaan, gambaran menyeluruh atau angka rata – rata saja tidaklah mencukupi. Informasi umum seperti ini kecil kegunaannya dalam mengambil keputusan pokok mengenai pemasaran dan pengarahan usaha penjualan. Data harus spesifik dan berhubungan langsung dengan masalah yang harus dicari pemecahannya.

B. JENIS  ANALISA PENJUALAN YANG DIPERLUKAN

Jenis – jenis yang sering dipergunakan adalah sebagai berikut :

  1. Produk – jenis, warna, ukuran, harga, model, kualitas dari barang – barang yang dijual.
  2. Daerah – wilayah yang digunakan untuk mengarahkan penjualan – Propinsi, Kota, Desa, area pemasaran lain.
  3. Saluran distribusi – grosir, pengencer, makelar, agen.
  4. Metode penjualan – pengiriman langsun, kunjungan dari rumah kerumah, dan sebagainya.
  5. Pelanggan – dalam negeri dan luar negeari, konsumen industri dan konsumen akhir, pelanggan swasta dan pelanggan pemerintah, yang ditbulasikan menurut volume penjualan.
  6. Besarnya order – ukuran rata – rata dari setiap pembelian
  7. Syarat penjualan – kontan, C.O.D ( cash on delivery ) secara kredit ( piutang ), secara cicilan dan lain sebagainya.
  8. Organisasi – cabang, departemen.
  9. Tenaga Wiraniaga – perorangan atau perkelompok.

C. POTONGAN PENJUALAN

Dalam setiap analisis penjualan,pentingnya potongan / pengurangan penjualan tidak boleh diabaikan. Walaupun penelaahan mungkin berhubungan dengan penjualan bersih, tetapi adanya laba yang menyimpang mungkin saja terletak dalam pengurangan penjualan, antara lain karena adanya biaya pengangkutan yang tinggi, potongan – potongan khusus atau diskon penjualan. Faktor – faktor ini dapat mengungkapkan, mengapa harga per unit rendah.

D. MANFAAT LAINNYA DARI ANALISIS PENJUALAN

Kegunaan – keguanaan lain dari analisis penjualan yang dapat dipertimbangkan adalah sebagai berikut :

  1. Untuk perencanaan penjualan dan penetapan Quota penjualan.
  2. Untuk pengendalian persediaan
  3. Untuk penetapan berbagai standar penjualan
  4. Untuk distribusi yang lebih baik dari usaha penjualan dari berbagai Daerah.
  5. Untuk pengarahan yang lebih baik dari usaha penjualan produk
  6. Untuk pengarahan yang lebih baik dari usaha penjualan dalam hubungan dengan pelanggan.

E. ANALISIS PENJUALAN DAN LABA KOTOR

Usaha – usaha penjualan sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, harus diarahkan dan difokuskan pada volume panjualan yang menguntungkan. Untuk mengcapai ini terhadap para manajemen penjualan harus disediakan semua fakta yang berhubungan dengan laba.

F. KETERBATASAN ANALISIS PENJUALAN

Analisis penjualan hanya merupakan suatu  alat yang dipergunakan oleh para eksekutif penjualan. Akan tetapi, analisis tersebut tidak dapat menggantikan manajemen yang profesional yang diperlukan untuk mengarahkan dan mengelolah fungsi penjualan. Artinya analisa volume penjualan yang sebenarnya harus dipergunakan dalam hubungannya dengan faktor – faktor lain seperti : potensi penjualan, rencana, anggaran, standar, pelaksanaanhistoris, perbandingan dalam jenis industri yang sama, biaya pengolahan, dan biaya usaha. Yang terpenting lagi ialah bahwa eksekutif penjualan harus menggunakan data untuk mengambil keputusan yang efektif.

STANDAR PENJUALAN

A. DEFENISI STANDAR PENJUALAN

Suatu standard telah didefenisikan sebagai suatu tolak ukur prestasi pelaksanaan yang telah dikembangkan secara ilmiah. Selanjutnya dapat dilihat bahwa standar dapat digunakan untuk mengukur prestasi penjualan menurut cara yang hampir serupa dengan cara yang digunakan untuk menilai prestasi pelaksanaan didalam pabri. Tiga pernyataan utama dalam mengembangkan alat – alat untuk para eksekutif penjualan adalah sebagai berikut :

  1. Standar penjualan merupakan hasil dari penelitian dan analisis yang teliti terhadap prestasi yang lalu.
  2. Standar penjualan harus merupakan tolak ukur yang adil dan wajar dari prestasi pelaksanaan.
  3. Standar penjualan perlu ditinjau kembali dan direverisi dari waktu ke waktu.

B. KUOTA PENJUALAN SEBAGAI STANDAR

Standar penjualan yang paling luas dipergunakan ialah kuota penjualan. Kuota penjualan merupakan jumlah volume penjualan yang ditetapkan bagi seorang tenaga salesmen. Suatu departemen, cebang, daerah, atau devisi lain sebagai tolak ukur dari pelaksanaan yang memuaskan. Akan tetapi kuota ini dapat meliputi pertimbangan – petimbangan lain, seperti : laba kotor, penagihan atau biaya perjalanan, dan dengan demikian menggambarkan standar prestasi pelaksanaan gabunganatau kolektif.

Sumber : https://uptodown.co.id/