Prinsip-prinsip komunikasi

Prinsip-prinsip komunikasi

 Prinsip-prinsip komunikasi
Prinsip-prinsip komunikasi

Dalam pembahasan yang lalu kita mendefinisikan komunikasi dan menjelaskan beberapa komponen komunikasi. Selanjutnya kita akan menggali sifat atau hakikat atau karakteristik komunikasi dengan menyajikan delapan prinsip komunikasi. Memahami prinsip-prinsip ini sangat penting untuk memahami komunikasi dalam segala bentuk dan fungsinya.

1. Komunikasi Adalah Paket Isyarat

Perilaku komunikasi, apakah ini melibatkan pesan verbal, isyarat tubuh, atau kombinasi dari keduanya, biasanya terjadi dalam “paket”. Biasanya, perilaku verbal dan nonverbal saling memperkuat dan mendukung. Semua bagian dari sistem pesan biasanya bekerja bersama-sama untuk mengkomunikasikan makna tertentu. Kita tidak mengutarakan rasa takut dengan kata-kata sementara seluruh tubuh kita bersikap santai. Kita tidak mengungkapkan rasa marah sambil tersenyum. Seluruh tubuh—baik secara verbal maupun nonverbal—bekerja bersama-sama untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan kita.

Dalam segala bentuk komunikasi, apakah antarpribadi, kelompok kecil, pidato di muka umum, atau media masa, kita kurang memperhatikan sifat paket dari komunikasi. Ia berlalu begitu saja. Tetapi bila ada ketidakwajaran—bila jabatan tangan yang lemah menyertai salam verbal, bila gerak-gerik gugup menyertai pandangan yang tajam, bila kegelisahan menyertai ekspresi nyaman dan santai—kita memperhatikannya. Selalu saja kita mulai mempertanyakan ketulusan, dan kejujuran orang yang bersangkutan.

Pesan yang Kontradiktif

Bayangkanlah seseorang yang mengatakan “Saya begitu senang bertemu dengan anda,” tetapi. berusaha menghindari kontak mata langsung dan melihat kesana-kemari untuk mengetahui siapa lagi yang hadir. Orang ini mengirimkan pesan yang kontradiktif. Kita menyaksikan pesan yang kontradiktif (juga dinamai “pesan berbaur” oleh beberapa penulis) pada pasangan yang mengatakan bahwa mereka saling mencintai tetapi secara nonverbal melakukan hal-hal yang saling menyakiti, misalnya datang terlambat untuk suatu janji penting, mengenakan pakaian yang tidak disukai pasangannya, menghindari kontak mata, atau tidak saling menyentuh.

Pesan-pesan tersebut ada juga yang mengatakan sebagai “diskordansi” (discordance) merupakan akibat dari keinginan untuk mengkomunikasikan dua emosi atas perasaan yang berbeda. Sebagai contoh, anda mungkin menyukai seseorang dan ingin mengkomunikasikan perasaan positif ini, tetapi anda juga tidak menyukai orang itu dan ingin mengkomunikasikan perasaan negatif ini juga. Hasilnya adalah anda mengkomunikasikan kedua perasaan itu, satu secara verbal dan lainnya secara nonverbal.

2. Komunikasi Adalah Proses Penyesuaian

Komunikasi hanya dapat terjadi bila para komunikatornya menggunakan sistem isyarat yang sama. Ini jelas kelihatan pada orang-orang yang menggunakan bahasa berbeda. Anda tidak akan bisa berkomunikasi dengan orang lain jika sistem bahasa anda berbeda. Tetapi, prinsip ini menjadi sangat relevan bila kita menyadari bahwa tidak ada dua orang yang menggunakan sistem isyarat yang persis sama. Orang tua dan anak, misalnya, bukan hanya memiliki perbedaan kata yang berbeda, melainkan juga mempunyai arti yang berbeda untuk istilah yang mereka gunakan.

Sebagian dari seni komunikasi adalah mengidentifikasikan isyarat orang lain, mengenali bagaimana isyarat-isyarat tersebut digunakan, dan memahami apa artinya. Mereka yang hubungannya akrab akan menyadari bahwa mengenali isyarat-isyarat orang lain memerlukan waktu yang sangat lama dan seringkali membutuhkan kesabaran. Jika kita ingin benar-benar memahami apa yang dimaksud seseorang, bukan sekadar mengerti apa yang dikatakan atau dilakukannya, kita harus mengenal sistem isyarat orang itu.

3. Komunikasi Mencakup Dimensi Isi Dan Hubungan

Komunikasi, setidak-tidaknya sampai batas tertentu, berkaitan dengan dunia nyata atau sesuatu yang berada di luar (bersifat ekstern bagi) pembicara dan pendengar. Tetapi, sekaligus, komunikasi juga menyangkut hubungan di antara kedua pihak. Sebagai contoh, seorang atasan mungkin berkata kepada bawahannya, “Datanglah ke ruang saya setelah rapat ini.” Pesan sederhana ini mempunyai aspek isi (kandungan, atau content) dan aspek hubungan (relational).

Aspek isi mengacu pada tanggapan perilaku yang diharapkan—yaitu, bawahan menemui atasan setelah rapat. Aspek hubungan menunjukkan bagaimana komunikasi dilakukan. Bahkan penggunaan kalimat perintah yang sederhana sudah menunjukkan adanya perbedaan status di antara kedua pihak Atasan dapat memerintah bawahan. Ini barangkali akan lebih jelas terlihat bila kita membayangkan seorang bawahan memberi perintah kepada atasannya. Hal ini akan terasa janggal dan tidak layak karena melanggar hubungan normal antara atasan dan bawahan.

Dalam setiap situasi komunikasi, dimensi isi mungkin tetap sama tetapi aspek hubungannya dapat berbeda, atau aspek hubungan tetap sama sedangkan isinya berbeda. Sebagai contoh, atasan dapat mengatakan kepada bawahan “Sebaiknya anda menjumpai saya setelah rapat ini” atau “Dapatkah kita bertemu setelah rapat ini?” Dalam kedua hal, isi pesan pada dasarnya sama—artinya, pesan dikomunikasikan untuk mendapatkan tanggapan perilaku yang sama—tetapi dimensi hubungannya sangat berbeda. Dal kalimat pertama, jelas tampak hubungan atasan-bawahan, bahkan terasa kesan merendahkan bawahan. Pada yang kedua, atasan mengisyaratkan hubungan yang lebih setara dan memperlihatkan penghargaan kepada bawahan.

Ketidakmampuan Membedakan Dimensi Isi dan Hubungan

Banyak masalah di antara manusia disebabkan oleh ketidakmampuan mereka mengenali perbedaan antara dimensi isi dan hubungan dalam komunikasi. Perbedaan/perselisihan yang menyangkut dimensi isi relatif mudah dipecahkan: Relatif mudah untuk memeriksa fakta yang dipertengkarkan. Sebagai contoh, kita dapat memeriksa buku atau bertanya kepada seseorang tentang apa yang sesungguhnya terjadi. Tetapi, pertengkaran yang menyangkut dimensi hubungan jauh lebih sulit diselesaikan, sebagian karena kita jarang sekali mau mengakui bahwa per tengkaran itu sesungguhnya menyangkut soal hubungan, bukan soal isi.

4. Komunikasi Melibatkan Transaksi Simetris dan Komplementer

Hubungan dapat berbentuk simetris atau komplementer. Dalam hubungan simetris dua orang saling bercermin pada perilaku lainnya. Perilaku satu orang tercermin pada perilaku yang lainnya. Jika salah seorang mengangguk, yang lain mengangguk, jika yang satu menampakkan rasa cemburu, yang lain memperlihatkan rasa cemburu; jika yang satu pasif, yang lain pasif. Hubungan ini bersifat setara (sebanding), dengan penekanan pada meminimalkan perbedaan di antara kedua orang yang bersangkutan.

Cara lain melihat hubungan simetris adalah dalam bentuk persaingan dan perebutan pengaruh di antara dua orang. Masing-masing orang dalam hubungan simetris perlu menegaskan kesebandingan atau keunggulannya dibanding yang lain. Hubungan simetris bersifat kompetitif; masing-masing pihak berusaha mempertahankan kesetaraan atau keunggulannya dari yang lain. Jika, misalnya, salah satu pihak mengatakan bahwa sesuatu itu harus dilakukan dengan cara tertentu, pihak yang lain akan menangkapnya sebagai pernyataan bahwa ia tidak cukup kompeten untuk memutuskan bagaimana sesuatu itu harus dilakukan. Terjadilah perebutan pengaruh. Tentu saja, kericuhan ini sebenarnya tidak menyangkut tentang bagaimana sesuatu itu harus dilakukan. Kericuhan lebih menyangkut tentang siapa yang berhak memutuskan. Kericuhan ini lebih menyangkut siapa pihak yang lebih kompeten. Seperti dapat dengan mudah dipahami, tuntutan pengakuan akan kesetaraan (atau keunggulan) seringkali menimbulkan pertengkaran dan permusuhan.

Dalam hubungan komplementer kedua pihak mempunyai perilaku yang berbeda. Perilaku salah seorang berfungsi sebagai stimulus perilaku komplementer dari yang lain. Dalam hubungan komplementer perbedaan di antara kedua pihak dimaksimumkan. Orang menempati posisi yang berbeda; yang satu atasan, yang lain bawahan; yang satu aktif, yang lain pasif; yang satu kuat, yang lain lemah . Pada masanya, budaya membentuk hubungan seperti ini —misalnya, hubungan antara guru dan murid, atau antara atasan dan bawahan—. Walaupun hubungan komplementer umumnya produktif di mana perilaku salah satu mitra melengkapi atau menguatkan perilaku yang lain, masih ada masalah. Salah satu masalah dalam hubungan komplementer, yang dikenal baik oleh banyak mahasiswa, adalah yang disebabkan oleh kekakuan yang berlebihan. Sementara hubungan komplementer antara seorang ibu yan melindungi dan membimbing dengan anaknya yang sangat bergantung kepadanya pada suatu saat sanglt penting dan diperlukan untuk kehidupan si anak, hubungan yang sama ketika anak ini beranjak dewasa menjadi penghambat bagi pengembangan anak itu selanjutnya. Perubahan yang begitu penting untuk pertumbuhan tidak dimungkinkan terjadi.

5. Rangkaian Komunikasi Dipunkuasi

Peristiwa komunikasi merupakan transaksi yang kontinyu. Tidak ada awal dan akhir yang jelas. Sebagai pemeran serta atau sebagai pengamat tindak komunikasi, kita membagi proses kontinyu dan berputar ini ke dalam sebab dan akibat, atau ke dalam stimulus dan tanggapan. Artinya, kita mensegmentasikan arus kontinyu komunikasi ini ke dalam potongan-potongan yang lebih kecil. Kita menamai beberapa di antaranya sebagai sebab atau stimulus dan lainnya sebagai efek atau tanggapan.

Setiap tindakan merangsang tindakan yang lain. Masing-masing tindakan berfungsi sebagai stimulus bagi yang lain. Tetapi, tidak ada stimulus awal. Masing-masing kejadian dapat dianggap sebagai stimulus dan masing-masing kejadian dapat pula dianggap sebagai efek, tetapi tidak bisa ditentukan mana yang stimulus dan mana yang tanggapan. Jika kita menghendaki komunikasi efektif—jika kita ingin memahami maksud orang lain—maka kita harus melihat rangkaian kejadian seperti yang dipunktuasi orang lain. Selanjutnya, kita harus menyadari bahwa punktuasi kita tidaklah mencerminkan apa yang ada dalam kenyataan, melainkan merupakan persepsi kita sendiri yang unik dan bisa keliru.

Komunikasi adalah proses transaksional

Komunikasi adalah transaksi. Dengan transaksi dimaksudkan bahwa komunikasi merupakan suatu proses, hahwa komponen-komponennya saling terkait, dan bahwa para komunikatornya beraksi dan bereaksi sebagai suatu kesatuan atau keseluruhan.

Sumber : https://cs.byu.edu/job-posting/understanding-juridical-basis-education

Tujuan Komunikasi

Tujuan Komunikasi

Tujuan Komunikasi
Tujuan Komunikasi

Ada empat tujuan atau motif komunikasi yang perlu dikemukakan di sini. Motif atau tujuan ini tidak perlu dikemukakan secara sadar, juga tidak perlu mereka yang terlibat menyepakati tujuan komunikasi mereka. Tujuan dapat disadari ataupun tidak, dapat dikenali ataupun tidak. Selanjutnya, meskipun. teknologi komunikasi berubah dengan cepat dan drastis (kita mengirimkan surat elektronika, bekerja dengan komputer, misalnya) tujuan komunikasi pada dasarnya tetap sama, bagaimanapun hebatnya revolusi elektronika dan revolusi-revolusi lain yang akan datang. (Arnold dan Bowers, 1984; Naisbit.1984).

a.  Menemukan

Salah satu tujuan utama komunikasi menyangkut penemuan diri (personal discovery) Bila anda berkomunikasi dengan orang lain, anda belajar mengenai diri sendiri selain juga tentang orang lain. Kenyataannya, persepsi-diri anda sebagian besar dihasilkan dari apa yang telah anda pelajari tentang diri sendiri dari orang lain selama komunikasi, khususnya dalam perjumpaan-perjumpaan antarpribadi.

Dengan berbicara tentang diri kita sendiri dengan orang lain kita memperoleh umpan balik yang berharga mengenai perasaan, pemikiran, dan perilaku kita. Dari perjumpaan seperti ini kita menyadari, misalnya bahwa perasaan kita ternyata tidak jauh berbeda dengan perasaan orang lain. Pengukuhan positif ini membantu kita merasa “normal.”

Cara lain di mana kita melakukan penemuan diri adalah melalui proses perbandingan sosial, melalui perbandingan kemampuan, prestasi, sikap, pendapat, nilai, dan kegagalan kita dengan orang lain. Artinya, kita mengevaluasi diri sendiri sebagian besar dengan cara membanding diri kita dengan orang lain.

Dengan berkomunikasi kita dapat memahami secara lebih baik diri kita sendiri dan diri orang lain yang kita ajak bicara. Tetapi, komunikasi juga memungkinkan kita untuk menemukan dunia luar—dunia yang dipenuhi objek, peristiwa, dan manusia lain. Sekarang ini, kita mengandalkan beragam media komunikasi untuk mendapatkan informasi tentang hiburan, olahraga, perang, pembangunan ekonomi, masalah kesehatan dan gizi, serta produk-produk baru yang dapat dibeli. Banyak yang kita peroleh dari  media ini berinteraksi dengan yang kita peroleh dari interaksi antarpribadi kita. Kita mendapatkan banyak informasi dari media, mendiskusikannya dengan orang lain, dan akhirnya mempelajari atau menyerap bahan-bahan tadi sebagai hasil interaksi kedua sumber ini.

b. Untuk berhubungan

Salah satu motivasi kita yang paling kuat adalah berhubungan dengan orang lain (membina dan  memelihara hubungan dengan orang lain). Kita ingin merasa dicintai dan disukai, dan kemudian kita juga ingin mencintai dan menyukai orang lain. Kita menghabiskan banyak waktu dan energi komunikasi kita untuk membina dan memelihara hubungan sosial. Anda berkomunikasi dengan teman dekat di sekolah, di kantor, dan barangkali melalui telepon. Anda berbincang-bincang dengan orangtua, anak-anak, dan saudara anda. Anda berinteraksi dengan mitra kerja.

c.  Untuk meyakinkan

Media masa ada sebagian besar untuk meyakinkan kita agar mengubah sikap dan perilaku kita. Media dapat hidup karena adanya dana dari iklan, yang diarahkan untuk mendorong kita membeli berbagai produk. Sekarang ini mungkin anda lebih banyak bertindak sebagai konsumen ketimbang sebagai penyampai pesan melalui media, tetapi tidak lama lagi barangkali anda-lah yang akan merancang pesan-pesan itu—bekerja di suatu surat kabar, menjadi editor sebuah majalah, atau bekerja pada biro iklan, pemancar televisi, atau berbagai bidang lain yang berkaitan dengan komunikasi. Tetapi, kita juga menghabiskan banyak waktu untuk melakukan persuasi antarpribadi, baik sebagai sumber maupun sebagai penerima. Dalam perjumpaan antarpribadi sehari-hari kita berusaha mengubah sikap dan perilaku orang lain. Kita berusaha mengajak mereka melakukan sesuatu, mencoba cara diit yan baru, membeli produk tertentu, menonton film, membaca buku, rnengambil mata kuliah tertentu, meyakini bahwa sesuatu itu salah atau benar, menyetujui atau mengecam gagasan tertentu, dan sebagainya. Daftar ini bisa sangat panjang. Memang, sedikit saja dari komunikasi antarpribadi kita yang tidak berupaya mengubah sikap atau perilaku.

d. Untuk bermain

Kita menggunakan banyak perilaku komunikasi kita untuk bermain dan menghibur diri. Kita mendengarkan pelawak, pembicaraan, musik, dan film sebagian besar untuk hiburan. Demikian pula banyak dari perilaku komunikasi kita dirancang untuk menghibur orang lain (menceritakan lelucon mengutarakan sesuatu yang baru, dan mengaitkan cerita-cerita yang menarik). Adakalanya hiburan ini  merupakan tujuan akhir, tetapi adakalanya ini merupakan cara untuk mengikat perhatian orang Iain sehingga kita dapat mencapai tujuan-tujuan lain.

Tentu saja, tujuan komunikasi bukan hanya ini; masih banyak tujuan komunikasi yang lain. Tetapi keempat tujuan yang disebutkan di atas tampaknya merupakan tujuan-tujuan yang utama. Selanjutnya tidak ada tindak komunikasi yang didorong hanya oleh satu faktor; sebab tunggal tampaknya tidak ada dunia ini. Oleh karenanya, setiap komunikasi barangkali didorong oleh kombinasi beberapa tujuan bukan hanya satu tujuan.

Sumber : https://mentors.teachable.com/blog/189222/understanding-learning-outcomes-according-to-experts

Mahasiwa IAI Al-Khairat Presentasi Paper di IDACON 2019

Mahasiwa IAI Al-Khairat Presentasi Paper di IDACON 2019

Mahasiwa IAI Al-Khairat Presentasi Paper di IDACON 2019
Mahasiwa IAI Al-Khairat Presentasi Paper di IDACON 2019

Dua mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, mempresentasikan karya ilmiah berupa paper pada ajang bertaraf internasional bertajuk 3rd International Da’wah Conference (IDACON) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Rabu (23/10/2019).

Kedua mahasiswa semester akhir Program Studi (Prodi) Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin tersebut, yakni Mohammad Izul Ridho dan Nurus Siddiqah Fajar. Keduanya mempresentasikan paper berjudul ‘Countracting Jihad Under The Guise Terorisme: Simantic Study of The Word Jihad in Al-Maidah‘.

Dalam kegiatan itu dihadiri empat pemateri luar negeri, yakni Prof Dr Sayed

Azkia Hasyimi (Pakistan), Prof Ahmad Tarmizi Thalib (Malaysia), Zahid Jaily (Afganistan) dan Dr (Cand) Abdolroya Panaemalea (Thailand). Keduanya mampu mencuri perhatian dengan paper yang dikirimkan, sekaligus bisa tampil pada ajang konferensi yang didominasi para dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

“Awalnya kami tidak menyangka jika paper yang kami kirimkan diterima panitia pelaksana yang digagas oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SUKA Yogyakarta. Kondisi ini tentunya menjadi motivasi tersendiri bagi kami untuk terus melakukan penelitian,” kata Mohammad Izul Ridho kepada beritajatim.com.
Mohammad Izul Ridho (batik putih/depan) berpose bersama sejumlah presentator dari berbagai kampus di ajang IDACON 2019, UIN SUKA Yogyakarta, Rabu (23/10/2019).

Tidak hanya itu, pihaknya mengaku sempat grogi saat harus mempresentasikan

paper di hadapan para dosen dari berbagai perguruan tinggi di tanah air. Namun berkat dukungan dari semua pihak dan mental yang sudah dipersiapkan, dirinya mampu menyelesaikan beberapa sesi yang harus dilalui.

“Dalam kegiatan ini ada dua sesi berbeda, pertama sesi pembicara mancanegara. Selanjutnya sesi kedua presentasi panel yang ditempatkan di Gedung Convention Hall UIN SUKA, bahkan kami mempresentasikan paper dengan di panel bersama lima presenter lain,” ungkapnya.

Disinggung soal motivasi menulis yang membuatnya mampu berpartisipasi pada

ajang internasional, ia mengaku mendapatkan hal itu saat mengikuti program Al-Khairat Writing Skill (AWS) yang digagas Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) di kampus yang beralamat di Jl Raya Palengaan (Palduding) Nomor 2 Pamekasan.

 

Baca Juga :

Santri Milenial Harus Miliki 4 Kemampuan Ini

Santri Milenial Harus Miliki 4 Kemampuan Ini

Santri Milenial Harus Miliki 4 Kemampuan Ini
Santri Milenial Harus Miliki 4 Kemampuan Ini

Santri pada umumnya didefinisikan sebagai seseorang yang belajar di pesantren mengenai ilmu agama, tauhid, fiqih, tasawuf, dan akhlak. Namun, definisi itu kini telah mengalami perluasan makna yang mengartikan santri tidak hanya terbatas pada definisi itu. Melainkan santri ialah seorang muslim yang ikut dan patuh terhadap dawuhnya kyai dan memiliki semangat yang sama layakya santri. Di era sekarang ini, juga muncul istilah santri milenial.

Salah satu dosen agama Universitas Airlangga (Unair), Ahmad Syauqi, S.Hum., M.Si., menjelaskan bahwa santri milenial adalah santri yang hidup di era milenial yang serba cepat, praktis, dan terkoneksi dengan dunia internet. Menurutnya, di era revolusi industri saat ini santri milenial harus mampu ikut andil dalam perkembangan zaman demi kemajuan peradaban.

Perkembangan dunia internet menurut pembina Keluarga Mahasiswa Nahdlatul

Ulama (KMNU) UNAIR itu menjadi salah satu tantangan besar bagi santri milenial. Hal itu dikarenakan banyaknya golongan yang bermunculan di sosial media dengan berbagai dalil yang seolah-olah mereka memahami islam tetapi belum jelas sanad keilmuan yang dimilikinya dan mampu melakukan marketing agama semenarik mungkin untuk menarik masyarakat.

“Banyak orang yang tertarik hijrah karena skill marketing golongan tersebut. Hal itu dikhawatirkan akan membawa masyarakat pada ilmu yang radikal dan intoleran. Selain itu sanad keilmuannya juga belum diketahui jelas,” terangnya, Selasa (22/10/2019).

Untuk menjawab tantangan tersebut, Gus Syauqi, sapaan akrabnya menjelaskan

bahwa santri milenial harus memilki empat kemampuan utama. Di antaranya, skill manajerial, organisasi, menulis atau jurnalistik, dan berbicara atau public speaking yang baik. Selain itu, Gus Syauqi juga menerangkan bahwa santri milenial harus mampu memanfaatkan kemajuan revolusi industry 4.0 untuk menciptakan semangat kreatif dan inofatif dalam menyebarkan dakwah.

“Dengan bahan dasar ilmu agama dari kyai yang jelas sanad ilmunya dan

dibekali skill tersebut, santri milenial harus melek media untuk menularkan ilmunya dan mengajarkan islam yang berkarakteristik moderat, tasamuh (toleran), adil, seimbang antara akal dan nash Al-Quran Hadist, dan sesuai dengan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja),” jelasnya.

 

Sumber :

LANDASAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Bupati Kediri Pesan Pentingnya ASI untuk Anak

Bupati Kediri Pesan Pentingnya ASI untuk Anak

Bupati Kediri Pesan Pentingnya ASI untuk Anak
Bupati Kediri Pesan Pentingnya ASI untuk Anak

Bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kediri, Rumah Sakit Bhayangkara Kediri menggelar bakti kesehatan di Desa Mangunrejo Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Beberapa pelayanan kesehatan yang diberikan diantaranya pemeriksaan dan pengobatan umum gratis, pemeriksaan mata gratis dan pembagian sembako.

Tercatat 500 warga mendapat pemeriksaan, pengobatan umum dan sembako gratis. Sedangkan pemeriksaan mata gratis ditujukan kepada 150 siswa-siswi SMP dan pemeriksaan UKGS untuk anak TK. Selain itu, esok harinya juga dilaksanakan operasi bibir sumbing di RS. Bhayangkara Kediri.

Hadir dalam acara ini Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno, Kepala RS.

Bhayangkara Kediri Kombespol dr. M. Mas’udi, SP.S beserta jajaran, serta Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triyono Putro.

Baca Juga:

Tambang Pasir Ilegal Kediri Dihentikan Paksa
Pusat Ekonomi Baru Setingkat Icon Amerika Segera Lahir di Barat Sungai Brantas Kediri
Ribuan Warga Deklarasi Dukung Pembangunan Bandara Kediri
Pelajar di Kediri Dapat Materi Perpajakan dari Anggota DPR RI

Dalam sambutannya, Bupati Haryanti mengucapkan terima kasih kepada RS.

Bhayangkara Kediri yang telah menyelenggarakan acara bakti kesehatan di Desa Mangunrejo.

“Desa Mangunrejo Kecamatan Ngadiluwih perlu bersyukur. Tidak hanya ada pengobatan gratis, ÂÂ tetapi juga diberikan sembako gratis. Ini merupakan pendekatan, kepedulian serta dukungan kepolisian serta pemerintah untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” terang Bupati.

Beliau pun berpesan kepada masyrakat untuk tidak takut kepada polisi, “Kulo

pesen pun ajreh geh kaleh polisi, wedal sampun diobati,” katanya. Pentingnya ASI sebagai sumber nutrisi kembali ditekankan oleh Bupati. ASI diberikan hingga anak berusia 2 tahun dan bermanfaat bagi tumbuh kembang anak.

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/makalah-pendidikan-islam/

933 Kepsek dan Bendahara Ikuti Bimtek BOS APBN

933 Kepsek dan Bendahara Ikuti Bimtek BOS APBN

933 Kepsek dan Bendahara Ikuti Bimtek BOS APBN
933 Kepsek dan Bendahara Ikuti Bimtek BOS APBN

933 Kepala Sekolah, Bendahara Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan operator sekolah, dari 311 SMP serta SD di Kota Bogor, mengikuti sosialisasi dan Bimbingan Teknik (Bimtek) BOS APBN 2018, di salah satu hotel kawasan Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor. Kegiatan tersebut untuk meningkatkan profesonalisme dan pengelolaan BOS APBN di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor, Fahrudin mengatakan, sekolah

tidak perlu resah, walaupun BOS triwulan I belum cair. Dan kegiatan disetiap sekolah pun tetap harus dilaksanakan. “Mudah-mudahan habis kegiataan ini dana BOS APBN cair. Jadi, kalau triwulan I sudah beres, triwulan berikutnya sudah tidak akan ada masalah. Tinggal jalan saja,” ujarnya kepada Metropolitan.

Sementara itu, tim manager BOS APBN Kota Bogor, Teddy Kusnadi menjelaskan,

untuk tahun 2018 ini, pencairan bantuan dari APBN tersebut setiap triwulan dicairkan dengan pola persentase 20 persen, 40 persen , 20 persen dan 20 persen. “Ada kajian dari pusat terkait persentase itu. Pada triwulan dua sekolah lebih banyak membutuhkan anggaran, baik untuk kegiatan ujian, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) maupun awal tahun ajaran baru,” terang Teddy.

Untuk itu Teddy berharap, kepala sekolah serius dalam merancang Rencana

Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), khususnya dalam menempatkan skala prioritas program. Dan sesuai kewajibannya, sekolah yang telah menerima pencairan dimintanya untuk segera menyelesaikan laporan pertanggungjawaban BOS. Sebab, pelaporan tersebut yang akan digunakan untuk pencairan triwulan berikutnya.

 

Baca Juga :

Hadapi UNBK dengan Menggelar Try Out

Hadapi UNBK dengan Menggelar Try Out

Hadapi UNBK dengan Menggelar Try Out
Hadapi UNBK dengan Menggelar Try Out

Untuk menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK ) yang akan

dilaksanakan pada bulan April 2018, seluruh sekolah menengah pertama baik swasta maupun negeri melaksanakan Try Out ( TO ) selama dua hari. Dan mata pelajaran yang diujikan pada TO ini sebanyak 4 mata pelajaran yaitu bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA. Salah satunya adalah SMP Kosgoro yang sangat siap dengan TO yang dimulai dari hari senin hingga selasa (20/02).

Kepala SMP Kosgoro Abdullah mengatakan, pelaksanaan simulasi TO berjalan lancar dan seluruh muridnya mengikuti pelaksanaan TO dengan baik dan lancar. Karena sebelum pelaksanaan TO ini pihaknya sudah menghimbau agar anak didiknya untuk belajar dan menjaga kesehatan.

“Alhamdulillah seluruh siswa SMP Kosgoro dapat mengikuti TO dengan lancar,”

ujar Abdullah saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Menurutnya, pelaksanaan TO ini wajib diikuti oleh siswa kelas 9 karena TO ini sebagai upaya persiapan anak didiknya dalam menghadapi UNBK pada bulan April 2018. Sehingga dalam pelaksanaan nantinya pada UNBK yang sesungguhnya para anak didiknya tidak merasa canggung lagi.

“Insyaallah pada pelaksanaan UNBK bulan April 2018 anak didiknya sudah siap

menghadapinya karena mereka sudah paham dengan materi pelajaran yang akan dikerjakannya,” tandasnya.

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-kota-semarang/

1.100 Siswa se-Bosel Ikuti FLS2N-SD

1.100 Siswa se-Bosel Ikuti FLS2N-SD

1.100 Siswa se-Bosel Ikuti FLS2N-SD
1.100 Siswa se-Bosel Ikuti FLS2N-SD

Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N-SD) tingkat Kecamatan Bogor

Selatan, Kota Bogor, telah dibuka secara resmi oleh Plt Kadisdik Kota Bogor Jana Sugiana. Kegiatan ini pun diikuti 1100 murid, dengan mempertandingkan 22 perlombaan seperti paduan suara dan seni tari.

Menurut Jana Sugiana, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wadah

berkreasi peserta didik sekolah dasar yang menampilkan karya kreatif dan inovatif. Terlebih, bisa mengedepankan sportivitas dalam pengembangan diri secara optimal sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan.

“Disisi lain kegiatan FLS2N ini juga dapat meningkatkan kreativitas, dan

memotivasi peserta didik untuk mengekspresikan diri sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya,” ujar Jana saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Ia berharap, melalui kegiatan FLS2N-SD dapat tetap terpeliharanya semangat dan komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya masing – masing serta melahirkan generasi yang mandiri dan bertanggung jawab.

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-dinosaurus/

Arti dan Pentingnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Arti dan Pentingnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Arti Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Kemerdekaan adalah cita-cita dan tujuan yang menghendaki dicapai oleh tiap tiap bangsa dimanapun berada. Demikian halnya bangsa Indonesia yang mengalami era penjajahan terlampau panjang dan memicu penderitaan rakyat. Oleh gara-gara itu, bangsa Indonesia berusaha untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Pada selanjutnya harapan untuk merdeka itu terwujud dengan dicetuskannya Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Proklamasi kemerdekaan bagi bangsa Indonesia berarti berakhirnya era penjajahan dan mulainya kehidupan sebagai bangsa merdeka. Proklamasi kemerdekaan merupakan titik puncak atau peristiwa puncak didalam perkembangan perjuangan bangsa Indonesia menentang penjajahan. Proklamasi kemerdekaan mengumandang kan suatu berita keceriaan bagi bangsa Indonesia ke segenap penjuru dunia.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah sumber hukum bagi pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pembentukan negara yang dicetuskan melalui proklamasi berikut bukanlah merupakan tujuan semata-mata, melainkan cuma sebagai alat untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan negara. Proklamasi kemerdekaan Indonesia jadi sarana untuk mewujudkan penduduk Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur serta terlepas dari belenggu penjajahan bangsa lain.

Secara garis besar, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia terhitung punya arti sebagai berikut:
Merupakan titik awal penghentian segala wujud penjajahan di Indonesia.
Lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Merupakan titik puncak perjuangan pergerakan kemerdekaan, sesudah berjuang berpuluh-puluh tahun sejak 20 Mei 1908.
Titik tolak pelaksanaan amanat penderitaan rakyat.

Pentingnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Akhirnya, dunia jelas bahwa bangsa Indonesia sudah merdeka. Dengan demikian, proklamasi bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia jadi perihal penting, karena:
bangsa-bangsa di dunia jelas bahwa bangsa Indonesia telahmerdeka;
kemerdekaan adalah hak segala bangsa supaya bangsa Indonesia berhak menyesuaikan dan memilih nasibnya sendiri;
Indonesia punya kedaulatan penuh, tanpa dicampuri oleh kekuasaan dari negara lain;
bangsa Indonesia tidak menghendaki kehilangan kemerdekaan yang sudah dicapai dengan penuh pengorbanan;
bangsa Indonesia bisa jalankan pembangunan gara-gara sudah merdeka.

Sumber : https://tutorialbahasainggris.co.id/motivation-letter-5-cara-dan-contoh-membuat-motivation-letter-bahasa-inggris/

Baca Juga :

Pengaruh Lingkungan Terhadap Keberhasilan Pendidikan

Pengaruh Lingkungan Terhadap Keberhasilan Pendidikan

Lembaga pendidikan sebagai keliru satu bentuk proses sosial, selamanya berupa terbuka. Artinya pendidikan selanjutnya selamanya menerima masukan (input) dari lingkungan dan memberi tambahan hasil berupa output pada lingkungan. Keberhasilan suatu lembaga pendidikan didalam capai tujuannya tergoda oleh keadaan dan keadaan yang ada di sekelilingnya.

Konsep dan Jenis Lingkungan Pendidikan

Dalam kehidupannya sebagai makhluk sosial, manusia akan berhadapan dan berinteraksi bersama segala sesuatu yang berada di sekelilingnya, baik yang hidup (biotik) berupa manusia maupun bukan manusia layaknya hewan dan tumbuh-tumbuhan serta yang tidak hidup (abiotik) seumpama lingkungan alam.

Segala sesuatu yang berada di sekeliling manusia disebut lingkungan. Dengan demikian yang tergolong pada lingkungan adalah makhluk yang berada di alam (dunia) ini, yang hidup (biotik) maupun yang tidak hidup (abiotik) yang pengaruhi perilaku, pertumbuhan dan pertumbuhan kehidupan manusia, termasuk kesibukan pendidikan.

Lingkungan hidup manusia dapat dibedakan menjadi lingkungan alam dan lingkungan sosial.
Lingkungan alam ialah segala sesuatu atau benda di luar manusia yang berada di alam dunia ini layaknya batu, rumah, tumbuh-tumbuhan, hewan, iklim, siang dan malam dan sebagainya.
Lingkungan sosial ialah semua manusia atau orang lain yang berinteraksi bersama diri kami baik segera maupun tidak segera yang saling pengaruhi antara manusia yang satu dan yang lainnya. Sebagai makhluk sosial, manusia akan saling pengaruhi dan tergoda orang lain.
Sebagai sebuah sistem, kesuksesan pendidikan tidak cuma ditentukan oleh keliru satu komponen yang ada di dalamnya, tapi termasuk oleh semua komponen dari proses pendidikan selanjutnya yang tiap-tiap membawa andil didalam capai obyek yang diinginkan. Salah satu komponen perlu yang turut pengaruhi kesuksesan pendidikan adalah keadaan dan keadaan area berlangsungnya kesibukan pendidikan tersebut. Oleh karena itu baik lingkungan sosial maupun lingkungan fisik dan alam sebagai area berlangsungnya pendidikan bersama segala keadaan dan kondisinya akan turut berpengaruh pada kesuksesan proses pendidikan.

Lingkungan pendidikan merupakan suatu keadaan atau berupa area yang amat mungkin terjadinya pendidikan. Karena pendidikan merupakan jalinan antar manusia, maka yang dimaksud bersama lingkungan pendidikan adalah suatu area dimana amat mungkin terjadinya suatu jalinan manusia didalam proses pendidikan dan untuk capai obyek pendidikan.

Keberhasilan pendidikan tidak lepas dari keadaan lingkungan dimana pendidikan itu berlangsung. Semakin kondusif suatu lingkungan area berlangsungnya pendidikan, maka jadi membantu pada kesuksesan pendidikan didalam capai tujuannya.***

Sumber : https://tokoh.co.id/biodata-blackpink-all-member-dan-fakta-terlengkap/

Baca Juga :