Cara Mengatasi Body Shaming pada Anak

Cara Mengatasi Body Shaming pada Anak

Body shaming pada anak memiliki akibat negatif pada perkembangan jasmani dan mental si kecil. Seperti dilansir dari The Daily News, American Academy of Pediatrics menemukan kenyataan bahwa anak-anak yang merasakan body shaming berisiko besar menderita obesitas, mengisolasi diri, atau santap secara berlebihan. Sebagai orang tua, Anda pasti tidak hendak si kecil mengalaminya, bukan? Nah, inilah ini ialah beberapa teknik untuk menanggulangi isu body shaming pada anak.

1. Menciptakan lingkungan yang positif

Untuk menanggulangi body shaming pada anak, belajarlah membuat lingkungan yang positif baginya. Alih-alih menekankan pada berat badannya, Anda dapat mengajarkan untuk anak bagaimana merealisasikan gaya hidup yang sehat. Kemudian ajak dia guna lebih teratur berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat.

2. Bukan menghukum, namun memberi dorongan

Saat menanggulangi isu body shaming pada anak, orang tua usahakan mengupayakan untuk memberi dorongan, bukan hukuman. Misalnya, saat anak tertangkap basah menguras satu toples kue kering, tidak boleh langsung beranggapan untuk memberinya hukuman. Sebaliknya, dorong dia guna memakan camilan sehat yang telah Anda bikin baginya. Kemudian, saat Anda menyaksikan si kecil bermalas-malasan di dalam rumah, jangan melulu memarahinya. Coba tawarkan kepadanya guna bermain sepak bola atau bersepeda bareng Anda.

3. Berhati-hatilah ketika memuji anak

Ketika berkeinginan memberi pujian atau sokongan kepada anak, waspadalah dengan ucapan-ucapan yang kita pilih. Sebagai contoh, alih-alih mengatakan, “Pakaian tersebut membuatmu tampak cantik”, bakal lebih baik andai Anda memilih kalimat seperti, “Pakaian tersebut bagus” atau “Kamu luar biasa”.

Kenapa demikian? Karena bilamana Anda menuliskan bahwa pakaian tersebut dapat membuatnya cantik, si kecil akan beranggapan dirinya memiliki kelemahan yang butuh ditutupi. Oleh sebab itu, orang tua mesti paling berhati-hati saat memilih kalimat sanjungan untuk anak.

4. Hindari ulasan tentang tipe dan ukuran tubuh

Untuk mencegah isu body shaming pada anak, sebisa barangkali hindari topik yang berhubungan dengan tipe atau ukuran tubuh seseorang. Hal ini sebab si kecil dapat menjadi paling sensitif terhadap komentar apa juga yang bisa menyudutkan citra tubuhnya.

Tak kalah penting, orang tua pun tidak boleh kelepasan bicara mengenai citra tubuh anak beda di depan buah hati mereka. Terlebih lagi, andai Anda hingga memuji penampilan anak beda di depan si kecil. Tindakan itu tentunya dapat menurunkan harga diri si kecil, dan mendorong anak guna membenci tubuhnya.

5. Ajarkan anak untuk mengucapkan pandangannya

Untuk melawan body shaming pada anak, mulai ajarkan untuk si kecil untuk berkata tentang isi pikirannya. Katakan kepadanya bahwa dia tidak boleh tercebur dalam segala format tindakan body shaming untuk orang beda atau tidak mempedulikan dirinya menerima perlakuan tersebut. Selalu tunjukkan untuk si kecil metodenya berempati dan menanam dirinya pada posisi orang lain.

Body shaming pada anak mesti mendapat perhatian serius dari orang tua. Berdasarkan keterangan dari pandangan Karyl McBride Ph.D., yang ditulis di website Psychology Today, mempermalukan atau menghina anak dapat memunculkan rasa fobia pada diri mereka. Ketakutan itu bahkan tidak bakal hilang saat anak tumbuh dewasa. Pada akhirnya, kondisi tersebut pun bakal menjadi penghalang untuk anak guna mendapatkan kehidupan emosional yang sehat.

Sumber : http://top.hangame.co.jp/linkdispatch/dispatch.nhn?targetUrl=http%3A%2F%2Fwww.pelajaran.co.id

Cara Meningkatkan Perkembangan Otak Anak

Cara Meningkatkan Perkembangan Otak Anak

Anak kita belajar dengan cepat laksana kecepatan cahaya dari umur lahir sampai usia tiga tahun menghasilkan 700 koneksi saraf baru masing-masing detik! kita dapat menolong dia menjangkau potensinya sebab pertumbuhan benak yang sedang berkembang ini diprovokasi oleh tidak sedikit faktor, tergolong hubungan, pengalaman, dan lingkungan anak jadi hal terpenting dalam menambah perkembangan benak anak Anda ialah Anda!

Otak insan mulai berkembang sangat mula dalam kehidupan prenatal (hanya tiga minggu sesudah konsepsi), namun dalam tidak sedikit hal, pertumbuhan otak ialah proyek seumur hidup. Itu sebab peristiwa yang sama yang menyusun otak sekitar pengembangan pun bertanggung jawab guna menyimpan informasi, termasuk kemampuan dan memori baru, di sepanjang kehidupan seluruh orang. Perbedaan utama antara perkembangan benak pada anak versus orang dewasa ialah masalah derajat: benak jauh lebih luwes dalam kehidupan mula daripada di lantas hari. Ini mempunyai sisi positif dan negatif. Di sisi positif, tersebut berarti benak anak-anak lebih tersingkap untuk belajar dan memperkaya pengaruh. Di sisi negatif, tersebut juga berarti bahwa benak anak-anak lebih rentan terhadap masalah perkembangan andai mereka diagungkan dengan teknik yang tidak merawat atau menyokong mereka.

Berikut ini 6 teknik untuk meyakinkan Anda mengerjakan bagian kita untuk menambah perkembangan benak anak Anda:

Percayalah dengan naluri
Cara kesatu untuk menambah perkembangan benak anak ialah dengan saran yang diserahkan pada orang tua baru dari segala arah entah dari internet, majalah, blog maupun rekan dan kerabat yang bermaksud baik, barangkali sulit guna memilah informasi yang bermanfaat dari seluruh itu. Kabar baiknya ialah bahwa apa yang kita rasakan tepat guna Anda dan anak kita biasanya ialah yang benar-benar tepat! Tentu saja, Anda mesti menyimak semua yang Anda dapat dan berkonsultasi dengan orang beda tidak masalah, namun pastikan Anda memperhatikan suara hati kita sendiri. Terkadang nasihat pengasuhan terbaik ialah “ikuti kata hatimu dan kerjakan apa yang sukses untuk family Anda.”

Peluk dan rangkullah anak Anda
Kebanyakan orang tua suka meringkuk bareng bayi mereka tetapi barangkali merasa laksana pada umur tertentu anak-anak barangkali tidak perlu tidak sedikit berpelukan. Nyatanya tidak begitu! Berpelukan sangat berfungsi bukan melulu untuk anak-anak, namun pada lazimnya manusia. Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa mendekap anak-anak Anda tidak saja menyenangkan untuk Anda dan anak Anda, tetapi pun dapat menghasilkan anak-anak yang lebih bahagia, sehat, dan penasaran dengan benak yang lebih banyak dan lebih berkembang!

Bernyanyilah
Anak kita tidak peduli andai Anda bisa berdendang atau tidak, yang penting ialah Anda berdendang untuknya. Anda bisa menyusun ucapan-ucapan dan lagu kita sendiri atau mendendangkan lagu-lagu dari masa kecil kita atau radio, kita dapat berdendang tentang apa yang kita lakukan, ke mana Anda bakal pergi hari ini — melulu bernyanyi! Anda bakal bersenang-senang, dia bakal menyukainya dan Anda menolong otak kecilnya tumbuh.

Bergerak dan Bermain
Bermainlah, jadilah konyol dan bergerak bareng anak Anda! Kegiatan yang memerlukan gerakan menyokong perkembangan anak-anak di seluruh bidang, termasuk kemampuan sosial-emosional seperti keyakinan diri dan kerja sama. Otak menyenangi olahraga dan gerakan, jadi jenis rangsangan ini paling penting sebab anak-anak butuh bergerak guna belajar!

Bantu anak Anda guna mempelajari bahasa lain
Terkejut? Tidak terdapat yang lebih rumit daripada belajar bahasa tambahan, dan benak bayi telah diprogram guna menyerap bahasa beda di samping bahasa ibu mereka. Mengekspos mereka ke bahasa asing dengan teknik yang konsisten dan menyenangkan saat mereka paling muda mempersiapkan mereka guna belajar seumur hidup, menyerahkan mereka akar dan fondasi yang mereka butuhkan guna memperluas benak mereka. Bahkan andai Anda tidak tahu bahasa tambahan, nyanyikan untuk mereka dalam bahasa lidah juga dapat membantu!

Penguatan Positif
Anda sudah mencapai teknik terakhir untuk menambah perkembangan benak anak kita … bagus! Anda mengerjakan pekerjaan hebat dan begitu pun anak Anda. Kami semua menggali persetujuan, dan anak kita tidak berbeda. Fokus pada apa yang dia kerjakan dengan benar dan pujilah dia, dan dia akan mengerjakan lebih tidak sedikit hal yang sama. Kekaguman atas perkembangannya ialah dasar yang akan menata panggung guna seumur hidup.

http://m.adlf.jp/jump.php?l=http%3A%2F%2Fwww.pelajaran.co.id

Sebuah Dialog Tentang Puasa

Sebuah Dialog Tentang Puasa

Sebuah Dialog Tentang Puasa
Sebuah Dialog Tentang Puasa

[narasi]
[Layar mengembang, lampu redup menunjukan sebuah setting di surau tua, sajadah panjang tergelar miring mengarah kiblat. Lampu remang menerang menampakkan sesosok pemuda yang tengah berdzikir pelan. jam dinding sudah menunjukkan pukul 12 lewat 15 menit. Malam itu merupakan malam pertama di bulan Ramadhan kalender Hijriah. sang pemuda pun menghentikan dzikirnya, lalu bersujud beberapa saat. kembali duduk dan menerawang ke langit-langit surau. Kembali berdzikir.]

[babak satu]
[Lampu padam sejenak, lalu muncul dua buah bayangan dibelakang pemuda tersebut. dan berdialoglam mereka.]

b1:
besok sudah mulai puasa, menahan lapar dan dahaga dari subuh hingga maghrib, selama sebulan dan itu wajib.

b2:
ya, itu merupakan rutinitas tiap tahun bagi kita umat muslim.

b1:
hm… apakah kamu pernah terpikir, apakah hakekat puasa sesungguhnya?

b2:
ya menahan lapar dan haus dari subuh hingga maghrib

b1:
Hanya itu? wah kamu menggampangkan ajaran Tuhan

b2:
loh… menggampangkan gimana? bukankah islam itu simple?
sebagaimana tertuang dalam Al Qur`an
“Kami tidak menurunkan Al-Qur-an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah; melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah), diturunkan dari (Allah) yangmenciptakan bumi dan langit yang tinggi.” [Thaahaa: 2-4]

b1:
Tentu.. Islam itu mudah.. namun jangan disepelekan. karena dalam islam itu ada ayang namanya Ayat Kauniyah Dan Ayat Kauliyah.

b2:
kauniyah? kauliyah? apa itu?

b1:
ayat kauliyah itu ayat yang tertulis dalam Al Quran. sedangkan ayat kauniyah itu ayat yang tertulis di alam semesta. yang merupakan bukti kebesaran Allah. dan keduanya memerlukan penafsiran dari umat manusia.

b2:
jadi seperti intrinsik dan ekstrinsik?

b1:
benar.

b2:
maksudmu ada makna tersembunyi dari puasa? selain menahan lapar dan dahaga?

b1:
tepat sekali. aku yakin kamu sudah hapal Al Baqarah ayat 183, benar?

b2:
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

b1:
nah itu ayat kauliyahnya. yang tersurat.jelas tertera disana “hai orang-orang yang beriman” jadi puasa memang ditujukan bagi orang yang berIman kepada Allah. dengan tujuan “agar kamu bertaqwa”. Takwa pun bisa ditafsirkan bermacam-macam oleh para ulama. Yang intinya adalah menjalankan Perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

b2:
hm.. lalu ayat kauniyahnya?

b1:
nah itu tugasmu, selama bulan Ramadhan ini cobalah untuk lebih peka, mencari tahu maksud dari puasa itu dari segi kauniyahnya.

b2:
waaaahh mengapa tak kau beritahu saja sekarang?

b1:
jika aku beri tahu, kamu jadi nggak belajar dong, pengalaman adalah guru terbaik. hehehe

b2:
hais… oke… tapi beri aku petunjuk!

b1:
simple, puasa itu menahan hawa nafsu, cari tahulah apa itu nafsu, dan mengapa mengapa kita harus menahan nafsu?

b2:
sepertinya berat…

b1:
jangan menyerah sebelum melakukannya, ingat “Innallaha ma ‘ana” sesungguhnya Allah bersama kita. [bayangan itu tersenyum]

[lampu meredup dan layar tertutup]

Baca Juga :

BEBERAPA WAWASAN SOSIOLOGIS:

BEBERAPA WAWASAN SOSIOLOGIS:

BEBERAPA WAWASAN SOSIOLOGIS
BEBERAPA WAWASAN SOSIOLOGIS

 Wawasan masyarakat

Menurut Durkheim, masyarakat merupakan kenyataan yang objektif secara mandiri dan bebas dari individu-individu yang merupakan anggotanya. Kehidupan sosial dimengerti dalam sifat hakikat masyarakat itu sendiri. Masyarakat bukanlah sekedar penjumlahan individu saja, melainkan suatu sistem yang dibentuk dari hubungan antarindividu dan mempunyai ciri tersendiri. Keseragaman-keseragaman tingkah laku yang ditemukan dalam masyarakat tersebut bukanlah sifat asli setiap masyarakat tertentu, tetapi ditentukan oleh masyarakat dan luas jangkauannya. Misalnya, bangsa Inggris yang selalu antri dengan teratur di tempat perhentian bus atau bioskop, tetapi tidak disiplin sebagai pejalan kaki waktu menyeberang adalah produk masyarakat.

Wawasan masyarakat yang dimiliki oeleh sosiolog juga dikemukakan oleh Erving Goffman dengan melihat perilaku individunya. Perilaku individu dalam masyarakat mempunyai dua sifat, yaitu:

1. Sifat duniawi (profan)

2. Sifat keramat (sakral)

Wawasan masyarakat yang dimiliki oleh sosiolog perlu dibatasi ruang lingkupnya. Himbauan tersebut datang dari Dahrendorf. Ia memberikan perhatian pada konsekuensi moral dari pengetahuan sosiologis, yaitu akibat terhadap masyarakat bahwa manusia adalah hasil dari determinasi sosial. Jika manusi hanya perilaku peranan, maka akan membawa dirinya dalam alienasi (keterasingan).

b. Wawasan sistem sosial

Wawasan sistem sosial merupakan pengembangan dari wawasan masyarakat. Sistem sosial didefinisikan sebagai sebuah bentuk sistem yang paling mendasar, yaitu terdiri dari sejumlah aktor-aktor individu yang saling berinteraksi dalam situasi yang sekurang-kurangnya mempunyai aspek lingkungan atau fisik, aktor-aktor yang mempunyai motivasi dalam artian mempunyai kecenderungan untuk mengoptimalkan kepuasan, yang berhubungan dengan situsi yang didefinisikan dan dimensi dalam sebuah term simbol bersama yang berstruktur secara kultural. Jadi, dalam sistem sosial terdapat unsur aktor, interaksi, lingkungan, optimalisasi kepuasan dan kultur.

Dalam membahas wawasan sistem sosial, maka perlu dibahas karakteristik sistem. Menurut Parsons, sitem mempunyai karakteristik sebagai berikut:

a) sistem memiliki properti keteraturan dan bagian-bagian yang saling bergantung

b) sistem cenderung bergerak ke arah mempertahankan keteraturan diri atau keseimbangan

c) sistem mungkin statis atau bergerak dalam proses perubahan yang teratur

d) sifat dasar bagian suatu sistem berpengaruh terhadap bentuk bagian-bagian lain.

e) Sistem memelihara batas-batas dengan lingkungannya

f) Alokasi dan integrasi merupakan dua proses fundamental yang diperlukan untuk memelihara keseimbangan sistem

g) Sistem cenderung menuju ke arah pemeliharaan keseimbangan diri yang meliputi pemeliharaan batas dan pemeliharaan hubungan antara bagian-bagian dengan keseluruhan sistem, mengendalikan lingkungan yang berbeda-beda, dan mengendalikan kecenderungan untuk merubah sistem dari dalam.

Agar bertahan (survive), suatu sistem harus memiliki empat fungsi yaitu:

a) Adaptasi

b) Pencapaian tujuan

c) Integrasi

d) Latensi atau pemeliharaan pola.

Dari definisi dan karakteristik sistem sosial tersebut, pada hakikatnya sistem sosial mempunyai persyaratan sebagai berikut:

a) bukan sekedar impersonal

b) deterministik

Menurut Parsons, sistem sosial mempunya komponen-komponen seperti kolektivitas, norma, dan nilai. Komponen tersebut menyebabkan sistem sosial juga mempunyai persyaratan yaitu:

a) Sistem sosial harus berstruktur (ditata) sedemikian rupa sehingga dapat beroperasi dalam hubungan yang harmonis dengan sistem lainnya

b) Untuk menjaga kelangsungan hidupnya, sistem sosial harus mendapatkan dukungan yang diperlukan dari sistem yang lain

c) Sistem sosial harus mampu memenuhi kebutuhan para aktornya dalam proporsi yang signifikan

d) Sistem sosial harus mampu melahirkan partisipasi yang memadai dari para naggotanya

e) Sistem sosial harus mampu mengendalikan perilaku yang berpotensi mengganggu

f) Sistem sosial harus mampu mengendalikan konflik yang akan menimbulkan kekacauan

g) Untuk kelangsungan hidupnya, sistem sosial memerlukan bahasa.

Nilai terpenting dari wawasan sistem sosial adalah dapat dikembangkan suatu kerangka yang dapat memperlihatkan bagaimana aspek-aspek kehidupan sosial yang beraneka ragam saling berhubungan.

Menurut Pansons, aktor dan sistem sosial saling berhubungan dan terdapat penyesuaian karena sosialisasi sehingga tetap saja ada sejumlah perbedaan individual dalam sistem sosial. Namun, hal tersebut tidak menjadi masalah dalam mencapai keteraturan karena:

a) Sejumlah mekanisme pengendalian sosial dapat digunakan untuk mendorong ke arah penyesuaian.

b) Sistem sosial harus menghormati perbedaan, bahkan penyimpangan tertentu. Sistem sosial yang lentur lebih kuat dari pada yang kaku, yang tidak dapat menerima penyimpangan.

c) Sistem sosial harus menyediakan berbagai jenis peluang untuk berperan, sehingga memungkinkan bermacam-macam kepribadian yang berbeda untuk mengungkapkan diri mereka sendiri tanpa mengancam integrasi sistem.

Dengan demikian, sosialisasi dan kontrol sosial adalah mekanisme utama yang memungkinkan sistem sosial mempertahankan keseimbangan. Individu dan penyimpangan diakomodasi, tetapi bentuk-bentuk yang lebih ekstrim harus ditangani dengan mekanisme penyembangan ulang.

Selain aktor dan sosialisasi, masyarakat juga komponen penting bagi sistem sosial karena masyarakat merupakan kolektivitas yang mencukupi kebutuhan hidupnya, anggotanya mampu memenuhi seluruh kebutuhan kolektif dan individualnya. Selain itu, masyarakat juga berada dalam kerangkanya sendiri.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Peran media massa

Peran media massa

Peran media massa
Peran media massa

Para ilmuwan sosial telah banyak membuktikan bahwa pesan-pesan yang disampaikan
melalui media massa (televisi, radio, film, internet, surat kabar, makalah, buku, dst.) memberikan pengaruh bagi perkembangan diri seseorang, terutama anak-anak. Beberapa hasil penelian menyatakan bahwa sebagaian besar waktu anak-anak dan remaja dihabiskan untuk menonton televisi, bermain game online dan berkomunikasi melalui internet, seperti yahoo messenger, google talk, friendster, facebook, dll. Diakui oleh banyak pihak bahwa media massa telah berperan dalam proses homogenisasi, bahwa akhirnya masyarakat dari berbagai belahan dunia memiliki struktur dan kecenderungan cara hidup yang sama.
F. Desosialisasi dan Resosialisasi
Beberapa lembaga yang ada dalam masyarakat berfungsi melaksanakan proses resosialisasi terhadap anggota masyarakat yang perilakunya tidak sesuai harapan sebagian besar warga masyarakat (baca: menyimpang), dari yang penyimpangannya berkadar ringan sampai yang berat. Lembaga yang dimaksud antara lain: penjara, rumah singgah, rumah sakit jiwa, pendiidkan
militer, dan sebagainya. Di lembaga-lembaga itu nilai-nilai dan cara hidup yang telah menjadi milik diri seseorang, karena tidak sesuai dengan nilai dan norma serta harapan sebagian besar warga masyarakat, dicabut (desosialisasi) dan digantikan dengan nilai-nilai dan cara hidup baru yang sesuai dengan harapan sebagian besar warga masyarakat. Proses penggantian nilai dan cara hidup lama dengan nilai dan cara hidup baru ini disebut
resosialisasi.
G. Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian
Kepribadian atau personalitas dapat didefinisikan sebagai ciri watak seorang individu yang konsisten memberikan kepadanya suatu identitas sebagai individu yang khas. Kepribadian merupakan organisasi dari faktor-faktor biologis, psikologis dan sosiologis, yang unsurunsurnya adalah: pengetahuan, perasaan, dan naluri.
1. Pengetahuan
Pengetahuan merupakan unsur yang mengisi akal-pikiran seseorang yang sadar, merupakan hasil dari pengalaman inderanya atau reseptor organismanya. Dengan pengetahuan dan kemampuan akalnya manusia menjadi mampu membentuk konsep-konsep, persepsi, idea atau gagasan-gagasan.
2. Perasaan
Kecuali pengetahuan, alam kesadaran manusia juga mengandung berbagai macam perasaan, yaitu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilainya sebagai positif atau negatif. Perasaan bersifat subjektif dalam diri manusia dan mampu menimbulkan kehendak-kehendak.
3. Dorongan naluri (drive)

Naluri merupakan perasaan dalam diri individu yang bukan ditimbulkan oleh pengaruh pengetahuannya, melainkan sudah terkandung dalam organisma atau gennya.
Faktor-faktor yang berpengaruh dalam pembentukan kepribadian
Perempuan-perempuan cantik sering tampak lebih tenang dan percaya diri daripada mereka yang bermuka kurang cantik. Mengapa demikian? Apakah sikap tenang dan percaya diri merupakan hal yang taken from granted sejak kelahirannya? Ataukah hal ini merupakan hasil dari suatu proses belajar? Adalah kenyataan bahwa para perempuan cantik lebih dapat
diterima dan diperlakukan secara lebih baik –bahkan dapat jadi diistimewakan- oleh banyak pihak daripada mereka yang kurang cantik! Penerimaan dan perlakuan yang baik di setiap lingkup dan situasi sosial ini menjadi pengalaman belajar para perempuan cantik, sehingga pada akhirnya menjadi lebih percaya diri.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian, antara lain:
1. Warisan biologis (misalnya bentuk tubuh, apakah endomorph/gemuk bulat,
ectomorph/kurus tinggi, dan mesomorph/atletis. Dari beberapa penelitian diketahui
bahwa mesomorph lebih berpeluang melakukan tindakan-tindakan, termasuk berperilaku
menyimpang dan melakukan kejahatan)
2. Lingkungan fisik/alam (tempat kediaman seseorang, apakah seseorang berdiam di
pegunungan, dataran rendah, pesisir/pantai, dst. akan mempengaruhi kepribadiannya)
3. Faktor lingkungan kultural (Kebudayaan masyarakat), dapat berupa:
a. kebudayaan khusus kedaerahan atau etnis (Jawa, Sunda, Batak, Minang, dst.)
b. cara hidup yang berbeda antara desa (daerah agararis-tradisional) dengan kota
(daerah industri-modern)
c. kebudayaan khusus kelas sosial (ingat: kelas sosial buka sekedar kumpulan dari
orang-orang yang tingkat ekonomi, pendidikan atau derajat sosial yang sama,
tetapi lebih merupakan gaya hidup)
d. kebudayaan khusus karena perbedaan agama (Islam, Kristen, Katholik, Hindu,
Budha, dan lain-lain)
e. pekerjaan atau keahlian (guru, dosen, birokrat, politisi, tentara, pedagang,
wartawan, dll.)
4. Pengalaman kelompok (lingkungan sosial): dengan siapakah seseorang bergaul dan
berinteraksi akan mempengaruhi kepribadiannya
5. Pengalaman unik (misalnya sensasi-sensasi ketika seseorang dalam situasi jatuh cinta)

Sumber : https://filehippo.co.id/

Peran Orangtua Untuk Perkembangan Mental dan Siswa Sekolah Menengah

Peran Orangtua Untuk Perkembangan Mental dan Siswa Sekolah Menengah

Anak adalah anugerah untuk orang tua. Oleh sebab itu, orang tua mempunyai tanggung jawab dalam memperbanyak dan mendidik anak guna menjadi individu yang baik. Terlebih, meninjau pertumbuhan anak dan remaja ketika ini, tidak sedikit sekali anak dan remaja yang mengerjakan kenakalan, penyalahgunaan narkoba, serta pergaulan bebas. Kenakalan remaja tersebut sebetulnya dapat ditangkal dengan pendampingan terhadap tumbuh kembang remaja oleh orang tua. Berikut pentingnya peran orang tua untuk perkembangan mental dan sikap remaja:

Orang Tua Sebagai Pengontrol

Masa remaja murid sekolah menengah adalahmasa yang riskan sebab adalahmasa pergantian dari anak-anak mengarah ke dewasa. Pada masa ini anak-anak akan merasakan fase penelusuran jati diri.
Pada fase penelusuran jati diri, anak bakal dihadapkan pada sekian banyak pilihan dan pengaruh, salah satunya pengaruh dari rekan sebayanya. Pengaruh rekan pada umur remaja sangatlah besar, jadi orang tua mesti memantau pergaulan anak-anaknya supaya tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang salah.
Pentingnya peran orang tua pada masa pencarian kepribadian anak yakni dapat menyerahkan arahan untuk anak tentang hal-hal yang usahakan dilaksanakan dan tidak dilakukan. Di samping itu, orang tua pun dapat menunjukkan anak untuk mengerjakan hal-hal yang positif seperti mengerjakan hobinya.
Masa remaja pun adalahmasa saat energi anak sedang tinggi-tingginya dan energi ini mesti disalurkan ke dalam pekerjaan yang positif. Jika tidak, remaja bisa terjerumus ke dalam pergaulan bebas dan kenakalan remaja. Peran orang tua di sini yakni memfasilitasi anak guna mengembangkan hobinya serta menganjurkan anak guna mengikuti pekerjaan ekstrakurikuler atau pekerjaan lain yang berfungsi untuk memenuhi waktu luangnya.

Orang Tua Sebagai Contoh (Role Model)

Peran orang tua terhadap mental dan sikap anak pun harus di bina dari diri orang tua sendiri sebab orang tua merupakan misal atau role model untuk anak. Anak bakal meniru sikap orang tua dalam menanggulangi masalah atau dalam bertindak. Jika kita tidak hendak mempunyai anak yang pemarah, maka janganlah suka membentak-bentak dan memarahi anak. Tunjukkan sikap dan mental terbaik kita di depan anak, supaya anak kita dapat menciduk bahwa kita merupakan tokoh pribadi yang patut dicontoh

Orang Tua Harus Menjalin Komunikasi yang Baik dengan Anak

Perkembangan zaman ketika ini memang didominasi oleh hal-hal yang berbau teknologi. Perkembangan zaman ini ternyata membuat tidak sedikit keluarga kehilangan komunikasi efektif. Masing-masing anggota family sibuk dengan media sosial yang dimilikinya. Hal berikut yang patut diwaspadai oleh orang tua.
Remaja adalahmasa yang gampang terpengaruh oleh lingkungan sekitar tergolong lingkungan di dunia maya. Oleh sebab itu, orang tua mempunyai tugas dan tanggung jawab guna mengontrol pemakaian media sosial si anak supaya tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak diinginkan.
Di samping mengerjakan kontrol untuk anak, orang tua pun harus berjuang menjalin komunikasi yang efektif dengan anak. Anda dapat mengajaknya mengobrol hangat di saat santap di meja santap atau di masa-masa senggang di senja hari atau menjelang tidur. Bersikap laksana sahabat untuk anak yang memasuki remaja akan paling menyenangkan untuk anak. Anak bakal lebih terbuka untuk Anda tentang masalah yang dihadapinya sampai-sampai Anda dapat menyerahkan saran terbaik untuknya.

Demikian peran orang tua di dalam menyusun mental dan sikap remaja. Selamat berjuang menjadi orang tua terbaik untuk buah hati Anda.

http://planning.dot.gov/PageRedirect.asp?RedirectedURL=https://www.pelajaran.co.id

Literasi Pacu Mahasiswa Berpikir Kritis

Literasi Pacu Mahasiswa Berpikir Kritis

Literasi Pacu Mahasiswa Berpikir Kritis
Literasi Pacu Mahasiswa Berpikir Kritis

STT IKAT Jakarta menggelar kuliah umum dengan tema Literasi dan Mengenali Potensi Bercerita dan Menulis, di aula STT IKAT Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Hadir sebagai keynote speaker pada kuliah umum ini, Nia S. Amira Penulis dan Junalis, Mr. Ruslan Nasibov, Charge D’Affaires, A.I Of The Embassy of Azerbaijan, dan Mr. John Miler, Urban Development Specialice Social & Culture Observer.

Sebelum dimulai, pembicara serta peserta kuliah umum ditampilkan atraksi Tari Tortor yang berasal dari Batak, yang ditampilkan oleh mahasiswa STT IKAT Jakarta.

Ketua 1 STT IKAT Jakarta, Dr. Lasino J. Putro, M.Th, M.Pd dalam sambutannya mewakili Rektor Dr. Jimmy MR Lumintang, MBA, M.Th, menjelaskan mengenai profil STT IKAT Jakarta.

“STT IKAT sudah ada sejak 33 tahun lalu, dimana STT IKAT lahir pada tanggal 12 Februari 1986. Tahun depan kita akan memasuki usia yang 34 tahun,” ungkap Dr. Lasino Putro.

Lebih lanjut dikatakan Dr. Lasino, bahwa STT IKAT Jakarta berterimakasih untuk kedatangan dari para pemateri.

Nia S. Amira sebagai narasumber mengatakan, literasi merupakan program yang bagus yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk membuat masyarakat menjadi gemar membaca. Menurut Nia, ada 8 jenis literasi yang dapat dipelajari.

“Literasi media, literasi digital, literasi informasi, literasi saintik, literasi hukum, literasi ketatanegaraan, literasi ekonomi makro, dan literasi sastra,” ungkap Nia Amira.

Nia S. Amira mengatakan bahwa menulis itu lebih penting dari membaca. Dimana melalui tulisan orang dapat mempengaruhi orang lain.

“Orang yang suka menulis pasti suka membaca, sedangkan orang yang suka membaca belum tentu suka menulis. Jadi lebih penting menulis daripada membaca,” ucap Nia Amira yang juga konsultan media di kedutaan Azerbaijan.

Kesempatan berbeda, Mr. Ruslan Nasibov yang merupakan Charge D’Affaires

(Duta besar) negara Azerbaijan, menjelaskan mengenai Republik Azerbaijan.

“Azerbaijan merupakan negara yang berbatasan oleh negara Rusia, Georgia, Armenia dan Iran,” ungkap Mr. Ruslan Nasibov yang diterjemahkan oleh Nia Amira.

Mr. Ruslan mengatakan, Indonesia dan Azerbaijan mempunyai kedekatan yang erat, karena negara Indonesia merupakan salah satu negara pertama yang mengakui status kenegaraan Azerbaijan.

“Indonesia dan Azerbaijan mempunyai banyak kesamaan. Maka dari itu, salah

satu universitas di Azerbaijan mempelajari bahasa Indonesia sebagai salah satu mata kuliah mereka,” kata Mr. Ruslan Nasibov.

Azerbaijan merupakan negara yang sangat memperhatikan pendidikan. Dengan jumlah total masyarakat 10 juta pada bulan april lalu, Azerbaijan mempunyai 33 universitas negeri dan 11 universitas swasta.

“Selain daripada itu, di Azerbaijan memiliki gereja yang sudah ada sejak abad ke

5 dan masjid sejak abad ke 8, serta masyarakat Yahudi yang sudah ada sekita 1500 tahun yang lalu,” ucap Mr. Ruslan Nasibov.

Sebagai pembicara terakhir, Mr. John Miler mengatakan pentingnya pendidikan di zaman sekarang ini.

Mengakhiri kuliah umum, ditampilkan atraksi tarian Betawi dan Tobelo oleh mahasiswa STT IKAT dan pemberian cinderamata serta sertifikat bagi pembicara, dan dilanjutkan dengan foto bersama peserta kuliah umum

 

Baca Juga :

Gagas Start Up Pengelolaan Sampah, Mahasiswa IPB University Sabet Tiga Juara

Gagas Start Up Pengelolaan Sampah, Mahasiswa IPB University Sabet Tiga Juara

Gagas Start Up Pengelolaan Sampah, Mahasiswa IPB University Sabet Tiga Juara
Gagas Start Up Pengelolaan Sampah, Mahasiswa IPB University Sabet Tiga Juara

Tiga mahasiswa IPB University, Hajrian Rizqi Albaraki, Siti Nur Asiyah Wardah dan Rezhelena Moesriffah berhasil menjuarai Kompetisi Nasional ‘Optimizing Youth Development In Technology And Creative Economics Stability In The Industry 4.0’ yang diselengggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Udayana Bali,(10/8).

Tim yang berlatar belakang dari jurusan yang berbeda ini berhasil merebut tiga dari lima nominasi juara kompetisi tersebut yaitu Piala Juara 1, Best Idea, dan Best Delegate dengan esai bertema Peran Generasi Muda Dalam Pemanfaatan Ekonomi Kreatif Berbasis Green Economy.

Menurut Hajrian, permasalahan sampah belum terselesaikan dengan baik di Indonesia. Permasalahan tersebut ditimbulkan oleh pengelolaan yang belum efektif dan belum ada sistem yang benar-benar tepat. Tak heran sudah banyak permasalahan yang ditimbulkan oleh sampah tak hanya dari permasalahan lingkungan, kesehatan masyarakat, dan sampai ke permasalahan sosial ekonomi serta budaya. “Untuk itu kami menggabungkan industri kreatif, 4.0, dan green ekonomy dalam start up penanggulangan sampah yang kami gagas,” tutur Hajrian, ketua tim.

Lebih lanjut Hajrian mengatakan, “Kami menggunakan pendekatan start up

sebagai salah satu industri kreatif terbaru yang saat ini booming untuk membentuk suatu sistem manajemen sampah,” ujar Hajrian. Lebih lanjut Hajrian menjelaskan di dalam start up yang mereka gagas, masyarakat dapat memperjualbelikan sampah yang secara langsung disalurkan oleh driver secara berlangganan per bulan. Oleh driver, sampah diteruskan ke pabrik pengolahan dan akan dialokasikan kepada pendaur ulang dan pengrajin.

Hajrian juga menjelaskan bahwa hasil daur ulang sampah dari start up ini akan dikumpulkan dalam suatu market place bernama trashshop. “Jadi ada tiga aplikasi dalam gagasan ini yaitu Trashlock untuk driver sampah, trashwe.id untuk penyetor sampah dan konsumen dan trashshop untuk penjual yang semuanya diatur dalam satu server,” jelas Hajrian.

Kelompok ini berharap karya yang berupa gagasan ini dapat diwujudkan dalam

bentuk aplikasi nyata di kemudian hari. Sambil mencari celah untuk mewujudkannya, kelompok ini berencana akan mengikutkan ide ini dalam kompetisi bussines plan. “Kita juga ingin menambah fitur-fitur dimana applikasi itu dapat berjalan sempurna dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas,” tutur Hajrian

Kelompok ini berharap dengan adanya aplikasi ini masyarakat dapat termotivasi untuk memilah sampah dan mengumpulkan sampah.

“Di dalam gagasan ini kami juga telah memasukkan sistem donasi agar lebih

memotivasi masyarakat dengan mau memilah sampah yang akan dimanfaatkan dalam membuat produk daur ulang sehingga dapat berkontribusi juga dalam meningkatkan ekonomi masyarakat,” tutur Hajrian, Sang Peraih Best Delegate dalam konferensi ini.

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/

Mahasiswa IPB University Ajarkan Pilah Sampah di Cikeusik Banten

Mahasiswa IPB University Ajarkan Pilah Sampah di Cikeusik Banten

Mahasiswa IPB University Ajarkan Pilah Sampah di Cikeusik Banten
Mahasiswa IPB University Ajarkan Pilah Sampah di Cikeusik Banten

Sekelompok mahasiswa IPB University yang sedang melakukan Kuliah Kerja

Nyata Tematik (KKN-T) di Desa Sukaseneng, Cikeusik, Pandeglang, Banten ajarkan warga pilah sampah.

Sebelum sosialisasi pemilahan sampah yang digelar di Balai Desa Sukaseneng Juli lalu, mereka sempat membuat Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) berukuran 2,4 x 1,2 x 0,8 meter.

“TPS ini kami buat dua kotak. Satu kotak untuk wadah sampah organik dan satu

lagi untuk wadah sampah anorganik. Setelah TPS jadi, kami lakukan sosialisasi kepada warga desa tentang bagaimana memilah dan mengolah sampah yang baik dan benar,” ujar Dela Angelina, mahasiswa IPB University.

Pada KKN-T kali ini, mereka memilih tema penanganan sampah karena

berdasarkan pengamatan dan wawancara perangkat desa dan beberapa warga, kurangnya fasilitas TPS membuat warga terbiasa membuang sampah sembarangan.

Sampah dibuang di pekarangan depan rumah atau dihanyutkan ke sungai

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/

Mahasiswa Unida Latih Warga jadi Wirausaha Baru

Mahasiswa Unida Latih Warga jadi Wirausaha Baru

Mahasiswa Unida Latih Warga jadi Wirausaha Baru
Mahasiswa Unida Latih Warga jadi Wirausaha Baru

Universitas Djuanda Bogor kembali menerjunkan mahasiswanya melakukan kuliah kerja nyata (KKN). Dari 22 kelompok KKN yang di terjunkan oleh pihak Kampus, kelompok 14 di tempatkan di Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Kelompok 14 ini terdiri dari 12 orang, yaitu 3 orang laki-laki dan 9 orang perempuan.

Kegiatan ini merupakan salah satu mata kuliah yang wajib di lakukan oleh mahasiswa Universitas Djuanda Bogor, dimana setiap mahasiswa di terjunkan kepada masyarakat terpencil untuk menjalankan program yang telah direncanakan sebelumnya dengan tujuan untuk mendorong masyarakat agar melek terhadap pendidikan dan dapat menyesuaikan diri di era globalisasi.

Dosen Pembimbing, Wilis Firmansyah menjelaskan, beberapa program pengabdian masyarakat telah disusun secara matang, salah satunya yaitu seminar dan workshop kewirausahaan yang bertemakan Motor Penggerak Ekonomi Rakyat.

Menurutnya, tujuannya seminar dan workshop itu diharapkan masyarakat di Desa Pabuaran dapat mempersiapkan diri di era Revolusi Industri 4.0, khususnya di bidang ekonomi yang merupakan aspek utamanya.
“Disini masyarakat di tuntut untuk lebih maju dan kreatif dalam bersaing dengan masyarakat modern lainnya sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Sesi penyampaian materi menjadi moment yang ditunggu seluruh peserta

seminar. Dengan penyampaian yang santai, komunikatif dan interaktif, pemateri menyampaikan bagaimana langkah-langkah memulai berwirausaha serta memberikan motivasi agar masyarakat dapat menggali potensi mereka dalam berwirausaha.

Selain penyampaian materi, kegiatan ini disertai dengan workshop

kewirausahaan dimana para peserta dapat melihat langsung bagaimana cara membuat beberapa macam kue yang dapat dijadikan sebagai produk dalam berwirusaha.

“Masyarakat diajarkan bagaimana membuat kue berbahan dasar singkong yaitu

kue pelangi, klepon dan gentur; stik ubi ungu, dendeng daun singkong, cilok, dan es bongko. Selain melihat proses pembuatannya para peserta juga dapat mencicipinya secara langsung.

Peserta yang hadir yakni 36 peserta berasal dari masyarakat Desa Pabuaran. Dimana peserta yang hadir dalam kegiatan ini dari kalangan orang tua, terutama ibu-ibu yang kurang berminat dengan kewirausahaan.(ded)

 

Baca Juga :