Film Anak Krisis Konten, Sineas Muda Gelar Pesta Film Anak

Film Anak Krisis Konten, Sineas Muda Gelar Pesta Film Anak

Film Anak Krisis Konten, Sineas Muda Gelar Pesta Film Anak
Film Anak Krisis Konten, Sineas Muda Gelar Pesta Film Anak

Industri film anak-anak saat ini sedang mengalami krisis konten. Melalui praktikum 1 Audio Visual Ilmu Komunikasi (Ikom) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Pesta Film Anak, sebagai bentuk apresiasi karya film yang konsen pada konten positif.

“Anak-anak saat ini telah terkontaminasi dengan perkembangan teknologi juga internet. Kecenderungannya, konten yang terdapat di internet negatif dan sulit dikontrol. Melalui film, kami dapat menyajikan berbagai film berkonten positif. Tujuannya tidak cuma sebagai tontonan tapi juga tuntunan,” kata Ketua Pelaksana, Mella Dwi Purnama, Kamis, (27/6/2019).

Bentuk acaranya yakni berupa penayangan perdana film-film karya mahasiswa

praktikum audiovisual 1 prodi Ilmu Komunikasi. Gelaran ini bertemakan, Museum Anak: Tempo Dulu.

“Maksud dari tema ini yakni mengajak para penonton, anak-anak maupun remaja, untuk bernostalgia dengan berbagai hal di masa lampau,” ujar Mella.

Menurutnya, pesta film sebagai ajang memperkenalkan bagaimana cara anak-anak tempo dulu bersosialisasi. Tidak seperti sekarang yang kecenderungannya membuat anak-anak dan remaja memiliki jiwa individualis.

“Selain itu, kita juga mengeksplorasi hal-hal di masa anak-anak tempo dulu, mulai dari permainan, makanan dan lainnya,” imbuhnya.

Sedikitnya sembilan film ditayangkan di hadapan anak-anak seusia sekolah

dasar dan remaja. Pasca ditayangkan, para sineas juga diminta membagikan pengalamannya di balik proses pembuatannya. Acara ditutup dengan penganugerahan penghargaan untuk berabagai kategori. Di antaranya ide cerita terbaik, hingga soundtrack terbaik.

Sembilan kelompok yang unjuk gigi karya filmnya yakni Sam Depok dengan karya “The Sacred Tree”, Pine Film dengan karya “Super Sayur”, Gawe Pilem dengan karya “Jangkrik”, Sudut Pandang Sinema dengan karya “Kelaran”, Dialektika dengan karya “Paku dalam Botol”, Foremost Film dengan karya “Selimut Ashgaf”, Miwiti dengan karya “Pangkur”, Sakelas Production dengan karya “Surup” serta Back to Basic dengan karya “Sehari Saja”.

Back to Basic jadi pemenang Ide Cerita Terbaik mengisahkan Aqila, anak

perempuan 9 tahun yang tinggal bersama ibunya. Suatu hari, ibunya marah kepada Aqila karena ia bangun kesiangan, mereka pun beradu argumen, Aqila merasa menjadi orang tua itu mudah, sedangkan ibunya merasa tidak ada hal yang rumit menjadi anak kecil.

Hingga satu kejadian, membuat keduanya tertukar jiwa. Tubuh Aqila dengan jiwa ibunya dan sebaliknya. Dari kejadian itu, mereka mendapatkan banyak pelajaran berharga yakni tentang saling menghargai dan menghormati. Keduanya menyadari bahwa tidak mudah menjalani peran jadi seorang single parent dan siswa kelas 5 SD.

 

Baca Juga :

KLB Hepatitis A, Bupati Indartato: Bentuk Tim Untuk Mengedukasi Masyarakat

KLB Hepatitis A, Bupati Indartato: Bentuk Tim Untuk Mengedukasi Masyarakat

KLB Hepatitis A, Bupati Indartati Bentuk Tim Untuk Mengedukasi Masyarakat
KLB Hepatitis A, Bupati Indartati Bentuk Tim Untuk Mengedukasi Masyarakat

Pasca penetapan KLB hepatitis A di Pacitan, pemkab setempat akan membentuk tim untuk turun langsung ke akar rumput. Guna mengedukasi, bagaimana cara hidup sehat yang baik dan benar. Supaya bisa tertanam langsung kepada seluruh masyarakat.

“Tim ini nantinya terdiri dari semua instansi terkait dan semuanya terlibat,” kata Bupati Pacitan Indartato, saat ditemui beritajatim.com di pendopo, Jumat (28/6/2029).

Mengapa semua terlibat? Indartato menjelaskan karena tidak bisa kerja sendiri

untuk mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat. Dia mencontohkan untuk pasar, yang terlibat selain Dinas Perindustrian dan Kesehatan juga ada Dinas Perdagangan. Mereka sama- sama mengedukasi pentingnya kebersihan di lingkungan pasar dan barang-barang yang dijualnya.
Baca Juga:

Cegah Hepatitis B Sejak Dini dengan Skrining dan Imunisasi
Cegah Penyebaran Hepatitis, Dinkes Kabupaten Mojokerto Telusuri RS dan Klinik
105 Warga Kabupaten Kabupaten Mojokerto Terjangkit Hepatitis
Penderita Hepatitis A di Pacitan Tembus 877 Orang
Dinkes Kabupaten Mojokerto Ingatkan Soal Penularan Penyakit Hepatitis

Terkait tanggap darurat pasca penetapan KLB ini, yang dilakukan pemkab

Pacitan pertama melakukan tata kelola kasus, artinya kasus ini segera ditangani cepat. Kedua mendata terus tiap saat supaya datanya valid. Dan ketiga melokalisir pasien yang sudah terserang virus Hepatitis A. “Ini dilakukan supaya wabah penyakit hipatitis A ini tidak menyebar kemana-mana,” katanya.

Bupati Indartato menambahkan karena sudah ditetapkan KLB, pasien dengan

penyakit Hepatitis A ini seluruh pembiayaan akan dicover oleh Pemkab Pacitan. “Harapannya semoga kasus ini cepat selesai. Dan jumlah penderita segera menurun,” pungkasnya

 

Sumber :

https://cs.byu.edu/job-posting/how-low-budget-marriage-invitations

 

53 SMPN di Jember Gagal Penuhi Pagu, 1.845 Bangku Masih Kosong

53 SMPN di Jember Gagal Penuhi Pagu, 1.845 Bangku Masih Kosong

53 SMPN di Jember Gagal Penuhi Pagu, 1.845 Bangku Masih Kosong
53 SMPN di Jember Gagal Penuhi Pagu, 1.845 Bangku Masih Kosong

Sebanyak 53 dari 94 sekolah menengah pertama negeri di Kabupaten Jember, Jawa Timur, gagal memenuhi pagu yang ditetapkan. Sebanyak 1.845 kuota bangku yang masih kosong dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Hal ini dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan Jember Edi Budi Susilo kepada beritajatim.com, Kamis (27/6/2019) malam. Kuota tersebut masih bisa diperebutkan kembali melalui pendaftaran PPDB pada 27-29 Juni 2019. “Tanggal 1 Juli, kami akan umumkan hasil tahap kedua,” katanya.
Baca Juga:

Wali Murid Keluhkan Biaya Masuk SMA Negeri di Sumenep Capai Rp 3 Juta

Sistem Zonasi PPDB Tak Hargai Perjuangan Siswa
Surat Keterangan Domisili Diakali, Kelurahan Lempar Tanggungjawab
Satu Pria Diamankan Terkait Aksi Tolak Sistem Zonasi di Kediaman Wali Kota
Nama Anak Hilang, Puluhan Calon Orang Tua Siswa Datangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto

Menurut Edi, dari 41 SMP negeri yang terpenuhi pagunya, semua menumpuk di kawasan kota. “Jadi di kota saja, dari 15 SMPN, hanya empat yang kekurangan pagu,” katanya.

Sebagian besar SMPN yang gagal memenuhi pagu memang berada di daerah

pinggiran. Ada empat SMPN yang hanya diminati segelintir siswa. SMPN 3 Sukowono hanya diminati tujuh orang dari pagu 32 siswa. SMPN 5 Silo hanya diminati satu orang siswa dari pagu 32 siswa. SMPN 4 Tempurejo hanya didatangi tujuh siswa dari pagu 32 siswa. SMPN 7 Tanggul hanya menerima pendaftaran tiga orang siswa dari kuota 32 bangku. Jumlah bangku kosong terbesar ada pada SMPN 3 Balung, yakni 124 bangku, sementara kuotanya 251 siswa.

Edi menolak membandingkan fenomena kekosongan bangku SMPN tahun ini

saat pendaftaran dengan tahun lalu. “Tahun lalu kami tidak menggunakan zonasi murni. Oleh karena itu tidak bisa dibandingkan. Saya tidak bisa membandingkan karenja berbeda teknisnya,” katanya.

 

Sumber :

https://compass.centralmethodist.edu/ICS/Academics/OTA/OTA107__CM16/SPRG_2017_UNDG-OTA107__CM16_-A/Blog_3.jnz?portlet=Blog_3&screen=View+Post&screenType=next&&Id=889b0356-668f-4260-adb3-adcf5059fd9a

Pengertian Matematika Terapan

Pengertian Matematika Terapan

Pengertian Matematika Terapan
Pengertian Matematika Terapan

Matematika terapan adalah suatu cabang ilmu matematika yang berhubungan dengan metode matematika yang menemukan kegunaannya dalam bidang ilmu pengetahuan, rekayasa, bisnis, ilmu pengetahuan komputer, dan industri. Matematika terapan adalah kombinasi dari ilmu pengetahuan matematika dan pengetahuan spesialis. Istilah “matematika terapan” juga menjelaskan spesialisasi profesional yang mana para ahli matematika bekerja dalam masalah praktikal dengan memformulasi dan mempelajari model matematika. Pada masa lalu, aplikasi praktikal telah memotivasi pembangunan teori-teori matematika, yang kemudian menjadi subjek dari pembelajaran dalam matematika murni dimana konsep abstrak adalah dipelajari untuk diri mereka sendiri. Aktivitas dari matematika terapan adalah berkoneksi secara intim dengan riset dalam matematika murni.

Dilihat dari sejarahnya, matematika terapan secara prinsipal terkandung analisa terapan, kebanyakan berupa persamaan diferensial; teori aproksimasi (dianalisa secara luas, untuk memasukkan representasi, metode asimtotik, metode variasional, dan analisa numerical); dan probabilitas terapan. Area-area matematika ini berhubungan secara langsung kepada pengembangan dari fisika Newtonian, dan pada faktanya, pembedaan antara para ahli matematika dan ahli fisika tidak dipisahkan secara jelas sebelum pertengahan abad ke-19. Sejarah meninggalkan warisan pedagogi di Amerika Serikat: sampai awal abad ke-20, subjek-subjek seperti mekanik klasik seringkali diajarkan dalam departemen matematika terapan pada universitas-universitas di Amerika dibandingkan dalam departemen fisika, dan mekanik fluid mungkin masih diajarkan dalam departemen matematika terapan. Kuantitatif finansial sekarang ini diajarkan dalam departemen matematika di seluruh universitas dan matematika finansial dianggap sebagai cabang penuh dari matematika terapan. Departemen ilmu pengetahuan rekayasa dan komputer secara tradisional telah memanfaatkan matematika terapan.

Baca Juga :

Pengertian Keunggulan Absolut

Pengertian Keunggulan Absolut

Pengertian Keunggulan Absolut
Pengertian Keunggulan Absolut

Dalam ilmu ekonomi, prinsip dari keunggulan absolut tertuju kepada kemampuan suatu pihak (individu, atau perusahaan, atau negara) untuk memproduksi kuantitas barang, produk, atau jasa yang lebih besar dibanding competitor, dengan menggunakan sumber daya yang sama jumlahnya. Adam Smith pertama kali menjabarkan prinsip keunggulan absolut dalam konteks perdagangan internasional, menggunakan tenaga kerja sebagai satu-satunya input. Oleh karena keunggulan absolut ditentukan oleh perbandingan sederhana dari produktivitas tenaga kerja, adalah mungkin bagi suatu pihak untuk tidak memiliki keunggulan absolut sama sekali. Dalam kasus tersebut, berdasarkan teori keunggulan absolut, tidak akan ada perdagangan dengan pihak lain. Ia dapat menjadi kontras dengan konsep dari keunggulan komparatif yang mana tertuju kepada kemampuan untuk memproduksi barang spesifik pada tingkat biaya peluang yang lebih rendah.

Konsep utama dari keunggulan absolut pada umumnya diatribusikan kepada Adam Smith untuk publikasinya pada tahun 1776 yang berjudul An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations yang mana dia meng-counter ide merkantilis. Smith berpendapat bahwa adalah tidak mungkin bagi semua negara untuk menjadi kaya secara simultan dengan mengikuti merkantilisme karena ekspor dari satu negara adalah impor dari negara lainnya dan sebagai gantinya menyatakan bahwa semua negara akan memperoleh hasil positif secara simultan jika mereka mempraktekkan perdagangan bebas dan berspesialisasi sesuai dengan keunggulan absolut mereka. Smith juga menyatakan bahwa kemakmuran dari negara-negara bergantung kepada barang dan jasa yang tersedia untuk penduduk mereka, daripada kepada persediaan emas mereka. Sementara adalah mungkin untuk memperoleh keuntungan dari perdagangan dengan keunggulan absolut, keuntungannya mungkin tidak akan menguntungkan secara timbal balik. Keunggulan komparatif berfokus kepada jangkauan kemungkinan pertukaran keuntungan satu sama lain.

Pengertian Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter

Pengertian Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter

Pengertian Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter
Pengertian Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter

Kebijakan fiskal adalah alat yang digunakan oleh pemerintah untuk menyesuaikan tingkat pengeluaran dan tingkat pajak untuk memonitor dan mempengaruhi ekonomi nasional. Ia adalah saudara dari strategi kebijakan moneter yang mana bank sentral mempengaruhi penawaran uang nasional. Dua jenis kebijakan ini digunakan dalam berbagai kombinasi untuk mengarahkan tujuan ekonomi negara.

Bagaimana kebijakan fiskal bekerja
Kebijakan fiskal adalah berdasarkan teori dari ekonom Inggris yang bernama John Maynard Keynes. Dikenal juga dengan nama ekonomi Keynesian, teori ini pada dasarnya menyebutkan bahwa pemerintah dapat mempengaruhi tingkat produktivitas ekonomi makro dengan meningkatkan atau menurunkan tingkat pajak dan pengeluaran publik. Ini mempengaruhi, pada gilirannya, pengendalian inflasi (pada umumnya disebut sehat jika berada pada level 2-3%), peningkatan penyerapan tenaga kerja dan menjaga nilai sehat dari uang. Kebijakan fiskal adalah sangat penting bagi ekonomi. Contohnya, pada 2012 banyak orang khawatir bahwa jurang fiskal, suatu peningkatan simultan dalam tingkat pajak dan pemotongan pengeluaran pemerintah yang akan timbul pada Januari 2013, akan menyebabkan ekonomi Amerika Serikat kembali pada resesi.

Istilah “kebijakan moneter” tertuju kepada apa yang dilakukan oleh bank sentral lakukan untuk mempengaruhi jumlah uang dan kredit dalam suatu perekonomian negara. Apa yang terjadi kepada uang dan kredit akan mempengaruhi tingkat suku bunga (biaya dari kredit) dan unjuk kerja dari perekonomian.

Apa tujuan dari kebijakan moneter?
Tujuan dari kebijakan moneter adalah untuk meningkatkan penyerapan maksimal dari tenaga kerja, tingkat harga yang stabil dan tingkat suku bunga yang moderat dalam jangka panjang. Dengan mengimplementasikan kebijakan moneter yang efektif, bank sentral dapat menjaga kestabilan tingkat harga, yang akan mendukung kondisi untuk pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang dan penyerapan tenaga kerja yang maksimal.

Komunikasi adalah Proses

Komunikasi adalah Proses

Komunikasi adalah Proses
Komunikasi adalah Proses

 

Komunikasi merupakan suatu proses, suatu kegiatan. Walaupun kita mungkin membicarakan komunikasi seakan-akan ini merupakan suatu yang statis, yang diam, komunikasi tidak pernah seperti itu. Segala hal dalam komunikasi selalu berubah —kita, orang yang kita ajak berkomunikasi, dan lingkungan kita—.

Komponen-komponen Komunikasi Saling Terkait

Dalam setiap proses transaksi, setiap komponen berkaitan secara integral dengan setiap komponen yang lain. Komponen komunikasi saling bergantung, tidak pernah independen: Masing-masing komponen dalam kaitannya dengan komponen yang lain. Sebagai contoh, tidak mungkin ada sumber tanpa penerima, tidak akan ada pesan tanpa sumber, dan tidak akan umpan balik tanpa adanya penerima. Karena sifat saling bergantung ini, perubahan pada sembarang komponen proses mengakibatkan perubahan pada komponen yang lain. Misalnya, anda sedang berbincang-bincang dengan sekelompok teman, kemudian ibu anda datang masuk ke kelompok. Perubahan “khalayak” ini akan menyebabkan perubahan-perubahan lain. Barangkali anda atau teman-teman anda akan mengubah bahan pembicaraan atau mengubah cara membicarakannya. Ini juga dapat mempengaruhi berapa sering orang tertentu berbicara, dan seterusnya. Apa pun perubahan yang pertama, perubahan-perubahan lain akan menyusul sebagai akibatnya.

Komunikator bertindak sebagai satu kesatuan

Setiap orang yang terlibat dalam komunikasi beraksi dan bereaksi sebagai satu kesatuan yang utuh. Secara biologis kita dirancang untuk bertindak sebagai makhluk yang utuh. Kita tidak dapat bereaksi, misalnya, hanya pada tingkat emosional atau intelektual saja, karena kita tidak demikian terkotak-kotak. Kita pasti akan bereaksi secara emosional dan intelektual, secara fisik dan kognitif. Kita bereaksi dengan tubuh dan pikiran. Barangkali akibat terpenting dari karakteristik ini adalah bahwa aksi dan reaksi kita dalam komunikasi ditentukan bukan hanya oleh apa yang dikatakan, melainkan juga oleh cara kita menafsirkan apa yang dikatakan. Reaksi kita terhadap sebuah film, misalnya, tidak hanya bergantung pada kata-kata dan gambar dalam film tersebut melainkan pada semua yang ada pada kita —pengalaman masa lalu kita, emosi kita saat itu, pengetahuan kita, keadaan kesehatan kita, dan banyak lagi faktor lain. Jadi, dua orang yang mendengarkan sebuah pesan seringkali menerimanya dengan arti yang sangat berbeda. Walaupun kata-kata dan simbol yang digunakan sama, setiap orang menafsirkannya secara berbeda.

6.         Komunikasi Tak Terhindarkan

Anda mungkin menganggap bahwa komunikasi berlangsung secara sengaja, bertujuan, dan termotivasi secara sadar. Dalam banyak hal ini memang demikian. Tetapi, seringkali pula komunikasi terjadi meskipun seseorang tidak merasa berkomunikasi atau tidak ingin berkomunikasi. Dalam situasi interaksi, anda tidak bisa tidak berkomunikasi. Tidaklah berarti bahwa semua perilaku merupakan komunikasi; misalnya, jika sang murid melihat ke luar jendela dan guru tidak melihatnya, komunikasi tidak terjadi.

Selanjutnya, bila kita dalam situasi interaksi, kita tidak bisa tidak menanggapi pesan dari orang lain. misalnya, jika kita melihat seseorang melirik ke arah kita, kita pasti bereaksi dengan cara tertentu. Seandainyapun kita tidak bereaksi secara aktif atau secara terbuka, ketiadaan reaksi ini sendiri pun merupakan reaksi, dan itu berkomunikasi. Kita tidak bisa tidak bereaksi. Sekali lagi, jika kita tidak menyadari lirikan itu, jelas bahwa komunikasi tidak terjadi.

7.         Komunikasi Bersifat Tak Reversibel

Anda dapat membalikkan arah proses beberapa sistem tertentu. Sebagai contoh, anda dapat mengubah air menjadi es dan kemudian mengembalikan es menjadi air, dan anda dapat mengulang-ulang proses dua arah ini berkali-kali sesuka anda. Proses seperti ini dinamakan proses reversibel. Tetapi ada sistem lain yang bersifat tak reversibel (irreversible). Prosesnya hanya bisa berjalan dalam satu arah, tidak bisa dibalik. Anda, misalnya, dapat mengubah buah anggur menjadi minuman anggur (sari anggur), tetapi anda tidak bisa mengembalikan sari anggur menjadi buah anggur. Komunikasi termasuk proses seperti ini, proses tak reversibel. Sekali anda mengkomunikasikan sesuatu, anda tidak bisa tidak mengkomunikasikannya. Tentu saja, anda dapat berusaha mengurangi dampak dari pesan yang sudah terlanjur anda sampaikan; anda dapat saja, misalnya, mengatakan, “Saya sangat marah waktu itu; saya tidak benar-benar bermaksud mengatakan seperti itu.” Tetapi apa pun yang anda lakukan untuk mengurangi atau meniadakan dampak dari pesan anda, pesan itu sendiri, sekali telah dikirimkan dan diterima, tidak bisa dibalikkan. (Ada pepatah Indonesia yang mengatakan, nasi telah menjadi bubur.) l

Prinsip ini mempunyai beberapa implikasi penting komunikasi dalam segala macam bentuknya. Sebagai contoh, dalam interaksi antarpribadi, khususnya dalam situasi konflik, kita perlu hati-hati untuk tidak mengucapkan sesuatu yang mungkin nantinya ingin kita tarik kembali. Pesan yang mengandung komitmen—pesan “aku cinta kepadamu” dengan segala macam variasinya— juga perlu diperhatikao , lika tidak, kita mungkin terpaksa mengikatkan diri kita pada suatu posisi yang mungkin nantinya kitt sesali. Dalam situasi komunikasi publik atau komunikasi masa, di mana pesan-pesan didengar oleli ratusan, ribuan, bahkan jutaan orang, sangatlah penting kita menyadari bahwa komunikasi kita bersifat tak reversibel.

Baca Juga :

Prinsip-prinsip komunikasi

Prinsip-prinsip komunikasi

 Prinsip-prinsip komunikasi
Prinsip-prinsip komunikasi

Dalam pembahasan yang lalu kita mendefinisikan komunikasi dan menjelaskan beberapa komponen komunikasi. Selanjutnya kita akan menggali sifat atau hakikat atau karakteristik komunikasi dengan menyajikan delapan prinsip komunikasi. Memahami prinsip-prinsip ini sangat penting untuk memahami komunikasi dalam segala bentuk dan fungsinya.

1. Komunikasi Adalah Paket Isyarat

Perilaku komunikasi, apakah ini melibatkan pesan verbal, isyarat tubuh, atau kombinasi dari keduanya, biasanya terjadi dalam “paket”. Biasanya, perilaku verbal dan nonverbal saling memperkuat dan mendukung. Semua bagian dari sistem pesan biasanya bekerja bersama-sama untuk mengkomunikasikan makna tertentu. Kita tidak mengutarakan rasa takut dengan kata-kata sementara seluruh tubuh kita bersikap santai. Kita tidak mengungkapkan rasa marah sambil tersenyum. Seluruh tubuh—baik secara verbal maupun nonverbal—bekerja bersama-sama untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan kita.

Dalam segala bentuk komunikasi, apakah antarpribadi, kelompok kecil, pidato di muka umum, atau media masa, kita kurang memperhatikan sifat paket dari komunikasi. Ia berlalu begitu saja. Tetapi bila ada ketidakwajaran—bila jabatan tangan yang lemah menyertai salam verbal, bila gerak-gerik gugup menyertai pandangan yang tajam, bila kegelisahan menyertai ekspresi nyaman dan santai—kita memperhatikannya. Selalu saja kita mulai mempertanyakan ketulusan, dan kejujuran orang yang bersangkutan.

Pesan yang Kontradiktif

Bayangkanlah seseorang yang mengatakan “Saya begitu senang bertemu dengan anda,” tetapi. berusaha menghindari kontak mata langsung dan melihat kesana-kemari untuk mengetahui siapa lagi yang hadir. Orang ini mengirimkan pesan yang kontradiktif. Kita menyaksikan pesan yang kontradiktif (juga dinamai “pesan berbaur” oleh beberapa penulis) pada pasangan yang mengatakan bahwa mereka saling mencintai tetapi secara nonverbal melakukan hal-hal yang saling menyakiti, misalnya datang terlambat untuk suatu janji penting, mengenakan pakaian yang tidak disukai pasangannya, menghindari kontak mata, atau tidak saling menyentuh.

Pesan-pesan tersebut ada juga yang mengatakan sebagai “diskordansi” (discordance) merupakan akibat dari keinginan untuk mengkomunikasikan dua emosi atas perasaan yang berbeda. Sebagai contoh, anda mungkin menyukai seseorang dan ingin mengkomunikasikan perasaan positif ini, tetapi anda juga tidak menyukai orang itu dan ingin mengkomunikasikan perasaan negatif ini juga. Hasilnya adalah anda mengkomunikasikan kedua perasaan itu, satu secara verbal dan lainnya secara nonverbal.

2. Komunikasi Adalah Proses Penyesuaian

Komunikasi hanya dapat terjadi bila para komunikatornya menggunakan sistem isyarat yang sama. Ini jelas kelihatan pada orang-orang yang menggunakan bahasa berbeda. Anda tidak akan bisa berkomunikasi dengan orang lain jika sistem bahasa anda berbeda. Tetapi, prinsip ini menjadi sangat relevan bila kita menyadari bahwa tidak ada dua orang yang menggunakan sistem isyarat yang persis sama. Orang tua dan anak, misalnya, bukan hanya memiliki perbedaan kata yang berbeda, melainkan juga mempunyai arti yang berbeda untuk istilah yang mereka gunakan.

Sebagian dari seni komunikasi adalah mengidentifikasikan isyarat orang lain, mengenali bagaimana isyarat-isyarat tersebut digunakan, dan memahami apa artinya. Mereka yang hubungannya akrab akan menyadari bahwa mengenali isyarat-isyarat orang lain memerlukan waktu yang sangat lama dan seringkali membutuhkan kesabaran. Jika kita ingin benar-benar memahami apa yang dimaksud seseorang, bukan sekadar mengerti apa yang dikatakan atau dilakukannya, kita harus mengenal sistem isyarat orang itu.

3. Komunikasi Mencakup Dimensi Isi Dan Hubungan

Komunikasi, setidak-tidaknya sampai batas tertentu, berkaitan dengan dunia nyata atau sesuatu yang berada di luar (bersifat ekstern bagi) pembicara dan pendengar. Tetapi, sekaligus, komunikasi juga menyangkut hubungan di antara kedua pihak. Sebagai contoh, seorang atasan mungkin berkata kepada bawahannya, “Datanglah ke ruang saya setelah rapat ini.” Pesan sederhana ini mempunyai aspek isi (kandungan, atau content) dan aspek hubungan (relational).

Aspek isi mengacu pada tanggapan perilaku yang diharapkan—yaitu, bawahan menemui atasan setelah rapat. Aspek hubungan menunjukkan bagaimana komunikasi dilakukan. Bahkan penggunaan kalimat perintah yang sederhana sudah menunjukkan adanya perbedaan status di antara kedua pihak Atasan dapat memerintah bawahan. Ini barangkali akan lebih jelas terlihat bila kita membayangkan seorang bawahan memberi perintah kepada atasannya. Hal ini akan terasa janggal dan tidak layak karena melanggar hubungan normal antara atasan dan bawahan.

Dalam setiap situasi komunikasi, dimensi isi mungkin tetap sama tetapi aspek hubungannya dapat berbeda, atau aspek hubungan tetap sama sedangkan isinya berbeda. Sebagai contoh, atasan dapat mengatakan kepada bawahan “Sebaiknya anda menjumpai saya setelah rapat ini” atau “Dapatkah kita bertemu setelah rapat ini?” Dalam kedua hal, isi pesan pada dasarnya sama—artinya, pesan dikomunikasikan untuk mendapatkan tanggapan perilaku yang sama—tetapi dimensi hubungannya sangat berbeda. Dal kalimat pertama, jelas tampak hubungan atasan-bawahan, bahkan terasa kesan merendahkan bawahan. Pada yang kedua, atasan mengisyaratkan hubungan yang lebih setara dan memperlihatkan penghargaan kepada bawahan.

Ketidakmampuan Membedakan Dimensi Isi dan Hubungan

Banyak masalah di antara manusia disebabkan oleh ketidakmampuan mereka mengenali perbedaan antara dimensi isi dan hubungan dalam komunikasi. Perbedaan/perselisihan yang menyangkut dimensi isi relatif mudah dipecahkan: Relatif mudah untuk memeriksa fakta yang dipertengkarkan. Sebagai contoh, kita dapat memeriksa buku atau bertanya kepada seseorang tentang apa yang sesungguhnya terjadi. Tetapi, pertengkaran yang menyangkut dimensi hubungan jauh lebih sulit diselesaikan, sebagian karena kita jarang sekali mau mengakui bahwa per tengkaran itu sesungguhnya menyangkut soal hubungan, bukan soal isi.

4. Komunikasi Melibatkan Transaksi Simetris dan Komplementer

Hubungan dapat berbentuk simetris atau komplementer. Dalam hubungan simetris dua orang saling bercermin pada perilaku lainnya. Perilaku satu orang tercermin pada perilaku yang lainnya. Jika salah seorang mengangguk, yang lain mengangguk, jika yang satu menampakkan rasa cemburu, yang lain memperlihatkan rasa cemburu; jika yang satu pasif, yang lain pasif. Hubungan ini bersifat setara (sebanding), dengan penekanan pada meminimalkan perbedaan di antara kedua orang yang bersangkutan.

Cara lain melihat hubungan simetris adalah dalam bentuk persaingan dan perebutan pengaruh di antara dua orang. Masing-masing orang dalam hubungan simetris perlu menegaskan kesebandingan atau keunggulannya dibanding yang lain. Hubungan simetris bersifat kompetitif; masing-masing pihak berusaha mempertahankan kesetaraan atau keunggulannya dari yang lain. Jika, misalnya, salah satu pihak mengatakan bahwa sesuatu itu harus dilakukan dengan cara tertentu, pihak yang lain akan menangkapnya sebagai pernyataan bahwa ia tidak cukup kompeten untuk memutuskan bagaimana sesuatu itu harus dilakukan. Terjadilah perebutan pengaruh. Tentu saja, kericuhan ini sebenarnya tidak menyangkut tentang bagaimana sesuatu itu harus dilakukan. Kericuhan lebih menyangkut tentang siapa yang berhak memutuskan. Kericuhan ini lebih menyangkut siapa pihak yang lebih kompeten. Seperti dapat dengan mudah dipahami, tuntutan pengakuan akan kesetaraan (atau keunggulan) seringkali menimbulkan pertengkaran dan permusuhan.

Dalam hubungan komplementer kedua pihak mempunyai perilaku yang berbeda. Perilaku salah seorang berfungsi sebagai stimulus perilaku komplementer dari yang lain. Dalam hubungan komplementer perbedaan di antara kedua pihak dimaksimumkan. Orang menempati posisi yang berbeda; yang satu atasan, yang lain bawahan; yang satu aktif, yang lain pasif; yang satu kuat, yang lain lemah . Pada masanya, budaya membentuk hubungan seperti ini —misalnya, hubungan antara guru dan murid, atau antara atasan dan bawahan—. Walaupun hubungan komplementer umumnya produktif di mana perilaku salah satu mitra melengkapi atau menguatkan perilaku yang lain, masih ada masalah. Salah satu masalah dalam hubungan komplementer, yang dikenal baik oleh banyak mahasiswa, adalah yang disebabkan oleh kekakuan yang berlebihan. Sementara hubungan komplementer antara seorang ibu yan melindungi dan membimbing dengan anaknya yang sangat bergantung kepadanya pada suatu saat sanglt penting dan diperlukan untuk kehidupan si anak, hubungan yang sama ketika anak ini beranjak dewasa menjadi penghambat bagi pengembangan anak itu selanjutnya. Perubahan yang begitu penting untuk pertumbuhan tidak dimungkinkan terjadi.

5. Rangkaian Komunikasi Dipunkuasi

Peristiwa komunikasi merupakan transaksi yang kontinyu. Tidak ada awal dan akhir yang jelas. Sebagai pemeran serta atau sebagai pengamat tindak komunikasi, kita membagi proses kontinyu dan berputar ini ke dalam sebab dan akibat, atau ke dalam stimulus dan tanggapan. Artinya, kita mensegmentasikan arus kontinyu komunikasi ini ke dalam potongan-potongan yang lebih kecil. Kita menamai beberapa di antaranya sebagai sebab atau stimulus dan lainnya sebagai efek atau tanggapan.

Setiap tindakan merangsang tindakan yang lain. Masing-masing tindakan berfungsi sebagai stimulus bagi yang lain. Tetapi, tidak ada stimulus awal. Masing-masing kejadian dapat dianggap sebagai stimulus dan masing-masing kejadian dapat pula dianggap sebagai efek, tetapi tidak bisa ditentukan mana yang stimulus dan mana yang tanggapan. Jika kita menghendaki komunikasi efektif—jika kita ingin memahami maksud orang lain—maka kita harus melihat rangkaian kejadian seperti yang dipunktuasi orang lain. Selanjutnya, kita harus menyadari bahwa punktuasi kita tidaklah mencerminkan apa yang ada dalam kenyataan, melainkan merupakan persepsi kita sendiri yang unik dan bisa keliru.

Komunikasi adalah proses transaksional

Komunikasi adalah transaksi. Dengan transaksi dimaksudkan bahwa komunikasi merupakan suatu proses, hahwa komponen-komponennya saling terkait, dan bahwa para komunikatornya beraksi dan bereaksi sebagai suatu kesatuan atau keseluruhan.

Sumber : https://cs.byu.edu/job-posting/understanding-juridical-basis-education

Tujuan Komunikasi

Tujuan Komunikasi

Tujuan Komunikasi
Tujuan Komunikasi

Ada empat tujuan atau motif komunikasi yang perlu dikemukakan di sini. Motif atau tujuan ini tidak perlu dikemukakan secara sadar, juga tidak perlu mereka yang terlibat menyepakati tujuan komunikasi mereka. Tujuan dapat disadari ataupun tidak, dapat dikenali ataupun tidak. Selanjutnya, meskipun. teknologi komunikasi berubah dengan cepat dan drastis (kita mengirimkan surat elektronika, bekerja dengan komputer, misalnya) tujuan komunikasi pada dasarnya tetap sama, bagaimanapun hebatnya revolusi elektronika dan revolusi-revolusi lain yang akan datang. (Arnold dan Bowers, 1984; Naisbit.1984).

a.  Menemukan

Salah satu tujuan utama komunikasi menyangkut penemuan diri (personal discovery) Bila anda berkomunikasi dengan orang lain, anda belajar mengenai diri sendiri selain juga tentang orang lain. Kenyataannya, persepsi-diri anda sebagian besar dihasilkan dari apa yang telah anda pelajari tentang diri sendiri dari orang lain selama komunikasi, khususnya dalam perjumpaan-perjumpaan antarpribadi.

Dengan berbicara tentang diri kita sendiri dengan orang lain kita memperoleh umpan balik yang berharga mengenai perasaan, pemikiran, dan perilaku kita. Dari perjumpaan seperti ini kita menyadari, misalnya bahwa perasaan kita ternyata tidak jauh berbeda dengan perasaan orang lain. Pengukuhan positif ini membantu kita merasa “normal.”

Cara lain di mana kita melakukan penemuan diri adalah melalui proses perbandingan sosial, melalui perbandingan kemampuan, prestasi, sikap, pendapat, nilai, dan kegagalan kita dengan orang lain. Artinya, kita mengevaluasi diri sendiri sebagian besar dengan cara membanding diri kita dengan orang lain.

Dengan berkomunikasi kita dapat memahami secara lebih baik diri kita sendiri dan diri orang lain yang kita ajak bicara. Tetapi, komunikasi juga memungkinkan kita untuk menemukan dunia luar—dunia yang dipenuhi objek, peristiwa, dan manusia lain. Sekarang ini, kita mengandalkan beragam media komunikasi untuk mendapatkan informasi tentang hiburan, olahraga, perang, pembangunan ekonomi, masalah kesehatan dan gizi, serta produk-produk baru yang dapat dibeli. Banyak yang kita peroleh dari  media ini berinteraksi dengan yang kita peroleh dari interaksi antarpribadi kita. Kita mendapatkan banyak informasi dari media, mendiskusikannya dengan orang lain, dan akhirnya mempelajari atau menyerap bahan-bahan tadi sebagai hasil interaksi kedua sumber ini.

b. Untuk berhubungan

Salah satu motivasi kita yang paling kuat adalah berhubungan dengan orang lain (membina dan  memelihara hubungan dengan orang lain). Kita ingin merasa dicintai dan disukai, dan kemudian kita juga ingin mencintai dan menyukai orang lain. Kita menghabiskan banyak waktu dan energi komunikasi kita untuk membina dan memelihara hubungan sosial. Anda berkomunikasi dengan teman dekat di sekolah, di kantor, dan barangkali melalui telepon. Anda berbincang-bincang dengan orangtua, anak-anak, dan saudara anda. Anda berinteraksi dengan mitra kerja.

c.  Untuk meyakinkan

Media masa ada sebagian besar untuk meyakinkan kita agar mengubah sikap dan perilaku kita. Media dapat hidup karena adanya dana dari iklan, yang diarahkan untuk mendorong kita membeli berbagai produk. Sekarang ini mungkin anda lebih banyak bertindak sebagai konsumen ketimbang sebagai penyampai pesan melalui media, tetapi tidak lama lagi barangkali anda-lah yang akan merancang pesan-pesan itu—bekerja di suatu surat kabar, menjadi editor sebuah majalah, atau bekerja pada biro iklan, pemancar televisi, atau berbagai bidang lain yang berkaitan dengan komunikasi. Tetapi, kita juga menghabiskan banyak waktu untuk melakukan persuasi antarpribadi, baik sebagai sumber maupun sebagai penerima. Dalam perjumpaan antarpribadi sehari-hari kita berusaha mengubah sikap dan perilaku orang lain. Kita berusaha mengajak mereka melakukan sesuatu, mencoba cara diit yan baru, membeli produk tertentu, menonton film, membaca buku, rnengambil mata kuliah tertentu, meyakini bahwa sesuatu itu salah atau benar, menyetujui atau mengecam gagasan tertentu, dan sebagainya. Daftar ini bisa sangat panjang. Memang, sedikit saja dari komunikasi antarpribadi kita yang tidak berupaya mengubah sikap atau perilaku.

d. Untuk bermain

Kita menggunakan banyak perilaku komunikasi kita untuk bermain dan menghibur diri. Kita mendengarkan pelawak, pembicaraan, musik, dan film sebagian besar untuk hiburan. Demikian pula banyak dari perilaku komunikasi kita dirancang untuk menghibur orang lain (menceritakan lelucon mengutarakan sesuatu yang baru, dan mengaitkan cerita-cerita yang menarik). Adakalanya hiburan ini  merupakan tujuan akhir, tetapi adakalanya ini merupakan cara untuk mengikat perhatian orang Iain sehingga kita dapat mencapai tujuan-tujuan lain.

Tentu saja, tujuan komunikasi bukan hanya ini; masih banyak tujuan komunikasi yang lain. Tetapi keempat tujuan yang disebutkan di atas tampaknya merupakan tujuan-tujuan yang utama. Selanjutnya tidak ada tindak komunikasi yang didorong hanya oleh satu faktor; sebab tunggal tampaknya tidak ada dunia ini. Oleh karenanya, setiap komunikasi barangkali didorong oleh kombinasi beberapa tujuan bukan hanya satu tujuan.

Sumber : https://mentors.teachable.com/blog/189222/understanding-learning-outcomes-according-to-experts

Mahasiwa IAI Al-Khairat Presentasi Paper di IDACON 2019

Mahasiwa IAI Al-Khairat Presentasi Paper di IDACON 2019

Mahasiwa IAI Al-Khairat Presentasi Paper di IDACON 2019
Mahasiwa IAI Al-Khairat Presentasi Paper di IDACON 2019

Dua mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, mempresentasikan karya ilmiah berupa paper pada ajang bertaraf internasional bertajuk 3rd International Da’wah Conference (IDACON) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Rabu (23/10/2019).

Kedua mahasiswa semester akhir Program Studi (Prodi) Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin tersebut, yakni Mohammad Izul Ridho dan Nurus Siddiqah Fajar. Keduanya mempresentasikan paper berjudul ‘Countracting Jihad Under The Guise Terorisme: Simantic Study of The Word Jihad in Al-Maidah‘.

Dalam kegiatan itu dihadiri empat pemateri luar negeri, yakni Prof Dr Sayed

Azkia Hasyimi (Pakistan), Prof Ahmad Tarmizi Thalib (Malaysia), Zahid Jaily (Afganistan) dan Dr (Cand) Abdolroya Panaemalea (Thailand). Keduanya mampu mencuri perhatian dengan paper yang dikirimkan, sekaligus bisa tampil pada ajang konferensi yang didominasi para dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

“Awalnya kami tidak menyangka jika paper yang kami kirimkan diterima panitia pelaksana yang digagas oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SUKA Yogyakarta. Kondisi ini tentunya menjadi motivasi tersendiri bagi kami untuk terus melakukan penelitian,” kata Mohammad Izul Ridho kepada beritajatim.com.
Mohammad Izul Ridho (batik putih/depan) berpose bersama sejumlah presentator dari berbagai kampus di ajang IDACON 2019, UIN SUKA Yogyakarta, Rabu (23/10/2019).

Tidak hanya itu, pihaknya mengaku sempat grogi saat harus mempresentasikan

paper di hadapan para dosen dari berbagai perguruan tinggi di tanah air. Namun berkat dukungan dari semua pihak dan mental yang sudah dipersiapkan, dirinya mampu menyelesaikan beberapa sesi yang harus dilalui.

“Dalam kegiatan ini ada dua sesi berbeda, pertama sesi pembicara mancanegara. Selanjutnya sesi kedua presentasi panel yang ditempatkan di Gedung Convention Hall UIN SUKA, bahkan kami mempresentasikan paper dengan di panel bersama lima presenter lain,” ungkapnya.

Disinggung soal motivasi menulis yang membuatnya mampu berpartisipasi pada

ajang internasional, ia mengaku mendapatkan hal itu saat mengikuti program Al-Khairat Writing Skill (AWS) yang digagas Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) di kampus yang beralamat di Jl Raya Palengaan (Palduding) Nomor 2 Pamekasan.

 

Baca Juga :