Persebaran perkebunan di Indonesia

Persebaran perkebunan di Indonesia

Persebaran perkebunan di Indonesia

Persebaran perkebunan di Indonesia
Persebaran perkebunan di Indonesia

Persebaran perkebunan di Indonesia
1) Tebu; perkebunan tebu terdapat di Jawa Timur (Besuki, Kediri, dan Surabaya), Jawa Tengah (Solo, Yogyakarta, dan Pekalongan), Cirebon (Jawa Barat), Aceh, Lampung, dan Sulawesi Utara. Sampai saat ini, Jawa Timur merupakan daerah utama penghasil gula.

2) Kina; pohon kina berasal dari Peru. Pada 1855 seorang ilmuwan Belanda, Junghuhn menanam kina di Indonesia, tepatnya di wilayah Priangan (di lereng Gunung Bukittunggul dan Gunung Malabar). Bagian yang dimanfaatkan dari pohon kina adalah kulit batang.

3) Karet; pohon karet yang ditanam di Indonesia adalah jenis Hevea Braziliensis (berasal dari Brasil). Daerah perkebunan karet meliputi Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Barat. Getah karet yang baru disadap disebut lateks. Lateks dicampur dengan asam cuka supaya pekat dan bergumpal, kemudian digiling di antara dua silinder. Sesudah itu, lateks dikeringkan di dalam ruang pemanas hingga menjadi sheet atau crepe. Sheet adalah lembaran karet dengan permukaan berpetak-petak, sedangkan crepe adalah lembaran yang lebih tipis dari sheet dan permukaannya kasar. Luas perkebunan karet di Indonesia sekitar 500.000 hektare dengan produksi 330.000 ton karet pada 1998. Pabrik-pabrik besar yang mengolah karet menjadi ban, antara lain Good Year(Bogor), Intirub (Palembang) serta Dunlop dan Bridgestone di Jakarta.

4) Kelapa; pohon kelapa dapat dijumpai di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah berpasir dekat pantai. Di Sulawesi Utara, di Kepulauan Sangir Talaud, kelapa ditanam di pegunungan. Hasil kelapa berupa kopra diolah menjadi minyak kelapa, margarin, dan sabun. Kendala budidaya kelapa ialah sempitnya areal perkebunan kelapa di Indonesia (sekitar 3 juta ha), hama dan pengalihan fungsi lahan. Komoditas kelapa yang diekspor berupa minyak kelapa, kelapa parut, dan arang batok kelapa.

5) Kelapa sawit; tanaman kelapa sawit berasal dari Guinea Afrika. Pada permulaan abad ke -20, perkebunan kelapa sawit dikembangkan di Sumatra Utara. Buah kelapa sawit menghasilkan minyak sawit dan minyak inti sawit yang dibuat menjadi margarin. Produksi kelapa sawit terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia ke luar negeri. Saingan kelapa sawit Indonesia terutama berasal dari Malaysia. Daerah penghasil kelapa sawit di Indonesia berada di Sumatra Utara, Aceh, Riau, Jambi, Lampung, Bengkulu, Sumatra Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Irian.

6) Tembakau berasal dari Amerika. Tembakau ditanam di Indonesia sejak abad XVII. Tanaman ini tumbuh baik di daerah yang memiliki hujan merata sepanjang tahun dan tanah vulkanis yang subur. Deli dan sekitarnya (Sumatra Utara), menghasilkan tembakau berkualitas tinggi. Daerah penghasil tembakau lainnya ialah Besuki (jawa Timur), Yogyakarta, Solo, Kediri, Klaten, Bojonegoro, Jawa Barat, Kedu, Payakumbuh, Lombok, Bali, dan Sulawesi.

Pemasaran tembakau menghadapi kesulitan karena kelebihan pasokan, terbatasnya pasar, adanya permainan antara pedagang perantara di daerah dan pabrik-pabrik rokok. Pusat pemasaran tembakau Indonesia berada di Bremen (Jerrnan).

7) Kopi; berkaitan dengan sistem tanam paksa oleh VOC, terdapat jenis kopi Arabica atau sering disebut kopi Jawa. Akibat serangan hama, jenis ini banyak yang rusak diganti dengan kopi Liberia. Namun, jenis kopi ini tidak tahan hama. Kemudian, diganti lagi dengan jenis kopi Robusta yang tumbuh di daerah dengan ketinggian 0-1.000 m. Perkebunan kopi terdapat di Jawa Timur, Lampung, Bengkulu, dan Sumatra Barat. Saat ini, luas perkebunan kopi di Indonesia mencapai kurang lebih 1.042.141 hektare . Setiap tahun Indonesia mengekspor 370.000 ton kopi. Pada 1990, volume ekspor naik menjadi 6,6 juta karung dengan nilai US$ 329 juta.

8) Teh; tumbuh dengan baik di ketinggian 300-1.200 m dari permukaan laut dan membutuhkan banyak curah hujan. Perkebunan teh terdapat di Garut, Sukabumi (Jawa Barat), Wonosobo (Jawa Tengah), Malang (Jawa Timur). Indonesia merencanakan 80% hasil teh dipasarkan ke luar negeri dan sisanya untuk keperluan dalam negeri. Daerah pemasaran teh ialah Singapura, Pakistan, Australia, Amerika Serikat, Inggris, Belanda, dan Jerman. Saat ini negara pengimpor teh Indonesia adalah Pakistan, yaitu sebesar 26,7 ribu metrik ton senilai US$ 29,9 juta.

9) Cengkih; tanaman cengkih dikenal sejak lama sebelum bangsa Barat datang ke Indonesia. Tanaman cengkih digunakan sebagai rempah-rempah. Cengkih merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh subur di Kepulauan Maluku. Pada mulanya, bangsa Baraf (Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris) datang ke Indonesia untuk memperoleh rempah-rempah. Salah satunya adalah cengkih. Daerah penghasil cengkih di Indonesia, antara lain Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Lampung, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Maluku, Bali, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara. Lokasi persebaran tanaman perkebunan di. Indonesia relatif bervariasi.

Sumber : https://galleta.co.id/