Jenis-jenis kutipan

Jenis-jenis kutipan

Table of Contents

Jenis-jenis kutipan

Jenis-jenis kutipan
Jenis-jenis kutipan

1. Kutipan Langsung.

Kutipan yang ditulis sama persis dengan sumber aslinya, baik bahasa maupun ejaannya. Cara penulisannya sebagai berikut :

a. Kutipan yang panjangnya <4 baris

Diketik seperti ketikan teks.
Diawalai dan diakhiri dengan tanda petik (“).
Sumber rujukan ditulis langsung sebelum atau sesudah teks kutipan.
Rujukan ditulis diantara tanda kurung, dimulai dengan nama akhir sebagaimana tercantum dalam daftar pustaka, tanda koma, tahun terbitan, titik dua, spasi, dan diakhiri dengan nomor halaman (Penulis, Tahun:Halaman).
b. Kutipan yang terdiri dari 4 baris atau lebih

Diketik satu spasi.
Dimulai tujuh ketukan dari batas tepi kiri.
Sumber rujukan ditulis langsung sbelum teks kutipan.
Apabila pengutip memandang perlu menghilangkan beberapa bagian kalimat, pada bagian itu diberi titik sebanyak tiga buah.
Bila pengutip ingin menghilangkan satu kalimat atau lebih, maka pada bagian yang dihilangkan tersebut diganti dengan titik-titik sepanjang satu baris.
Apabila pengutip ingin memberi penjelasan atau menggarisbawahi bagian yang dianggap penting, pengutip harus memberikan keterangan. Keterangan tersebut berada diantara tanda kurung, misalnya : (garis bawah oleh pengutip).
Apabila penulis menganggap ada satu kesalahan dalam kutipan, dapat dinyatakan denga menuliskan simbol (sic!) langsung setelah kesalahan tersebut.
2. Kutipan Tidak Langsung.

Kutipan yang tidak sama persis dengan aslinya. Pengutip hanya mengambil pokok pikiran dari sumber yang dikutip untuk dinyatakan kembali dengan kalimat yang disusun oleh pengutip. Tujuan menggunakan kutipan tidak langsung ini untuk menghindari suatu kutipan langsung yang jika digunakan menjadi terlalu panjang.

Cara penulisannya :

Kalimat-kalimat yang mengandung kutipan ide tersebut ditulis dengan spasi rangkap sebagaimana teks biasa.
Semua kutipan harus dirujuk.
Sumber-sumber rujukan dapat ditulis sebelum atau sesudah kalimat-kalimat yang mengandung kutipan.
Apabila ditulis sebelum teks kutipan, nama akhir sebagaimana tercantum dalam daftar pustaka masuk ke dalam teks, diikuti dengan tahun terbitan diantara tanda kurung.
Apabila ditulis seudah teks kutipan, rujukan ditulis diantara tanda kurung, dimulai dengan nama akhir sebagaimana tercantum dalam daftar pustaka, titik dua, dan diakhiri dengan tahun terbitan.

Sumber : https://forbeslux.co.id/