Jembatan Ambruk, Akses Warga di Pessel Terganggu

Jembatan Ambruk, Akses Warga di Pessel Terganggu

Jembatan Ambruk, Akses Warga di Pessel Terganggu

Jembatan Ambruk, Akses Warga di Pessel Terganggu
Jembatan Ambruk, Akses Warga di Pessel Terganggu

Akses warga di Nagari Lagan Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat terganggu akibat ambruknya bangunan jembatan setempat.

Kondisi ini sudah terjadi sejak Minggu malam 1 September 2019, hingga kini masih dalam kondisi sama, dan membuat akses warga dan siswa setempat menjadi tidak lancar.

“Beginilah kondisinya, sampai sekarang masih kondisi sama. Belum ada perbaikan,” ungkap Ari Depi (28), salah seorang warga setempat kepada KLIKPOSITIF, Rabu 4 September 2019.

Baca Juga

Komisi X DPR RI Rancang Aturan SMK Terintegrasi dengan Dunia Industri
Dompet Dhuafa Singgalang Lepas 50 Ribu Bibit Nila di Lambung Bukik
Pemerintah Putuskan KSP Jadi Pusat Informasi Virus Corona Indonesia
Menkumham Tandatangani Pencabutan Bebas Visa Warga China ke Indonesia
Wacana Pulangkan 600 WNI eks ISIS, Tagar #TolakEksWNIproISIS Menggema

Ia menyebutkan, jembatan tersebut adalah penghubung antara Kampung Batu Joliang dan Kampung Timbarau. Setidaknya, selain menjadi akses ke ladang, juga satu-satunya penghubung bagi anak-anak menuju sekolah terdekat saat ini.

“Karena ini akses terdekat. Jadi walaupun kondisi sudah ambruk tetap saja

dilalui,” sebutnya. Menurutnya, para siswa dan warga setempat melewati dengan cara meniti kerangka jembatan yang tinggal.

Ia menerangkan, kondisi jembatan memang sudah lama memprihatinkan. Namun, tidak pernah ada pembangunan baru dari Pemda setempat.

“Bagian badan jembatan banyak lobang. Sebagian besar kayu penyanggah sudah lapuk,” terangnya.

Terpisah, Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Linggo Sari Baganti, Jon Jerizal Asmal menyampaikan, selain dimakan usia, ambruknya jembatan itu akibat diterjang banjir.

Katanya, dalam sepekan terakhir curah hujan di daerah itu cukup tinggi, dan

sebelumnya, sudah pernah dapat perbaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebanyak dua kali.

“Tapi ternyata tidak bertahan lama. Memang usia jembatan itu sudah tua. Sudah puluhan tahun bahkan,” jelasnya.

Kendati demikian, dirinya mengaku, pihak kecamatan dan pemerintahan nagari

telah sejak lama mengusulkan pembangunannya pada pemerintah kabupaten.

Namun hingga kini masih belum terealisasi. Ia berharap, pemerintah kabupaten segera merealisasikan jembatan permanen. Jika tidak, bakal berdampak pada perekonomian masyarakat.

 

Baca Juga :