Guru Agama Diminta Buat Materi yang Mudah Dipahami

Guru Agama Diminta Buat Materi yang Mudah Dipahami

Guru Agama Diminta Buat Materi yang Mudah Dipahami

Guru Agama Diminta Buat Materi yang Mudah Dipahami
Guru Agama Diminta Buat Materi yang Mudah Dipahami

Kementerian Agama (Kemenag) menghimbau kepada para guru Pendidikan Agama Islam (PAI), agar bisa memaksimalkan proses pembelajaran. Hal itu menyusul akan diterbitkannya, buku pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi siswa SD/SMP/SMA.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, seiring dipercayanya Kemenag membuat buku teks pendukung agama Islam. Ia berharap, para guru PAI harus menguasai isi sebaik-baiknya. Buku PAI tersebut, saat ini tengah memasuki tahap review dan uji publik, dan rencananya akan diterbitkan pada akhir 2019.

“Ada 12 buku PAI yang sedang diuji publik dan dipersiapkan untuk dilakukan

penyempurnaan-penyempurnaan oleh Kemenag dalam waktu dekat ini agar bisa kita tuntaskan. Buatlah materi yang mudah dipahami,” kata Lukman, kemarin.

Menurut Lukman, dengan hadirnya buku-buku baru itu, nanti diharapkan aspek beragama dapat diintegrasikan dengan wawasan beragama yang baikk dan benar.

“Sehingga generasi milenial, selain memahami agama yang benar dan selamat juga juga melek teknologi yang terus berkembang,” ujarnya.

Selain itu, Lukman juga meminta supaya kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di sekolah lebih diefektifkan, guna meningkatkan pengetahuan untuk menjaga kesadaran anak didik.

Menurutnya, tiga jam pelajaran agama belum mampu dalam memaksimalkan

pembentukan pribadi muslim yang beriman. Pembentukan pribadi muslim bisa dilalui dengan kegiatan ekstrakurikuler seperti kegiatan rohani Islam untuk memperkaya pengetahuan.

“Peranan guru PAI dan pengawasan kepala sekolah begitu penting dalam rohis. Juga perkaya kegiatan keagamaan dalam berbagai kompetisi baik skala lokal, nasional dan regional,” tuturnya.

Lukman menjelaskan, meskipun urusan agama merupakan tanggung jawab

Kementerian Agama, namun untuk sekolah merupakan tanggung jawab pemerintah daerah baik dalam hal ini Pemprov ataupun pemkab dan Pemkot.

Sementara itu, Direktur Jendral Pendidikan Islam Kemenag, menambahkan bahwa buku PAI yang saat ini tengah disusun mempertimbangkan tiga hal yang menjadi distingsi buku Kementerian Agama.

 

Sumber :

https://t.me/belajarngeblogbareng/15