53 SMPN di Jember Gagal Penuhi Pagu, 1.845 Bangku Masih Kosong

53 SMPN di Jember Gagal Penuhi Pagu, 1.845 Bangku Masih Kosong

53 SMPN di Jember Gagal Penuhi Pagu, 1.845 Bangku Masih Kosong

53 SMPN di Jember Gagal Penuhi Pagu, 1.845 Bangku Masih Kosong
53 SMPN di Jember Gagal Penuhi Pagu, 1.845 Bangku Masih Kosong

Sebanyak 53 dari 94 sekolah menengah pertama negeri di Kabupaten Jember, Jawa Timur, gagal memenuhi pagu yang ditetapkan. Sebanyak 1.845 kuota bangku yang masih kosong dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Hal ini dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan Jember Edi Budi Susilo kepada beritajatim.com, Kamis (27/6/2019) malam. Kuota tersebut masih bisa diperebutkan kembali melalui pendaftaran PPDB pada 27-29 Juni 2019. “Tanggal 1 Juli, kami akan umumkan hasil tahap kedua,” katanya.
Baca Juga:

Wali Murid Keluhkan Biaya Masuk SMA Negeri di Sumenep Capai Rp 3 Juta

Sistem Zonasi PPDB Tak Hargai Perjuangan Siswa
Surat Keterangan Domisili Diakali, Kelurahan Lempar Tanggungjawab
Satu Pria Diamankan Terkait Aksi Tolak Sistem Zonasi di Kediaman Wali Kota
Nama Anak Hilang, Puluhan Calon Orang Tua Siswa Datangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto

Menurut Edi, dari 41 SMP negeri yang terpenuhi pagunya, semua menumpuk di kawasan kota. “Jadi di kota saja, dari 15 SMPN, hanya empat yang kekurangan pagu,” katanya.

Sebagian besar SMPN yang gagal memenuhi pagu memang berada di daerah

pinggiran. Ada empat SMPN yang hanya diminati segelintir siswa. SMPN 3 Sukowono hanya diminati tujuh orang dari pagu 32 siswa. SMPN 5 Silo hanya diminati satu orang siswa dari pagu 32 siswa. SMPN 4 Tempurejo hanya didatangi tujuh siswa dari pagu 32 siswa. SMPN 7 Tanggul hanya menerima pendaftaran tiga orang siswa dari kuota 32 bangku. Jumlah bangku kosong terbesar ada pada SMPN 3 Balung, yakni 124 bangku, sementara kuotanya 251 siswa.

Edi menolak membandingkan fenomena kekosongan bangku SMPN tahun ini

saat pendaftaran dengan tahun lalu. “Tahun lalu kami tidak menggunakan zonasi murni. Oleh karena itu tidak bisa dibandingkan. Saya tidak bisa membandingkan karenja berbeda teknisnya,” katanya.

 

Sumber :

https://compass.centralmethodist.edu/ICS/Academics/OTA/OTA107__CM16/SPRG_2017_UNDG-OTA107__CM16_-A/Blog_3.jnz?portlet=Blog_3&screen=View+Post&screenType=next&&Id=889b0356-668f-4260-adb3-adcf5059fd9a