SDN 50 Banda Aceh Kembangkan Otomasi Perpustakaan Menggunakan SchILS

SDN 50 Banda Aceh Kembangkan Otomasi Perpustakaan Menggunakan SchILS

SDN 50 Banda Aceh Kembangkan Otomasi Perpustakaan Menggunakan SchILS

SDN 50 Banda Aceh Kembangkan Otomasi Perpustakaan Menggunakan SchILS
SDN 50 Banda Aceh Kembangkan Otomasi Perpustakaan Menggunakan SchILS

Sejumlah mahasiswa dan alumni Prodi S1 Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry yang tergabung Aceh Library Consultant (ALC) melakukan bedah perpustakaan di SDN 50 Banda Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 4-6 Agustus 2018.

Kegiatan bedah perpustakaan ini sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan program pengembangan perpustakaan berbasis web, sehingga diharapkan kegiatan ini bisa membantu rutinitas pengelolaan administrasi perpustakaan, mulai dari kegiatan pengolahan, sirkulasi, inventaris koleksi, statistik pengunjung dan kegiatan-kegiatan lainyan yang terkait dengan pekerjaan operasional perpustakaan secara cepat dan tepat.

“Tahap awal kita fokus integrasi koleksi dari manual ke automasi dengan

menggunakan aplikasi SchILS yang merupakan system automasi perpustakaan berbasis SLiMS,” kata Tevam, dalam rilisnya Senin, 6 Agustus 2018.

Selama 3 hari ini, kata Tevam pihaknya fokus melakukan pengolahan seluruh koleksi mulai dari entri, penempelan label dan barcode, pembuatan kartu perpustakaan untuk mendukung penerapan otomasi perpustakaan serta kemudahan akses buku yang menjadi rujukan setiap siswa dalam proses belajar mengajar.

Selain itu, kata Tevam sebagai bentuk komitmen dan kerjasama yang sudah terjalin pihaknya juga bertanggungjawab membekali para pengelola perpustakaan dan akan terus memberikan pendampingan untuk pengembangan perpustakaan kedepan.

Sementara itu, Kepala SDN 50 Banda Aceh, Nani Irawati, S.Pd., M.Pd melalui pengelola perpustakaan, Shelly Mirada mengatakan bahwa di era informasi saat ini mendorong setiap Perpustakaan mengimplementasikan teknologi untuk berbagai kemudahan dalam manajemen pengelolaan perpustakaan.

“Walaupun belum maksimal, namun setidaknya terobosan ini bisa membantu

rutinitas pengelolaan administrasi perpustakaan, mulai dari kegiatan pengolahan, sirkulasi, inventaris koleksi, statistik pengunjung dan kegiatan-kegiatan lain nya yang terkait dengan pekerjaan operasional perpustakaan secara cepat dan tepat,” kata Shelly.

Ia berharap, semoga rekan-rekan Aceh Library Consultant (ALC) akan selalu mendampingi dan menjadi mitra untuk pengembangan Perpustakaan kearah yang lebih baik.

Aplikasi SchILS (School Integrated Library System) merupakan sistem automasi

perpustakaan berbasis SLiMS yang khusus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan perpustakaan sekolah dan telah dilengkapi dengan koleksi digital Buku Sekolah Eelektronik (BSE) dan Buku Cerita Rakyat yang diterbitkan oleh Kemendikbud. (rel)

 

Sumber :

https://nisachoi.blog.uns.ac.id/sejarah-lagu-kebangsaan/