UPI Ciptakan Incinerator Tanpa Asap

UPI Ciptakan Incinerator Tanpa Asap

UPI Ciptakan Incinerator Tanpa Asap

UPI Ciptakan Incinerator Tanpa Asap
UPI Ciptakan Incinerator Tanpa Asap

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia (LPPM UPI) berhasil menciptakan incinerator untuk sampah yang ramah lingkungan.

Dilansir dari website upi.edu pembuatan incinerator didasari atas hasil implementasi KKN Pembelajaran Kolaboratif yang berorientasi pada 3R untuk sampah sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Dosen Departemen Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI yang juga pembimbing KKN Tematik Citarum Harum Sriyono, mengatakan, ketika mahasiswa melaksanakan KKN, mereka memberikan laporan di antaranya, disepanjang DAS Citarum perlu ada penanganan sampah. Sebab, berdasarkan pengamatan mahasiswa masih banyak sampah yang belum ditangani dengan baik.

’’Jadi kami menginisiasi dibentuknya mesin pembakar sampah yang aman dan ramah lingkungan,”kata Sriyono belum lama ini.

Dia memaparkan, sebelum merancang incinerator pihaknya membentuk tim untuk melakukan peninjauan lokasi penentuan penempatan Incinerator. Setelah dikaji dan melakukan observasi, akhirnya ditentukan di Desa Cikidang Bayabang, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur.

Setelah itu, pihaknya melakukan studi banding dan mengkaji melalui beberapa

literatur dan referensi terkait dengan mesin pembakar sampah dan mencoba mendesain mesin pembakaran sampah tapi memiliki nilai efesiensi dan ramah lingkungan.

Dari beberapa model mesin incinerator diketahui masih banyak memiliki kelemahan yaitu menghasilkan asap.Sehingga, masalah asap hasil pembakaran sampah ini sering dikhawatirkan banyak pihak menjadi masalah polusi udara.

’’ Nah atas dasar itu, kami coba merealisasikan prototype dalam waktu 1 bulan, dan selanjutnya kami membuat incinerator seutuhnya dengan diberinama Ha-Run is-1 atau Hawu Runtah Incinerator Seri Ke-2,”ucap dia.

Selama pembuatanya pihaknya saat ini sudah menyelesaikan 3 incinerator

yanga kan ditempatkan diberbagai titik diwilaya Sektor 12 DAS Citarum. Termasuk di lingkungan kampus UPI sendiri.

Sriyono mengungkapkan, dari segi desain, mesin incinerator tersebut seperti pada umumnya dengan bentuk silindris. Namun, untuk hasil pembakaran diklaim lebih sempurna. Sebab, untuk ruang pembakarannya sendiri memiliki 2 tingkat.

’’Mesin incinerator memiliki ruang bakar utama untuk membakar sampahnya, kemudian ruang bakar kedua untuk membakar asap,”kata dia.

Ruang pembakaran kedua memiliki fungsi untuk membakar asap yang

dihasilkan proses pembakaran sampah. Sebab, berdasarkan hasil analisa sampah plastik dapat dikatakan aman jika dibakar dalam suhu di atas 600 °C. Sehingga, khusus sampah plastik dilakukan di ruang bakar kedua.

Selain itu, untuk sumber energi pembakaran digunakan Liquid Petroleum Gas (LPG). Sebab, pertimbangannya lebih ramah lingkungan ketika dibakar, dan untuk mendapatkannya relatif lebih mudah jika dibandingkan bahan bakar cair atau solar.

 

Sumber :

https://egriechen.info/