Sebuah Dialog Tentang Puasa

Sebuah Dialog Tentang Puasa

Table of Contents

Sebuah Dialog Tentang Puasa

Sebuah Dialog Tentang Puasa
Sebuah Dialog Tentang Puasa

[narasi]
[Layar mengembang, lampu redup menunjukan sebuah setting di surau tua, sajadah panjang tergelar miring mengarah kiblat. Lampu remang menerang menampakkan sesosok pemuda yang tengah berdzikir pelan. jam dinding sudah menunjukkan pukul 12 lewat 15 menit. Malam itu merupakan malam pertama di bulan Ramadhan kalender Hijriah. sang pemuda pun menghentikan dzikirnya, lalu bersujud beberapa saat. kembali duduk dan menerawang ke langit-langit surau. Kembali berdzikir.]

[babak satu]
[Lampu padam sejenak, lalu muncul dua buah bayangan dibelakang pemuda tersebut. dan berdialoglam mereka.]

b1:
besok sudah mulai puasa, menahan lapar dan dahaga dari subuh hingga maghrib, selama sebulan dan itu wajib.

b2:
ya, itu merupakan rutinitas tiap tahun bagi kita umat muslim.

b1:
hm… apakah kamu pernah terpikir, apakah hakekat puasa sesungguhnya?

b2:
ya menahan lapar dan haus dari subuh hingga maghrib

b1:
Hanya itu? wah kamu menggampangkan ajaran Tuhan

b2:
loh… menggampangkan gimana? bukankah islam itu simple?
sebagaimana tertuang dalam Al Qur`an
“Kami tidak menurunkan Al-Qur-an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah; melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah), diturunkan dari (Allah) yangmenciptakan bumi dan langit yang tinggi.” [Thaahaa: 2-4]

b1:
Tentu.. Islam itu mudah.. namun jangan disepelekan. karena dalam islam itu ada ayang namanya Ayat Kauniyah Dan Ayat Kauliyah.

b2:
kauniyah? kauliyah? apa itu?

b1:
ayat kauliyah itu ayat yang tertulis dalam Al Quran. sedangkan ayat kauniyah itu ayat yang tertulis di alam semesta. yang merupakan bukti kebesaran Allah. dan keduanya memerlukan penafsiran dari umat manusia.

b2:
jadi seperti intrinsik dan ekstrinsik?

b1:
benar.

b2:
maksudmu ada makna tersembunyi dari puasa? selain menahan lapar dan dahaga?

b1:
tepat sekali. aku yakin kamu sudah hapal Al Baqarah ayat 183, benar?

b2:
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

b1:
nah itu ayat kauliyahnya. yang tersurat.jelas tertera disana “hai orang-orang yang beriman” jadi puasa memang ditujukan bagi orang yang berIman kepada Allah. dengan tujuan “agar kamu bertaqwa”. Takwa pun bisa ditafsirkan bermacam-macam oleh para ulama. Yang intinya adalah menjalankan Perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

b2:
hm.. lalu ayat kauniyahnya?

b1:
nah itu tugasmu, selama bulan Ramadhan ini cobalah untuk lebih peka, mencari tahu maksud dari puasa itu dari segi kauniyahnya.

b2:
waaaahh mengapa tak kau beritahu saja sekarang?

b1:
jika aku beri tahu, kamu jadi nggak belajar dong, pengalaman adalah guru terbaik. hehehe

b2:
hais… oke… tapi beri aku petunjuk!

b1:
simple, puasa itu menahan hawa nafsu, cari tahulah apa itu nafsu, dan mengapa mengapa kita harus menahan nafsu?

b2:
sepertinya berat…

b1:
jangan menyerah sebelum melakukannya, ingat “Innallaha ma ‘ana” sesungguhnya Allah bersama kita. [bayangan itu tersenyum]

[lampu meredup dan layar tertutup]

Baca Juga :