Liga Buku, Genjot Literasi Masyarakat

Liga Buku, Genjot Literasi Masyarakat

Liga Buku, Genjot Literasi Masyarakat

Liga Buku, Genjot Literasi Masyarakat
Liga Buku, Genjot Literasi Masyarakat

Liga Buku hadir untuk mendorong literasi masyarakat Kota Bandung, acara tersebut berisi bazar buku murah hingga edukasi tentang pentingnya literasi.

Project Officer Liga Buku Bandung 2019, Erlan Gantira menerangkan kegiatan ini didasari oleh rasa kekhawatiran para penerbit buku dan organisasi pegiat literasi dengan harga buku-buku yang melangit. Padahal, buku merupakan sumber pengetahuan dan informasi utama.

“Kondisinya sekarang buku mahal, jadi kita bantu masyarakat supaya bisa

memiliki banyak buku. Caranya adalah kasih diskon yang besar 30-80 persen dan edukasi pentingnya literasi bagi generasi muda,” ujar Erlan di GOR Saparua, Jalan Banda No. 28, Kota Bandung. Rabu (30/1).

Dia melanjutkan, harga buku yang mahal, masyarakat justru akan beralih ke digital atau internet. Terkadang informasi yang dimuat tidak menyeluruh. Sehingga menyebabkan masyarakat mudah terpapar berita bohong atau tidak benar.

“Sekarang memang ada digital, tapi justru banyak orang percaya informasi itu ke digital. Padahal lebih lengkap sebenarnya informasi itu ada di buku. Karena buku itu lebih bercerita dari A-Z. Informasinya lengkap tidak sepotong sepotong,” tambahnya.

Erlan juga berharap, dengan harga buku yang murah, masyarakat bisa memiliki

banyak buku guna memperbaiki budaya literasi dan meningkatkan kecerdasan masyarakat itu sendiri.

“Ketika masyarakat senang membaca buku berarti, kita sudah memberikan kontribusi pada masyarakat dengan mencerdaskan mereka. Mencerdaskan pola pikir, berkomunikasi, tahu etika, tahu dasar-dasar pemikirannya dari mana. Jadi kalau ada berita hoax dia tahu. Minimal mikir heula (dulu) tidak langsung di share. Karena faktor pengetahuan yang sudah mereka dapatkan dari buku,” kata dia.

Acara Liga Buku Bandung 2019 merupakan kali kedua yang telah

diselenggarakan sejak tahun lalu. Pada tahun ini jumlah judul buku naik dua kali lipat dibandingkan 2018. Dari sekitar 2000 menjadi 4000 judul dan lebih dari 42 penerbit baik perorangan mau pun penerbit gabungan. Hal itu dapat menyuguhkan beragam alternatif bagi masyarakat untuk memilih buku yang tepat dan sesuai kebutuhan. (mg4/yan)

 

Baca Juga :