Cara Mengatasi Body Shaming pada Anak

Cara Mengatasi Body Shaming pada Anak

Body shaming pada anak memiliki akibat negatif pada perkembangan jasmani dan mental si kecil. Seperti dilansir dari The Daily News, American Academy of Pediatrics menemukan kenyataan bahwa anak-anak yang merasakan body shaming berisiko besar menderita obesitas, mengisolasi diri, atau santap secara berlebihan. Sebagai orang tua, Anda pasti tidak hendak si kecil mengalaminya, bukan? Nah, inilah ini ialah beberapa teknik untuk menanggulangi isu body shaming pada anak.

1. Menciptakan lingkungan yang positif

Untuk menanggulangi body shaming pada anak, belajarlah membuat lingkungan yang positif baginya. Alih-alih menekankan pada berat badannya, Anda dapat mengajarkan untuk anak bagaimana merealisasikan gaya hidup yang sehat. Kemudian ajak dia guna lebih teratur berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat.

2. Bukan menghukum, namun memberi dorongan

Saat menanggulangi isu body shaming pada anak, orang tua usahakan mengupayakan untuk memberi dorongan, bukan hukuman. Misalnya, saat anak tertangkap basah menguras satu toples kue kering, tidak boleh langsung beranggapan untuk memberinya hukuman. Sebaliknya, dorong dia guna memakan camilan sehat yang telah Anda bikin baginya. Kemudian, saat Anda menyaksikan si kecil bermalas-malasan di dalam rumah, jangan melulu memarahinya. Coba tawarkan kepadanya guna bermain sepak bola atau bersepeda bareng Anda.

3. Berhati-hatilah ketika memuji anak

Ketika berkeinginan memberi pujian atau sokongan kepada anak, waspadalah dengan ucapan-ucapan yang kita pilih. Sebagai contoh, alih-alih mengatakan, “Pakaian tersebut membuatmu tampak cantik”, bakal lebih baik andai Anda memilih kalimat seperti, “Pakaian tersebut bagus” atau “Kamu luar biasa”.

Kenapa demikian? Karena bilamana Anda menuliskan bahwa pakaian tersebut dapat membuatnya cantik, si kecil akan beranggapan dirinya memiliki kelemahan yang butuh ditutupi. Oleh sebab itu, orang tua mesti paling berhati-hati saat memilih kalimat sanjungan untuk anak.

4. Hindari ulasan tentang tipe dan ukuran tubuh

Untuk mencegah isu body shaming pada anak, sebisa barangkali hindari topik yang berhubungan dengan tipe atau ukuran tubuh seseorang. Hal ini sebab si kecil dapat menjadi paling sensitif terhadap komentar apa juga yang bisa menyudutkan citra tubuhnya.

Tak kalah penting, orang tua pun tidak boleh kelepasan bicara mengenai citra tubuh anak beda di depan buah hati mereka. Terlebih lagi, andai Anda hingga memuji penampilan anak beda di depan si kecil. Tindakan itu tentunya dapat menurunkan harga diri si kecil, dan mendorong anak guna membenci tubuhnya.

5. Ajarkan anak untuk mengucapkan pandangannya

Untuk melawan body shaming pada anak, mulai ajarkan untuk si kecil untuk berkata tentang isi pikirannya. Katakan kepadanya bahwa dia tidak boleh tercebur dalam segala format tindakan body shaming untuk orang beda atau tidak mempedulikan dirinya menerima perlakuan tersebut. Selalu tunjukkan untuk si kecil metodenya berempati dan menanam dirinya pada posisi orang lain.

Body shaming pada anak mesti mendapat perhatian serius dari orang tua. Berdasarkan keterangan dari pandangan Karyl McBride Ph.D., yang ditulis di website Psychology Today, mempermalukan atau menghina anak dapat memunculkan rasa fobia pada diri mereka. Ketakutan itu bahkan tidak bakal hilang saat anak tumbuh dewasa. Pada akhirnya, kondisi tersebut pun bakal menjadi penghalang untuk anak guna mendapatkan kehidupan emosional yang sehat.

Sumber : http://top.hangame.co.jp/linkdispatch/dispatch.nhn?targetUrl=http%3A%2F%2Fwww.pelajaran.co.id