Kadisdik Jabar Peningkatan Aksebilitas di Berbagai Aspek untuk Perbaiki Mutu Pendidikan

Kadisdik Jabar: Peningkatan Aksebilitas di Berbagai Aspek untuk Perbaiki Mutu Pendidikan

Kadisdik Jabar: Peningkatan Aksebilitas di Berbagai Aspek untuk Perbaiki Mutu Pendidikan

Kadisdik Jabar Peningkatan Aksebilitas di Berbagai Aspek untuk Perbaiki Mutu Pendidikan
Kadisdik Jabar Peningkatan Aksebilitas di Berbagai Aspek untuk Perbaiki Mutu Pendidikan

Memperbaiki mutu pendidikan di Jawa Barat (Jabar) harus melalui peningkatan aksebilitas dari berbagai aspek pendidikan. Mulai dari strategi yang mengedepankan kolaborasi dan inovasi serta tetap mencanangkan program-program pemerintah Jabar. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Dewi Sartika dalam Rapat Koordinasi dan Workshop Penugasan Dosen di Sekolah yang diselenggarakan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), di Meeting Room Isola Resort, Jln. Dr. Setiabudhi No. 229, Kota Bandung, Senin (22/7/2019).

Kadisdik mengatakan, peningkatan aksebilitas bisa melalui sekolah juara serta penambahan unit sekolah dan ruang kelas baru, kelas pintar, sekolah gratis, sekolah inklusif, pendidikan khusus serta pengembangan praktik dari program Jabar Masagi. “Selain itu, merevitalisasi sekolah menengah kejuruan (SMK) dan penyelarasan kurikulum di sekolah,” ujarnya.

Salah satunya, lanjut Kadisdik, untuk meningkatkan aksebilitas, yakni dengan

penyelarasan kurikulum industri di SMK. Seperti, tugas praktik di sekolah kejuruan harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Selain itu, pengadaan kurikulum nasional yang wajib dimiliki dan diberikan kepada sekolah, yaitu pendidikan agama dan budi pekerti, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan sejarah. Sedangkan untuk muatan kewilayahan bisa disesuaikan dengan pemerintah daerah masing-masing.

“Penyesuaian di daerah dapat diartikan seperti ini, misalnya daerah A mempunyai potensi wisata lebih besar maka akan lebih baik daerah tersebut memberikan atau menyediakan sekolah yang membuka jurusan pariwisata guna membantu pengembangan dan kemajuan daerah tersebut,” paparnya.

Untuk mendukung mutu pendidikan yang tinggi, tambah Kadisdik, harus disertai

kualifikasi dan kompetensi guru. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Jabar. “Revitalisasi tidak hanya di bagian kurikulum atau sekolah, tapi juga harus melibatkan berbagai jajaran. Selain itu, pengembangan sekolah industri harus diinternalisasikan ke sekolah-sekolah. Juga pengoptimalan peran pendidikan tinggi, penguatan desa binaan, dan menciptakan mahasiswa yang kretif dibutuhkan untuk mengedepankan mutu pendidikan,” tuturnya.

Melihat fenomena yang ada di Jabar, menurut Kadisdik, penduduknya rata-rata

memiliki pendidikan selama 8 tahun. “Sedangkan untuk meningkatkan mutu pendidikan, harus sekolah serendah-rendahnya hingga sekolah menengah pertama (SMP). Oleh karena itu, guna meningkatkan peradaban di Jabar, masyarakat harus diberi pemahaman bahwa pendidikan menjadi tolok ukur bagi kemajuan daerah,” ungkapnya

 

Baca Juga :