NEGERI PARA PEMIMPI

NEGERI PARA PEMIMPI

NEGERI PARA PEMIMPI
NEGERI PARA PEMIMPI

Jangan katakan kamu sudah memiliki rumah yang megah jika yang ada masih berbentuk blue print dan tumpukan material bangunan. Selama itu tidak dibangun, maka itu tidak lain hanya tumpukan rongsokan.

Jangan pula katakana negeri ini, Indonesia, jika bertumpah ruah bahan mentah tambang dan hasil perkebunan, jika negeri ini tidak mengolahnya menjadi barang yang dapat dimanfaatkan. Selama itu masih berbentuk bahan mentah, jangan pernah menganggap itu sebagai kekayaan negeri ini.

Tapi itulah mental bangsa ini, mental masyarakatnya, tentunya aku masuk di dalamnya. Negeri ini terlalu bangga dan nyaman dengan segala keterbatasannya. Cukuplah cerita tentang negeri Sriwijaya dan bumi Majapahit sebagai legenda dengan segala kemegahannya. Tak perlu angan-angan semu itu kau seret dalam kehidupan mu yang nyata saat ini.

Tapi pada dasarnya negeri ini begitu sombong, angkuh dan picik, serta satu lagi, terlalu percaya dengan namanya ramalan. Ketika para ekonom bersabda, Indonesia akan menjadi raksasa ekonomi dunia pada tahun 2030, negeri ini serentak bersorak. Bayangkan itu masih jauh, berjarak 18 tahun ke depan, sementara mungkin saja besok negeri ini sudah akan pailit.

Kemudian, dengan kepercayaan diri yang berlebihan serta dibalut dengan keangkuhan, mereka berkata, Indonesia tidak terkena pengaruh dari krisis global yang sedang menghantam dunia. Bukan sesuatu yang istimewa, karena pertanyaannya adalah, apa yang dihantam, ekonomi kita memang sudah porak-poranda dari awak, jauh sebelum krisis itu dating menerpa. Jadi bukan ekonomi kita yang kuat.

Negeri ini, untuk kesekian kalinya, dengan keprihatinan ku sebutkan, adalah negerinya para pemimpi, perampok dan para bajingan serta mereka yang menistakan dirinya menjadi hamba kekuasaan. Para kanibal yang melahap habis tubuh-tubuh renta yang tak mampu merangkak mengikuti pergeseran jaman. Semuanya berlari mendaki kepuncak tahtah yang tak ada habisnya. Tak peduli jika harus menginjak-injak harga diri sesame manusia.

Negeri ini sesungguhnya indah dan aku begitu mencintainya jauh lebih besar dari apa yang dapat orang lain bayangkan. Namun nasibnya begitu malang, ketika para kaum tua sibuk menyemaikan para pewaris tahtah, kaum muda kehilangan idealismenya. Kaum terpelajar yang seyogiyanya menjadi tunas pencerah, sekarang redup menjadi sumber keributan. Itulah negeri ini.

Baca Juga :

KEMUNAFIKAN BERBALUT KERENDAHAN HATI

KEMUNAFIKAN BERBALUT KERENDAHAN HATI

KEMUNAFIKAN BERBALUT KERENDAHAN HATI
KEMUNAFIKAN BERBALUT KERENDAHAN HATI

Menjadi rendahan hati menurutku adalah suatu keharusan yang semestinya dimiliki setiap orang. Karena apalah arti kesombongan dalam hidup yang serba terbatas itu. Hidup ini sangat terbatas, oleh karena itu dalam menjalaninya harus tahu kapan harus berhenti dan kapan harus kembali untuk mulai.

Menilai kerendahan hati seseorang sangatlah tidak mudah.Seperti kata pepatah lama, dalamnya lautan dapat diukur namun dalamnya hati siapa yang tahu. Ungkapan yang tepat tentu saja, kerendahan hati adalah masalah hati yang tentu tidak ada ukurannya serta tidak ada standarnya.

Sering sekali kerendahan hati dinilai dari sikap, perbuatan dan ucapan. Sebagai contoh orang yang tidak suka dipuji selalu dikategorikan sebagai orang yang rendah hati, namun sebaliknya orang yang suka memamerkan apa yang dimilikinya menjadi kebalikan dari rendah hati, yakni orang yang sombong.

Tapi apakah untuk menjadi rendah hati kita menjadi tidak boleh menunjukkan suatu hasil pencapaian yang kita peroleh dari segala usaha yang kita miliki. Tentu saja menurutku, sertiap orang berhak untuk mendapatkan pengakuan atas apa yang diperolehnya, asalkan, seperti yang saya ucapkan di atas, tahu dimana batasnya dan tahu kapan harus berhenti.

Saya secara pribadi sering terganggu dengan orang yang menyindir orang lain karena keberhasilan yang dimilikinya. Seolah-olah setiap apa yang orang lain peroleh dan dia tidak peroleh menjadi sebuah kesombongan yang pantas untuk diperolok. Menurut saya, adalah picik jika kita merasa iri kepada orang lain atas apa yang dia peroleh. Jangan pula serta merta kita mencap orang tersebut tukang pamer jika suatu waktu dia menunjukkan pencapaiannya. Sakali lagi saya katakana, setiap orang butuh pengakuan atas pencapaian yang diperolehnya.

Oleh karena itu, daripada kita sibuk membuat cap rendah hati atau sombong kepada orang lain, akan lebih elok jika kita mawas diri dan berkaca kepada diri sendiri. Beri lah pujian bagi mereka yang pantas menerimanya, dan jangan mencemooh orang lain hanya karena kita tidak dapat melakukan hal-hal yang orang lain lakukan. Setiap orang punya keahlian masing-masing dan tingkat pencapaian yang masing-masing pula.

Sumber :https://indianapoliscoltsjerseyspop.com/

NEGERI YANG GEMAR MENGHUKUM

NEGERI YANG GEMAR MENGHUKUM

NEGERI YANG GEMAR MENGHUKUM
NEGERI YANG GEMAR MENGHUKUM

Pandangan penulis secara umum, sebenarnya permasalah tertib berlalulintas, tidak lagi terletak pada berat atau tidaknya peraturan tersebut, namun lebih kepada mental dan kesadaran dari setiap pengguna jalan. Secara kasat mata, sanksi yang diatur dalam Undang-undang Lalu Lintas, tentunya sudah sangat berat, namun kembali lagi, belum ada kesadaran untuk mematuhi peraturan itu.

Masyarakat kita, mungkin masih hidup bagaikan kerbau yang harus dipecut agar mau melangkah, sungguh ironis. Di saat negara kita hendak melangkah menggapai masyarakat yang beradap, namun sebagian besar dari kita masih hidup dengan mental purba yang susah untuk diajak untuk maju.

Di lain sisi, di negeri ini terlalu banyak peraturan. Masyarakat kenyang akan sejumlah peraturan ini dan itu, namun di balik itu, masyarakat lapar akan keadilan dan kebenaran. Seakan-akan semua permasalah yang ada di negeri ini dapat diselesaikan dengan sejumlah aturan. Negara dan masyarakat begitu senang membuat peraturan yang sanksinya sangat berat dan menghukum pelaku kejahatan dengan sangat berat. Negeri ini begitu gemar menghukum. Namun apalah gunanya aturan dan sejumlah sanksi yang berat jika masyarakat tidak rela untuk mematuhinya. Mengutip sebuah peribahasa Latin, “Corruptissima republica plurimae leges” yang artinya, semakin korup sebuah republik (negara), semakin banyak undang-undang. Mungkin saat ini, begitu lah Republik Indonesia yang kita cintai ini.

Berangkat dari keseluruhan yang telah penulis kemukakan di atas, penulis berkesimpulan, terkait denda terhadap pengendara yang melanggar aturan, tindaklah sebagaimana mestinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Di samping itu, bangun juga kesadaran hukum dan tertib berlalulintas bagi para pengguna jalan. Masalah kemacetan tidak dapat diselesaikan dengan hukuman ataupun sejenisnya, namun lebih kepada solusi konkrit yang melibatkan semua pihak terkait.**

Sumber : https://indianapoliscoltsjerseyspop.com/

Rektor ITS: Lulusan ITS Harus Percepat Pembangunan Bangsa

Rektor ITS: Lulusan ITS Harus Percepat Pembangunan Bangsa

Rektor ITS Lulusan ITS Harus Percepat Pembangunan Bangsa
Rektor ITS Lulusan ITS Harus Percepat Pembangunan Bangsa

Pada prosesi Wisuda 117 ITS yang digelar Sabtu (10/3), Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Ir Joni Hermana MScES PhD menuntut para wisudawan-wisudawati untuk berkontribusi kemajuan bangsa. Pasalnya, lulusan ITS harus turut serta dalam percepatan pembangunan bangsa.

Di hadapan 637 wisudawan dari empat fakultas, Joni menekankan bahwa peran

dan kontribusi para wisudawan sangat dibutuhkan untuk pengembangan inovasi dan pembangunan bangsa. Sebab, tambah Joni, tantangan di Indonesia semakin kompleks dan sedang membutuhkan pembangunan nusa bangsa dalam bidang ekonomi maupun Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni (IPTEKS).

“Saudara-saudara semua dituntut untuk senantiasa terus meningkatkan kemampuan berinovasi dan kreativitas masing-masing guna mempercepat pembangunan bangsa kita,” ujar Joni. Menurutnya, bekal sains, teknologi, softskill serta technopreneurship yang telah wisudawan dapatkan selama kuliah di ITS, akan cukup menjadi dasar untuk berperan aktif dalam memajukan bangsa ini.

Namun, lanjut Joni, perlu diingat bahwa IPTEKS saja tidak ada artinya, melainkan juga tergantung pada moralitas manusia yang akan menentukan apakah IPTEKS dibawa ke arah kebaikan atau sebaliknya.

BACA JUGA – Race Pertama, Sapuangin dan Nogogeni Pimpin Klasemen

Sebabnya, Joni berpesan kepada wisudawan agar meningkatkan keimanan dan

ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar senantiasa dibutuhkan untuk menjadikan IPTEKS dapat bermanfaat bagi pembangunan bangsa dan kemanusiaan. “Implikasi dari peningkatan keimanan dan ketakwaan merupakan peningkatan nilai-nilai humanis diri, seperti kejujuran, amanah, martabat dan marwah,” jelas Guru Besar Teknik Lingkungan ini.

Di akhir sambutannya, Joni berbagi tips menjadi pemimpin bangsa di masa

mendatang. Agar menjadi pemimpin yang bijak, Joni berpesan untuk selalu memutakhirkan diri dalam segala aspek kehidupan dan senantiasa berbakti kepada orang tua.

 

Baca Juga :

Tahun 2018, ITS Buka Lima Prodi Baru

Tahun 2018, ITS Buka Lima Prodi Baru

Tahun 2018, ITS Buka Lima Prodi Baru
Tahun 2018, ITS Buka Lima Prodi Baru

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) makin getol menunjukkan keseriusan kontribusinya dalam memajukan pendidikan nasional, salah satunya dengan dibukanya lima program studi (Prodi) baru untuk tahun akademik 2018 ini. Kelima prodi baru tersebut adalah S1 Teknologi Informasi, S1 Sains Aktuaria, S1 Desain Komunikasi Visual, S2 Teknik Sistem Perkapalan, dan S3 Teknik Sistem Perkapalan.

Prof Dr Ir Heru Setyawan MEng, Wakil Rektor I ITS bidang Akademik dan

Kemahasiswaan, menjelaskan bahwa dari kelima prodi baru tersebut, untuk prodi S2 dan S3 Teknik Perkapalan sudah bisa menerima mahasiswa sejak semester genap tahun 2017 lalu. “Sedangkan seluruh prodi strata 1 (S1) baru akan menerima mahasiswa tahun ajaran 2018/2019 mendatang,” papar doktor jebolan Hiroshima University tersebut.

Guru besar Teknik Kimia ini menambahkan, keseluruhan prodi S1 ini akan menerima mahasiswa dari tiga jalur yang berbeda. Yakni jalur Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN), dan Program Kemitraan & Mandiri (PKM). “Silakan para calon mahasiswa memilih jalur-jalur tersebut nantinya,” ujar Heru.

Menurut alumnus Teknik Kimia ITS tersebut, dibukanya lima prodi baru ini

telah melewati persiapan yang matang. “ITS selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia, salah satunya dengan dibukanya sejumlah prodi yang sekiranya sangat dibutuhkan di masyarakat ilmunya,” tuturnya.

BACA JUGA – GANDENG WIKA, ITS SIAP BANGUN KAWASAN KOMERSIAL

Pria berkacamata ini melanjutkan, dibukanya S1 Teknologi Informasi adalah

untuk menjawab tantangan zaman terkait perkembangan teknologi informasi dan komunikasi baik di industri maupun keilmuan yang sangat pesat. “ITS kan sudah memiliki departemen Teknik Informatika yang sangat mumpuni dengan peminat yang selalu membludak. Tinggal diintegrasikan saja apa yang kurang, dan saat ini yang dibutuhkan adalah teknologi informasi,” terangnya lagi.

 

Sumber :

https://obatsipilisampuh.id/

Pendaftar ITS di SNMPTN 2018 Meningkat

Pendaftar ITS di SNMPTN 2018 Meningkat

Pendaftar ITS di SNMPTN 2018 Meningkat
Pendaftar ITS di SNMPTN 2018 Meningkat

Calon mahasiswa baru pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2018 yang memilih Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada tahun 2018 meningkat dari tahun sebelumnya. Total pendaftar jalur SNMPTN pada tahun ini sebanyak 20.617 pendaftar.

Dr Eng Siti Machmudah ST M Eng, anggota tim penerimaan mahasiswa baru ITS,

mengatakan pendaftar pada tahun ini meningkat sebanyak 26%. “Tahun lalu pendaftar ITS hanya sekitar 11.573. Hal ini dikarenakan regulasi pemerintah yang mengisyarakatkan pendaftar SNMPTN hanyalah sekolah berakreditasi A sebanyak 50 % saja,” jelas dosen Departemen Teknik Kimia tersebut.

Lanjutnya, Ia juga memaparkan dari 11.573 pendaftar tahun lalu hanya 1.059 pendaftar yang diterima. “Seleksi SNMPTN di ITS dilakukan dengan ketat dan teliti kepada setiap penerimaan calon mahasiswa baru,” sambungnya.

BACA JUGA – Mahasiswa PAI UM Surabaya Belajar Al Qur’an di Bumi Al-Qur’an

Machmudah mengatakan, sebab kenaikan peminat kampus ITS pada tahun ini

dikarenakan kualitas kampus ITS yang semakin meningkat semenjak diangkat menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH). Semakin banyaknya prestasi yang dihasilkan kampus ITS, dan alumni yang banyak diterima kerja oleh beberapa perusahaan terkenal. “Hal ini mendongkrak animo khususnya calon mahasiswa baru untuk memilih ITS,” terangnya.

Machmudah juga menjelaskan, dari 20.617 pendaftar SNMPTN ITS, sebanyak 10.165 orang memilih ITS sebagai pilihan pertama. Sisanya pilihan kedua dan ketiga. Departemen yang paling banyak diminati pada tahun ini masih sama seperti tahun lalu yakni Departemen Teknik Informatika. Sedangkan departemen paling sedikit peminatnya yakni Double Degree Teknik Sistem Perkapalan.

Dari keseluruhan pendaftar SNMPTN ITS, sebanyak 2343 pendaftar melalui jalur

Bidikmisi. Bidikmisi merupakan bantuan biaya pendidikan yang diberikan oleh pemerintah kepada calonn mahasiswa yang memiliki latar belakang tidak mampu secara ekonomi, namun mampu secara akademik. Bantuan ini membantu meningkatkan kualitas rakyat yang tidak mampu. “Pemberian bantuan bidikmisi ini bisa menekan angka kemiskinan dan membuat peningkatan pada masyarakat yang berpendidikan sarjana,” pungkasnya (Red)

 

Sumber :

https://lakonlokal.id/

Menteri Susi Luncurkan Kapal Bambu Pertama di Dunia Milik ITS

Menteri Susi Luncurkan Kapal Bambu Pertama di Dunia Milik ITS

Menteri Susi Luncurkan Kapal Bambu Pertama di Dunia Milik ITS
Menteri Susi Luncurkan Kapal Bambu Pertama di Dunia Milik ITS

Menyandang gelar kampus terinovatif di Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh

Nopember (ITS) Surabaya terus mengembangkan karyanya. Dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI Dr (HC) Susi Pudjiastuti, ITS secara resmi meluncurkan kapal berbahan dasar bambu laminasi yang pertama di dunia di Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, Surabaya, Senin (2/7).

Pada kesempatan itu, Susi mengatakan, dari dahulu bambu memang sudah digunakan oleh orang-orang untuk membuat segala keperluan, mulai dari rumah hingga peralatan rumah. Ia meyakini bambu juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi jika diinovasikan.

Ia juga menyampaikan sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, tugasnya

adalah memastikan kedaulatan laut dan membangun dunia perikanan di Indonesia, khususnya masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. “Kapal ikan harus buatan Indonesia dan yang menangkap ikan juga harus dari Indonesia, tidak boleh tidak!” tegas menteri yang kera kali menenggelamkan kapal penangkap ikan ilegal itu.

Susi juga mengatakan akan membantu sertifikasi Kapal Baito Deling jika sudah

siap nantinya akan diproduksi secara masal. Untuk kapal bambu buatan ITS ini sendiri, ia berharap agar dapat diselesaikan menjadi produk jadi agar segera dapat dipergunakan oleh para nelayan. “Sebuah pilihan di tengah mahalnya kapal berbahan baku kayu dari nelayan,” jelasnya.

 

Baca Juga :

Gelar Semateksos, UPM Soshum ITS Bahas Pembangunan Industri 4.0

Gelar Semateksos, UPM Soshum ITS Bahas Pembangunan Industri 4.0

Gelar Semateksos, UPM Soshum ITS Bahas Pembangunan Industri 4.0
Gelar Semateksos, UPM Soshum ITS Bahas Pembangunan Industri 4.0

Semakin pesatnya perkembangan zaman saat ini perlu disiapkan sejumlah strategi untuk menghadapinya, terutama dalam era revolusi industri 4.0. Menyadari hal tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggelar Seminar Nasional bertajuk Strategi Pembangunan Nasional Menghadapi Revolusi Industri 4.0 di Gedung Rektorat ITS, Kamis (13/9).

Seminar yang dibuka oleh Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD ini

menghadirkan dua pembicara utama yaitu Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI (Wantimpres) Prof Sri Adiningsih dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr Saiful Rachman MM. Seminar juga dihadiri para pimpinan ITS dan beberapa pimpinan SMP dan SMA se-Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Joni mengatakan bahwa awal mula revolusi industri 4.0 yakni ketika peran manusia digantikan oleh mesin. Oleh sebab itu banyak sektor pekerjaan yang akan berkurang. “Namun jangan khawatir karena hukum keseimbangan alam pasti terjadi, yakni ketika banyak pekerjaan hilang maka akan timbul pekerjaan baru lagi,” tutur guru besar Teknik Lingkungan ini.

Joni juga menambahkan, revolusi industri 4.0 juga berpengaruh pada perilaku

anak zaman sekarang. Mereka bukan lagi anak-anak yang masuk sekolah pukul 07.00 dan pulang pukul 17.00. Tapi mereka adalah anak-anak zaman milenial yang tidak ingin repot. “Sekolah pun harus mampu menyesuaikan perkembangan maupun cara belajar anak zaman sekarang,” ujarnya mengingatkan.

Joni bercerita, Albert Einstein pernah mengatakan bahwa kesuksesan seseorang

20 persen ditentukan oleh IQ dan sisanya adalah kerja keras. Setelah perkembangan zaman, ternyata kerja keras tersebut adalah kemampuan softskill. Kemampuan ini sangat dibutuhkan untuk menghadiri revolusi industri 4.0. “Oleh sebab itu, penting adanya sertifikasi tentang softskill yang menunjukkan kemampuan mereka,” tandasnya.

 

Sumber :

https://centrenet.centre.edu/ICS/New_Campus_Life/Student_Organizations/Campus_Groups/Gardening_Club/Discussion.jnz?portlet=Forums&screen=PostView&screenType=change&id=c76388b3-cef4-4069-a329-94243938d03d

Menteri Dikbud RI Akan Resmikan Gedung Madin Muhammadiyah Tempurrejo Ngawi

Menteri Dikbud RI Akan Resmikan Gedung Madin Muhammadiyah Tempurrejo Ngawi

Menteri Dikbud RI Akan Resmikan Gedung Madin Muhammadiyah Tempurrejo Ngawi
Menteri Dikbud RI Akan Resmikan Gedung Madin Muhammadiyah Tempurrejo Ngawi

Pembangunan Gedung Madrasah Diniyah (Madin) di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Tempurrejo Ngawi Jawa Timur, InsyaAllah pada tanggal 8 Agustus 2018 akan diresmikan oleh Prof. Dr. Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Beberapa pimpinan Muhammadiyah, tokoh masyarakat dan pejabat pemerintah dijadwalkan juga hadir di acara peresmian nanti. Diantaranya, Bupati Ngawi, Ketua PWM Jatim, PDM Ngawi, anggota DPR, lurah setempat, guru-guru, murid dan hadirin undangan lainnya.

Bukhori selaku panitia acara peresmian Gedung menyampaikan bahwa pembangunan gedung Madin Muhammadiyah Tempurrejo Ngawi merupakan wujud partisipasi dan kebersamaan dari semua lapisan masyarakat Muhammadiyah, baik pengurus, pimpinan dan simpatisannya. “Pembangunan ini merupakan jerih payah dan dukungan masyarakat, persyarikatan dan pemerintah”, ungkap Bukhori.

Bukhori menyatakan bahwa renovasi pembangunan gedung Madin Muhammadiyah Tempurrejo sudah melalui berbagai tahapan pembangunan dan sudah siap untuk diresmikan. “Alhamdulillah, tahapan pertama pembangunan sudah selesai. Rencananya, acara peresmian Gedung Madin akan diresmikan oleh Bapak Mendikbud RI, Prof. Muhadjir Effendy”, ungkapnya.

BACA JUGA – Tuhan dalam Eksistensi Manusia

Dalam acara peresmian nanti, Bapak Mendikbud RI diagendakan terlebih dahulu

memberikan tausyiah, motivasi dan inspirasi dalam agenda Pengajian Tokoh Pendidikan Nasional di aula gedung Muhammadiyah Tempurrejo Widodaren Ngawi. “Alhamdulillah, Dr Choirul Mahfud perwakilan tim panitia ini sudah sowan ke Jakarta menghadap Bapak Prof. Muhadjir Menteri Dikbud RI sekaligus berkoordinasi dengan staf khusus beliau terkait agenda penting ini”, ungkap Bukhori.

Menurut Bukhori, hampir 26 tahun yang lalu, perguruan Muhammadiyah

Tempurrejo Widodaren Ngawi sudah lama tidak dikunjungi oleh tokoh nasional sekaligus Menteri dari persyarikatan Muhammadiyah. “InsyaAllah, kunjungan Bapak Prof Muhadjir Effendy selaku Menteri Dikbud Republik Indonesia menjawab kerinduan warga Muhammadiyah, khususnya di Tempurrejo Widodaren Ngawi Jatim”, ungkapnya.

Sebagaimana penting diketahui bahwa berdirinya perguruan pendidikan

Muhammadiyah Tempurrejo Ngawi ini sudah lama sekali. Tepatnya pada tahun 1928 Masehi. Ini juga hampir sama dengan berdirinya Pondok Modern Gontor Ponorogo. “Artinya, perguruan Muhammadiyah di sini sudah berkiprah dan berkontribusi sejak Indonesia belum merdeka”, ungkapnya.

 

Sumber :

https://my.mac.edu/ICS/Campus_Life/Campus_Groups/MacMurray_College_Choir/Discussion.jnz?portlet=Forums&screen=PostView&screenType=change&id=6ac110c3-9423-45b0-8977-6c5342bff9cf

Definisi URL, alamat IP dan DNS

Definisi URL, alamat IP dan DNS

Definisi URL, alamat IP dan DNS
Definisi URL, alamat IP dan DNS

URL adalah alamat web yang user ketikkan ke browser untuk mencapai sebuah situs web. Setiap situs web memiliki URL. Misalnya, URL www.google.com akan membawa user ke situs web Google.

Setiap URL juga memiliki alamat IP. Alamat IP adalah rangkaian angka yang memberi tahu komputer tempat menemukan informasi yang Kita cari. Alamat IP seperti nomor telepon—sebuah nomor telepon yang rumit dan sangat panjang. Karena alamat IP begitu rumit dan sulit diingat, dibuatlah URL. Sebagai ganti mengetik alamat IP (45.732.34.353) untuk membuka situs web Google, user hanya harus mengetik URL, www.google.com.

Karena internet memiliki begitu banyak situs web dan alamat IP, browser user tidak otomatis tahu di mana masing-masing situs web dan alamat IP itu berada. Browser harus mencari satu-satu. Di situlah DNS (Domain Name System – Sistem Nama Domain) muncul.

DNS pada dasarnya adalah buku telepon untuk web. Bukannya menerjemahkan “John Doe” menjadi nomor telepon, DNS menerjemahkan URL, www.google.com, menjadi alamat IP, membawa user ke situs yang user cari.

Definisi Browser

Browser adalah jenis perangkat lunak di komputer yang memungkinkan user mengakses internet. Browser bertindak sebagai jendela yang menampilkan berbagai situs web tempat informasi berada kepada user. Satu-satunya yang perlu user lakukan adalah mengetik alamat web ke dalam browser dan user akan  langsung dibawa ke situs web itu.

Definisi dan Cara Kerja Penelusuran

Penelusuran benar-benar bekerja seperti namanya. Penelusuran menelusuri. Misalnya, jika mengetikkan kata “mobil” ke mesin telusur Google, permintaan akan dikirim dari perangkat user kepada server melalui internet. Browser mencari hasil penelusuran yang benar dan mengirimkannya kembali ke perangkat user – semuanya hanya dalam waktu sepersekian detik.

Mesin telusur mendapatkan hasil ini dengan merayapi dan mengindeks semua informasi yang ditayangkan secara online. Informasi dunia berlipat gkita setiap dua tahun dan tantangan untuk menghubungkan orang dengan apa yang dicarinya tidak semakin mudah – terutama untuk 16% penelusuran setiap harinya yang merupakan penelusuran baru. Teknisi harus terus berupaya keras untuk menyempurnakan penelusuran sehingga bisnis dan pelanggan tetap saling menemukan satu sama lain.

Definisi Email

Email adalah singkatan dari electronic mail (surat elektronik). Mengirim email seperti mengeposkan surat versi elektronik. Saat mengirimkan email, biasanya email akan tiba di tujuannya dalam hitungan detik. Sama seperti alamat rumah, semua orang memiliki alamat email yang unik. User harus membuat akun email sehingga dapat mengirim dan menerima email.

Baca Juga :