20 Tips Wawancara dalam Kerja

20 Tips Wawancara dalam Kerja

20 Tips Wawancara dalam Kerja
20 Tips Wawancara dalam Kerja

Berikut ini merupakan tips wawancara kerja serta persiapan yang harus Anda lakukan sebelum wawancara kerja/interview:

  1. Lamar Pekerjaan Sesuai Kemampuan

Pastikan Anda melamar pekerjaan yang memang sesuai dengan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki. Sebuah survei yang dilakukan oleh CareerXRoads Source of Hire seperti dikutip Us News, masih banyak pelamar yang tidak menyesuaikan kualifikasi mereka dengan pekerjaan yang dilamar.

      Saat wawancara, tunjukkan kualifikasi dan alasan Anda cocok untuk posisi tersebut. Beritahu pewawancara detail yang lebih spesifik tentang pengalaman kerja Anda dan jangan hanya mengandalkan surat lamaran.

  1. Survey Lokasi Wawancara Kerja

      Satu hari sebelum wawancara kerja diselenggarakan, sempatkan diri Anda untuk survey atau mengecek lokasi interview. Hal ini dilakukan agar keesokan harinya Anda tidak sibuk mencari lokasi wawancara kerja. Namun jika Anda sudah mengetahuinya hal ini tidak perlu Anda lakukan.

  1. Datanglah Lebih Awal

      Datanglah 10 menit atau lebih cepat dari jadwal wawancara kerja yang ditentukan oleh pihak penyelenggara. Dengan datangnya Anda lebih awal, Anda dapat merileks-kan diri, sehingga tidak tergopoh-gopoh yang menyebabkan berkeringat dan gugup.

  1. Jadilah Kandidat Seperti di Dalam CV

Anda mungkin bisa saja menciptakan sebuah surat lamaran dan Curriculum Vitae yang mengagumkan. Tapi jika Anda tidak mampu membicarakannya saat wawancara, sama saja bohong. Pewawancara mungkin hanya secara singkat membaca surat Anda, selebihnya dia mengharapkan Anda bisa menjelaskan secara detail tentang keahlian serta pencapaian selama ini.

  1. Pilih kelebihan yang ingin ditampilkan

Kesan pertama adalah segalanya, jadi pikirkan semua keuntungan Anda. Kualitas apa yang Anda ingin tunjukkan? Putuskan terlebih dahulu sebelum Anda berangkat. Misalnya, Anda berniat untuk datang wawancara sebagai seseorang yang percaya diri, dapat diandalkan dan dinamis. Setelah itu, melatih cara Anda memberikan kualitas yang ingin Anda tonjolkan kepada pewawancara. Misalnya, untuk menunjukkan rasa percaya diri, pastikan Anda dapat berbicara dengan lancar tentang kekuatan dan keberhasilan tanpa menyombongkan diri.

  1. Beri Pemecahan Masalah

Cara memenangkan wawancara kerja lainnya adalah dengan menawarkan pemecahan masalah. Coba saja lakukan riset sebelum jadwal wawancara, temukan masalah yang sedang dihadapi perusahaan, lalu berikan solusi. Meski belum tentu perusahaan akan menerima solusi Anda, pihak pewawancara sudah memberi nilai lebih karena Anda punya inisiatif besar.

  1. Sikap Menyenangkan

Anda pasti akan terkejut karena ada beberapa perusahaan yang memilih untuk memperkerjakan seseorang yang menyenangkan, ketimbang yang kompeten. Karena itu sikap ramah dan menyenangkan juga punya peran penting saat Anda melakukan wawancara kerja.

  1. Siapkan Jawaban Atas Pertanyaan Wawancara Kerja

      Hal ini perlu Anda lakukan, carilah kemungkinan pertanyaan yang akan di tanyakan pewawancara kerja, misalnya seputar posisi yang Anda lamar atau tentang profil perusahaan. Dengan Anda melakukan persiapan ini, Kepercayaan diri Anda akan bertambah, sehingga tidak perlu khawatir lagi untuk tidak dapat menjawab pertanyaan dari interviewer.

  1. Berpakaianlah yang Rapi dan Formil

      Seni berpakaian yang rapi dan formil tidak selalu mahal. Anda dapat berpakaian dengan kemampuan financial Anda. Untuk pria, pakailah pakaian kemeja lengan panjang dengan warnah cerah namun tidak norak atau mencolok. Anda juga bisa memakai kemeja bermotif atau polos. Untuk kemeja yang bermotif, usahakan motifnya tidak terlalu banyak, hal ini memiliki penilaian sikologis oleh si pewawancara. Normalnya pakaian yang dipakai untuk wawancara kerja adalah kemeja putih dan celana panjang warna hitam dengan bahan keper. Untuk wanita, jangan ber make up terlalu tebal, bermake up lah sewajarnya. Mengenai pakaian, pakailah pakaian yang menunjukkan Anda seorang pekerja. Soalnya, saya sering sekali menjumpai banyak wanit ketika wawancara kerja, memakai pakaian seperti kondangan dengan make up yang berlebihan.

  1. Membangun percakapan santai

Semakin banyak Anda dapat membuat wawancara pertukaran dua arah, semakin besar kemungkinan Anda untuk bersantai. Keuntungan dari kesempatan ini untuk mengumpulkan informasi, mengenal budaya perusahaan dan cara-cara mereka melakukan pekerjaan. Datanglah ke wawancara siap dengan beberapa pertanyaan. Baca situs perusahaan dan mempelajari kinerja mereka.

  1.  Berbicara nyaman tentang uang

Bahkan jika pekerjaan ini sudah dilengkapi dengan gaji diiklankan, Anda mungkin akan ditanya tentang harapan gaji. Antisipasi pertanyaan ini berlatih mengucapkan jawaban yang Anda inginkan. Jika Anda ingin mendapatkan bayaran lebih dari diiklankan, bersiaplah untuk memberikan alasan yang kuat. Lakukan riset pasar dan mencari tahu kisaran gaji. Periksa berapa banyak pekerjaan yang setara dalam organisasi lain dan standar yang mereka punya dengan melihat iklan pekerjaan. Setelah data ini di ujung jari Anda akan meningkatkan kepercayaan dalam kesepakatan yang terasa baik untuk Anda. Ini juga akan membantu Anda untuk menanggapi pertanyaan klasik – “Mengapa Anda ingin bekerja di sini?”

  1.  Mengetahui kekuatan Anda

Bersiaplah untuk mengartikulasikan ‘nilai jual yang unik’. Pertímbạngạnkạn serius. Pikirkan tentang menggabungkan kekuatan unik Anda sendiri. Misalnya, kreatif, proaktif dan dapat diandalkan. Sebelum Anda pergi ke wawancara, mencoba untuk menulis kalimat ini, “Saya orang yang … ‘Pikirkan pujian dari teman, keluarga dan orang lain yang dapat membenarkan pilihan Anda.

  1.  Siap untuk berbicara tentang kelemahan Anda

Ini adalah topik sensitif yang memerlukan respon hati. Jangan katakan Anda seorang perfeksionis jika Anda tidak. Jujurlah! Jika perhatian terhadap detail kelemahan Anda, katakan demikian dan kemudian menunjukkan bagaimana Anda berencana untuk mengatasi hal ini. Sebagai contoh, Anda bisa mengatakan bahwa kadang-kadang Anda mungkin meminta seorang rekan untuk memeriksa dokumen-dokumen penting untuk memastikan bahwa Anda telah melakukan dengan benar.

  1.  Menguasai bahasa non-verbal

Ketika Anda berbicara tatap muka, bukan hanya tentang kata-kata yang Anda gunakan. Bahasa tubuh, kontak mata dan gerakan semua memainkan peran penting. Jika Anda merasa sulit untuk melihat seseorang di mata, Anda berisiko dihakimi sebagai tidak bisa diandalkan atau memiliki sesuatu yang disembunyikan. Duduk di postur tegak tanpa bersandar ke depan. Lakukan yang terbaik untuk duduk diam tanpa gugup karena ini akan membuat Anda terlihat gugup.

  1.  Jangan berbicara terlalu banyak

Sangat mudah untuk jatuh ke dalam perangkap berbicara terlalu banyak selama wawancara. Kadang-kadang hanya membutuhkan pertanyaan respon singkat. Jika respon yang diperlukan, Anda dapat mengatur jawaban Anda dengan menunjukkan, misalnya, bahwa ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Membantu orang lain untuk mengikuti Anda katakan dengan menggunakan beberapa kata-kata seperti ‘terlebih dahulu ..’, ‘Kedua …’ dan ‘Akhirnya …’. Dengarkan baik-baik hal-hal yang pewawancara dan pastikan Anda memahami pertanyaannya sebelum menjawab.

  1.  Cobalah untuk tetap tenang

Pikirkan tentang bagaimana Anda menanggapi setiap pertanyaan yang Anda tidak tahu jawabannya. Pertanyaannya meminta klarifikasi maksud dan mencoba untuk tetap tenang. Jika Anda tiba-tiba membeku, ambil napas dalam-dalam sebelum menjawab.

  1. Awali Sapaan dan Jabat Tangan

      Ketika giliran Anda di panggil untuk interview, ketoklah pintu sebelum Anda masuk kedalam ruangan si pewawancara. Kemudian ulurkan tangan Anda lebih awal untuk berjabat tangan, genggam tangannya dengan erat sembari mengucapkan sapaan hangat, apakah itu dengan sapaan apa kabar, selamat siang atau dengan sapaan formil lainnya. Hal ini akan memberi kesan positif kepada pewawancara bahwa Anda adalah orang yang smart dan ramah serta percaya diri.

  1. Jujur dan Jangan Bertele-tele

      Ketika Anda ditanya oleh pewawancara, jawablah dengan jujur, usahakan jawaban Anda sesuai dengan apa yang ditanyanyakan. Tataplah mata si pewawancara dengan wajar, untuk memberi kesan penghormatan dan menampilkan kepercayaan diri Anda ketika pewawancara sedang bertanya.

  1. Harapan yang realistis

Pergi ke wawancara dengan kerendahan hati, kesombongan adalah sifat mematikan. Jika Anda ditolak, manfaatkan pengalaman yang diperoleh dan dapat dibuat persiapan wawancara berikutnya. Semoga sukses!

Sebelum berangkat untuk wawancara kerja di satu perusahaan, penting bagi Anda untuk membuat daftar pertanyaan pewawancara mungkin meminta, dan mempersiapkan jawaban. Siapkan jawaban yang baik akan membantu Anda untuk tidak panik, menjawab dengan baik, dan meningkatkan kepercayaan diri Anda.

  1. Akhiri Perpisahan Dengan Jabat Tangan

      Setelah Anda siap diwawancarai, hal yang terakhir yang harus Anda lakukan adalah memberi jabat tangan dengan interviewer sembari memberikan senyuman ramah.

Sumber: https://sel.co.id/

CARA MENGUASAI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN

CARA MENGUASAI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN

CARA MENGUASAI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN
CARA MENGUASAI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN
  1. Cara Menguasai Pengetahuan dan Keterampilan dengan Membaca

Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis (Hendry Guntur Tarigan 1979:7).

Membaca sangat berpengaruh penting terhadap perkembangan pengetahuan dan keterampilan kita. Dengan membaca, pengetahuan dan keterampilan kita bisa bertambah dan sebaliknya. Pertanyaan yang muncul membaca seperti apa yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sehingga efisiensi belajar dapat tercapai.

Teknik yang dapat menunjang efisiensi belajar yaitu dengan membaca cepat. Membaca cepat adalah jenis membaca yang mengutamakan kecepatan, dengan tidak meninggalkan pemahaman terhadap aspek bacaan.

Meningkatkan Kemampuan Membaca Cepat Melalui Teknik SQ3R

Pada umumnya orang tak sadar dengan masalah membacanya. Kebanyakan orang telah puas dengan kondisi kemampuan membacanya, baik dalam kecepatan maupun dalam tingkat pemahaman. Padahal, secara teoretis kecepatan dan pemahaman terhadap bacaan itu dapat ditingkatkan dua atau tiga kali lipat dari kecepatan dan pemahaman semula menurut (Nurhadi 2005: 17).

Soedarso (2002) menambahkan, dalam membaca cepat supaya siswa menghindari hambatan fisik seperti membaca dengan bersuara sangat memperlambat membaca, karena itu berarti mengucapkan kata demi kata dengan lengkap. Menggumam, sekalipun dengan mulut mengantup dan suara tidak terdengar, jelas termasuk membaca dengan bersuara. Untuk mengetahui apakah kita mengucapkan kata-kata itu atau tidak, terletakkan tangan di leher sementara membaca. Bila getaran terasa di jakun (gulu menjing), itu berarti kita membaca dengan bersuara. Sedangkan menggerakan bibir di saat membaca itu juga sama lambatnya dengan membaca bersuara. Kecepatan membaca suara ataupun dengan menggerakan bibir hanya seperempat dari kecepatan membaca secara diam.

Banyak orang menghadapi buku atau bacaannya dari awal sampai akhir dari membaca beranggapan bahwa dengan cara itu mereka pasti menguasai isi bacaan. Ternyata hal itu tidak benar. Untuk memahami suatu bacaan kita tidak cukup hanya membaca sekali saja, tetapi kita harus mengambil langkah-langkah yang strategis untuk menguasai bahan itu dan mengingatnya lebih lama. Jadi, usaha yang efektif untuk memahami dan mengingat lebih lama dapat dilakukan dengan cara: (1) mengorganisasikan bahan yang di baca dalam kaitan yang mudah dipahami dan (2) mengaitkan fakta yang satu dengan yang lain, atau dengan menghubungkan pengalaman atau konteks yang anda hadapi. Pemahaman atau komprehensip adalah kemampuan membaca untuk mengerti: ide pokok, detail yang penting, dan seluruh pengertian. Untuk pemahaman itu perlu: (1) menguasai perbendaharaan kata, (2) akrab dengan struktur dasar dalam penulisan (kalimat, paragraf, tata bahasa). Kemampuan tiap orang dalam memahami apa yang dibaca berbeda. Hal ini tergantung pada perbendaharaan kata yang dimiliki, minat, jangkauan mata, kecepatan interpretasi, latar belakang pengalaman sebelumnya, kemampuan intelektual, keakraban dengan ide yang dibaca, tujuan membaca, dan keluwesan mengatur kecepatan (Soedarso 2002:58)

Menurut (Soedarso 2002:14) sebagian karena tingkat kecerdasannya orang hanya mampu membaca 125 kpm (kata per menit). Pada umumnya, orang membaca jauh lebih lambat dari pada kemampuannya. Orang dewasa di Amerika yang belum pernah mendapat latihan khusus kecepatannya antara 200-500 kpm, beberapa orang sampai 325-350 kpm, dan beberapa orang yang terlalu lambat, yaitu 125-175 kpm. Orang dewasa Indonesia, seperti yang penulis catat berdasarkan kursus-kursus yang diadakan, keadaannya seperti di Amerika, yaitu 175-300 kpm. Akan tetapi, pada pertengahan kursus (minggu kedua), pada umumnya, dapat dinaikkan menjadi 350-500 kpm. Semua itu dengan pemahaman 70 persen. Bukti lain yang pernah ada ialah apa yang dilakukan (John A. Broyson dalam Nurhadi 2005:35) Ia melatih sejumlah 111 orang untuk ditingkatkan kecepatan membacanya. Pada awal latihan, kecepatan mereka pada mulanya berkisar antara 115-210 kata permenit, tetapi tiga bulan kemudian dengan latihan yang intensif, 52 orang mampu meningkatkan kecepatan membacanya menjadi 295-325 kata per menit (dua sampai tiga kali lipat)

Dalam membaca cepat kita harus benar-benar menyadari dan mau membaca cepat dan agresif untuk menyelesaikan bahan bacaan dan memaksakan diri untuk menambah kecepatan membaca. (Soedarso 2002:84) mengungkapkan selain itu jurus membaca yang sangat ampuh untuk mengukur kecepatan kita dalam membaca dan sangat efektif memberikan hasil seperti itu yaitu dengan skimming dan scanning. Jika kita tidak membutuhkan fakta dan detailnya, maka lompati fakta detail itu dan pusatkan perhatian untuk cepat menguasai ide pokoknya. Cara membaca yang hanya untuk mendapatkan ide pokoknya ini disebut skimming, sedangkan kita perlu melompati lainnya dan langsung ke sasaran yang kita cari itu di sebut scanning. Selain itu kita membuat ringkasan, mengambil intisari suatu bab, bagian, atau paragraf, kita akan menguasai ide yang di kandungnya. Catatan tidak boleh terlalu panjang atau terlalu banyak karena akan sulit mengaturnya, tetapi secukupnya sehingga membantu pemahaman kita.

Di dalam bukunya (Soedarso 2002:59) sejak lima puluh terakhir para ahli psikologi pendidikan telah menyelidiki cara-cara membaca yang efisien dan mengemukakan beberapa sistem salah satu yang banyak dikenal dan dipraktekkan orang adalah SQ3R. Secara umum sistem-sistem yang di kemukakan orang ahli itu memakai pendekatan sama yang membuata kita aktif dan bertujuan dalam menghadapi bacaan. Teknik-teknik yang diberikan dimaksudkan untuk menemukan ide pokok dan detail penting yang mendukung ide pokok serta mengingatnya lebih lama. Sistem membaca SQ3R dikemukakan oleh (Francis P. Robinson 1941) merupakan proses membaca yang terdiri dari lim langkah : survey, question, read, recite, review (SQ3R).

Dengan membaca menggunakan teknik SQ3R kita akan mudah dan cepat menangkap ide-ide pokok bacaan dengan cara mensurvei buku bacaan. Sehingga pembaca mengerti apa isi maksud yang terkandung dalam bacaan tersebut. Selain itu pembaca juga akan cepat menangkap gagasan bacaan itu dengan detail. Pada saat kita membaca bagian-bagian yang penting usahakan supaya diperlambat dalam kita membacanya dan jangan sampai saat membaca bagian yang penting atau bagian yang dianggap kita susah kita tandai dengan garis bawahi karena itu akan mempengaruhi kita dalam membaca cepat.

Selain itu dalam membaca teknik SQ3R manfaat lainnya kita menghemat waktu dalam membaca buku dan yang paling penting adalah hafal isi bacaan itu oleh karena itu di dalam teknik membaca SQ3R yang terakhir usahakan untuk menelusuri kembali judul-judul dan sub judul dan bagian-bagian penting yang perlu diingat kembali. Karena selain membaca data ingat dan akan memperjelas pemahaman kita dalam membaca. Sebab (Soedarso 2002:64) daya ingat kita terbatas, sekalipun pada waktu membaca 85 persen kita menguasai isi bacaan. Kemampuan kit dalam 8 jam untuk mengingat detail yang penting tinggal 40 persen dan dalam tempo dua minggu pemahaman kita tinggal 20 persen.

Membaca SQ3R adalah membaca yang efektif dan efisisen untuk memahami dan mengingat lebih lama. Membaca dengan metode SQ3R sangat baik untuk kepentingan membaca secara intensif dan rasional. Metode pembacaan studi ini dianjurkan oleh seorang guru besar psikologi dari Ohio State University, yaitu Prof, Francis P. Robinson dalam (A. Widyamartaya 1992:60).

Dengan metode membaca cepat melalui teknik SQ3R diharapakan proses belajar akan lebih efisien, sehingga ketrampilah dan pengetahuan kita kan lebih mudah diingat, dipahami, dan yang paling penting tidak mudah lupa terhadap pengetahuan yang baru dipelajari.

  1. Cara Menguasai Pengetahuan dan Keterampilan dengan Menulis

Menulis adalah kegiatan penyampaian pesan (gagasan, perasaan, atau informasi) secara tertulis kepada pihak lain. Menulis bukan pekerjaan yang sulit melainkan juga tidak mudah. Untuk memulai menulis, orang tidak perlu menunggu menjadi penulis yang terampil. Belajar teori menulis itu mudah, tetapi untuk memraktikkannya tidak cukup sekali dua kali. Frekuensi pelatihan menulis akan menjadikan seseorang terampil dalam bidang tulis-menulis.

      Oleh karenanya, perlu kita pelajari seberapa penting keterampilan menulis itu sendiri dan juga tahapan-tahapan yang perlu dilalui dalam kegiatan menulis terutama bagi pembelajar menulis.

Keterampilan menulis tidak hanya berguna untuk penulis, menulis merupakan keterampilan yang mendukung dalam proses belajar. Pertanyaan kali ini yang muncul adalah teknik menulis yang seperti apa yang dapat mendukung belajar terutama belajar yang efisien.

Kemampuan menulis dipengaruhi aspek kemampuan seseorang menggunakan bahasa dalam mengkomunikasikan gagasannya dalam bentuk tulisan. Dalam proses belajar kemampuan tersebut penting untuk dimiliki oleh orang yang sedang belajar. Mengapa demikian? Karena saat kita belajar, terkadang bahasa yang digunakan oleh buku atau pengajar tidak semuanya dapat kita pahami dengan mudah. Untuk itu, kita membutuhkan keterampilan menulis untuk dapat menuangkan gagasan yang kita dapat dengan bahasa khas kita sendiri, sehingga proses belajar akan leih mudah dan tentunya lebih efisien.

Seperti yang kita ketahui, pengetahuan akan lebih mudah dipahami apabila ada aksi langsung dalam menguasai pengetahuan tersebut. Dengan menulis, kita langsung bergerak dalam proses penyerapan ilmu baru yaitu dengan menuangkan kembali sesuai dengan pemahaman yang kita miliki dari ilmu tersebut. Pada saat menulis, kita melakukan beberapa kegiatan secara bersamaan yaitu, memperhatikan, membaca, kemudian menuangkan dalam tulisan. Dengan kegiatan tersebut, maka akan dengan mudah pengetahuan dan keterampilan yang baru dapat kita kuasasi.

  1. Cara Menguasai Pengetahuan dan Keterampilan dengan Mencatat Bacaan

Mencatat bacaan merupakan ketrampilan yang penting untuk belajar dari mulai tingkat Sekolah Dasar sampai dengan Perguruan Tinggi. Catatan yang baik akan menjadi rekaman yang permanen untuk mendaftar poin-poin penting yang akan membantu kita memadukannya dalam tulisan atau perkataan kita sendiri. Catatan yang baik akan mengurangi resiko plagiat, serta membantu membedakan gagasan yang berasal dari kita sendiri atau dari orang lain, dan menggambarkan bagaimana perspektif kita terhadap gagasan tersebut.

Mencatat bacaan sangat penting dalam menunjang kita untuk menambah pengetahuan dan keterampilan dalam bidang ilmu yang sedang kita pelajari. Berikut ini akan disampaikan bagaimana catatan dapat menunjang hal tersebut.

Catatan yang efektif membutuhkan:

1)      Pengenalan terhadap gagasan utama

2)      Identifikasi informasi apa yang relevan terhadap tugas kita

3)      Memiliki suatu sistem pencatatan yang bekerja untuk kita

4)      Mengurangi informasi menjadi catatan dan format diagram

5)      Jika memungkinkan menulis informasi itu ke dalam bahasa kita sendiri

6)      Merekam sumber informasi

Strategi Mencatat Bacaan

  1. Selektif dan sistematis

Tidak semua bacaan yang kita baca relevan dengan kebutuhan kita. Fikirkan tujuan kita membaca:

  • apakah kita membaca untuk memahami topik atau konsep secara umum?
  • Apakah kita membaca informasi tertentu yang berkaitan dengan topik atau tugas kita.

Sebelum memulai membuat catatan, bacalah teks secara cepat. Garisbawahi atau stabilo poin-poin utama dan informasi yang relevan dengan kebutuhan kita. Dengan mengingat tujuan kita membaca, bacalah secara hati-hati bagian tersebut dan buatlah catatan terpisah tentang apa yang kita baca.

  1. Mengidentifikasi tujuan dan fungsi dari sebuah teks

Kita ingin mencatat tentang sebagian atau keseluruhan tulisan, keduanya membutuhkan identifikasi tujuan utama dan fungsi dari sebuah teks agar pencatatan kita efektif dan efisien. Langkah-langkahnya adalah sbb:

  • Membaca juudul dan abstrak
  • Membaca pendahuluan atau halaman pertama
  • Skim (baca sekilas) tulisan untuk mengetahui bagaimana tulisan tersebut diorganisir
  • Baca grafik-grafik dan tebak maksud dari tulisan.

Tujuan kita adalah untuk mengidentifikasi informasi penting apa yang dapat disajikan oleh overview dari tulisan yang kita pilih untuk dibaca. Tanyakan ke diri kita sendiri, apakah tulisan tersebut memberikan informasi yang kita butuhkan, dan pada bagian mana informasi itu terletak dalam tulisan.

  1. Mengidentifikasi bagaimana informasi diorganisir

Kebanyakan teks menggunakan prinsip-prinsip pengorganisasian yang logis. Beberapa pengorganisasian yang umum adalah:

  • Gagasan lama ke gagasan baru
  • Langkah-langkah dalam suatu proses
  • Dari poin-poin yang terpenting ke poin yang kurang penting
  • Gagasan yang umum ke gagasan yang kurang popular
  • Gagasan yang sederhana ke gagasan yang kompleks
  • Gagasan umum ke gagasan khusus.
  • Bagian yang terbesar ke bagian yang terkecil dari sesuatu
  • Permasalahan dan penyelesaian
  • Penyebab dan hasil
  1. Memasukkan pemikiran kita

Ketika mencatat untuk suatu tugas, sangat bermanfaat untuk merekam pemikiran kita sepanjang waktu. Rekam pemikiran kita dalam sebuah kolom yang terpisah atau dalam sebuah tulisan yang berwarna yang berbeda.

  • Gagasan apa yang muncul setelah membaca informasi tersebut.
  • Bagaimana pemikiran kita agar dapat memanfaatkan informasi tersebut ke dalam tugas yang akan kita kerjakan
  1. Cara Menguasai Pengetahuan dan Keterampilan dengan Memusatkan Perhatian

Belajar efektif artinya cara belajar yang teratur, tuntas, berkesinambungan dan produktif yakni menghasilkan kepandaian, pengetahuan, keterampilan dan pembentukan sikap mental dan intelektual yang baik dan bertanggung jawab. Seorang pelajar yang belajarnya tidak teratur, tidak sungguh-sungguh, asal-asalan, waktunya tidak menentu, tidak tuntas, tidak terus-menerus, dan tidak berkesinambungan, baik di sekolah maupun di rumah berarti ia tidak membiasakan diri belajar efektif, sehingga sasaran belajar tidak tercapai. Sebaliknya, jika kita berusaha belajar secara teratur, tertib, disiplin, bersungguh-sungguh, tuntas, terus-menerus, produktif, dan berkesinambungan berarti telah mengembangkan kebiasaan belajar yang efektif. Dengan mengembangkan kebiasaan belajar efektif berarti hasil belajar yang diperoleh jelas efeknya, atau jelas hasilnya, yaitu berupa kepandaian, penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan dan terbentuknya sikap mental yang baik, unggul dan bertanggung jawab.

Hal yang paling penting selain hal di atas yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah bagaimana kita bisa memusatkan perhatian kita terhadap hal-hal yang sedang kita pelajari. Intinya, kita dapat belajar efektif  dengan terlebih dahulu memusatkan perhatian kita pada sesuatu yang akan kita pelajari.

Bagaimana cara memusatkan perhatian sehingga kita bisa tertarik pada hal yang akan kita pelajari, berikut ini bebrapa cara yang dapat dilakukan:

1)      Munculkan Minat

Semakin kita tidak menyukai sesuatu baik itu pelajaran ataupun peristiwa bahkan seseorang semakin kita tidak peduli tentang sesuatu tersebut, jadi jika kita ingin berkonsentrasi terhadap apa yang kita hadapi, persiapkanlah diri untuk mengetahui banyak tentang apa yang kita hadapi tersebut, semakin banyak informasi yang kita dapatkan dari sesuatu yang tidak kita sukai, semakin banyak pula peluang kita memunculkan minat tentang sesuatu tersebut dan semakin kita dapat memusatkan perhatian kita kepada sesuatu tersebut.

Minat dapat kita tumbuhkan dalam diri kita ini dengan banyak belajar dan membaca mengenai pengetahuan yang tidak kita sukai tersebut, semakin banyak informasi yang kita dapatkan tentang yang tidak kita sukai, semakin banyak kemungkinan muncul minat kita terhadap sesuatu yang kita tidak sukai tersebut, mengapa seperti itu, karena sesuatu yang tidak kita sukai biasanya kita akan menutup diri ini untuk menerima informasi apapun dari sesuatu tersebut.

2)      Tingkatkan Sikap Disiplin Diri Sendiri

Seseorang yang sudah membiasakan dirinya ketika sudah berada di ruang kerja ataupun kantornya ia akan memfokuskan dirinya untuk konsentrasi terhadap pekerjaannya, akan membuat dirinya disiplin terhadap pekerjaannya, dengan begitu apapun masalah yang tidak ada hubungan dengan pekerjaannya dapat ia pilah terlebih dahulu, jika memang lebih penting pekerjaan, ia akan tetap dalam pekerjaannya.

Semakin disiplin kita mengatur diri kita sendiri, semakin kuat daya konsentrasi kita terhadap  apapun, karena akan terbiasa diri ini untuk tidak mencampur adukkan masalah satu dengan yang lain terlebih lagi jika tidak ada hubungannya dengan masalah yang sedang kita hadapi.

Termasuk jika kita ingin konsentrasi terhadap mata pelajaran yang ingin kita pelajari, belajarlah disiplin diri terlebih dahulu, dari hal kecil seperti sikap duduk waktu belajar,  ataupun sikap kita menghadapi pengajar kita, karena dengan begitu kita hanya mendidik diri sendiri untuk tidak memperdulikan apapun kecuali pelajaran yang kita akan terima, bahkan akan muncul sikap anda “ siapapun yang menasehati saya, bukan karena orangnya masih muda, ataupun tokoh terpandang yang nasehati saya, tapi karena isi nasehat itulah saya menurutinya”, jadi bukan memandang siapa yang mengucapkan nasehat itu, tapi karena isi nasehat itu yang kita praktekkan.

3)      Cari Lingkungan yang Mendukung

Semakin lingkungan kita mendukung terhadap apa yang kita pelajari semakin baik pemusatan pikiran kita terhadap apa yang kita pelajari. Jadi, cari lingkungan yang benar-benar mendukung kita untuk memusatkan konsentrasi terhadap apa yang ingin kita pelajari ataupun ingin kita ingat.

4)      Mengatur Kegiatan                 

Semakin teratur kegiatan yang kita lakukan, semakin cepat kita mengerjakannya, jadi apapun yang ingin kita konsentrasikan, terlebih dahulu aturlah waktu dengan jenis kegiatan dalam satu waktu, karena jika dalam satu waktu ada dua bahkan sampai tiga kegiatan sekaligus kita jalani, bisa dipastikan sulit kita berkonsentrasi terhadap kegiatan utama yang ingin kita selesaikan.

  1. Cara Menguasai Pengetahuan dan Keterampilan dengan Berfikir Kreatif

Generasi yang kritis dan kreatif merupakan sebuah keharusan untuk para siswa saat ini. Cara guru bisa lahirkan siswa yang kritis dan kreatif sebenarnya tidaklah sulit, asalkan guru senang mendengarkan aspirasi dan tidak alergi kritik. Generasi kritis dan kreatif lahir dari guru kreatif yang senang belajar dan haus akan perubahan. Jika guru senang akan perubahan, ia akan surprise, bahkan murid-muridnya jadi mau membantu dan kooperatif. Guru kreatif adalah guru yang berhasil memadukan cara mengajar yang menyenangkan dan target kurikulum yang tercapai.

Tapi ingat, kurikulum adalah peta dan bukan kitab suci, ia bisa dimodifikasi asal tujuan akhirnya sama. Kurikulum terbuka untuk ditafsirkan dan dipetakan, dan kini saatnya jadikan buku teks sebagai salah satu mitra dan rujukan. Buku teks bukan kurikulum, namun berisi penafsiran pembuatnya terhadap kurikulum. Guru juga bisa membuat indikator pembelajaran yang bervariasi dan beragam. Guru kreatif memiliki perencanaan pembelajaran yang baik, manajemen kelas yang mengutamakan komunikasi yang sehat dan rasa hormat.

Guru yang emosional sulit lahirkan siswa yang kritis dan kreatif, maklum murid akan lebih senang cari aman daripada jadi sasaran. Generasi yang kritis dan kreatif adalah generasi yang pandai berkomunikasi (offline dan online), sopan saat menyampaikan pendapat, mampu berpendapat dengan jernih, senang jika gurunya tampil kreatif di kelas, dan mengeluh jika selama pembelajaran cuma diminta mengerjakan buku teks oleh gurunya.

Dari uarain di atas telah disampaikan bagaiman peran guru dalam menciptakan siswa yang kreatif. Namun, tuntutan untuk kreatif tidak hanya harus dimiliki oleh guru dalam memberikan pengajaran pada siswa. Dengan pembelajaran kreatif guru, diharapkan siswa pu dapat berfikir kreatif dalam proses belajarnya. Sehingga dapat mendukung kegiatan belajar.

Guru yang kretif dalam mengajar akan menimbulkan KBM yang lebih kondusif, tidak menyebabkan siswa jenuh atau bosan, dan siswa lebih tertarik dalam belajar. Sedangkan untuk siswa atau pembelajar sendiri, berfikir kreatif sangat penting dalam proses belajar siswa itu sendiri. Dengan berfikir kreatif, seorang siswa dapat mengembangkan cara belajar yang menurutnya cocok dan dapat lebih cepat memahami materi yang dipelajari.

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/

Bagaimana Kita Bisa Mendengar Bunyi?

Bagaimana Kita Bisa Mendengar Bunyi?

Sebelum membaca tulisan ini, coba pejamkan mata kamu. Fokus dan dengarkan suara yang ada di kurang lebih kamu. Apa yang kamu dengarkan? Suara air yang mengucur berasal dari selang. Derap langkah kaki. Panggilan Ayahmu. Bunyi notifikasi handphone. Sirine ambulans. Bunyi kompor yang dinyalakan berasal dari dapur. Ketukan kayu tukang bakso di depan rumah.

Walaupun seutuhnya terkesan random dan terlihat berasal dari beraneka macam hal, sebenarnya, suara yang kamu dengar berasal berasal dari satu hal yang sama: getaran.

Ya, sebenarnya, bunyi yang kami dengar adalah gelombang longitudinal yang mempunyai energi yang dihasilkan oleh suatu getaran.

Tiang yang dipukul gunakan palu, misalnya. Ketika kami memukulkan palu ke sebuah besi, besi itu akan menghasilkan getaran yang terlalu cepat. Saking cepatnya, mata kami tidak dapat melihatnya. Getaran ini pada akhirnya beralih menjadi gelombang yang mengalir lewat hawa (medium) dan, pada akhirnya, hingga ke gendang telinga kita. Baru deh, berasal dari sana, otak terima rangsangan dan mengenalnya sebagai bunyi.

Sekarang kamu sudah tahu, kan, bagaimana bunyi yang ada di kurang lebih kami dapat hingga diterjemahkan oleh otak. Tetapi, tidak seluruh makhluk hidup kayak gini ya. Ada lebih dari satu hewan yang merasakan getaran itu bukan lewat daun telinga. Ular dan semut, misalnya.

Lalu bagaimana sih bunyi itu dapat muncul? Bagaimana, dalam ilmu fisika, segala sesuatu itu disebut sebagai bunyi? Untuk menjawabnya, kami mempunyai 3 syarat terjadinya bunyi:

Sumber Bunyi

Tentu, layaknya dikala kamu memejamkan mata tadi, bunyi yang kamu dengar pasti bersumber berasal dari suatu hal. Bisa berasal dari ketukan kayu, pita suara orang lain, dentingan bel, langkah kaki, dan banyak lagi. Semua benda tadi bergetar, makanya menghasilkan bunyi. Jadi, terkecuali dipikir-pikir, pepatah yang menjelaskan “Tong kosong nyaring bunyinya” itu aneh ya?

Kok aneh?

Berlandaskan syarat terjadinya bunyi ini, selayaknya tong itu nggak berbunyi dong.

Ya, dia kan hanya tong kosong aja. Dia tong. Dan dia… kosong. Salahnya di mana? Kok dapat nyaring bunyinya? Kecuali, terkecuali tong itu dipukul. Baru deh menghasilkan getaran dan bunyinya terdengar nyaring. Apalagi terkecuali mukulnya di dekat gendang telinga teman kita. Nyaring banget pasti.

Medium Perantara

Seperti yang sudah ditulis di awal, gelombang ini butuh medium untuk dapat merambat hingga ke telinga kita. Bisa bersama udara, air, maupun gas. Makanya, di luar angkasa kami tidak dapat mendengarkan apa-apa. Soalnya, kan, di luar angkasa hampa udara.

Penerima Bunyi

Ini memahami dong. Untuk dapat “merasakan” bunyi, harus ada objek yang menjadi penerima. Maksudnya gimana tuh? Ya, maksudnya, harus ada orang di kurang lebih bunyi itu. Begini contohnya. Kamu tengah membaca tulisan ini, lalu di tengah-tengah membaca, kamu teriak, ‘AKU GANTENG ABIS!’

Di dalam ilmu fisika, bunyi yang kamu keluarkan baru dapat dianggap ada, andaikata ada orang lain yang mendengarkan suara teriakan kamu. Kalau kamu di rumah sendirian, berkenan teriak kayak apa juga orang lain tidak beranggap kamu mengeluarkan bunyi. Maka, suara kamu, tidak dianggap berbunyi.

Contoh lain, deh. Misalnya, kamu memirsa acara lawak di televisi. Di sebuah adegan, Sule memanggil Pak Haji Bolot.

‘Pak Haji, bantuin saya membuat kopi dong!’

‘Apa?’

‘Bantuin membuat kopi!’

‘Ha?’

‘BIKIN KOPI!’

‘Gimana?’

‘KOPI!’

‘Le… Ane berkenan membuat kopi nih. Ikut gak?’

‘AUK AH!’

Pada masalah di atas, ucapan Sule yang tidak terdengar oleh Pak Haji Bolot itu tidak dianggap ada sebab Pak Haji Bolot tidak mendengarnya.

Nah, itu dia penyebab bagaimana kami dapat mendengar bunyi. Jangan lupa ya, syarat terjadinya bunyi ada 3 hal.

Selengkapnya : https://www.biologi.co.id/

Sejarah Runtuhnya Vietnam Selatan dan Bersatunya Vietnam

Sejarah Runtuhnya Vietnam Selatan dan Bersatunya Vietnam

kamu menyadari nggak sih terkecuali Vietnam jadi cuma satu negara di Asia Tenggara yang berhasil lolos ke babak semifinal persaingan Sepakbola Asian Games 2018? Kalau kamu pecinta sepakbola pasti menyadari dong yaa. Nah, sehabis negaranya lolos ke babak semifinal, masyarakat Vietnam segera merayakannya dengan sangat gembira, tepat di hari Vietnam mengalahkan Suriah dengan skor 1-0.

Keberhasilan Vietnam bisa mencapai babak semifinal tentunya tidak terlepas dari stimulus perjuangan para pemain, perlindungan yang besar masyarakatnya, dan termasuk kepercayaan yang diberikan oleh pelatih serta pemerintah. Sebelum sampai seperti sekarang ini, Vietnam memiliki sejarah yang panjang lho. Kamu menyadari nggak terkecuali pernah itu Vietnam terpecah, terbagi jadi 2 bagian, yakni Vietnam Utara dan Vietnam Selatan? Kalau belum tahu, di artikel ini kami bahas yuk bagaimana Vietnam bisa bersatu dan seperti apa sih Vietnam Utara dan Vietnam Selatan itu.

Awal berdirinya Vietnam Selatan itu dikala Perancis berusahan mendirikan negara-negara boneka di kawasan Indocina di akhir Perang Dunia ke II. Dengan kehadiran Vietnam Selatan, otomatis membawa dampak Vietnam terpecah. Hal itu membawa dampak Ho Chi Minh sangat marah, karena ia mengidamkan Vietnam jadi negara yang merdeka dan utuh. Kemudian terjadilah perang Indocina I pada tahun 1946-1954, yakni antara Vietnam Utara yang dapat dukungan oleh Tiongkok dan Vietnam Selatan dapat dukungan oleh Perancis.

Vietnam Utara yang dipimpin oleh Ho Chi Minh mendapat pengakuan dari Rusia dan Tiongkok pada tanggal 31 Januari 1950. Kemudian Vietnam Selatan yang dipimpin oleh Bao Dai termasuk mendapat pengakuan dari Amerika Serikat dan Inggris pada 7 Februari 1950, namun di satu sisi sebagian besar rakyat tidak mau mengakuinya.

Lalu apa yang membawa dampak Vietnam Selatan runtuh? Dan bagaimana selanjutnya Vietnam bersatu?

Nah puncaknya adalah dikala lagi terjadinya perang Indocina II. Ho Chi Minh lagi jalankan serangan kepada Vietnam Selatan dengan perlindungan Uni Soviet. Kenapa Ho Chi Minh bersikeras mengidamkan menghancurkan Vietnam Selatan? Hal itu ia jalankan karena Vietnam Selatan dianggap sebagai penghalang persatuan Vietnam yang telah ia cita-citakan.

Dengan terdapatnya serangan itu, Amerika Serikat pun turut turun tangan mendukung Vietnam Selatan, karena mereka masih berkepentingan pada lokasi tersebut. AS yang berupaya mempertahankan lokasi Vietnam Selatan, konsisten memberi tambahan perlindungan pasukannya. Akibatnya, perang Indocina II yang besar pun tidak lagi bisa dihindari dan berlangsung pada tahun 1957-1975, cukup lama ya

Dengan banyaknya korban yang berjatuhan, selanjutnya kedua belah pihak menentukan untuk berunding dan jalankan gencatan senjata pada tahun 1970. Perundingan itu diikuti oleh Vietnam Utara, Vietnam Selatan, dan Amerika Serikat di Paris. Kemudian pada menyadari 1972, diumumkan oleh AS bahwa Indonesia, Kanada, Hongaria, dan Polandia jadi pengawas gencatan senjata di Vietnam.

Perundingan yang hampir mencapai kesepakatan itu ternyata dilanggar. Tiba-tiba saja Vietnam Utara menyerang Vietnam Selatan secara tiba-tiba. Amerika Serikat pun marah, sesudah itu Presiden Richard Nixon memerintahkan pasukannya untuk meranjau seluruh lantas lintas laut dan termasuk menghancurkan seluruh jalur komunikasi dan transportasi Vietnam Utara. Karena mendapat serangan tersebut, selanjutnya Vietnam Utara menyepakati gencatan senjatanya. Perjanjian itu disebut sebagai Persetujuan Paris, dan ditandatangani pada 27 Januari 1973.

Sebenarnya Perang Vietnam ini telah hampir berakhir lho pada bulan April 1975. Namun, pada 18 April 1975 Vietnam Utara lagi mengancam lokasi Vietnam Selatan, dan lokasi yang dituju adalah Saigon, ibu kota Vietnam Selatan. Masyarakat Vietnam Selatan pun panik dan merasa mengungsi ke lokasi AS manfaatkan lima kapal induk Armada yang dikirimkan AS.

Presiden Vietnam sempat berubah 2 kali, pertama yakni bergantinya Nguyen Van Thieu ke Tran Van Huong. Nguyen Van Thieu adalah presiden yang menandatangani Persetujuan Paris karena AS berjanji mengirim pesawat B-52 yang bakal mengebom Vietnam Utara terkecuali jalankan pelanggaran. Namun hal itu tidak dilaksanakan oleh AS, dan Vietnam Selatan kekurangan kemampuan militernya.

Saat perlindungan dari AS tidak datang, Vietnam Utara makin di atas angin. Kemudian pada 28 April 1975, Tran Van Houng digantikan oleh Duong Van Minh sebagai Presiden Vietnam Selatan. Namun, baru sehari memimpin, wilayahnya segera di serang oleh pasukan gerilya Vietnam Utara yakni Vietcong. Wilayah yang jadi tujuan serangan Vietcong adalah Saigon.

Pada selanjutnya pasukan Vietnam Selatan kalah akibat hujan tembakan artileri yang dilaksanakan oleh Vietcong. Akhirnya pasukan Vietnam Utara merasa mendiami posisi-posisi mutlak di Saigon dan mengibarkan bendera mereka di istana kepresidenan Vietnam Selatan pada 30 April 1975. Hal itu pertanda menyerahnya pemerintahan Vietnam Sealtan tanpa syarat kepada Vietcong, dan kejatuhan Saigon pun pertanda berakhirnya Perang Vietnam dengan kemenangan Vietnam Utara. Hal ini jadi periode awal transisi Vietnam jadi satu negara yang utuh.

sejarah berdiri sampai runtuhnya Vietnam Selatan. Kalau kamu perhatikan, sebetulnya peperangan yang berlangsung di Vietnam ini merupakan peperangan keperluan Blok Barat dan Blok Timur. Dari kedua lokasi Vietnam tersebut, keduanya berada di bawah bayang-bayang negara lain. Hingga selanjutnya Vietnam jadi negara yang utuh dan bersatu pada 1976. Nah terkecuali secara politik, ini jadi penanda kemenangan Blok Timur pada Blok Barat di Asia Tenggara, dan Vietnam jadi negara komunis.

Selengkapnya : https://www.gurukelas.co.id/

5 Tips Sukses Kerja Sambil Kuliah

5 Tips Sukses Kerja Sambil Kuliah

Rekan Kerja, tentu Anda sering mendengar ungkapan bahwa pendidikan adalah hal yang sangat penting. Hal itu tidak salah, gara-gara pendidikan sanggup menolong Anda untuk memperoleh pekerjaan yang baik.

Namun, tidak semua orang mempunyai nasib baik untuk sanggup mempunyai pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Beberapa orang harus bekerja terlebih dahulu untuk sanggup melanjutkan pendidikan atau kerja sambil kuliah.

Hal selanjutnya tentu tidak ringan gara-gara Anda harus mempersiapkan tenaga ekstra untuk sanggup membagi waktu antara kerja dan kuliah. Namun jangan menyerah, Rekan Kerja! Wujudkan mimpi Anda mempunyai pendidikan tinggi sambil bekerja bersama tips selanjutnya ini:

1. Pertimbangkan ambil kelas online

Pertimbangan pertama seseorang kerja sambil kuliah adalah waktu. Banyak orang mundur untuk ulang berkuliah gara-gara kuatir tidak sanggup membagi waktu antara kuliah dan bekerja.

Padahal jikalau Anda lebih jeli mencari, kini sebagian kampus sudah mempunyai program kuliah spesifik karyawan. Beberapa program tawarkan pilihan kuliah di malam hari, kuliah di akhir pekan, hingga kuliah daring/online.

2. Buat jadwal kegiatan setiap harinya

Setelah memutuskan untuk ulang kuliah sambil kerja, hal selanjutnya yang harus Anda melaksanakan adalah memicu jadwal. Melansir Thomsonreuters, menyusun jadwal yang tentu sanggup menolong Anda untuk membagi waktu antara bekerja bersama mengerjakan tugas kuliah. Hal ini terhitung dapat memicu Anda studi manajemen waktu dalam menentukan kapan harus menyelesaikan tugas kuliah tanpa mengganggu pekerjaan waktu ini.

3. Cari pemberian cost pendidikan

Kembali kuliah waktu sudah bekerja tentu mengharuskan Anda untuk membiayai sendiri semua cost pendidikan. Meskipun sebelumnya sudah menabung, tetapi ada baiknya Anda mencari mengetahui apakah pihak perusahaan sanggup menolong cost kuliah atau tidak.

Beberapa perusahaan biasanya mempunyai kebijakan sendiri untuk menolong mengimbuhkan cost pendidikan bagi karyawannya yang ulang kuliah. Jika perusahaan Anda mempunyai kebijakan itu, tidak ada salahnya memanfaatkan hal selanjutnya untuk menghemat cost kuliah.

4. Konfirmasi pihak perusahaan

Tidak sanggup dipungkiri, kerja sambil kuliah kadang waktu sanggup memicu Anda keteteran. Terlebih waktu era ujian tiba, kadang Anda dapat membutuhkan waktu ekstra untuk studi atau dituntut untuk berkunjung lebih awal ke kampus.

Agar pekerjaan Anda tidak terganggu, maka sebaiknya pastikan atasan dan pihak perusahaan mengetahui suasana Anda yang ulang berkuliah. Hal ini penting sehingga pihak perusahaan sanggup lebih mengetahui suasana jikalau suatu waktu perkuliahan menuntut waktu lebih.

Ingat, pemberian dari atasan dan kolega Anda di kantor sangat penting. Karena itu bersikaplah jujur dan terbuka terhadap suasana Anda waktu ini yang ulang kuliah sambil bekerja. Anda terhitung sanggup menegaskan atasan di kantor bahwa pengetahuan yang didapatkan di kampus mempunyai kegunaan untuk menolong pekerjaan Anda.

5. Gunakan pekerjaan kantor sebagai tugas

Tips lain yang sanggup Anda melaksanakan sehingga kerja sambil kuliah sanggup berlangsung lancar adalah menghubungkan antara pekerjaan kantor bersama tugas. Seringkali tugas kuliah mengharuskan Anda untuk memicu laporan pemikiran berdasarkan kegiatan perusahaan yang sudah ada.

Anda sanggup memanfaatkan hal selanjutnya untuk menjadikan proyek di kantor sebagai bahan tugas. Selain menyelesaikan tugas kuliah, Anda terhitung sanggup mengimbuhkan masukan yang sanggup disampaikan terhadap atasan di kantor.

Itu tadi 5 tips berhasil kerja sambil kuliah yang sanggup Rekan Kerja coba terapkan. Ingat, tidak dulu ada kata terlambat untuk studi samasekali Anda sudah bekerja sekarang. Tetap semangat, buat obyek pasti, dan studi manajemen waktu sehingga kehidupan kerja dan kuliah Anda sanggup berlangsung seimbang.

Baca Juga :

Perusahaan Apple Akui Ada Cacat Pada iPhone X dan MacBook

Apple Akui Ada Cacat Pada iPhone X dan MacBook – Apple mengakui ada sebanyak masalah pada beberapa iPhone X dan MacBook Pro 13 inci buatannya. Atas masalah tersebut, Apple menjanjikan akan menyerahkan perbaikan secara cuma-cuma kepada pemakai yang terdampak.

Dilaporkan Reuters, secara mendetail Apple menyatakan permasalahan pada layar sentuh iPhone X yang merasakan kegagalan komponen.

Apple meyakinkan masalah itu meimpan iPhone X generasi kesatu yang diluncurkan pada tahun 2017. Layar ponsel yang bermasalah diadukan tidak dapat merespons sentuhan atau bahkan dapat berekasi walau tidak disentuh pemakai.

Perusahaan yang berbasis di Cupertino ini menegaskan masalah hanya didatangi pada iPhone X, sedangkan generasi penerusnya yaitu iPhone XS, XS Max, dan XR dinamakan tidak merasakan masalah serupa.

Sementara guna MacBook Pro 13 inci, Apple menuliskan masalah menyebabkan pemakai kehilangan data dan kegagalan drive storage. Apple menuliskan unit yang terdampak bisa jadi tidak banyak, yaitu varian penyimpanan 128 GB dan 256 GB yang dipasarkan antara Juni 2017 sampai Juni 2018.

Belakangan, Apple merasakan sejumlah isu pada produk besutannya yan telah dipasarkan. Tahun lalu, Apple menginisiasi program penggantian baterai secara besar-besaran setelah sebanyak iPhone mengalami tantangan perlambatan kinerja.

Sedangkan pada Juni lalu, perusahaan pun menawarkan penggantian cuma-cuma untuk kibor pada sejumlah model MacBook dan MacBook Pro.

Sejumlah pemakai lewat media sosial sebelumnya mengeluhkan adanya masalah pada kibor yang dirasa terlampau berisik dan tidak bisa bermanfaat dengan benar ketika dipakai untuk mengetik. Atas masalah ini, Apple lantas mengumumkan penggantian cuma-cuma pada pemakai MacBook dan MacBook Pro yang terdampak.

Sumber : https://www.bahasainggris.co.id/

Perusahaan Apple Batalkan Tambahan Pesanan iPhone XR

Apple Batalkan Tambahan Pesanan iPhone XR – Apple mengurungkan tambahan pesanan buatan iPhone XR. Dilansir dari Reuters, Apple sudah mengatakan untuk Foxconn dan Pegatron sebagai perakit smartphone bahwa mereka bakal menghentikan rencana jalur buatan tambahan guna iPhone XR.

Kabar ini kesatu kali dikabarkan oleh Nikkei. Tak lama sesudah kabar tersebut, saham Apple langsung anjlok 4 persen. Pasalnya, hadir kekhawatiran iPhone termurah dari tiga tipe ini merasakan pelemahan pesanan sesudah meluncur ke pasaran.

Nikkei juga sempat mengabarkan Apple pun meminta perakit iPhone yang lebih kecil yaitu Wistron guna bersiap-siap guna pesanan mendadak. Tetapi perusahaan tersebut tidak bakal menerima pesanan guna iPhone XR musim ini.

“Untuk Foxconn, kesatu kali disiapkan nyaris 60 lini perakitan guna model XR Apple, namun baru-baru ini melulu menggunakan selama 45 lini produksi sebab pelanggan utamanya menuliskan tidak butuh memproduksi yang tidak sedikit sekarang,” kata Nikkei mengutip satu sumber.

Apple dirasakan sebagai pelanggan terbesar guna Foxconn, yang secara sah dikenal sebagai Hon Hai Precision Industry Co.

Pada 2016, Apple mengenalkan iPhone yang lebih murah yang dinamakan SE, dengan harga mula US$399 (Rp5,9 juta) namun gagal memikat lebih tidak sedikit pelanggan untuk melakukan pembelian produk itu.

Sumber : https://www.sekolahan.co.id/

Definisi dan karakteristik Organisasi (Tinjauan Teoritis)

Definisi dan karakteristik Organisasi (Tinjauan Teoritis)

karakteristik Organisasi

 

Definisi Organisasi
Dalam buku Abdul Azis Wahab (2008:2-3) beberapa pendapat mengenai definisi organisasi adalah sebagai berikut:
  1. Hicks dan gullet, 1976:22 mengemukakan definisi berdasarkan lima fakta yang umum terdapat pada setiap organisasi adalah sebagai berikut: 1) Organisasi selalu berikan orang-orang; 2) Orang-orang tersebut saling terlibat dan melalui cara-cara  tertentu  mereka itu saling berinteraksi; 3) Interaksi-interaksi tersebut selalu dilakukan secara teratur atau ditentukan oleh sejenis struktur; 4) Semua orang dalam organisasi  mempunyai tujuan –tujuan pribadi dan beberapa diantaranya itulah mendasari tindakan-tindakan mereka. Setiap orang mengharapkan bahwa partisipasi mereka dalam organisasi akan membantu mencapai tujuan tujuan-tujuan individu; 5) Interaksi-interaksi tersebut dapat juga membantu mencapai tujuan-tujuan yang memiliki keterkaitan yang mungkin berbeda tetapi berhubungan dengan tujuan-tujuan pribadi.
  2. Chester I Bernard mengemukakan organisasi adalah suatu sistem kerja sama (Cooperative activies) antara dua orang atau lebih.
  3. Gibson (2005:5) berpendapat mengenai organisasi bahwa: Organisasi  adalah unit yang dikoordinasikan  dan berisi paling  tidak dua orang atau lebih yang fungsinya adalah untuk mencapai tujuan bersama atau seperangkat tujuan bersama.
  4. Moorehead dan Griffin (1989:392) mengatakan bahwa : Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan.
  5. Robinns (1998:4) menjelaskan bahwa organisasi merupakan kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar yang berfungsi secara relative terus menerus untuk mencapai tujuan bersama atau seperangkat tujuan.

Ada beberapa pendapat lain mengenai organisasi diantaranya adalah:
  1. Menurut Ernest Dale : Organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu  struktur atau pola hubunngan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.
  2. Menurut Cyril Soffer: Organisasi adalah perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi peran tertentu dalam suatu system kerja dan pembagian dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas, dibagikan kemudian digabung lagi dalam beberapa bentuk hasil.
  3. Menurut Kast & Rosenzweig: Organisasi adalah sub system teknik, sub system structural, sub system pshikososial dan sub system manajerial dari lingkungan yang lebih luas dimana ada kumpulan orang-orang berorenteasi pada tujuan.
  4. Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
  5. James D Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  6. Chester I Bernand berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  7. Stephan P Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Dari berbabagai pendapat di atas penulis dapat disimpulkan bahwa: Organisasi adalah sebuah wadah kesatuan sosial yang secara sadar dibentuk oleh sekelompok manusia yang didalamnya saling bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Karakteristik  Organisasi
Abdul Azis Wahab (2008:4) menjelaskan beberapa karakteristik dari organisasi diantaranya adalah 1) Sebuah entitas sosial; 2) Bertujuan atau diarahkan oleh tujuan (goal directed) 3) Memiliki sistem kegiatan terstruktur yang disengaja dan; 4) dengan batas-batas yang jelas. Sedangkan menurut Gerlof (1998:6) karakteristik dari sebuah organiasi yaitu : 1) Tujuan; 2) Orang; 3) Rencana.
Sedangkan beberapa pendapat lain mengenai karakteristik organisasi adalah:
  1. Lembaga social yang terdiri atas kumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan.
  2. Dikembangkan untuk mencapai tujuan
  3. Secara sadar dikoordinasi dan dengan sengaja disusun
  4. Instrumen social yang mempunyai batasan yang secara relatif dapat diidentifikasi.

Asal muasal organisasi

Secara sosial filosofis; Organisasi ada karena diadakan oleh manusia (individu dan kelompok). Dan mengapa diadakan dikarenakan
  1. Sifat dan kodrat manusia sebagai mahluk sosial
  2. Karena banyak hal (tujuan) yang hanya dapat dilakukan secara bersama-sama melalui sebuah wadah atau organisasi.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.
(Organisasi tidak aka ada jika tidak ada manusia dan keinginan)
Abdul Azis Wahab (2008) Anatomi Organisasi dan Kepemimpinan Pendidikan. Bandung: Alfabeta,
Boone, Louis E and Bowen Donal D. (19980) The Great Writing In Management and Organizational Behavior, Tulsa: PennWell Books.
D.K Hart dan W.G Scoott. 1972. Academy of Management Journal.
Horton, Paul B. dan Chester L. Hunt. (1984). Sociology. Edisi keenam. International Student Edition. Tokyo: Mc.Graw-Hill Book Company Inc.Hlm. 89
Keith Davis, Human Relations at Work, (New York, San Francisco, Toronto, London: 1962).Hlm.15-19
Leonard I. Pearlin and Melvin I. 1966. American Sociological Review.
Ostroff, 2004. The Horizontal Organization. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

 

CONTOH ALTERNATIF LANGKAH PEMBELAJARAN KARAKTER

CONTOH ALTERNATIF LANGKAH PEMBELAJARAN KARAKTER

PEMBELAJARAN KARAKTER
PEMBELAJARAN KARAKTER

PENDAHULUAN
Berdasarkan Standar Proses, pada kegiatan pendahuluan, guru:
a. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses
pembelajaran;
b. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan
sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
c. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;
dan
d. menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai
silabus.

Contoh alternatif :
a. Guru datang tepat waktu (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin)
b. Guru mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika memasuki ruang
kelas (contoh nilai yang ditanamkan: santun, peduli)
c. Berdoa sebelum membuka pelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: religius)
d. Mengecek kehadiran siswa (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin, rajin)
e. Mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainnya
(contoh nilai yang ditanamkan: religius, peduli)
f. Memastikan bahwa setiap siswa datang tepat waktu (contoh nilai yang
ditanamkan: disiplin)
g. Menegur siswa yang terlambat dengan sopan (contoh nilai yang ditanamkan:
disiplin, santun, peduli)
h. Mengaitkan materi/kompetensi yang akan dipelajari dengan karakter
i. Dengan merujuk pada silabus, RPP, dan bahan ajar, menyampaikan butir
karakter yang hendak dikembangkan selain yang terkait dengan SK/KD
2. KEGIATAN INTI
Sesuai permen 41 tahun 2007 Pembelajatan melalui 3 tahapan yakni :
a. Eksplorasi (peserta didik difasilitasi untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan
dan mengembangkan sikap melalui kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa)
1) Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang
topik/tema materi yang dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi
guru dan belajar dari aneka sumber (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, berfikir
logis, kreatif, kerjasama)
2) Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan
sumber belajar lain (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, kerja keras)
3) Memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik


dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya (contoh nilai yang ditanamkan:
kerjasama, saling menghargai, peduli lingkungan)
4) Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
(contoh nilai yang ditanamkan: rasa percaya diri, mandiri)
5) Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau
lapangan (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, kerjasama, kerja keras)
b. Elaborasi (peserta didik diberi peluang untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan
serta sikap lebih lanjut melalui sumber-sumber dan kegiatan-kegiatan pembelajaran
lainnya sehingga pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik lebih luas dan
dalam.)
1) Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugastugas
tertentu yang bermakna (contoh nilai yang ditanamkan: cinta ilmu, kreatif,
logis)
2) Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis (contoh nilai yang
ditanamkan: kreatif, percaya diri, kritis, saling menghargai, santun)
3) Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah,
dan bertindak tanpa rasa takut (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, percaya diri,
kritis)
4) Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif
(contoh nilai yang ditanamkan: kerjasama, saling menghargai, tanggung jawab)
5) Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan
prestasi belajar (contoh nilai yang ditanamkan: jujur, disiplin, kerja keras,
menghargai)
6) Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
maupun tertulis, secara individual maupun kelompok (contoh nilai yang ditanamkan:
jujur, bertanggung jawab, percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)


7) Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun
kelompok (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, saling menghargai, mandiri,
kerjasama)
8) Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta
produk yang dihasilkan (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, saling
menghargai, mandiri, kerjasama)
9) Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan
kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik (contoh nilai yang ditanamkan:
percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)
c. Konfirmasi (peserta didik memperoleh umpan balik atas kebenaran, kelayakan, atau
keberterimaan dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh oleh siswa)


1) Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan,
isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik (contoh nilai yang
ditanamkan: saling menghargai, percaya diri, santun, kritis, logis)
2) Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik
melalui berbagai sumber (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, logis, kritis)
3) Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman
belajar yang telah dilakukan (contoh nilai yang ditanamkan: memahami kelebihan
dan kekurangan)
4) Memfasilitasi peserta didik untuk lebih jauh/dalam/luas memperoleh
pengetahuan, keterampilan, dan sikap, antara lain dengan guru:
a) berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan
peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang
baku dan benar (contoh nilai yang ditanamkan: peduli, santun);
b) membantu menyelesaikan masalah (contoh nilai yang ditanamkan: peduli);
c) memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil
eksplorasi (contoh nilai yang ditanamkan: kritis);


d) memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh (contoh nilai yang
ditanamkan: cinta ilmu); dan
e) memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum
berpartisipasi aktif (contoh nilai yang ditanamkan: peduli, percaya diri).
2. Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
a. bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan
pelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, kerjasama, kritis, logis);
b.melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan
secara konsisten dan terprogram (contoh nilai yang ditanamkan: jujur, mengetahui
kelebihan dan kekurangan);
c. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran (contoh nilai yang
ditanamkan: saling menghargai, percaya diri, santun, kritis, logis);
d.merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program
pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual
maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; dan
e.menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar internalisasi nilai-nilai terjadi dengan
lebih intensif selama tahap penutup.


a. Selain simpulan yang terkait dengan aspek pengetahuan, agar peserta didik
difasilitasi membuat pelajaran moral yang berharga yang dipetik dari
pengetahuan/keterampilan dan/atau proses pembelajaran yang telah dilaluinya
untuk memperoleh pengetahuan dan/atau keterampilan pada pelajaran tersebut.

b. Penilaian tidak hanya mengukur pencapaian siswa dalam pengetahuan dan
keterampilan, tetapi juga pada perkembangan karakter mereka.
c. Umpan balik baik yang terkait dengan produk maupun proses, harus menyangkut
baik kompetensi maupun karakter, dan dimulai dengan aspek-aspek positif yang
ditunjukkan oleh siswa.
d. Karya-karya siswa dipajang untuk mengembangkan sikap saling menghargai
karya orang lain dan rasa percaya diri.
e. Kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan,
layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun
kelompok diberikan dalam rangka tidak hanya terkait dengan pengembangan
kemampuan intelektual, tetapi juga kepribadian.

f. Berdoa pada akhir pelajaran.


Sumber : Ngelag.Com

ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME

ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME

ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME
ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME

BAB I

RINGKASAN MATERI

Essensialisme suatu filsafat pendidikan konservatif yang pada mulanya dirumuskan sebagai suatu kritik terhadap trend-trend progreif di sekolah-sekolah. Essensialisme, berpendapat bahwa kultur kita telah memiliki suatu inti pengetahuan umum yang harus diberikan di sekolah-sekolah dalam suatu cara yang sistematik dan berdisiplin. Essensialisme menekankan pada apa yang mendukung pengetahuan dan keterampilan yang diyakini penting yang harus diketahui oleh para anggota masyarakat yang produktif.

Essensialisme, sepertihalnya perenialisme dan progresivisme bukan merupakan suatu aliran filsafat tersendiri, yang mendirikan suatu bangunan filsafat, malainkan suatu gerakan dalam pendidikan yang memprotes terhadap pendidikan progresivisme. Essensialisme mengadakan protes tersebut tidak menolak atau menentang secara keseluruhan pandangan progresivisme seperti halnya yang dilakukan perenislisme.

Dua aliran filsafat –idealisme dan realisme – yang membentuk corak essensialisme sebagai pendukung essensialisme, akan tetapi tidak lebur menjadi satu dan tidak melepaskan sifatnya yang utama pada dirinya masing-masing.

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. ONTOLOGI

Sifat yang menonjol dari ontologi esensialisme adalah suatu konsepsi bahwa dunia ini dikuasai oleh tata yang tiada cela, yang mengatur dunia beserta isinya dengan tiada cela pula. Ini berarti bahwa bagaimanapun bentuk, sifat, kehendak dan cita-cita manusia haruslah disesuaikan dengan tata cara tersebut.

Tujuan umum aliran esensialisme adalah membentuk kebahagiaan dunia dan akherat. Isi pengetahuannya mencakup, kesenian dan segala hal yang mampu menggerakkan kehendak manusia. Dan dalam perkembangannya, kurikulum esensialisme menerapkan berbagai pola idealisme, realisme dan sebagainya.

Uraian mengenai penjabaran menurut realisme dan esensialisme ialah:

  1. Realisme mendukung essensialisme yang disebut realisme objektif karena memiliki pandangan yang sitematis mengenai alam serta tempat manusia didalamnya.
  2. Idealisme objektif mempunyai pandangan kosmis yang lebih optimis dibandingkan dengan realisme objektif. Maksudnya adalah bahwa pandangan-pandangannya bersifat menyeluruh yang boleh dikatakan meliputi segala sesuatu. Dengan landasan pikiran bahwa totalitas dalam alam semesta ini pada hakekatnya adalah jiwa atau spirit, idealisme menetapkan suatu pendirian bahwa segala sesuatu yang ada ini adalah nyata.

Ciri lain mengenai penafsiran idealisme tentang sistem dunia tersimpul dalam pengertian-pengertian makrokosmos dan mikrokosmos. Makrokosmos menunjukkan kepada keseluruhan alam semesta dalam arti susunan dan kesatuan kosmis. Mikrokosmos menunjukkan kepada fakta tunggal pada tingkat manusia. Manusia sebagai individu, jasmani dan rohani adalah mahkluk yang semua tata cara kesatuannya merupakan bagian yang tiada terpisahkan dari alam semesta. Pengertian tentang makrokosmos dan mikrokosmios ini merupakan dasar pengertian mengenai hubungan antara Tuhan dan manusia.

  1. EPISTIMOLOGI

Pada kacamata realisme masalah pengetahuan ini, manusia adalah sasaran pandangan dengan penelaan bahwa manusia perlu dipandang sebagai mahluk yang padanya berlaku hukum-hukum yang mekanistik evolusionistis. Sedangkan menurut idealisme, pandangan mengenai pengetahuan ini bersendikan pada pengertian bahwa manusia adalah mahluk yang adanya merupakan refleksi dari Tuhan dan yang timbul dari hubungan antara makrokosmos dan mikrokosmos.
1. Kontraversi Jasmaniah Rohaniah

  1. Pendekatan Idealisme pada Pengetahuan
  2. Kita hanya mengerti rohani kita sendiri, tetapi pengertian ini memberi kesadaran untuk mengerti realita yang lain.
  3. Menurut T. H Green, approach personalisme itu hanya melalui introspeksi. Padahal manusia tidak mungkin mengetahui sesuatu hanya dengan kesadaran jiwa tanpa adanya pengamatan. Oleh sebab itu pengalaman mental pasti melalui refleksi antara macam-macam pengalaman.
  4. Dalam filsafat religious yang modern, ada teori yang mengatakan bahwa apa yang dimengerti tentang sesuatu ialah karena resonansi dengan Tuhan.
  5. Pendekatan Realisme pada Pengetahuan, Ada beberapa pendekatan realisme pada pengetahuan, yakni;
  6. Menurut Teori Asosiasinisme

Pikiran atau ide-ide (teori ini dipengaruhi oleh filsafat empirisme John Locke) serta isi jiwa terbentuk dari asosiasi unsur-unsur yang berupa kesan-kesan yang berasal dari pengamatan. Kesan-kesan tersebut juga disebut tanggapan yang dapat diumpamakan sebagai atom-atom dari jiwa.

  1. Menurut Teori Behaviorisme

Behaviorisme beranggapan bahwa tingkah laku sebagai istilah dasar yang menunjuk pada hidup mental, sebab manusia sebagai suatu organisme adalah totalitas mekanisme biologis. Dengan demikian untuk mengetahui atau memahami sikap hidup mental seseorang maka kita harus memahami organisme.

  1. Menurut Teori Koneksionisme

Koneksionisme mempunyai konsep-konsep yang bersifat meningkatkan pandangan dari behaviorisme, karena dikatakan bahwa manusia dalam hidupnya selalu membentuk tata jawaban (pattern of respons) dengan jalan memperkuat atau memperlemah hubungan antara (conecctions between) stimulus dan respons. Sehingga terjadi gabungan-gabungan hubungan stimulus dan respon yang akhirnya menunjukkan kualitas tinggi-rendah atau kuat-lemah.

  1. Tipe Epistemologi Realisme

Ada dua tipe epistemologi realisme, yaitu;

  1. Neorealisme

Neorealisme secara psikologis lebih erat dengan behaviorisme. Baginya pengetahuan diterima ditangkap langsung oleh pikiran dunia realita. Oleh karena itu neorasionslisme menafsirkan badan sebagai respon khusus yang berasal dari luar dengan sedikit atau tanpa adanya proses intelek.

  1. Critical Realisme

Aliran ini menyatakan bahwa media antara intelek dengan realitas adalah seberkas penginderaan dan pengamatan.

  1. AXIOLOGI

Pandangan Aksiologi sangat dipegaruhi oleh ontologi dan epistemologi. Terhadap aliran ini nilai-nilai tergantung pada pandangan idealisme dan realisme sebab sebagaimana yang telah kita ketahui di atas bahwa esensialisme terbertuk dari kedua aliran tersebut.

  1. Teori Nilai Menurut Idealisme

Menurut idealisme bahwa sikap, tingkah laku dan ekspresi perasaan juga mempunyai hubungan dengan kualitas baik dan buruk. Penganut idealisme berpegang bahwa hukum-hukum etika adalah hukum kosmos, karena itu seseorang dikatakan baik jika banyak interaktif berada didalam dan melaksanakan hukum-hukum itu.

  1. Teori Nilai Menurut Realisme

Menurut realisme, kualitas nilai tidak dapat ditentukan secara konseptual, melainkan tergantung dari apa atau bagaimana keadaannya bisa dihayatioleh subjek tertentu dan selanjutnya akan tergantung pula dari sikap subjek tersebut. Teori lain yang muncul dari realisme disebut determinismetis. Dikatakan bahwa semua yang ada dalam alam ini, termasuk manusia, mempunyai hubungan hingga merupakan rantai sebab akibat.

Pandangan mengenai pendidikan yang diutarakan disini bersifat umum, simplikatif dan selektif dengan maksud agar semata-mata dapat memberikan gambaran mengenai bagian-bagian utama dari esensialisme. Di samping itu karena tidak setiap filsuf midealis atau realis mempunyai paham esensialistis yang sistematis, maka uraian ini bersifat eklektis.

Essensialisme timbul karena adanya tantangan mengenai perlunya usaha emansipasi diri sendiri. usaha ini diisi dengan pandangan-pandangan yang bersifat menanggapi hidup yang mengarah pada kedunian, ilmiah dan teknologi. Oleh karena terasaskan adanya saingan dari progresivisme, maka pada sekitar tahun 1930 timbul organisasi yang bernama Essentialist Committee for the Advancement of Education. Dengan timbulnya komite ini pandangan-pandangan esensialisme mulai diketengahkan dalam dunia pendidikan.

Dalam idealisme yang dititikberatkan ada pada aku. Sehingga bila seseorang itu belajar pada taraf permulaan adalah memahami akunya sendiri, terus bergerak keluar untuk memahami dunia objektif. Dari mikrokosmos menuju makrokosmos. Hal ini berlandaskan pada pandangan Imanuel Khant (1724-1804), yang mengatakan bahwa, segala pengetahuan yang dicapai oleh manusia melalui indera memerlukan unsur apriori, yang tidak didahului oleh pengalaman lebih dahulu. Dengan mengambil landasan pikir tesebut belajar dapat didefinisikan sebagai jiwa yang berkembang pada sendirinya sebagai substansi spritual. Jiwa membina dan menciptakan diri sendiri.

Pandangan realisme mengenai belajar, tercermin antara lain pada pandangan ahli-ahli psikologi, seperti; Edward L, Thorndike pendukung aliran koneksionisme.

Dengan demikian pandangan-pandangan realisme mengenai pendidikan mencerminkan dua jenis determinasi mutlak dan determinasi terbatas;

  1. Determinisme Mutlak, menunjukkan bahwa belajar adalah mengenal hal-hal yang tidak dapat dihalang-halangi adanya, jadi harus ada yang bersama-sama membentuk dunia ini.
  2. Determinisme Terbatas, memberikan gambaran kurangnya sifat pasif mengenai belajar. Bahwa meskipun pengenalan terhadap hal-hal yang kuantitatif didunia ini tidak berarti dimungkinkan adanya penguasaan terhadap mereka, namun kemampuan akan pengawasan diperlukan.

BAB III

KESIMPULAN

Essensialisme suatu filsafat pendidikan konservatif yang pada mulanya dirumuskan sebagai suatu kritik terhadap trend-trend progreif di sekolah-sekolah. Essensialisme, berpendapat bahwa kultur kita telah memiliki suatu inti pengetahuan umum yang harus diberikan di sekolah-sekolah dalam suatu cara yang sistematik dan berdisiplin. Essensialisme menekankan pada apa yang mendukung pengetahuan dan keterampilan yang diyakini penting yang harus diketahui oleh para anggota masyarakat yang produktif. Tujuan umum aliran esensialisme adalah membentuk kebahagiaan dunia dan akherat. Isi pengetahuannya mencakup, kesenian dan segala hal yang mampu menggerakkan kehendak manusia. Dan dalam perkembangannya, kurikulum esensialisme menerapkan berbagai pola idealisme, realisme dan sebagainya.

Pada kacamata realisme masalah pengetahuan ini, manusia adalah sasaran pandangan dengan penelaan bahwa manusia perlu dipandang sebagai mahluk yang padanya berlaku hukum-hukum yang mekanistik evolusionistis. Sedangkan menurut idealisme, pandangan mengenai pengetahuan ini bersendikan pada pengertian bahwa manusia adalah mahluk yang adanya merupakan refleksi dari Tuhan dan yang timbul dari hubungan antara makrokosmos dan mikrokosmos. Pandangan Aksiologi sangat dipegaruhi oleh ontologi dan epistemologi. Terhadap aliran ini nilai-nilai tergantung pada pandangan idealisme dan realisme sebab sebagaimana yang telah kita ketahui di atas bahwa esensialisme terbertuk dari kedua aliran tersebut.

DAFTAR BACAAN

Bakry, Hasbullah, Sitematik Filsafat (Widjaya, Yogyakarta, 1970).

Idris, H. Sahara dan Jamal, H Lisman, Pengantar Pendidikan (Grasindo, 1992)
Sumitro, Dkk, Pengantar Ilmu Pendidikan, IKIP Yogyakarta
Murtiningsih, Siti, Pendidikan Alat Perlawanan, Resist Book, 2004
Sadullah, Uyah. Drs, Pengantar Filsafat Pendidikan (Alfabet, Yogyakarta 2004)

Referensi : gurupendidikan.co.id