Perempuan, Pendidikan, dan Pernikahan (Dini)

Perempuan, Pendidikan, dan Pernikahan (Dini)

Perempuan, Pendidikan, dan Pernikahan (Dini)
Perempuan, Pendidikan, dan Pernikahan (Dini)

Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak wanita, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak wanita itu menjadi saingan laki-laki dalam hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya yang diserahkan alam (sunatullah) sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.”

Demikianlah salah satu kutipan surat Kartini yang ditulis pada 4 Oktober 1901. Berawal dari dunia pendidikan yang menjadi fokus Kartini, kini aspek ekonomi dan politik berhasil ditapaki oleh kaum hawa dengan leluasa. Semakin terbukanya kesempatan bersekolah yang diikuti dengan penurunan angka buta huruf, mengantarkan perempuan Indonesia menuju pintu gerbang kebebasan. Namun, di sisi lain masih ada praktik pernikahan usia anak yang umumnya terjadi pada perempuan.

Lantas, sudah berhasilkah perjuangan Kartini?

Raden Ajeng Kartini, pelopor emansipasi wanita, mengenalkan perempuan Indonesia ke dunia tanpa batas: baca dan tulis. Meskipun persentase perempuan usia 10 tahun ke atas yang buta aksara masih dua kali lipat dari laki-laki, angka tersebut semakin menurun setiap tahunnya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan keberhasilan upaya pemerintah mengentaskan tuna aksara perempuan. Pada 1961, sedikitnya 70 dari 100 perempuan usia 10 tahun ke atas tidak bisa baca tulis. Angka tersebut menciut menjadi 6 per 100 perempuan pada 2017.

Perempuan Kini

Perempuan dengan percaya diri kini melangkah ke dunia kerja. Berbekal pendidikan yang dimiliki, hampir semua pekerjaan dapat menerima peran perempuan. Besaran upah tidak lagi dilihat dari jenis kelamin yang mengerjakan, tetapi seberapa besar kinerjanya. Tolak ukur kinerja ini umumnya didasarkan pada tingkat pendidikan yang bersangkutan. Ketimpangan upah/gaji antartingkat pendidikan lebih nyata terlihat dibandingkan dengan perbedaan upah antarjenis kelamin.

Perbandingan rata-rata upah pekerja yang tidak pernah sekolah dengan upah pekerja lulusan S1/lebih tinggi adalah 1:5. Sedangkan tanpa melihat tingkat pendidikan, perbandingan rata-rata upah pekerja perempuan dan pekerja laki-laki adalah 4:5 (BPS, Indikator Kesejahteraan Rakyat 2017).

Dalam ranah politik, pada 1955 perempuan menempati 6% kursi legislatif. Meskipun dari segi persentase masih jauh di bawah laki-laki, kesempatan perempuan untuk duduk di kursi DPR kian meningkat. Data terakhir Komisi Pemilihan Umum menunjukkan sekitar 17% anggota DPR periode 2014-2019 adalah perempuan (BPS, Statistik Indonesia 2017). Tidak diragukan lagi bahwa partisipasi perempuan sudah menyentuh hampir semua ranah meski data masih mengunggulkan laki-laki.

Pernikahan Dini

Dewasa ini, isu pernikahan dini kembali menyeruak lantaran adanya

pernikahan dua bocah SMP di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Lemahnya payung hukum diyakini memuluskan praktik penikahan usia anak. Batasan usia minimal calon pengantin yang dimuat dalam UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dirasa perlu ditinjau ulang. Akan tetapi, DPR bergeming dan tetap menilai batas minimal usia pernikahan di UU Perkawinan sudah tepat.

Pernikahan usia anak juga disinggung dalam forum global, antara lain agenda pembangunan berkelanjutan pasca MDGs atau Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satu fokus SDGs adalah terwujudnya kesetaraan gender yang menekankan pada terpenuhinya hak-hak perempuan dan mengakhiri segala bentuk diskriminasi, kekerasan, dan semua praktik berbahaya seperti pernikahan dini yang kerap terjadi pada perempuan. Masih maraknya pernikahan usia anak mencerminkan belum terwujudnya kesetaraan gender.

Pernikahan dini menutup kesempatan anak perempuan meraih pendidikan.

Sebagaimana disampaikan dalam suratnya, Kartini menyadari bahwa fitrahnya seorang perempuan adalah di rumah: melayani suami, mengurus rumah tangga, dan membesarkan anak. Fitrah itulah yang dijadikan kedok untuk memingit kaum hawa. Padahal, jika perempuan dibekali pendidikan sebelum menjalani fitrahnya maka pengaruhnya akan terbawa sampai ke anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa ini.

Kartini mungkin belum berhasil mewujudkan kesetaraan gender versi SDGs, tapi

beliau sudah berhasil mengembalikan hak-hak perempuan yang sebelumnya dirampas. Kesetaraan gender yang ingin dicapai dalam target global mungkin masih perlu dikejar oleh pemerintah Indonesia. Namun kini pemerintah tak perlu berlari karena Kartini sudah menjadikannya selangkah lebih dekat.

Rini Sulistyowati Statistisi di Badan Pusat Statistik

 

Baca Juga :

Rasio Penduduk Usia Produktif Tangsel Capai 64%, Begini Cara Kelolanya

Rasio Penduduk Usia Produktif Tangsel Capai 64%, Begini Cara Kelolanya

Rasio Penduduk Usia Produktif Tangsel Capai 64%, Begini Cara Kelolanya
Rasio Penduduk Usia Produktif Tangsel Capai 64%, Begini Cara Kelolanya

Dari seluruh provinsi di Indonesia, ada 10 kota dan kabupatan, yang masuk kategori ‘Kota Layak Pemuda’. Kategori ini disematkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. Salah satu kota yang mendapat predikat ‘Kota Layak Pemuda’ adalah Tangerang Selatan (Tangsel).

Kota ini terus berbenah dan berlomba terus menjadi kota terbaik layak pemuda. Ketua Komisi II DPRD Kota Tangsel Periode 2018-2019 Bidang Kesejahteraan Rakyat, Ahmad Syawqi, mengatakan, pihaknya terus concern kepada generasi muda dan menjauhkan dari hal-hal negatif.

Ia memaparkan beberapa poin. Pertama, harus ada keberpihakan pemerintah terhadap pembangunan manusia. Ia menyebut, pembangunan manusia secara nasional atau dunia, diperkirakan akan mendapatkan bonus demografi tahun 2030.

“Di Provinsi Banten, khususnya Tangsel, dari usia produktif anak-anak muda, paling tinggi presentase BPS pusat tahun 2016, mencapai 64% dari total populasi 1 juta lebih di Tangsel. Maka itu, harus ada keberpihakan pemerintah dan ada regulasi. Dari regulasi itu, bagaimana membangun SDM agar anak-anak mudanya lebih terarah. Kadang kita sering dengar sustainable purpose, sementara dalam penerapannya masih dirasa kurang di sana-sini,” kata dia dalam keterangan tertulis Minggu (19/8/2018).

Baca juga: Ini 10 Kabupaten dan Kota Layak Pemuda

Syawqi, menegaskan, pemerintah harus memiliki regulasi hukum yang jelas. Bagaimana membangun dan mengarahkan generasi anak muda kedepan. Salah satunya untuk kategori usia 16-30 tahun sesuai undang-undang, sudah masuk usia produktif.

Regulasi hukum ini, kata Syawqi, adalah terjemahan dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2013 tentang Kepemudaan.

“Kalau di Tangsel, kami punya Perda (Peraturan Daerah) tentang penyelenggaraan kepemudaan. Salah satu parameter utama, ada enggak keberpihakan Pemkot terhadap anak muda. Karena didalamnya mengatur, salah satunya, menjauhkan dari hal-hal negatif,” jelas dia.

Kedua, mendorong kewirausahawan pemuda. Setelah regulasi, lanjutnya, anak-anak muda didorong, apakah ingin punya usaha, bentuk kepeloporan, kepemimpinan, dimana hal itu masuk program pemkot dan kabupaten.

Syawqi, mengakui, persoalan regulasi harus didorong dari sisi legislatif.

Sebelumnya, pihaknya sudah menginisiasi para anggota dari KNPI Tangsel. Di pertemuan bersama KNPI tersebut, ia ingin Tangsel harus dapat mendorong anak mudanya dan sinergi dengan Pemkot.

“Banyak yang mau menjadi entrepreneur tapi kesulitan bantuan modal.

Kedepan, kami nggak terlalu banyak mendorong dengan memberi ikan tapi kail. Paling tidak ada stimulan. Bukan bantuan terus-menerus tapi mereka didorong sebagai usahawan,” imbuhnya

 

Sumber :

https://cs.byu.edu/job-posting/school-fundraisers-tips-raising-funds-your-school

Darmin Sebut 20 Tahun Pendidikan RI Nggak Nyambung dengan Industri

Darmin Sebut 20 Tahun Pendidikan RI Nggak Nyambung dengan Industri

Darmin Sebut 20 Tahun Pendidikan RI Nggak Nyambung dengan Industri
Darmin Sebut 20 Tahun Pendidikan RI Nggak Nyambung dengan Industri

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan 20 tahun pendidikan di Indonesia tidak nyambung dengan Industri.

“Kita itu sudah lama sebenarnya mengotak atik maslah itu ada link and match. Bahkan 20 tahun lalu, padahal sudah 20 tahun tapi nggak ada link,” kata dia saat memberikan pemaparan soal kondisi ekonomi dalam Sekoalah Staf Pimpinan Luar Negeri Angkatan ke 59 di Economic Trend, Global Phenomenon and Its Implication to Indonesia di pusdiklat Kementerian Luar Negeri, Selasa (24/7/2018).

Pemerintah menganggap ada persoalan dan permasalahan dalam kurikulum di SMK yang membuat lulusan SMK masih sulit diserap industri. Sehingga perlu adanya perbaikan kurikulum pendidikan.

“30% di kelas 30% praktek 30% magang. Kita lakukan perubahan di bidang vokasional. Kondisi peningkatan kualitas SDM melalui peningkatan kualitas lulusan SMK, impor ekpor invetasi itu yang sedang kita lakukan dan kita percaya bahwa itu bisa menjawab untuk menyiapkan langkah- langkah yang buat kita berkembang,” jelas dia.

Baca juga: Rupiah Loyo Baik atau Buruk? Ini Jawaban Darmin

Darmin menjelaskan, perbaikan struktur pendidikan di SMK yang dimaksudnya, dilakukan dengan cara memperbanyak praktik lapangan. Pemerintah bekerja sama dengan para pelaku industri agar siswa SMK dapat melakukan magang di industri.

Dengan lebih banyak bekerja di Industri dan memanfaatkan fasilitas yang ada di Industri, maka murid SMK mendapat kesempatan berlatih lebih banyak sehingga memiliki keterampilan diperlukan Industri.

Dengan demikian, diharapkan, lulusan SMK bisa lebih cepat diserap oleh

industri itu sendiri.

“Ini paling cocok jika diaplikasikan pada anak anak SMK karena meskinya dia itu link and match tapi kalau yang namanya SMK kita ngelantur dikit. Bisa tukang kayunya bisa sedikit, nemboknya bisa sedikit harusnya lebih jelas. Jadi SMK itu akan diubah modulnya otomotif ya otomotif bikin rumah di tahun pertama dia harus bisa bikin pintu jendela bagus . Tahun kedua dia diberikan sertifikat kompetensi bikin pintu. Tahun ketiga dia bikin pondasi rumah bikin atap dan dia masing-masing punya sertifikat kompetensi,” jelas dia.

Sebagai informasi, saat ini sudah ada 31 program studi yang dijalankan pemerintah melalui koordinasi sejumlah kementerian mulai dari Kementerian Pendidikan, Kementerian Perhubungan, Tenaga Kerja, Menko Perekonomian, BUMN dan lainnya.

Baca juga: Rupiah Masih Loyo, Dolar AS Kembali Menguat ke Rp 14.550

 

Sehingga nantinya jika seluruh kementerian yang memiliki vokasi bekerja bersama dan menggunakan lulusan SMK. Diharapkan 600 ribu lulusan SMK dapat lapangan pekerjaan.

Kondisi saat ini lulusan SMK penerimaannya di dunia Industri masih rendah,

karena kompetensinya tidak didapat, oleh karena itu melalui pilot project Kementerian Perindustrian 100% lulusan SMK dapat diserap.

 

Sumber :

https://thriveglobal.com/stories/the-internet-is-the-place-where-we-can-get-everything-that-we-need/

Model – model struktur organisasi :

Model – model struktur organisasi

Model – model struktur organisasi
Model – model struktur organisasi

1. Model tradisional

• Dirancang terutama untuk lingkungan yang stabil dan pengubahan yang terjadi di dalamnya dapat diperkirakan.
• Cenderung tidak efisien dalam lingkungan yang sangat bergejolak.
Pada model ini terdapat beberapa tingkatan yaitu :
• Manajemen Puncak, pelaksananya adalah Direktur Pelaksana dan Manajer Umum
• Manajemen Menengah, pelaksananya adalah Manajer Departemen Fungsional / Divisi dan Kepala Bagian.
• Manajemen Lini pertama, pelaksananya adalah penyelia / Supervisor / Mandor / Kepala Tukang dan Pengawas Tingkat pertama.
• Karyawan Operasional.

2. Model hubungan manusiawi

Dalam model ini juga diterima konsep speialisasi, rutinitas, dan pemisahan perencanaan dari pelaksanaan sebagai ciri utama organisasi yang efektif. Model ini secara eksplisit mengakui bahwa orang tidaklah selalu bertindak persis segaris dengan posisi menurut struktur formalnya. Hal ini mengandung perhatian manajemen akan adanya ”struktur informal” yang ada di seluruh elemen-elemen organisasi. Model hubungan manusiawi lebih mengusulkan bermacam – macam penyesuaian, teknik – teknik, dan perilaku – perilaku struktur offline.
• Kepemimpinannya dapat mengurangi friksi – friksi di antara orang – oarang dan jabatan – jabatan mereka dalam organisasi, serta menghubungkan kerja sama yang baik antar para anggota organisasi.
• Menyarankan manajer memanfaatkan organisasi informal dalam departemennya.
• Ditunjukkan sejumlah teknik atau program yang biasanya di bawah yurisdiksi kewenangan departemen personalia.

3. Model sumber daya manusia

Implikasi model sumber daya manusia pada struktur organisasi, walaupun abstrak adalah jelas. Model ini berpendapat bahwa pada hakekatnya manusia mempunyai kemampuan untuk mempelajari pengarahan dan pengendalian diri lebih kreatif dari pada pekerjaannya sekarang, dan bahwa tugas manajer adalah menciptakan suatu lingkungan di mana mereka dapat meningkatkan sumbangan kapasitasnya pada organisasi.
Konsep model sumber daya manusia mencoba memaksimumkan fleksibilitas baik di dalam maupun di antara posisi – posisi yang berinteraksi. Hal tersebut mengharuskan anggota – anggota organisasi mempunyai hal – hal sebagai berikut :
• Suatu tujuan tingkat operasional yang telah disetujui bersama
• Jalur untuk memperoleh sumber informasi vertikal dan horisontal yang relevan
• Kemampuan untuk memberikan tanggapan terhadap informasi dengan keputusan dan perilaku yang mengarahkan pencapaian tujuan dengan efisien.
Adapun mengenai tujuan organisasi model sumber daya manusia ditetapkan bersama oleh manajer dan bawahannya, sehingga tujuan bersama tersebut jelas merubah hubungan atasan dan bawahan yang diatur oleh model tradisional dan hubungan manusiawi.

Baca : 

DESAIN ORGANISASI FORMAL DAN INFORMAL

DESAIN ORGANISASI FORMAL DAN INFORMAL

DESAIN ORGANISASI FORMAL DAN INFORMAL
DESAIN ORGANISASI FORMAL DAN INFORMAL

A. Organisasi Formal

Organisasi formal ialah suatu organisasi yang memiliki struktur yang jelas, pembagian tugas yang jelas, serta tujuan yang ditetapkan secara jelas. Atau organisasi yang memiliki struktur (bagan yang menggambarkan hubungan-hubungan kerja, kekuasaan, wewenang dan tanggung jawab antara pejabat dalam suatu organisasi). Atau organisasi yang dengan sengaja direncanakan dan strukturnya secara jelas disusun. Organisasi formal harus memiliki tujuan atau sasaran. Tujuan ini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi struktur organisasi yang akan dibuat.

Struktur organisasi (desain organisasi)

dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola. Struktur organisasi menunjukan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi, atau pun orang-orang yang menunjukan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam organisasi. Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialis kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan besaran (ukuran) satuan kerja.

Ada pun faktor-faktor utama yang menentukan perancangan struktur organisasi adalah sebagai berikut :

1. Strategi organisasi untuk mencapai tujuannya
Strategi menjelaskan bagaimana aliran wewenang dan saluran komunikasi dapat disusun diantara para pimpinan dan bawahan. Menurut Chandler, pengubahan strategi mengakibatkan perubahan desain organisasional. Peningkatan kompleksitas menyebabkan struktur tersentralisasi menjadi tidak efisien. Perusahaan-perusahaan harus mengubah strukturnya menjadi struktur yang desentralisasi.
2. Lingkungan yang melingkupinya
Dalam hal ini perlu dibedakan tiga tipe lingkungan sebagai berikut :
• Lingkungan stabil, yaitu lingkungan dengan sedikit atau tanpa perubahan yang tidak diperkirakan atau secara tiba-tiba.
• Lingkungan berubah (changing environment), yaitu lingkungan di mana inovasi (perubahan) mungkin terjadi dalam setiap atau seluruh bidang.
• Lingkungan bergejolak (turbulent environment), yaitu lingkungan di mana sering terjadi perubahan secara drastis.

Teknologi yang digunakan

Perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi barang- barang atau jasa akan membedakan struktur organisasi. Semakin kompleks teknologi, semakin besar jumlah manajer dan tingkatan manajemen. Perusahaan yang ingin sukses harus memiliki struktur yang sesuai dengan tingkat teknologinya.
4. Anggota (pegawai/karyawan) dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi
Kemampuan dan cara berpikir para anggota, serta kebutuhan mereka untuk bekerja sama harus diperhatikan dalam merancang struktur organisasi. Kebutuhan manajer dalam pembuatan keputusan juga akan mempengaruhi saluran komunikasi, wewenang dan hubungan diantara satuan kerja pada rancangan struktur organisasi. Para manajer organisasi, terutama para manajer puncak, akan mempengaruhi pemilihan strategi, dan pemilihan strategi ini akan mempengaruhi tipe struktur yang digunakan dalam organisasi.
5. Ukuran organisasi.
Besarnya organisasi secara keseluruhan maupun satuan kerjanya yang sangat mempengaruhi struktur organisasi.Semakin besar ukuran organisasi, struktur organisasi akan semakin kompleks dan harus dipilih struktur yang tepat

Sumber : https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/POdz/how-to-prevent-air-and-soil-pollution

SEJARAH ORGANISASI

SEJARAH ORGANISASI

SEJARAH ORGANISASI
SEJARAH ORGANISASI

Manusia merupakan makhluk sosial

makhluk bermasyarakat (homo socius, social animal, zoon politicon), tidak mungkin dapat hidup sendiri, cenderung bermasyarakat atau berkelompok (gregariousness). Manusia memiliki beberapa keperluan. Menurut Abraham Maslow, keperluan-keperluan itu adalah :
1. Keperluan fisik (physical need);
2. Keperluan rasa aman dan selamat (safety need);
3. Keperluan social (social needs);
4. Keperluan akan harga diri (esteem needs);
5. Keperluan aktualisasi diri (self realization needs).
Keperluan-keperluan tersebut mendorong seseorang untuk bekerja. Namun selain keperluan-keperluan tersebut,

ada hal lain yang mendorong seseorang untuk bekerja, yaitu :

1. Dorongan primer (Kelangsungan hidup organis)
2. Motif Dasar (Psikologis dan sosial)
Dan berikut adalah hal-hal yang memotivasi orang bekerja
1. Kepastian (masa depan-kelangsungan kerja);
2. Kesempatan (naik pangkat/dipromosikan);
3. Peran serta (saran-saran/masukan dalam pengambilan keputusan);
4. Pengakuan/penghargaan (prestasi kerja);
5. Ekonomi (upah/gaji yang layak untuk hidup);
6. Pencapaian (keberhasilan dalam pekerjaan);
7. Komunikasi (mengetahui apa yang terjadi dalam organisasi);
8. Kekuasaan (kewibawaan, dan mempengaruhi orang lain);
9. Keterpaduan (bagian dari organisasi secara keseluruhan);

Kebebasan (pribadi dan pendapat).

Adanya keperluan akan menimbulkan keinginan untuk memenuhi keperluan pada diri seseorang. Dan untuk memenuhi keperluan-keperluan tersebut,seseorang akan melakukan tindakan yang akan membantunya dalam mencapai tujuannya. Karena tidak semua keperluan dapat dipenuhi seorang diri, maka diperlukan organisasi atau kegiatan berorganisasi untuk membantu seseorang dalam mencapai tujuannya (yaitu memenuhi keperluan / kebutuhan dan keinginannya).
Dalam perkembangannya, organisasi memiliki beberapa teori yang diperoleh dari para ahli. Teori ini terus berkembang dari teori klasik hingga muncunya teori modern di tahun 1950. Teori ini menunjukkan tiga kegiatan proses hubungan universal yang selalu muncul pada

system manusia dalam perilakunya berorganisasi, yaitu :

1. Komunikasi
2. Konsep keseimbangan
3. Proses pengambilan keputusan
Pembahasan mengenai teori – teori organisasi akan dibahas pada bab selanjutnya.

Sumber : https://linda134.student.unidar.ac.id/2019/07/contoh-teks-eksplanasi-tentang-sampah.html

Kasus Bullying Terjadi Lagi! Pelakunya Siswa SMP di Lorong Mal Thamcit

Kasus Bullying Terjadi Lagi! Pelakunya Siswa SMP di Lorong Mal Thamcit

Kasus Bullying Terjadi Lagi! Pelakunya Siswa SMP di Lorong Mal Thamcit
Kasus Bullying Terjadi Lagi! Pelakunya Siswa SMP di Lorong Mal Thamcit

Aksi bully yang dilakukan pelajar tidak hanya terjadi di kampus Gunadarma, Depok, Jawa Barat. Di DKI Jakarta, ada aksi serupa yang direkam di sebuah lorong pusat perbelanjaan. Diduga, aksi itu dilakukan oleh siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan dilakukan mal Thamrin City.

Menanggapi viralnya video itu, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta

memastikan kasus dugaan bullying dilakukan di luar proses Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Dugaan awal, kejadian tersebut memang diduga ada unsur kesengajaan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Sopan Adrianto menjelaskan, informasi yang dia peroleh kejadian tersebut merupakan murid sekolah SMPN 273 yang berlokasi di Tanah Abang. Kejadian itu terjadi pada Jumat (14/7), dan mendadak viral pada Minggu (16/7).
Kasus Bullying Terjadi Lagi! Pelakunya Siswa SMP di Lorong Mal Thamcit
Cuplikan aksi bullying yang diduga dilakukan siswa SMPN 273 (Istimewa)

“Kejadian itu Jumat, dan saya memperolehnya (video) semalam pada 20.30 WIB. Dan itu di luar MPLS,” tegas Sopan kepada JawaPos.com di kantornya, Senin (17/7).

Sopan memastikan kejadian viral tersebut bukan rangkaian dari MPLS. Pasalnya,

kasus bully itu terjadi di luar tanggal 10-12 Juli 2017. “MPLS itu hanya tiga hari di hari pertama, kedua, dan ketiga masuk sekolah. Jadi saya jamin itu di luar MPLS. Dan MPLS di DKI Jakarta aman terkendali,” katanya.

Sopan menegaskan, hasil sementara itu adalah siswa SMPN 273 namun ada yang di luar SMPN itu. Artinya, bisa saja mereka bergabung dengan kelompok siswa yang memiliki latar belakang dari sekolah yang sama.

“Bukan alumni juga. Jadi misalnya, Saya lulus satu SDnya bareng, tiba-tiba

sekarang saya ke 273, lalu kamu ke tempat lain. Nah sekarang ketemu, sama-sama membully. Dulu gengnya SD ketemu sekarang meskipun sekolahnya sudah berpisah,” papar Sopan.

Video tersebut mendadak viral setelah ramai diperbincangkan di akun Lambe Turah. Di video itu terlihat korban diminta mencium tangan pelaku di lorong perbelanjaan yang tertulis bahwa itu berlokasi di Thamrin City. Korban dipaksa juga untuk menyembah pelaku. Aksi itu dilakukan oleh pelaku sambil tertawa.

 

Baca Juga :

 

 

Gara-Gara Seragam, Wali Kota Bontang Kecewa, Minta Disdik Kerja Serius

Gara-Gara Seragam, Wali Kota Bontang Kecewa, Minta Disdik Kerja Serius

Gara-Gara Seragam, Wali Kota Bontang Kecewa, Minta Disdik Kerja Serius
Gara-Gara Seragam, Wali Kota Bontang Kecewa, Minta Disdik Kerja Serius

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni kecewa terhadap Dinas Pendidikan (Disdik). Ini terkait dengan keterlambatan distribusi paket perlengkapan sekolah gratis untuk 38.727 pelajar se-Bontang.

Dua kali gagal lelang, Neni meminta Disdik di bawah komando Akhmad Suharto agar lebih serius.

Target distribusi yang dijadwalkan tahun ajaran baru bulan Juli ini, tak kunjung terealisasi. Alasannya, Disdik sangat hati-hati menentukan spesifikasi kain yang sesuai dengan harga yang dianggarkan, agar tak menimbulkan masalah kemudian hari.

“Kendalanya di proses lelang, terpaksa realisasinya molor dari jadwal. Saya juga

sudah tekankan, kalau prosesnya masih seperti ini, untuk tahun depan lelangnya harus mulai dari sekarang,” tegas Neni.

Dijelaskan, persoalan ini akan menjadi evaluasi Wali Kota dan Wakil Wali Kota, atas kinerja para pejabat di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Jika dinilai memiliki kinerja yang buruk dan tidak sesuai dengan target, ia pun mengaku akan mengevaluasi secara keseluruhan, dan tak segan untuk melakukan mutasi.

“Semua pejabat saat ini memiliki perjanjian kinerja dengan kepala daerah. Kalau

kepala dinas tidak bisa mengikuti kinerja saya, mohon maaf. Saya akan evaluasi. Terlebih anggaran diketuk Desember (tahun 2016, Red.), masak sekarang baru jalan,” paparnya.

Diketahui, lelang pengadaan seragam sekolah gratis bagi seluruh pelajar di Kota

Bontang kembali gagal dilaksanakan. Setelah Mei 2017 lalu lelang yang diikuti enam perusahaan juga dinyatakan gagal. Beruntung, untuk tas dan sepatu gratis berhasil dilelang, dan tengah proses produksi

 

Sumber :

How To Prevent Air And Soil Pollution

Pengenalan Lingkungan Sekolah Sembari Kunjungi Bengkel Kodiklatal

Pengenalan Lingkungan Sekolah Sembari Kunjungi Bengkel Kodiklatal

Pengenalan Lingkungan Sekolah Sembari Kunjungi Bengkel Kodiklatal
Pengenalan Lingkungan Sekolah Sembari Kunjungi Bengkel Kodiklatal

Sebanyak 271 siswa baru SMK KAL-1 Surabaya melaksanakan program Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). Pembukaan kegiatan selama tiga hari mulai Senin (17/7) ditandai upacara di halaman sekolah kawasan Bumimoro. Kepala Sekolah SMK KAL-1 Surabaya Drs Burhan, Mpd tampil sebagai inspektur upacara.

”PLS kali ini sangat berbeda dengan orentasi siswa baru pada tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Burhan saat memberikan arahan. Penyelenggaraan PLS sebelumnya disebut masa orientasi siswa (MOS) atau masa orientasi peserta didik (MOPD).

Pengenalan Lingkungan Sekolah Sembari Kunjungi Bengkel Kodiklatal
RESMI: Kepala Sekolah SMK KAL-1 menyematkan tanda peserta PLS SMK KAL-1 tahun Pelajaran 2017/2018. (SMK KAL-1 Surabaya for JawaPos.com)

Kegiatan sampai Rabu (19/7) bertujuan melatih ketahanan mental, disiplin, dan mempererat tali persaudaraan. Selain itu, siswa diperkenalkan lingkungan baru di sekolah. Seperti sesama siswa baru, kakak kelas, guru, hingga karyawan lain di sekolah itu. ”Pengenalan berbagai macam kegiatan yang ada dilaksanakan di lingkungan sekolah,” terang Burhan.

Selama upacara pembukaan berlangsung hikmat. Upacara diawali laporan

komandan upacara siswa Satria Andika kelas XII. Kemudian, pemeriksaan pasukan, penyematan tanda peserta PLS, serta pembacaan amanat oleh inspektur upacara. Siswa baru sebelumnya melaksanakan praPLS untuk menanamkan disiplin.

Sejumlah materi PLS disampaikan para guru dan kakak kelas yang tergabung

dalam Pengurus OSIS (organisasi siswa intra sekolah). Penyampaian materi di kelas maupun di luar kelas untuk pengenalan beberapa kopetensi orentasi. Seperti di bengkel-bengkel komplek Komando Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal).

Materi spiritual juga untuk memperkuat karakter siswa, penguatan pendalaman

idiologi Pancasila. Langkah tersebut sebagaimana visi poros maritim pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Di SMK KAL-1 Surabaya, siswa baru terbagi empat kopentensi keahlian. Antara lain, teknik kendaraan ringan (TKR), teknik pemesinan (TPM), teknik instalasi tenaga listrik (TITL), dan teknik audio video (TAV).

 

Sumber :

https://activerain.com/profile/danuaji

Dokumen Adalah

Dokumen Adalah

Dokumen Adalah
Dokumen Adalah

 

Banyak sumber-sumber yang telah dipublikasikan

yang dapat kita gunakan untuk mempelajari tentang bisnis sebelum kita berbicara dengan klien. Banyak organisasi besar cukup memberikan jasa yang dibutuhkan untuk mempublikasikan informasi tentang diri mereka setiap tahun: untuk memberitahukan investor, agen pemerintah yang membiayai atau mengawasi mereka, dan stakeholder lainnya. Sumber daya yang mungkin termasuk[6]:

  • Laporan tahunan: laporan tingkat tinggi dari kesehatan keuangan organisasi, laporan tahunan secara meningkat digunakan sebagai sarana komunikasi untuk mencapai banyak stakeholder.
  • Format laporan 10 K dan 990: laporan yang lebih detail yang dipublikasikan tiap tahun oleh semua perusahaan perdagangan publik (10-K) dan organisasi non profit (990), daftar dari semua rincian keuangan, rincian masalah seperti tuntutan hukum, informasi tentang kunci hak cipta dan teknologi, banyak dari rencana bisnis, nama dan informasi kontak untuk pekerja, informasi tentang produk dan servis dan lain sebagainya.
  • Hoovers: merupakan sesuatu yang poluper dengan kontribusi dari publikasi investor yang menggambarkan semua perusahaan perdagangan publik. Yang memberikan berbagaimacam analisa singkat dari masing-masing informasi dengan informasi keuangan, sejarah, ringkasan kritik dari manajemen, strategi, dan pelaksanaan, dan perbandingan dengan 3 perusahaan top yang menjadi pesaing. Merupakan sesuatu yang cepat, ringkas dan menyenangkan untuk dibaca.
  • Perpustakaan : perpustakaan utama pada tiap kota akan memiliki paling kurang satu pustakawan bisnis dan satu pustakwan penelitian. Mereka sangat membantu untuk mengidentifikasi sumberdaya dan menunjukkan bagaimana menggunakannya.
  • Website : mengunjungi website suatu organisasi mengungkapkan apa yang diharapkan organisasi terhadap kepercayaan investor, pelanggan dan calon pegawai tentang mereka. Website akan mengkomunikasikan image dari organisasi yang coba ditampilkan, dan jika diorganisir dengan baik, akan menyediakan informasi yang berguna tentang produk dan jasa dari organisasi tersebut.

Orang-orang

Praktisi HPT dapat menggunakan ahli internal dan jaringan eksternal seperti masyarakat profesional seperti ISPI, sekolah bisnis, dewan komersial, klub olah raga, dan organisasi jasa lokal untuk melakukan kontak informal untuk memperoleh informasi tentang organisasi. Ketika berada di dalam dan mengerjakan suatu proyek, seseorang dapat menggunakan wawancara, diskusi kelompok, pengamatan, dan tehnik pengumpulan informasi lainnya dengan alat bantu teknologi kinerja. Untuk lebih rinci tentang ini, lihat bagian dalam makalah ini tentang tehnik pengumpulan data[7]:

  • Manajer: manajer adalah sumber informasi yang baik tentang area yang menjadi tanggungjawabnya. Bagaimanapun, jika manajer tidak ditempatkan dengan kedudukan yang tinggi atau secara khusus disiagakan dan dilibatkan dalam organisasi, kita akan menemukan banyak dari mereka sangat sedikit memperhatikan spesialisasi mereka.
  • Ahli internal: spesialisasi dalam berbagai bidang logika dari model ini merupakan sumberdaya yang tidak terhingga. Tanyakan akuntan atau ahli keuangan untuk memahami informasi keuangan, dari pada menghabiskan berjam-jam memahami angka-angka.
  • Klien: kita mungkin memiliki klien yang berpengetahuan dalam organisasi yang sama yang dapat memberikan masukan yang berharga, atau paling tidak kontak yang berguna. Jangan malu untuk bertanya
    • Pelanggan

Pelanggan eksternal merupakan sumber terbaik untuk informasi tentang bagaimana organisasi pelanggan dan logika produk sebenarnya dilaksanakan.

  • Model Logika dengan Logika

Bagian ini akan membahas tentang salah satu model logika. Bagian pengukuran dari masing-masing gambar dapat muncul menjadi sesuatu yang luar biasa jika dibaca sebagai algoritma; maka, seseorang harus menggunakan semua yang disebutkan oleh pengukuran. Daftar yang ditampilkan merupakan menu dari pengukuran yang mungkin yang dapat digunakan oleh organisasi untuk menentukan kesuksesan organisasi berdasarkan logika tersebut. Bagaimanapun, pihak yang berwenang tidak dapat memprediksi lebih lanjut yang mana yang dapat menjadi ukuran yang benar untuk organisasi tertentu. Maka, tugas dari pengguna model adalah untuk menemukan dari klien ukuran yang mana yang sering digunakan dan diperhatikan oleh organisasi, kemudian mengidentifikasi matrik yang telah tersedia.

Logika Eksternal

Pandangan tentang organisasi ini, logika eksternal, merujuk pada faktor-faktor eksternal terhadap organisasi yang mempengaruhi kekuatan yang luas dan penting dari suatu organisasi. Ini merupakan faktor yang tidak dapat dikontrol oleh organisasi, mungkin melalui kolaborasi dengan yang lain, mempengaruhi mereka. Faktor-faktor tersebut merupakan faktor yang harus difahami dengan baik oleh organisasi, sampai mereka berdampak terhadap semua logika internal dari organisasi. Terdapat dua faktor eksternal yaitu kecenderungan umum masyarakat dan tren industri.

Kecenderungan umum masyarakat.

 

Tren yang mempengaruhi semua aspek masyarakat, seperti industri dalam beberapa masyarakat, merupakan kecenderungan umum masyarakat. Kecenderungan umum masyarakat termasuk faktor ekonomi seperti resesi, faktor demografi seperti harapan hidup manusia yang lebih lama, faktor politik dan hukum seperti tindakan militer; faktor teknologi seperti bio-teknologi, faktor sosio kultural seperti serubah, tingkatan lokal, negara dan nasional. Kecenderungan ini dijelaskan pada tabel 2.5.1.a.

  1. Tren Industri. Tren yang mempengaruhi industri sebagai keseluruhan, dari pada hanya mempengaruhi satu organisasi saja. Tren industri termasuk ancaman dari peserta baru. Kekuatan tawar menawar dari suplier; kekuatan tawar menawar dari pembeli; ancaman dari pengganti; intensitas dari persaingan; dan pertumbuhan industri. Tren ini akan dijelaskan dengan contoh pada tabel. 2.5.1.b

Sumber : http://neyramand.revolublog.com/contoh-teks-eksplanasi-a165655572