Bagaimana Kita Bisa Mendengar Bunyi?

Bagaimana Kita Bisa Mendengar Bunyi?

Sebelum membaca tulisan ini, coba pejamkan mata kamu. Fokus dan dengarkan suara yang ada di kurang lebih kamu. Apa yang kamu dengarkan? Suara air yang mengucur berasal dari selang. Derap langkah kaki. Panggilan Ayahmu. Bunyi notifikasi handphone. Sirine ambulans. Bunyi kompor yang dinyalakan berasal dari dapur. Ketukan kayu tukang bakso di depan rumah.

Walaupun seutuhnya terkesan random dan terlihat berasal dari beraneka macam hal, sebenarnya, suara yang kamu dengar berasal berasal dari satu hal yang sama: getaran.

Ya, sebenarnya, bunyi yang kami dengar adalah gelombang longitudinal yang mempunyai energi yang dihasilkan oleh suatu getaran.

Tiang yang dipukul gunakan palu, misalnya. Ketika kami memukulkan palu ke sebuah besi, besi itu akan menghasilkan getaran yang terlalu cepat. Saking cepatnya, mata kami tidak dapat melihatnya. Getaran ini pada akhirnya beralih menjadi gelombang yang mengalir lewat hawa (medium) dan, pada akhirnya, hingga ke gendang telinga kita. Baru deh, berasal dari sana, otak terima rangsangan dan mengenalnya sebagai bunyi.

Sekarang kamu sudah tahu, kan, bagaimana bunyi yang ada di kurang lebih kami dapat hingga diterjemahkan oleh otak. Tetapi, tidak seluruh makhluk hidup kayak gini ya. Ada lebih dari satu hewan yang merasakan getaran itu bukan lewat daun telinga. Ular dan semut, misalnya.

Lalu bagaimana sih bunyi itu dapat muncul? Bagaimana, dalam ilmu fisika, segala sesuatu itu disebut sebagai bunyi? Untuk menjawabnya, kami mempunyai 3 syarat terjadinya bunyi:

Sumber Bunyi

Tentu, layaknya dikala kamu memejamkan mata tadi, bunyi yang kamu dengar pasti bersumber berasal dari suatu hal. Bisa berasal dari ketukan kayu, pita suara orang lain, dentingan bel, langkah kaki, dan banyak lagi. Semua benda tadi bergetar, makanya menghasilkan bunyi. Jadi, terkecuali dipikir-pikir, pepatah yang menjelaskan “Tong kosong nyaring bunyinya” itu aneh ya?

Kok aneh?

Berlandaskan syarat terjadinya bunyi ini, selayaknya tong itu nggak berbunyi dong.

Ya, dia kan hanya tong kosong aja. Dia tong. Dan dia… kosong. Salahnya di mana? Kok dapat nyaring bunyinya? Kecuali, terkecuali tong itu dipukul. Baru deh menghasilkan getaran dan bunyinya terdengar nyaring. Apalagi terkecuali mukulnya di dekat gendang telinga teman kita. Nyaring banget pasti.

Medium Perantara

Seperti yang sudah ditulis di awal, gelombang ini butuh medium untuk dapat merambat hingga ke telinga kita. Bisa bersama udara, air, maupun gas. Makanya, di luar angkasa kami tidak dapat mendengarkan apa-apa. Soalnya, kan, di luar angkasa hampa udara.

Penerima Bunyi

Ini memahami dong. Untuk dapat “merasakan” bunyi, harus ada objek yang menjadi penerima. Maksudnya gimana tuh? Ya, maksudnya, harus ada orang di kurang lebih bunyi itu. Begini contohnya. Kamu tengah membaca tulisan ini, lalu di tengah-tengah membaca, kamu teriak, ‘AKU GANTENG ABIS!’

Di dalam ilmu fisika, bunyi yang kamu keluarkan baru dapat dianggap ada, andaikata ada orang lain yang mendengarkan suara teriakan kamu. Kalau kamu di rumah sendirian, berkenan teriak kayak apa juga orang lain tidak beranggap kamu mengeluarkan bunyi. Maka, suara kamu, tidak dianggap berbunyi.

Contoh lain, deh. Misalnya, kamu memirsa acara lawak di televisi. Di sebuah adegan, Sule memanggil Pak Haji Bolot.

‘Pak Haji, bantuin saya membuat kopi dong!’

‘Apa?’

‘Bantuin membuat kopi!’

‘Ha?’

‘BIKIN KOPI!’

‘Gimana?’

‘KOPI!’

‘Le… Ane berkenan membuat kopi nih. Ikut gak?’

‘AUK AH!’

Pada masalah di atas, ucapan Sule yang tidak terdengar oleh Pak Haji Bolot itu tidak dianggap ada sebab Pak Haji Bolot tidak mendengarnya.

Nah, itu dia penyebab bagaimana kami dapat mendengar bunyi. Jangan lupa ya, syarat terjadinya bunyi ada 3 hal.

Selengkapnya : https://www.biologi.co.id/

Sejarah Runtuhnya Vietnam Selatan dan Bersatunya Vietnam

Sejarah Runtuhnya Vietnam Selatan dan Bersatunya Vietnam

kamu menyadari nggak sih terkecuali Vietnam jadi cuma satu negara di Asia Tenggara yang berhasil lolos ke babak semifinal persaingan Sepakbola Asian Games 2018? Kalau kamu pecinta sepakbola pasti menyadari dong yaa. Nah, sehabis negaranya lolos ke babak semifinal, masyarakat Vietnam segera merayakannya dengan sangat gembira, tepat di hari Vietnam mengalahkan Suriah dengan skor 1-0.

Keberhasilan Vietnam bisa mencapai babak semifinal tentunya tidak terlepas dari stimulus perjuangan para pemain, perlindungan yang besar masyarakatnya, dan termasuk kepercayaan yang diberikan oleh pelatih serta pemerintah. Sebelum sampai seperti sekarang ini, Vietnam memiliki sejarah yang panjang lho. Kamu menyadari nggak terkecuali pernah itu Vietnam terpecah, terbagi jadi 2 bagian, yakni Vietnam Utara dan Vietnam Selatan? Kalau belum tahu, di artikel ini kami bahas yuk bagaimana Vietnam bisa bersatu dan seperti apa sih Vietnam Utara dan Vietnam Selatan itu.

Awal berdirinya Vietnam Selatan itu dikala Perancis berusahan mendirikan negara-negara boneka di kawasan Indocina di akhir Perang Dunia ke II. Dengan kehadiran Vietnam Selatan, otomatis membawa dampak Vietnam terpecah. Hal itu membawa dampak Ho Chi Minh sangat marah, karena ia mengidamkan Vietnam jadi negara yang merdeka dan utuh. Kemudian terjadilah perang Indocina I pada tahun 1946-1954, yakni antara Vietnam Utara yang dapat dukungan oleh Tiongkok dan Vietnam Selatan dapat dukungan oleh Perancis.

Vietnam Utara yang dipimpin oleh Ho Chi Minh mendapat pengakuan dari Rusia dan Tiongkok pada tanggal 31 Januari 1950. Kemudian Vietnam Selatan yang dipimpin oleh Bao Dai termasuk mendapat pengakuan dari Amerika Serikat dan Inggris pada 7 Februari 1950, namun di satu sisi sebagian besar rakyat tidak mau mengakuinya.

Lalu apa yang membawa dampak Vietnam Selatan runtuh? Dan bagaimana selanjutnya Vietnam bersatu?

Nah puncaknya adalah dikala lagi terjadinya perang Indocina II. Ho Chi Minh lagi jalankan serangan kepada Vietnam Selatan dengan perlindungan Uni Soviet. Kenapa Ho Chi Minh bersikeras mengidamkan menghancurkan Vietnam Selatan? Hal itu ia jalankan karena Vietnam Selatan dianggap sebagai penghalang persatuan Vietnam yang telah ia cita-citakan.

Dengan terdapatnya serangan itu, Amerika Serikat pun turut turun tangan mendukung Vietnam Selatan, karena mereka masih berkepentingan pada lokasi tersebut. AS yang berupaya mempertahankan lokasi Vietnam Selatan, konsisten memberi tambahan perlindungan pasukannya. Akibatnya, perang Indocina II yang besar pun tidak lagi bisa dihindari dan berlangsung pada tahun 1957-1975, cukup lama ya

Dengan banyaknya korban yang berjatuhan, selanjutnya kedua belah pihak menentukan untuk berunding dan jalankan gencatan senjata pada tahun 1970. Perundingan itu diikuti oleh Vietnam Utara, Vietnam Selatan, dan Amerika Serikat di Paris. Kemudian pada menyadari 1972, diumumkan oleh AS bahwa Indonesia, Kanada, Hongaria, dan Polandia jadi pengawas gencatan senjata di Vietnam.

Perundingan yang hampir mencapai kesepakatan itu ternyata dilanggar. Tiba-tiba saja Vietnam Utara menyerang Vietnam Selatan secara tiba-tiba. Amerika Serikat pun marah, sesudah itu Presiden Richard Nixon memerintahkan pasukannya untuk meranjau seluruh lantas lintas laut dan termasuk menghancurkan seluruh jalur komunikasi dan transportasi Vietnam Utara. Karena mendapat serangan tersebut, selanjutnya Vietnam Utara menyepakati gencatan senjatanya. Perjanjian itu disebut sebagai Persetujuan Paris, dan ditandatangani pada 27 Januari 1973.

Sebenarnya Perang Vietnam ini telah hampir berakhir lho pada bulan April 1975. Namun, pada 18 April 1975 Vietnam Utara lagi mengancam lokasi Vietnam Selatan, dan lokasi yang dituju adalah Saigon, ibu kota Vietnam Selatan. Masyarakat Vietnam Selatan pun panik dan merasa mengungsi ke lokasi AS manfaatkan lima kapal induk Armada yang dikirimkan AS.

Presiden Vietnam sempat berubah 2 kali, pertama yakni bergantinya Nguyen Van Thieu ke Tran Van Huong. Nguyen Van Thieu adalah presiden yang menandatangani Persetujuan Paris karena AS berjanji mengirim pesawat B-52 yang bakal mengebom Vietnam Utara terkecuali jalankan pelanggaran. Namun hal itu tidak dilaksanakan oleh AS, dan Vietnam Selatan kekurangan kemampuan militernya.

Saat perlindungan dari AS tidak datang, Vietnam Utara makin di atas angin. Kemudian pada 28 April 1975, Tran Van Houng digantikan oleh Duong Van Minh sebagai Presiden Vietnam Selatan. Namun, baru sehari memimpin, wilayahnya segera di serang oleh pasukan gerilya Vietnam Utara yakni Vietcong. Wilayah yang jadi tujuan serangan Vietcong adalah Saigon.

Pada selanjutnya pasukan Vietnam Selatan kalah akibat hujan tembakan artileri yang dilaksanakan oleh Vietcong. Akhirnya pasukan Vietnam Utara merasa mendiami posisi-posisi mutlak di Saigon dan mengibarkan bendera mereka di istana kepresidenan Vietnam Selatan pada 30 April 1975. Hal itu pertanda menyerahnya pemerintahan Vietnam Sealtan tanpa syarat kepada Vietcong, dan kejatuhan Saigon pun pertanda berakhirnya Perang Vietnam dengan kemenangan Vietnam Utara. Hal ini jadi periode awal transisi Vietnam jadi satu negara yang utuh.

sejarah berdiri sampai runtuhnya Vietnam Selatan. Kalau kamu perhatikan, sebetulnya peperangan yang berlangsung di Vietnam ini merupakan peperangan keperluan Blok Barat dan Blok Timur. Dari kedua lokasi Vietnam tersebut, keduanya berada di bawah bayang-bayang negara lain. Hingga selanjutnya Vietnam jadi negara yang utuh dan bersatu pada 1976. Nah terkecuali secara politik, ini jadi penanda kemenangan Blok Timur pada Blok Barat di Asia Tenggara, dan Vietnam jadi negara komunis.

Selengkapnya : https://www.gurukelas.co.id/

5 Tips Sukses Kerja Sambil Kuliah

5 Tips Sukses Kerja Sambil Kuliah

Rekan Kerja, tentu Anda sering mendengar ungkapan bahwa pendidikan adalah hal yang sangat penting. Hal itu tidak salah, gara-gara pendidikan sanggup menolong Anda untuk memperoleh pekerjaan yang baik.

Namun, tidak semua orang mempunyai nasib baik untuk sanggup mempunyai pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Beberapa orang harus bekerja terlebih dahulu untuk sanggup melanjutkan pendidikan atau kerja sambil kuliah.

Hal selanjutnya tentu tidak ringan gara-gara Anda harus mempersiapkan tenaga ekstra untuk sanggup membagi waktu antara kerja dan kuliah. Namun jangan menyerah, Rekan Kerja! Wujudkan mimpi Anda mempunyai pendidikan tinggi sambil bekerja bersama tips selanjutnya ini:

1. Pertimbangkan ambil kelas online

Pertimbangan pertama seseorang kerja sambil kuliah adalah waktu. Banyak orang mundur untuk ulang berkuliah gara-gara kuatir tidak sanggup membagi waktu antara kuliah dan bekerja.

Padahal jikalau Anda lebih jeli mencari, kini sebagian kampus sudah mempunyai program kuliah spesifik karyawan. Beberapa program tawarkan pilihan kuliah di malam hari, kuliah di akhir pekan, hingga kuliah daring/online.

2. Buat jadwal kegiatan setiap harinya

Setelah memutuskan untuk ulang kuliah sambil kerja, hal selanjutnya yang harus Anda melaksanakan adalah memicu jadwal. Melansir Thomsonreuters, menyusun jadwal yang tentu sanggup menolong Anda untuk membagi waktu antara bekerja bersama mengerjakan tugas kuliah. Hal ini terhitung dapat memicu Anda studi manajemen waktu dalam menentukan kapan harus menyelesaikan tugas kuliah tanpa mengganggu pekerjaan waktu ini.

3. Cari pemberian cost pendidikan

Kembali kuliah waktu sudah bekerja tentu mengharuskan Anda untuk membiayai sendiri semua cost pendidikan. Meskipun sebelumnya sudah menabung, tetapi ada baiknya Anda mencari mengetahui apakah pihak perusahaan sanggup menolong cost kuliah atau tidak.

Beberapa perusahaan biasanya mempunyai kebijakan sendiri untuk menolong mengimbuhkan cost pendidikan bagi karyawannya yang ulang kuliah. Jika perusahaan Anda mempunyai kebijakan itu, tidak ada salahnya memanfaatkan hal selanjutnya untuk menghemat cost kuliah.

4. Konfirmasi pihak perusahaan

Tidak sanggup dipungkiri, kerja sambil kuliah kadang waktu sanggup memicu Anda keteteran. Terlebih waktu era ujian tiba, kadang Anda dapat membutuhkan waktu ekstra untuk studi atau dituntut untuk berkunjung lebih awal ke kampus.

Agar pekerjaan Anda tidak terganggu, maka sebaiknya pastikan atasan dan pihak perusahaan mengetahui suasana Anda yang ulang berkuliah. Hal ini penting sehingga pihak perusahaan sanggup lebih mengetahui suasana jikalau suatu waktu perkuliahan menuntut waktu lebih.

Ingat, pemberian dari atasan dan kolega Anda di kantor sangat penting. Karena itu bersikaplah jujur dan terbuka terhadap suasana Anda waktu ini yang ulang kuliah sambil bekerja. Anda terhitung sanggup menegaskan atasan di kantor bahwa pengetahuan yang didapatkan di kampus mempunyai kegunaan untuk menolong pekerjaan Anda.

5. Gunakan pekerjaan kantor sebagai tugas

Tips lain yang sanggup Anda melaksanakan sehingga kerja sambil kuliah sanggup berlangsung lancar adalah menghubungkan antara pekerjaan kantor bersama tugas. Seringkali tugas kuliah mengharuskan Anda untuk memicu laporan pemikiran berdasarkan kegiatan perusahaan yang sudah ada.

Anda sanggup memanfaatkan hal selanjutnya untuk menjadikan proyek di kantor sebagai bahan tugas. Selain menyelesaikan tugas kuliah, Anda terhitung sanggup mengimbuhkan masukan yang sanggup disampaikan terhadap atasan di kantor.

Itu tadi 5 tips berhasil kerja sambil kuliah yang sanggup Rekan Kerja coba terapkan. Ingat, tidak dulu ada kata terlambat untuk studi samasekali Anda sudah bekerja sekarang. Tetap semangat, buat obyek pasti, dan studi manajemen waktu sehingga kehidupan kerja dan kuliah Anda sanggup berlangsung seimbang.

Baca Juga :

Perusahaan Apple Akui Ada Cacat Pada iPhone X dan MacBook

Apple Akui Ada Cacat Pada iPhone X dan MacBook – Apple mengakui ada sebanyak masalah pada beberapa iPhone X dan MacBook Pro 13 inci buatannya. Atas masalah tersebut, Apple menjanjikan akan menyerahkan perbaikan secara cuma-cuma kepada pemakai yang terdampak.

Dilaporkan Reuters, secara mendetail Apple menyatakan permasalahan pada layar sentuh iPhone X yang merasakan kegagalan komponen.

Apple meyakinkan masalah itu meimpan iPhone X generasi kesatu yang diluncurkan pada tahun 2017. Layar ponsel yang bermasalah diadukan tidak dapat merespons sentuhan atau bahkan dapat berekasi walau tidak disentuh pemakai.

Perusahaan yang berbasis di Cupertino ini menegaskan masalah hanya didatangi pada iPhone X, sedangkan generasi penerusnya yaitu iPhone XS, XS Max, dan XR dinamakan tidak merasakan masalah serupa.

Sementara guna MacBook Pro 13 inci, Apple menuliskan masalah menyebabkan pemakai kehilangan data dan kegagalan drive storage. Apple menuliskan unit yang terdampak bisa jadi tidak banyak, yaitu varian penyimpanan 128 GB dan 256 GB yang dipasarkan antara Juni 2017 sampai Juni 2018.

Belakangan, Apple merasakan sejumlah isu pada produk besutannya yan telah dipasarkan. Tahun lalu, Apple menginisiasi program penggantian baterai secara besar-besaran setelah sebanyak iPhone mengalami tantangan perlambatan kinerja.

Sedangkan pada Juni lalu, perusahaan pun menawarkan penggantian cuma-cuma untuk kibor pada sejumlah model MacBook dan MacBook Pro.

Sejumlah pemakai lewat media sosial sebelumnya mengeluhkan adanya masalah pada kibor yang dirasa terlampau berisik dan tidak bisa bermanfaat dengan benar ketika dipakai untuk mengetik. Atas masalah ini, Apple lantas mengumumkan penggantian cuma-cuma pada pemakai MacBook dan MacBook Pro yang terdampak.

Sumber : https://www.bahasainggris.co.id/

Perusahaan Apple Batalkan Tambahan Pesanan iPhone XR

Apple Batalkan Tambahan Pesanan iPhone XR – Apple mengurungkan tambahan pesanan buatan iPhone XR. Dilansir dari Reuters, Apple sudah mengatakan untuk Foxconn dan Pegatron sebagai perakit smartphone bahwa mereka bakal menghentikan rencana jalur buatan tambahan guna iPhone XR.

Kabar ini kesatu kali dikabarkan oleh Nikkei. Tak lama sesudah kabar tersebut, saham Apple langsung anjlok 4 persen. Pasalnya, hadir kekhawatiran iPhone termurah dari tiga tipe ini merasakan pelemahan pesanan sesudah meluncur ke pasaran.

Nikkei juga sempat mengabarkan Apple pun meminta perakit iPhone yang lebih kecil yaitu Wistron guna bersiap-siap guna pesanan mendadak. Tetapi perusahaan tersebut tidak bakal menerima pesanan guna iPhone XR musim ini.

“Untuk Foxconn, kesatu kali disiapkan nyaris 60 lini perakitan guna model XR Apple, namun baru-baru ini melulu menggunakan selama 45 lini produksi sebab pelanggan utamanya menuliskan tidak butuh memproduksi yang tidak sedikit sekarang,” kata Nikkei mengutip satu sumber.

Apple dirasakan sebagai pelanggan terbesar guna Foxconn, yang secara sah dikenal sebagai Hon Hai Precision Industry Co.

Pada 2016, Apple mengenalkan iPhone yang lebih murah yang dinamakan SE, dengan harga mula US$399 (Rp5,9 juta) namun gagal memikat lebih tidak sedikit pelanggan untuk melakukan pembelian produk itu.

Sumber : https://www.sekolahan.co.id/

Definisi dan karakteristik Organisasi (Tinjauan Teoritis)

Definisi dan karakteristik Organisasi (Tinjauan Teoritis)

karakteristik Organisasi

 

Definisi Organisasi
Dalam buku Abdul Azis Wahab (2008:2-3) beberapa pendapat mengenai definisi organisasi adalah sebagai berikut:
  1. Hicks dan gullet, 1976:22 mengemukakan definisi berdasarkan lima fakta yang umum terdapat pada setiap organisasi adalah sebagai berikut: 1) Organisasi selalu berikan orang-orang; 2) Orang-orang tersebut saling terlibat dan melalui cara-cara  tertentu  mereka itu saling berinteraksi; 3) Interaksi-interaksi tersebut selalu dilakukan secara teratur atau ditentukan oleh sejenis struktur; 4) Semua orang dalam organisasi  mempunyai tujuan –tujuan pribadi dan beberapa diantaranya itulah mendasari tindakan-tindakan mereka. Setiap orang mengharapkan bahwa partisipasi mereka dalam organisasi akan membantu mencapai tujuan tujuan-tujuan individu; 5) Interaksi-interaksi tersebut dapat juga membantu mencapai tujuan-tujuan yang memiliki keterkaitan yang mungkin berbeda tetapi berhubungan dengan tujuan-tujuan pribadi.
  2. Chester I Bernard mengemukakan organisasi adalah suatu sistem kerja sama (Cooperative activies) antara dua orang atau lebih.
  3. Gibson (2005:5) berpendapat mengenai organisasi bahwa: Organisasi  adalah unit yang dikoordinasikan  dan berisi paling  tidak dua orang atau lebih yang fungsinya adalah untuk mencapai tujuan bersama atau seperangkat tujuan bersama.
  4. Moorehead dan Griffin (1989:392) mengatakan bahwa : Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan.
  5. Robinns (1998:4) menjelaskan bahwa organisasi merupakan kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar yang berfungsi secara relative terus menerus untuk mencapai tujuan bersama atau seperangkat tujuan.

Ada beberapa pendapat lain mengenai organisasi diantaranya adalah:
  1. Menurut Ernest Dale : Organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu  struktur atau pola hubunngan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.
  2. Menurut Cyril Soffer: Organisasi adalah perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi peran tertentu dalam suatu system kerja dan pembagian dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas, dibagikan kemudian digabung lagi dalam beberapa bentuk hasil.
  3. Menurut Kast & Rosenzweig: Organisasi adalah sub system teknik, sub system structural, sub system pshikososial dan sub system manajerial dari lingkungan yang lebih luas dimana ada kumpulan orang-orang berorenteasi pada tujuan.
  4. Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
  5. James D Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  6. Chester I Bernand berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  7. Stephan P Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Dari berbabagai pendapat di atas penulis dapat disimpulkan bahwa: Organisasi adalah sebuah wadah kesatuan sosial yang secara sadar dibentuk oleh sekelompok manusia yang didalamnya saling bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Karakteristik  Organisasi
Abdul Azis Wahab (2008:4) menjelaskan beberapa karakteristik dari organisasi diantaranya adalah 1) Sebuah entitas sosial; 2) Bertujuan atau diarahkan oleh tujuan (goal directed) 3) Memiliki sistem kegiatan terstruktur yang disengaja dan; 4) dengan batas-batas yang jelas. Sedangkan menurut Gerlof (1998:6) karakteristik dari sebuah organiasi yaitu : 1) Tujuan; 2) Orang; 3) Rencana.
Sedangkan beberapa pendapat lain mengenai karakteristik organisasi adalah:
  1. Lembaga social yang terdiri atas kumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan.
  2. Dikembangkan untuk mencapai tujuan
  3. Secara sadar dikoordinasi dan dengan sengaja disusun
  4. Instrumen social yang mempunyai batasan yang secara relatif dapat diidentifikasi.

Asal muasal organisasi

Secara sosial filosofis; Organisasi ada karena diadakan oleh manusia (individu dan kelompok). Dan mengapa diadakan dikarenakan
  1. Sifat dan kodrat manusia sebagai mahluk sosial
  2. Karena banyak hal (tujuan) yang hanya dapat dilakukan secara bersama-sama melalui sebuah wadah atau organisasi.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.
(Organisasi tidak aka ada jika tidak ada manusia dan keinginan)
Abdul Azis Wahab (2008) Anatomi Organisasi dan Kepemimpinan Pendidikan. Bandung: Alfabeta,
Boone, Louis E and Bowen Donal D. (19980) The Great Writing In Management and Organizational Behavior, Tulsa: PennWell Books.
D.K Hart dan W.G Scoott. 1972. Academy of Management Journal.
Horton, Paul B. dan Chester L. Hunt. (1984). Sociology. Edisi keenam. International Student Edition. Tokyo: Mc.Graw-Hill Book Company Inc.Hlm. 89
Keith Davis, Human Relations at Work, (New York, San Francisco, Toronto, London: 1962).Hlm.15-19
Leonard I. Pearlin and Melvin I. 1966. American Sociological Review.
Ostroff, 2004. The Horizontal Organization. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

 

CONTOH ALTERNATIF LANGKAH PEMBELAJARAN KARAKTER

CONTOH ALTERNATIF LANGKAH PEMBELAJARAN KARAKTER

PEMBELAJARAN KARAKTER
PEMBELAJARAN KARAKTER

PENDAHULUAN
Berdasarkan Standar Proses, pada kegiatan pendahuluan, guru:
a. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses
pembelajaran;
b. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan
sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
c. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;
dan
d. menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai
silabus.

Contoh alternatif :
a. Guru datang tepat waktu (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin)
b. Guru mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika memasuki ruang
kelas (contoh nilai yang ditanamkan: santun, peduli)
c. Berdoa sebelum membuka pelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: religius)
d. Mengecek kehadiran siswa (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin, rajin)
e. Mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainnya
(contoh nilai yang ditanamkan: religius, peduli)
f. Memastikan bahwa setiap siswa datang tepat waktu (contoh nilai yang
ditanamkan: disiplin)
g. Menegur siswa yang terlambat dengan sopan (contoh nilai yang ditanamkan:
disiplin, santun, peduli)
h. Mengaitkan materi/kompetensi yang akan dipelajari dengan karakter
i. Dengan merujuk pada silabus, RPP, dan bahan ajar, menyampaikan butir
karakter yang hendak dikembangkan selain yang terkait dengan SK/KD
2. KEGIATAN INTI
Sesuai permen 41 tahun 2007 Pembelajatan melalui 3 tahapan yakni :
a. Eksplorasi (peserta didik difasilitasi untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan
dan mengembangkan sikap melalui kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa)
1) Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang
topik/tema materi yang dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi
guru dan belajar dari aneka sumber (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, berfikir
logis, kreatif, kerjasama)
2) Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan
sumber belajar lain (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, kerja keras)
3) Memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik


dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya (contoh nilai yang ditanamkan:
kerjasama, saling menghargai, peduli lingkungan)
4) Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
(contoh nilai yang ditanamkan: rasa percaya diri, mandiri)
5) Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau
lapangan (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, kerjasama, kerja keras)
b. Elaborasi (peserta didik diberi peluang untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan
serta sikap lebih lanjut melalui sumber-sumber dan kegiatan-kegiatan pembelajaran
lainnya sehingga pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik lebih luas dan
dalam.)
1) Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugastugas
tertentu yang bermakna (contoh nilai yang ditanamkan: cinta ilmu, kreatif,
logis)
2) Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis (contoh nilai yang
ditanamkan: kreatif, percaya diri, kritis, saling menghargai, santun)
3) Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah,
dan bertindak tanpa rasa takut (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, percaya diri,
kritis)
4) Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif
(contoh nilai yang ditanamkan: kerjasama, saling menghargai, tanggung jawab)
5) Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan
prestasi belajar (contoh nilai yang ditanamkan: jujur, disiplin, kerja keras,
menghargai)
6) Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
maupun tertulis, secara individual maupun kelompok (contoh nilai yang ditanamkan:
jujur, bertanggung jawab, percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)


7) Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun
kelompok (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, saling menghargai, mandiri,
kerjasama)
8) Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta
produk yang dihasilkan (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, saling
menghargai, mandiri, kerjasama)
9) Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan
kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik (contoh nilai yang ditanamkan:
percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)
c. Konfirmasi (peserta didik memperoleh umpan balik atas kebenaran, kelayakan, atau
keberterimaan dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh oleh siswa)


1) Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan,
isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik (contoh nilai yang
ditanamkan: saling menghargai, percaya diri, santun, kritis, logis)
2) Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik
melalui berbagai sumber (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, logis, kritis)
3) Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman
belajar yang telah dilakukan (contoh nilai yang ditanamkan: memahami kelebihan
dan kekurangan)
4) Memfasilitasi peserta didik untuk lebih jauh/dalam/luas memperoleh
pengetahuan, keterampilan, dan sikap, antara lain dengan guru:
a) berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan
peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang
baku dan benar (contoh nilai yang ditanamkan: peduli, santun);
b) membantu menyelesaikan masalah (contoh nilai yang ditanamkan: peduli);
c) memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil
eksplorasi (contoh nilai yang ditanamkan: kritis);


d) memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh (contoh nilai yang
ditanamkan: cinta ilmu); dan
e) memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum
berpartisipasi aktif (contoh nilai yang ditanamkan: peduli, percaya diri).
2. Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
a. bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan
pelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, kerjasama, kritis, logis);
b.melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan
secara konsisten dan terprogram (contoh nilai yang ditanamkan: jujur, mengetahui
kelebihan dan kekurangan);
c. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran (contoh nilai yang
ditanamkan: saling menghargai, percaya diri, santun, kritis, logis);
d.merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program
pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual
maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; dan
e.menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar internalisasi nilai-nilai terjadi dengan
lebih intensif selama tahap penutup.


a. Selain simpulan yang terkait dengan aspek pengetahuan, agar peserta didik
difasilitasi membuat pelajaran moral yang berharga yang dipetik dari
pengetahuan/keterampilan dan/atau proses pembelajaran yang telah dilaluinya
untuk memperoleh pengetahuan dan/atau keterampilan pada pelajaran tersebut.

b. Penilaian tidak hanya mengukur pencapaian siswa dalam pengetahuan dan
keterampilan, tetapi juga pada perkembangan karakter mereka.
c. Umpan balik baik yang terkait dengan produk maupun proses, harus menyangkut
baik kompetensi maupun karakter, dan dimulai dengan aspek-aspek positif yang
ditunjukkan oleh siswa.
d. Karya-karya siswa dipajang untuk mengembangkan sikap saling menghargai
karya orang lain dan rasa percaya diri.
e. Kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan,
layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun
kelompok diberikan dalam rangka tidak hanya terkait dengan pengembangan
kemampuan intelektual, tetapi juga kepribadian.

f. Berdoa pada akhir pelajaran.


Sumber : Ngelag.Com

ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME

ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME

ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME
ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME

BAB I

RINGKASAN MATERI

Essensialisme suatu filsafat pendidikan konservatif yang pada mulanya dirumuskan sebagai suatu kritik terhadap trend-trend progreif di sekolah-sekolah. Essensialisme, berpendapat bahwa kultur kita telah memiliki suatu inti pengetahuan umum yang harus diberikan di sekolah-sekolah dalam suatu cara yang sistematik dan berdisiplin. Essensialisme menekankan pada apa yang mendukung pengetahuan dan keterampilan yang diyakini penting yang harus diketahui oleh para anggota masyarakat yang produktif.

Essensialisme, sepertihalnya perenialisme dan progresivisme bukan merupakan suatu aliran filsafat tersendiri, yang mendirikan suatu bangunan filsafat, malainkan suatu gerakan dalam pendidikan yang memprotes terhadap pendidikan progresivisme. Essensialisme mengadakan protes tersebut tidak menolak atau menentang secara keseluruhan pandangan progresivisme seperti halnya yang dilakukan perenislisme.

Dua aliran filsafat –idealisme dan realisme – yang membentuk corak essensialisme sebagai pendukung essensialisme, akan tetapi tidak lebur menjadi satu dan tidak melepaskan sifatnya yang utama pada dirinya masing-masing.

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. ONTOLOGI

Sifat yang menonjol dari ontologi esensialisme adalah suatu konsepsi bahwa dunia ini dikuasai oleh tata yang tiada cela, yang mengatur dunia beserta isinya dengan tiada cela pula. Ini berarti bahwa bagaimanapun bentuk, sifat, kehendak dan cita-cita manusia haruslah disesuaikan dengan tata cara tersebut.

Tujuan umum aliran esensialisme adalah membentuk kebahagiaan dunia dan akherat. Isi pengetahuannya mencakup, kesenian dan segala hal yang mampu menggerakkan kehendak manusia. Dan dalam perkembangannya, kurikulum esensialisme menerapkan berbagai pola idealisme, realisme dan sebagainya.

Uraian mengenai penjabaran menurut realisme dan esensialisme ialah:

  1. Realisme mendukung essensialisme yang disebut realisme objektif karena memiliki pandangan yang sitematis mengenai alam serta tempat manusia didalamnya.
  2. Idealisme objektif mempunyai pandangan kosmis yang lebih optimis dibandingkan dengan realisme objektif. Maksudnya adalah bahwa pandangan-pandangannya bersifat menyeluruh yang boleh dikatakan meliputi segala sesuatu. Dengan landasan pikiran bahwa totalitas dalam alam semesta ini pada hakekatnya adalah jiwa atau spirit, idealisme menetapkan suatu pendirian bahwa segala sesuatu yang ada ini adalah nyata.

Ciri lain mengenai penafsiran idealisme tentang sistem dunia tersimpul dalam pengertian-pengertian makrokosmos dan mikrokosmos. Makrokosmos menunjukkan kepada keseluruhan alam semesta dalam arti susunan dan kesatuan kosmis. Mikrokosmos menunjukkan kepada fakta tunggal pada tingkat manusia. Manusia sebagai individu, jasmani dan rohani adalah mahkluk yang semua tata cara kesatuannya merupakan bagian yang tiada terpisahkan dari alam semesta. Pengertian tentang makrokosmos dan mikrokosmios ini merupakan dasar pengertian mengenai hubungan antara Tuhan dan manusia.

  1. EPISTIMOLOGI

Pada kacamata realisme masalah pengetahuan ini, manusia adalah sasaran pandangan dengan penelaan bahwa manusia perlu dipandang sebagai mahluk yang padanya berlaku hukum-hukum yang mekanistik evolusionistis. Sedangkan menurut idealisme, pandangan mengenai pengetahuan ini bersendikan pada pengertian bahwa manusia adalah mahluk yang adanya merupakan refleksi dari Tuhan dan yang timbul dari hubungan antara makrokosmos dan mikrokosmos.
1. Kontraversi Jasmaniah Rohaniah

  1. Pendekatan Idealisme pada Pengetahuan
  2. Kita hanya mengerti rohani kita sendiri, tetapi pengertian ini memberi kesadaran untuk mengerti realita yang lain.
  3. Menurut T. H Green, approach personalisme itu hanya melalui introspeksi. Padahal manusia tidak mungkin mengetahui sesuatu hanya dengan kesadaran jiwa tanpa adanya pengamatan. Oleh sebab itu pengalaman mental pasti melalui refleksi antara macam-macam pengalaman.
  4. Dalam filsafat religious yang modern, ada teori yang mengatakan bahwa apa yang dimengerti tentang sesuatu ialah karena resonansi dengan Tuhan.
  5. Pendekatan Realisme pada Pengetahuan, Ada beberapa pendekatan realisme pada pengetahuan, yakni;
  6. Menurut Teori Asosiasinisme

Pikiran atau ide-ide (teori ini dipengaruhi oleh filsafat empirisme John Locke) serta isi jiwa terbentuk dari asosiasi unsur-unsur yang berupa kesan-kesan yang berasal dari pengamatan. Kesan-kesan tersebut juga disebut tanggapan yang dapat diumpamakan sebagai atom-atom dari jiwa.

  1. Menurut Teori Behaviorisme

Behaviorisme beranggapan bahwa tingkah laku sebagai istilah dasar yang menunjuk pada hidup mental, sebab manusia sebagai suatu organisme adalah totalitas mekanisme biologis. Dengan demikian untuk mengetahui atau memahami sikap hidup mental seseorang maka kita harus memahami organisme.

  1. Menurut Teori Koneksionisme

Koneksionisme mempunyai konsep-konsep yang bersifat meningkatkan pandangan dari behaviorisme, karena dikatakan bahwa manusia dalam hidupnya selalu membentuk tata jawaban (pattern of respons) dengan jalan memperkuat atau memperlemah hubungan antara (conecctions between) stimulus dan respons. Sehingga terjadi gabungan-gabungan hubungan stimulus dan respon yang akhirnya menunjukkan kualitas tinggi-rendah atau kuat-lemah.

  1. Tipe Epistemologi Realisme

Ada dua tipe epistemologi realisme, yaitu;

  1. Neorealisme

Neorealisme secara psikologis lebih erat dengan behaviorisme. Baginya pengetahuan diterima ditangkap langsung oleh pikiran dunia realita. Oleh karena itu neorasionslisme menafsirkan badan sebagai respon khusus yang berasal dari luar dengan sedikit atau tanpa adanya proses intelek.

  1. Critical Realisme

Aliran ini menyatakan bahwa media antara intelek dengan realitas adalah seberkas penginderaan dan pengamatan.

  1. AXIOLOGI

Pandangan Aksiologi sangat dipegaruhi oleh ontologi dan epistemologi. Terhadap aliran ini nilai-nilai tergantung pada pandangan idealisme dan realisme sebab sebagaimana yang telah kita ketahui di atas bahwa esensialisme terbertuk dari kedua aliran tersebut.

  1. Teori Nilai Menurut Idealisme

Menurut idealisme bahwa sikap, tingkah laku dan ekspresi perasaan juga mempunyai hubungan dengan kualitas baik dan buruk. Penganut idealisme berpegang bahwa hukum-hukum etika adalah hukum kosmos, karena itu seseorang dikatakan baik jika banyak interaktif berada didalam dan melaksanakan hukum-hukum itu.

  1. Teori Nilai Menurut Realisme

Menurut realisme, kualitas nilai tidak dapat ditentukan secara konseptual, melainkan tergantung dari apa atau bagaimana keadaannya bisa dihayatioleh subjek tertentu dan selanjutnya akan tergantung pula dari sikap subjek tersebut. Teori lain yang muncul dari realisme disebut determinismetis. Dikatakan bahwa semua yang ada dalam alam ini, termasuk manusia, mempunyai hubungan hingga merupakan rantai sebab akibat.

Pandangan mengenai pendidikan yang diutarakan disini bersifat umum, simplikatif dan selektif dengan maksud agar semata-mata dapat memberikan gambaran mengenai bagian-bagian utama dari esensialisme. Di samping itu karena tidak setiap filsuf midealis atau realis mempunyai paham esensialistis yang sistematis, maka uraian ini bersifat eklektis.

Essensialisme timbul karena adanya tantangan mengenai perlunya usaha emansipasi diri sendiri. usaha ini diisi dengan pandangan-pandangan yang bersifat menanggapi hidup yang mengarah pada kedunian, ilmiah dan teknologi. Oleh karena terasaskan adanya saingan dari progresivisme, maka pada sekitar tahun 1930 timbul organisasi yang bernama Essentialist Committee for the Advancement of Education. Dengan timbulnya komite ini pandangan-pandangan esensialisme mulai diketengahkan dalam dunia pendidikan.

Dalam idealisme yang dititikberatkan ada pada aku. Sehingga bila seseorang itu belajar pada taraf permulaan adalah memahami akunya sendiri, terus bergerak keluar untuk memahami dunia objektif. Dari mikrokosmos menuju makrokosmos. Hal ini berlandaskan pada pandangan Imanuel Khant (1724-1804), yang mengatakan bahwa, segala pengetahuan yang dicapai oleh manusia melalui indera memerlukan unsur apriori, yang tidak didahului oleh pengalaman lebih dahulu. Dengan mengambil landasan pikir tesebut belajar dapat didefinisikan sebagai jiwa yang berkembang pada sendirinya sebagai substansi spritual. Jiwa membina dan menciptakan diri sendiri.

Pandangan realisme mengenai belajar, tercermin antara lain pada pandangan ahli-ahli psikologi, seperti; Edward L, Thorndike pendukung aliran koneksionisme.

Dengan demikian pandangan-pandangan realisme mengenai pendidikan mencerminkan dua jenis determinasi mutlak dan determinasi terbatas;

  1. Determinisme Mutlak, menunjukkan bahwa belajar adalah mengenal hal-hal yang tidak dapat dihalang-halangi adanya, jadi harus ada yang bersama-sama membentuk dunia ini.
  2. Determinisme Terbatas, memberikan gambaran kurangnya sifat pasif mengenai belajar. Bahwa meskipun pengenalan terhadap hal-hal yang kuantitatif didunia ini tidak berarti dimungkinkan adanya penguasaan terhadap mereka, namun kemampuan akan pengawasan diperlukan.

BAB III

KESIMPULAN

Essensialisme suatu filsafat pendidikan konservatif yang pada mulanya dirumuskan sebagai suatu kritik terhadap trend-trend progreif di sekolah-sekolah. Essensialisme, berpendapat bahwa kultur kita telah memiliki suatu inti pengetahuan umum yang harus diberikan di sekolah-sekolah dalam suatu cara yang sistematik dan berdisiplin. Essensialisme menekankan pada apa yang mendukung pengetahuan dan keterampilan yang diyakini penting yang harus diketahui oleh para anggota masyarakat yang produktif. Tujuan umum aliran esensialisme adalah membentuk kebahagiaan dunia dan akherat. Isi pengetahuannya mencakup, kesenian dan segala hal yang mampu menggerakkan kehendak manusia. Dan dalam perkembangannya, kurikulum esensialisme menerapkan berbagai pola idealisme, realisme dan sebagainya.

Pada kacamata realisme masalah pengetahuan ini, manusia adalah sasaran pandangan dengan penelaan bahwa manusia perlu dipandang sebagai mahluk yang padanya berlaku hukum-hukum yang mekanistik evolusionistis. Sedangkan menurut idealisme, pandangan mengenai pengetahuan ini bersendikan pada pengertian bahwa manusia adalah mahluk yang adanya merupakan refleksi dari Tuhan dan yang timbul dari hubungan antara makrokosmos dan mikrokosmos. Pandangan Aksiologi sangat dipegaruhi oleh ontologi dan epistemologi. Terhadap aliran ini nilai-nilai tergantung pada pandangan idealisme dan realisme sebab sebagaimana yang telah kita ketahui di atas bahwa esensialisme terbertuk dari kedua aliran tersebut.

DAFTAR BACAAN

Bakry, Hasbullah, Sitematik Filsafat (Widjaya, Yogyakarta, 1970).

Idris, H. Sahara dan Jamal, H Lisman, Pengantar Pendidikan (Grasindo, 1992)
Sumitro, Dkk, Pengantar Ilmu Pendidikan, IKIP Yogyakarta
Murtiningsih, Siti, Pendidikan Alat Perlawanan, Resist Book, 2004
Sadullah, Uyah. Drs, Pengantar Filsafat Pendidikan (Alfabet, Yogyakarta 2004)

Referensi : gurupendidikan.co.id

PENTINGNYA SEBUAH PROSES DALAM PENDIDIKAN

PENTINGNYA SEBUAH PROSES DALAM PENDIDIKAN

PENTINGNYA SEBUAH PROSES DALAM PENDIDIKAN
PENTINGNYA SEBUAH PROSES DALAM PENDIDIKAN

Pendidikan sebagai suatu usaha dalam mempersiapkan generasi yang lebih baik dan dapat beperan dalam kehidupan beragama, bernegara dan berbangsa. Peranan pendidikan yang cukup berat tersebut berimplikasi kepada tuntutan pendidikan yang semakin diharapkan berkualitas serta dituntut untuk membentuk karakteristik bangsa yang intelek, maju dalam segala bidang, membentuk perilaku, etika dan moral yang baik sehingga dapat menjadi bekal dalam menghadapi era globalisasi yang kompetitif.

  1. Tafsir (2004:6) mendefinisikan pendidikan sebagai usaha meningkatkan diri dalam segala aspeknya. Menurut pendapat tersebut, pendidikan seharusnya dapat meningkatkan segala aspek dan potensi peserta didik melalui proses pendidikan yang efektif. Proses pendidikan secara operasional diistilahkan dengan pembelajaran.

Kegiatan belajar mengajar merupakan suatu kondisi yang dengan sengaja diciptakan oleh pendidik agar terjadi interakasi edukatif antara pendidik dengan peserta didik, dan peserta didik dengan peserta didik yang lainnya serta memanfaatkan medium secara optimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.( Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, 2002 : 43)

 

Keberlanjutan Proses pendidikan harus terus maju seiring dengan peningkatan kualitas seorang pendidik dan siswa didikannya, kualitas seorang pendidik diharuskan mempunyai jiwa kependidikan yang handal penuh dengan ilmu pengetahuan, sikap dan perilaku yang baik hingga dalam proses pendidikan siswa dapat terbentuk menjadi sebuah sosok yang dapat diharapkan berguna bagi orang tuanya, bangsa dan agama.

Seorang guru sebagai pendidik diharuskan mempunyai pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Pembelajaran di kelas merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh guru. Pengetahuan, keterampilan dan sikap guru harus diperhatikan agar pembelajaran dapat berlangsung efektif. Dengan berbagai kegiatan dan pengalaman guru inilah diharapkan keterampilan guru terasah, sehingga pada akhirnya akan menjadi guru yang profesional sesuai dengan tuntutan zaman sekarang dan di masa yang akan datang. Dengan guru yang profesional inilah diharapkan proses pembelajaran dapat berlangsung secara berkualitas dan luluusannya mempunyai daya saing yang tinggi, baik secara akademis maupun dalam dunia kerja.

 

Pendidikan Merupakan Suatu Proses

Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia, dengan mengaktualisasikan seluruh potensi manusia menjadi kemampuan yang dapat digunakan dalam kehidupan masyarakat. Pendidikan merupakan proses pemberdayaan siswa (student empowerment), sehingga mereka memiliki kemampuan fisik manual, intelektual dan emosional ( Hari Suderajdat, 2005:8). Sedangkan proses pembelajaran merupakan akutalisasi potensi menjadi kompetensi (Hari Suderajdat, 2005:27). Dari dua definisi di atas jelaslah bahwa pendidikan dan pengajaran lebih menekankan pada proses.

Proses pembelajaran merupakan potret dari pendidikan secara keseuruhan, karena semua unsur/komponen pendidikan terlibat di dalamnya. Proses pembelajaran juga merupakan implementasi dari semua unsur dalam pendidikan, karena dalam proses pendidikan semua komponen pendidikan bersinergi. Komponen guru, siswa, tujuan, media, metode, bahan ajar/kurikulum dan evaluasi kesemuanya terdapat dalam proses pembelajaran. Artinya kualitas pendidikan dapat dilihat dari proses pembelajaran. Semakin berkualitas proses pembelajaran yang dilaksanakan, maka memungkinkan akan semakin berkualitas pula pendidikan secara umumnya.

Kualitas proses pembelajaran dapat dilihat sejauhmana komponen-komponen pembelajaran tersebut berkualitas. Bila komponen-komponen tesebut berkualitas, maka pembelajaranpu berkualitas. Guru yang berkualitas, siswa yang berkualitas, tujuan yang berkualitas, metode yang berkualitas, media yang berkualitas, kurikulum yang berkualitas serta evaluasi yang berkualitas akan memungkinkan proses pembelajaran berkualitas. Referensi : https://www.kuliahbahasainggris.com/

Survei: Warga AS Pikir Membesarkan Anak Lelaki Lebih Mudah

Survei: Warga AS Pikir Membesarkan Anak Lelaki Lebih Mudah

Suatu jajak pendapat yang ditunaikan instansi riset Gallup baru-baru ini mendapati bahwa warga Amerika berpikir membesarkan anak laki-laki lebih ringan daripada membesarkan anak perempuan. Pernyataan itu didukung oleh 54 persen responden, selagi perihal sebaliknya dinyatakan oleh 27 persen responden.

Warga AS Pikir Membesarkan Anak Lelaki Lebih Mudah

“Pada selagi Gallup pertama kali mengajukan pertanyaan ini pada th. 1947, 42 persen warga Amerika menyebut anak lelaki lebih ringan dibesarkan, 24 persen menyebut anak perempuan lebih mudah, dan 24 persen perlihatkan tidak ada bedanya,” tulis Gallup didalam rilisnya.

Hasil ini nyaris sama didalam survei berikutnya, empat dekade kemudian pada th. 1990. Tetapi sejak itu, persentase yang perlihatkan anak lelaki lebih ringan dibesarkan semakin bertambah, selagi persentase yang perlihatkan tidak ada bedanya sudah berkurang.

Gallup mendapati lelaki dewasa dan dewasa muda lebih condong perlihatkan anak lelaki lebih ringan dibesarkan.

Di kalangan lelaki dewasa, 58 persen sependapat bahwa membesarkan anak lelaki lebih mudah, berbanding 24 persen yang perlihatkan lebih ringan membesarkan anak perempuan.

Sementara itu 50 persen perempuan dewasa perlihatkan lebih ringan membesarkan anak lelaki berbanding 29 persen yang perlihatkan lebih ringan membesarkan anak perempuan.

Di kalangan warga Amerika berusia 18 sampai 29 tahun, 62 persennya perlihatkan anak lelaki lebih ringan dibesarkan. Gallup perlihatkan margin itu menyusut sejalan bersama bertambahnya umur responden.

“Meskipun penekanan yang meningkat pada kesetaraan bagi kaum perempuan dan hak-hak perempuan di Amerika didalam lebih dari satu th. ini, mayoritas warga Amerika tetap perlihatkan anak lelaki lebih ringan dibesarkan daripada anak perempuan,” sebut Gallup.

“Pandangan ini kemungkinan berasal dari kepercayaan bahwa anak perempuan lebih emosional, lebih-lebih pada umur remaja, dan sebab itu lebih susah membesarkannya. Ini kemungkinan termasuk akibat kecemasan bakal ancaman pada keselamatan anak-anak dan remaja perempuan,” jadi Gallup.

Menurut statistik th. 2015 dari PBB, rasio kuantitas anak lelaki di dan anak perempuan di Amerika Serikat adalah 104.6 berbanding 100. Rasio biasanya global adalah 107 anak lelaki berbanding 100 anak perempuan. Negara bersama rasio kelahiran anak lelaki tertinggi adalah Azerbaijan bersama 118,9, disusul oleh China bersama 115,9

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/