Perusahaan Apple Akui Ada Cacat Pada iPhone X dan MacBook

Apple Akui Ada Cacat Pada iPhone X dan MacBook – Apple mengakui ada sebanyak masalah pada beberapa iPhone X dan MacBook Pro 13 inci buatannya. Atas masalah tersebut, Apple menjanjikan akan menyerahkan perbaikan secara cuma-cuma kepada pemakai yang terdampak.

Dilaporkan Reuters, secara mendetail Apple menyatakan permasalahan pada layar sentuh iPhone X yang merasakan kegagalan komponen.

Apple meyakinkan masalah itu meimpan iPhone X generasi kesatu yang diluncurkan pada tahun 2017. Layar ponsel yang bermasalah diadukan tidak dapat merespons sentuhan atau bahkan dapat berekasi walau tidak disentuh pemakai.

Perusahaan yang berbasis di Cupertino ini menegaskan masalah hanya didatangi pada iPhone X, sedangkan generasi penerusnya yaitu iPhone XS, XS Max, dan XR dinamakan tidak merasakan masalah serupa.

Sementara guna MacBook Pro 13 inci, Apple menuliskan masalah menyebabkan pemakai kehilangan data dan kegagalan drive storage. Apple menuliskan unit yang terdampak bisa jadi tidak banyak, yaitu varian penyimpanan 128 GB dan 256 GB yang dipasarkan antara Juni 2017 sampai Juni 2018.

Belakangan, Apple merasakan sejumlah isu pada produk besutannya yan telah dipasarkan. Tahun lalu, Apple menginisiasi program penggantian baterai secara besar-besaran setelah sebanyak iPhone mengalami tantangan perlambatan kinerja.

Sedangkan pada Juni lalu, perusahaan pun menawarkan penggantian cuma-cuma untuk kibor pada sejumlah model MacBook dan MacBook Pro.

Sejumlah pemakai lewat media sosial sebelumnya mengeluhkan adanya masalah pada kibor yang dirasa terlampau berisik dan tidak bisa bermanfaat dengan benar ketika dipakai untuk mengetik. Atas masalah ini, Apple lantas mengumumkan penggantian cuma-cuma pada pemakai MacBook dan MacBook Pro yang terdampak.

Sumber : https://www.bukuinggris.co.id/

Perusahaan Apple Batalkan Tambahan Pesanan iPhone XR

Apple Batalkan Tambahan Pesanan iPhone XR – Apple mengurungkan tambahan pesanan buatan iPhone XR. Dilansir dari Reuters, Apple sudah mengatakan untuk Foxconn dan Pegatron sebagai perakit smartphone bahwa mereka bakal menghentikan rencana jalur buatan tambahan guna iPhone XR.

Kabar ini kesatu kali dikabarkan oleh Nikkei. Tak lama sesudah kabar tersebut, saham Apple langsung anjlok 4 persen. Pasalnya, hadir kekhawatiran iPhone termurah dari tiga tipe ini merasakan pelemahan pesanan sesudah meluncur ke pasaran.

Nikkei juga sempat mengabarkan Apple pun meminta perakit iPhone yang lebih kecil yaitu Wistron guna bersiap-siap guna pesanan mendadak. Tetapi perusahaan tersebut tidak bakal menerima pesanan guna iPhone XR musim ini.

“Untuk Foxconn, kesatu kali disiapkan nyaris 60 lini perakitan guna model XR Apple, namun baru-baru ini melulu menggunakan selama 45 lini produksi sebab pelanggan utamanya menuliskan tidak butuh memproduksi yang tidak sedikit sekarang,” kata Nikkei mengutip satu sumber.

Apple dirasakan sebagai pelanggan terbesar guna Foxconn, yang secara sah dikenal sebagai Hon Hai Precision Industry Co.

Pada 2016, Apple mengenalkan iPhone yang lebih murah yang dinamakan SE, dengan harga mula US$399 (Rp5,9 juta) namun gagal memikat lebih tidak sedikit pelanggan untuk melakukan pembelian produk itu.

Sumber : https://www.sekolahan.co.id/

Definisi dan karakteristik Organisasi (Tinjauan Teoritis)

Definisi dan karakteristik Organisasi (Tinjauan Teoritis)

karakteristik Organisasi

 

Definisi Organisasi
Dalam buku Abdul Azis Wahab (2008:2-3) beberapa pendapat mengenai definisi organisasi adalah sebagai berikut:
  1. Hicks dan gullet, 1976:22 mengemukakan definisi berdasarkan lima fakta yang umum terdapat pada setiap organisasi adalah sebagai berikut: 1) Organisasi selalu berikan orang-orang; 2) Orang-orang tersebut saling terlibat dan melalui cara-cara  tertentu  mereka itu saling berinteraksi; 3) Interaksi-interaksi tersebut selalu dilakukan secara teratur atau ditentukan oleh sejenis struktur; 4) Semua orang dalam organisasi  mempunyai tujuan –tujuan pribadi dan beberapa diantaranya itulah mendasari tindakan-tindakan mereka. Setiap orang mengharapkan bahwa partisipasi mereka dalam organisasi akan membantu mencapai tujuan tujuan-tujuan individu; 5) Interaksi-interaksi tersebut dapat juga membantu mencapai tujuan-tujuan yang memiliki keterkaitan yang mungkin berbeda tetapi berhubungan dengan tujuan-tujuan pribadi.
  2. Chester I Bernard mengemukakan organisasi adalah suatu sistem kerja sama (Cooperative activies) antara dua orang atau lebih.
  3. Gibson (2005:5) berpendapat mengenai organisasi bahwa: Organisasi  adalah unit yang dikoordinasikan  dan berisi paling  tidak dua orang atau lebih yang fungsinya adalah untuk mencapai tujuan bersama atau seperangkat tujuan bersama.
  4. Moorehead dan Griffin (1989:392) mengatakan bahwa : Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan.
  5. Robinns (1998:4) menjelaskan bahwa organisasi merupakan kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar yang berfungsi secara relative terus menerus untuk mencapai tujuan bersama atau seperangkat tujuan.

Ada beberapa pendapat lain mengenai organisasi diantaranya adalah:
  1. Menurut Ernest Dale : Organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu  struktur atau pola hubunngan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.
  2. Menurut Cyril Soffer: Organisasi adalah perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi peran tertentu dalam suatu system kerja dan pembagian dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas, dibagikan kemudian digabung lagi dalam beberapa bentuk hasil.
  3. Menurut Kast & Rosenzweig: Organisasi adalah sub system teknik, sub system structural, sub system pshikososial dan sub system manajerial dari lingkungan yang lebih luas dimana ada kumpulan orang-orang berorenteasi pada tujuan.
  4. Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
  5. James D Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  6. Chester I Bernand berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  7. Stephan P Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Dari berbabagai pendapat di atas penulis dapat disimpulkan bahwa: Organisasi adalah sebuah wadah kesatuan sosial yang secara sadar dibentuk oleh sekelompok manusia yang didalamnya saling bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Karakteristik  Organisasi
Abdul Azis Wahab (2008:4) menjelaskan beberapa karakteristik dari organisasi diantaranya adalah 1) Sebuah entitas sosial; 2) Bertujuan atau diarahkan oleh tujuan (goal directed) 3) Memiliki sistem kegiatan terstruktur yang disengaja dan; 4) dengan batas-batas yang jelas. Sedangkan menurut Gerlof (1998:6) karakteristik dari sebuah organiasi yaitu : 1) Tujuan; 2) Orang; 3) Rencana.
Sedangkan beberapa pendapat lain mengenai karakteristik organisasi adalah:
  1. Lembaga social yang terdiri atas kumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan.
  2. Dikembangkan untuk mencapai tujuan
  3. Secara sadar dikoordinasi dan dengan sengaja disusun
  4. Instrumen social yang mempunyai batasan yang secara relatif dapat diidentifikasi.

Asal muasal organisasi

Secara sosial filosofis; Organisasi ada karena diadakan oleh manusia (individu dan kelompok). Dan mengapa diadakan dikarenakan
  1. Sifat dan kodrat manusia sebagai mahluk sosial
  2. Karena banyak hal (tujuan) yang hanya dapat dilakukan secara bersama-sama melalui sebuah wadah atau organisasi.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.
(Organisasi tidak aka ada jika tidak ada manusia dan keinginan)
Abdul Azis Wahab (2008) Anatomi Organisasi dan Kepemimpinan Pendidikan. Bandung: Alfabeta,
Boone, Louis E and Bowen Donal D. (19980) The Great Writing In Management and Organizational Behavior, Tulsa: PennWell Books.
D.K Hart dan W.G Scoott. 1972. Academy of Management Journal.
Horton, Paul B. dan Chester L. Hunt. (1984). Sociology. Edisi keenam. International Student Edition. Tokyo: Mc.Graw-Hill Book Company Inc.Hlm. 89
Keith Davis, Human Relations at Work, (New York, San Francisco, Toronto, London: 1962).Hlm.15-19
Leonard I. Pearlin and Melvin I. 1966. American Sociological Review.
Ostroff, 2004. The Horizontal Organization. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

 

CONTOH ALTERNATIF LANGKAH PEMBELAJARAN KARAKTER

CONTOH ALTERNATIF LANGKAH PEMBELAJARAN KARAKTER

PEMBELAJARAN KARAKTER
PEMBELAJARAN KARAKTER

PENDAHULUAN
Berdasarkan Standar Proses, pada kegiatan pendahuluan, guru:
a. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses
pembelajaran;
b. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan
sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
c. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;
dan
d. menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai
silabus.

Contoh alternatif :
a. Guru datang tepat waktu (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin)
b. Guru mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika memasuki ruang
kelas (contoh nilai yang ditanamkan: santun, peduli)
c. Berdoa sebelum membuka pelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: religius)
d. Mengecek kehadiran siswa (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin, rajin)
e. Mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainnya
(contoh nilai yang ditanamkan: religius, peduli)
f. Memastikan bahwa setiap siswa datang tepat waktu (contoh nilai yang
ditanamkan: disiplin)
g. Menegur siswa yang terlambat dengan sopan (contoh nilai yang ditanamkan:
disiplin, santun, peduli)
h. Mengaitkan materi/kompetensi yang akan dipelajari dengan karakter
i. Dengan merujuk pada silabus, RPP, dan bahan ajar, menyampaikan butir
karakter yang hendak dikembangkan selain yang terkait dengan SK/KD
2. KEGIATAN INTI
Sesuai permen 41 tahun 2007 Pembelajatan melalui 3 tahapan yakni :
a. Eksplorasi (peserta didik difasilitasi untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan
dan mengembangkan sikap melalui kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa)
1) Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang
topik/tema materi yang dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi
guru dan belajar dari aneka sumber (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, berfikir
logis, kreatif, kerjasama)
2) Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan
sumber belajar lain (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, kerja keras)
3) Memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik


dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya (contoh nilai yang ditanamkan:
kerjasama, saling menghargai, peduli lingkungan)
4) Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
(contoh nilai yang ditanamkan: rasa percaya diri, mandiri)
5) Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau
lapangan (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, kerjasama, kerja keras)
b. Elaborasi (peserta didik diberi peluang untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan
serta sikap lebih lanjut melalui sumber-sumber dan kegiatan-kegiatan pembelajaran
lainnya sehingga pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik lebih luas dan
dalam.)
1) Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugastugas
tertentu yang bermakna (contoh nilai yang ditanamkan: cinta ilmu, kreatif,
logis)
2) Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis (contoh nilai yang
ditanamkan: kreatif, percaya diri, kritis, saling menghargai, santun)
3) Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah,
dan bertindak tanpa rasa takut (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, percaya diri,
kritis)
4) Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif
(contoh nilai yang ditanamkan: kerjasama, saling menghargai, tanggung jawab)
5) Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan
prestasi belajar (contoh nilai yang ditanamkan: jujur, disiplin, kerja keras,
menghargai)
6) Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
maupun tertulis, secara individual maupun kelompok (contoh nilai yang ditanamkan:
jujur, bertanggung jawab, percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)


7) Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun
kelompok (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, saling menghargai, mandiri,
kerjasama)
8) Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta
produk yang dihasilkan (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, saling
menghargai, mandiri, kerjasama)
9) Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan
kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik (contoh nilai yang ditanamkan:
percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)
c. Konfirmasi (peserta didik memperoleh umpan balik atas kebenaran, kelayakan, atau
keberterimaan dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh oleh siswa)


1) Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan,
isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik (contoh nilai yang
ditanamkan: saling menghargai, percaya diri, santun, kritis, logis)
2) Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik
melalui berbagai sumber (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, logis, kritis)
3) Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman
belajar yang telah dilakukan (contoh nilai yang ditanamkan: memahami kelebihan
dan kekurangan)
4) Memfasilitasi peserta didik untuk lebih jauh/dalam/luas memperoleh
pengetahuan, keterampilan, dan sikap, antara lain dengan guru:
a) berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan
peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang
baku dan benar (contoh nilai yang ditanamkan: peduli, santun);
b) membantu menyelesaikan masalah (contoh nilai yang ditanamkan: peduli);
c) memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil
eksplorasi (contoh nilai yang ditanamkan: kritis);


d) memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh (contoh nilai yang
ditanamkan: cinta ilmu); dan
e) memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum
berpartisipasi aktif (contoh nilai yang ditanamkan: peduli, percaya diri).
2. Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
a. bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan
pelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, kerjasama, kritis, logis);
b.melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan
secara konsisten dan terprogram (contoh nilai yang ditanamkan: jujur, mengetahui
kelebihan dan kekurangan);
c. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran (contoh nilai yang
ditanamkan: saling menghargai, percaya diri, santun, kritis, logis);
d.merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program
pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual
maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; dan
e.menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar internalisasi nilai-nilai terjadi dengan
lebih intensif selama tahap penutup.


a. Selain simpulan yang terkait dengan aspek pengetahuan, agar peserta didik
difasilitasi membuat pelajaran moral yang berharga yang dipetik dari
pengetahuan/keterampilan dan/atau proses pembelajaran yang telah dilaluinya
untuk memperoleh pengetahuan dan/atau keterampilan pada pelajaran tersebut.

b. Penilaian tidak hanya mengukur pencapaian siswa dalam pengetahuan dan
keterampilan, tetapi juga pada perkembangan karakter mereka.
c. Umpan balik baik yang terkait dengan produk maupun proses, harus menyangkut
baik kompetensi maupun karakter, dan dimulai dengan aspek-aspek positif yang
ditunjukkan oleh siswa.
d. Karya-karya siswa dipajang untuk mengembangkan sikap saling menghargai
karya orang lain dan rasa percaya diri.
e. Kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan,
layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun
kelompok diberikan dalam rangka tidak hanya terkait dengan pengembangan
kemampuan intelektual, tetapi juga kepribadian.

f. Berdoa pada akhir pelajaran.


Sumber : Ngelag.Com

ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME

ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME

ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME
ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME

BAB I

RINGKASAN MATERI

Essensialisme suatu filsafat pendidikan konservatif yang pada mulanya dirumuskan sebagai suatu kritik terhadap trend-trend progreif di sekolah-sekolah. Essensialisme, berpendapat bahwa kultur kita telah memiliki suatu inti pengetahuan umum yang harus diberikan di sekolah-sekolah dalam suatu cara yang sistematik dan berdisiplin. Essensialisme menekankan pada apa yang mendukung pengetahuan dan keterampilan yang diyakini penting yang harus diketahui oleh para anggota masyarakat yang produktif.

Essensialisme, sepertihalnya perenialisme dan progresivisme bukan merupakan suatu aliran filsafat tersendiri, yang mendirikan suatu bangunan filsafat, malainkan suatu gerakan dalam pendidikan yang memprotes terhadap pendidikan progresivisme. Essensialisme mengadakan protes tersebut tidak menolak atau menentang secara keseluruhan pandangan progresivisme seperti halnya yang dilakukan perenislisme.

Dua aliran filsafat –idealisme dan realisme – yang membentuk corak essensialisme sebagai pendukung essensialisme, akan tetapi tidak lebur menjadi satu dan tidak melepaskan sifatnya yang utama pada dirinya masing-masing.

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. ONTOLOGI

Sifat yang menonjol dari ontologi esensialisme adalah suatu konsepsi bahwa dunia ini dikuasai oleh tata yang tiada cela, yang mengatur dunia beserta isinya dengan tiada cela pula. Ini berarti bahwa bagaimanapun bentuk, sifat, kehendak dan cita-cita manusia haruslah disesuaikan dengan tata cara tersebut.

Tujuan umum aliran esensialisme adalah membentuk kebahagiaan dunia dan akherat. Isi pengetahuannya mencakup, kesenian dan segala hal yang mampu menggerakkan kehendak manusia. Dan dalam perkembangannya, kurikulum esensialisme menerapkan berbagai pola idealisme, realisme dan sebagainya.

Uraian mengenai penjabaran menurut realisme dan esensialisme ialah:

  1. Realisme mendukung essensialisme yang disebut realisme objektif karena memiliki pandangan yang sitematis mengenai alam serta tempat manusia didalamnya.
  2. Idealisme objektif mempunyai pandangan kosmis yang lebih optimis dibandingkan dengan realisme objektif. Maksudnya adalah bahwa pandangan-pandangannya bersifat menyeluruh yang boleh dikatakan meliputi segala sesuatu. Dengan landasan pikiran bahwa totalitas dalam alam semesta ini pada hakekatnya adalah jiwa atau spirit, idealisme menetapkan suatu pendirian bahwa segala sesuatu yang ada ini adalah nyata.

Ciri lain mengenai penafsiran idealisme tentang sistem dunia tersimpul dalam pengertian-pengertian makrokosmos dan mikrokosmos. Makrokosmos menunjukkan kepada keseluruhan alam semesta dalam arti susunan dan kesatuan kosmis. Mikrokosmos menunjukkan kepada fakta tunggal pada tingkat manusia. Manusia sebagai individu, jasmani dan rohani adalah mahkluk yang semua tata cara kesatuannya merupakan bagian yang tiada terpisahkan dari alam semesta. Pengertian tentang makrokosmos dan mikrokosmios ini merupakan dasar pengertian mengenai hubungan antara Tuhan dan manusia.

  1. EPISTIMOLOGI

Pada kacamata realisme masalah pengetahuan ini, manusia adalah sasaran pandangan dengan penelaan bahwa manusia perlu dipandang sebagai mahluk yang padanya berlaku hukum-hukum yang mekanistik evolusionistis. Sedangkan menurut idealisme, pandangan mengenai pengetahuan ini bersendikan pada pengertian bahwa manusia adalah mahluk yang adanya merupakan refleksi dari Tuhan dan yang timbul dari hubungan antara makrokosmos dan mikrokosmos.
1. Kontraversi Jasmaniah Rohaniah

  1. Pendekatan Idealisme pada Pengetahuan
  2. Kita hanya mengerti rohani kita sendiri, tetapi pengertian ini memberi kesadaran untuk mengerti realita yang lain.
  3. Menurut T. H Green, approach personalisme itu hanya melalui introspeksi. Padahal manusia tidak mungkin mengetahui sesuatu hanya dengan kesadaran jiwa tanpa adanya pengamatan. Oleh sebab itu pengalaman mental pasti melalui refleksi antara macam-macam pengalaman.
  4. Dalam filsafat religious yang modern, ada teori yang mengatakan bahwa apa yang dimengerti tentang sesuatu ialah karena resonansi dengan Tuhan.
  5. Pendekatan Realisme pada Pengetahuan, Ada beberapa pendekatan realisme pada pengetahuan, yakni;
  6. Menurut Teori Asosiasinisme

Pikiran atau ide-ide (teori ini dipengaruhi oleh filsafat empirisme John Locke) serta isi jiwa terbentuk dari asosiasi unsur-unsur yang berupa kesan-kesan yang berasal dari pengamatan. Kesan-kesan tersebut juga disebut tanggapan yang dapat diumpamakan sebagai atom-atom dari jiwa.

  1. Menurut Teori Behaviorisme

Behaviorisme beranggapan bahwa tingkah laku sebagai istilah dasar yang menunjuk pada hidup mental, sebab manusia sebagai suatu organisme adalah totalitas mekanisme biologis. Dengan demikian untuk mengetahui atau memahami sikap hidup mental seseorang maka kita harus memahami organisme.

  1. Menurut Teori Koneksionisme

Koneksionisme mempunyai konsep-konsep yang bersifat meningkatkan pandangan dari behaviorisme, karena dikatakan bahwa manusia dalam hidupnya selalu membentuk tata jawaban (pattern of respons) dengan jalan memperkuat atau memperlemah hubungan antara (conecctions between) stimulus dan respons. Sehingga terjadi gabungan-gabungan hubungan stimulus dan respon yang akhirnya menunjukkan kualitas tinggi-rendah atau kuat-lemah.

  1. Tipe Epistemologi Realisme

Ada dua tipe epistemologi realisme, yaitu;

  1. Neorealisme

Neorealisme secara psikologis lebih erat dengan behaviorisme. Baginya pengetahuan diterima ditangkap langsung oleh pikiran dunia realita. Oleh karena itu neorasionslisme menafsirkan badan sebagai respon khusus yang berasal dari luar dengan sedikit atau tanpa adanya proses intelek.

  1. Critical Realisme

Aliran ini menyatakan bahwa media antara intelek dengan realitas adalah seberkas penginderaan dan pengamatan.

  1. AXIOLOGI

Pandangan Aksiologi sangat dipegaruhi oleh ontologi dan epistemologi. Terhadap aliran ini nilai-nilai tergantung pada pandangan idealisme dan realisme sebab sebagaimana yang telah kita ketahui di atas bahwa esensialisme terbertuk dari kedua aliran tersebut.

  1. Teori Nilai Menurut Idealisme

Menurut idealisme bahwa sikap, tingkah laku dan ekspresi perasaan juga mempunyai hubungan dengan kualitas baik dan buruk. Penganut idealisme berpegang bahwa hukum-hukum etika adalah hukum kosmos, karena itu seseorang dikatakan baik jika banyak interaktif berada didalam dan melaksanakan hukum-hukum itu.

  1. Teori Nilai Menurut Realisme

Menurut realisme, kualitas nilai tidak dapat ditentukan secara konseptual, melainkan tergantung dari apa atau bagaimana keadaannya bisa dihayatioleh subjek tertentu dan selanjutnya akan tergantung pula dari sikap subjek tersebut. Teori lain yang muncul dari realisme disebut determinismetis. Dikatakan bahwa semua yang ada dalam alam ini, termasuk manusia, mempunyai hubungan hingga merupakan rantai sebab akibat.

Pandangan mengenai pendidikan yang diutarakan disini bersifat umum, simplikatif dan selektif dengan maksud agar semata-mata dapat memberikan gambaran mengenai bagian-bagian utama dari esensialisme. Di samping itu karena tidak setiap filsuf midealis atau realis mempunyai paham esensialistis yang sistematis, maka uraian ini bersifat eklektis.

Essensialisme timbul karena adanya tantangan mengenai perlunya usaha emansipasi diri sendiri. usaha ini diisi dengan pandangan-pandangan yang bersifat menanggapi hidup yang mengarah pada kedunian, ilmiah dan teknologi. Oleh karena terasaskan adanya saingan dari progresivisme, maka pada sekitar tahun 1930 timbul organisasi yang bernama Essentialist Committee for the Advancement of Education. Dengan timbulnya komite ini pandangan-pandangan esensialisme mulai diketengahkan dalam dunia pendidikan.

Dalam idealisme yang dititikberatkan ada pada aku. Sehingga bila seseorang itu belajar pada taraf permulaan adalah memahami akunya sendiri, terus bergerak keluar untuk memahami dunia objektif. Dari mikrokosmos menuju makrokosmos. Hal ini berlandaskan pada pandangan Imanuel Khant (1724-1804), yang mengatakan bahwa, segala pengetahuan yang dicapai oleh manusia melalui indera memerlukan unsur apriori, yang tidak didahului oleh pengalaman lebih dahulu. Dengan mengambil landasan pikir tesebut belajar dapat didefinisikan sebagai jiwa yang berkembang pada sendirinya sebagai substansi spritual. Jiwa membina dan menciptakan diri sendiri.

Pandangan realisme mengenai belajar, tercermin antara lain pada pandangan ahli-ahli psikologi, seperti; Edward L, Thorndike pendukung aliran koneksionisme.

Dengan demikian pandangan-pandangan realisme mengenai pendidikan mencerminkan dua jenis determinasi mutlak dan determinasi terbatas;

  1. Determinisme Mutlak, menunjukkan bahwa belajar adalah mengenal hal-hal yang tidak dapat dihalang-halangi adanya, jadi harus ada yang bersama-sama membentuk dunia ini.
  2. Determinisme Terbatas, memberikan gambaran kurangnya sifat pasif mengenai belajar. Bahwa meskipun pengenalan terhadap hal-hal yang kuantitatif didunia ini tidak berarti dimungkinkan adanya penguasaan terhadap mereka, namun kemampuan akan pengawasan diperlukan.

BAB III

KESIMPULAN

Essensialisme suatu filsafat pendidikan konservatif yang pada mulanya dirumuskan sebagai suatu kritik terhadap trend-trend progreif di sekolah-sekolah. Essensialisme, berpendapat bahwa kultur kita telah memiliki suatu inti pengetahuan umum yang harus diberikan di sekolah-sekolah dalam suatu cara yang sistematik dan berdisiplin. Essensialisme menekankan pada apa yang mendukung pengetahuan dan keterampilan yang diyakini penting yang harus diketahui oleh para anggota masyarakat yang produktif. Tujuan umum aliran esensialisme adalah membentuk kebahagiaan dunia dan akherat. Isi pengetahuannya mencakup, kesenian dan segala hal yang mampu menggerakkan kehendak manusia. Dan dalam perkembangannya, kurikulum esensialisme menerapkan berbagai pola idealisme, realisme dan sebagainya.

Pada kacamata realisme masalah pengetahuan ini, manusia adalah sasaran pandangan dengan penelaan bahwa manusia perlu dipandang sebagai mahluk yang padanya berlaku hukum-hukum yang mekanistik evolusionistis. Sedangkan menurut idealisme, pandangan mengenai pengetahuan ini bersendikan pada pengertian bahwa manusia adalah mahluk yang adanya merupakan refleksi dari Tuhan dan yang timbul dari hubungan antara makrokosmos dan mikrokosmos. Pandangan Aksiologi sangat dipegaruhi oleh ontologi dan epistemologi. Terhadap aliran ini nilai-nilai tergantung pada pandangan idealisme dan realisme sebab sebagaimana yang telah kita ketahui di atas bahwa esensialisme terbertuk dari kedua aliran tersebut.

DAFTAR BACAAN

Bakry, Hasbullah, Sitematik Filsafat (Widjaya, Yogyakarta, 1970).

Idris, H. Sahara dan Jamal, H Lisman, Pengantar Pendidikan (Grasindo, 1992)
Sumitro, Dkk, Pengantar Ilmu Pendidikan, IKIP Yogyakarta
Murtiningsih, Siti, Pendidikan Alat Perlawanan, Resist Book, 2004
Sadullah, Uyah. Drs, Pengantar Filsafat Pendidikan (Alfabet, Yogyakarta 2004)

Referensi : gurupendidikan.co.id

PENTINGNYA SEBUAH PROSES DALAM PENDIDIKAN

PENTINGNYA SEBUAH PROSES DALAM PENDIDIKAN

PENTINGNYA SEBUAH PROSES DALAM PENDIDIKAN
PENTINGNYA SEBUAH PROSES DALAM PENDIDIKAN

Pendidikan sebagai suatu usaha dalam mempersiapkan generasi yang lebih baik dan dapat beperan dalam kehidupan beragama, bernegara dan berbangsa. Peranan pendidikan yang cukup berat tersebut berimplikasi kepada tuntutan pendidikan yang semakin diharapkan berkualitas serta dituntut untuk membentuk karakteristik bangsa yang intelek, maju dalam segala bidang, membentuk perilaku, etika dan moral yang baik sehingga dapat menjadi bekal dalam menghadapi era globalisasi yang kompetitif.

  1. Tafsir (2004:6) mendefinisikan pendidikan sebagai usaha meningkatkan diri dalam segala aspeknya. Menurut pendapat tersebut, pendidikan seharusnya dapat meningkatkan segala aspek dan potensi peserta didik melalui proses pendidikan yang efektif. Proses pendidikan secara operasional diistilahkan dengan pembelajaran.

Kegiatan belajar mengajar merupakan suatu kondisi yang dengan sengaja diciptakan oleh pendidik agar terjadi interakasi edukatif antara pendidik dengan peserta didik, dan peserta didik dengan peserta didik yang lainnya serta memanfaatkan medium secara optimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.( Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, 2002 : 43)

 

Keberlanjutan Proses pendidikan harus terus maju seiring dengan peningkatan kualitas seorang pendidik dan siswa didikannya, kualitas seorang pendidik diharuskan mempunyai jiwa kependidikan yang handal penuh dengan ilmu pengetahuan, sikap dan perilaku yang baik hingga dalam proses pendidikan siswa dapat terbentuk menjadi sebuah sosok yang dapat diharapkan berguna bagi orang tuanya, bangsa dan agama.

Seorang guru sebagai pendidik diharuskan mempunyai pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Pembelajaran di kelas merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh guru. Pengetahuan, keterampilan dan sikap guru harus diperhatikan agar pembelajaran dapat berlangsung efektif. Dengan berbagai kegiatan dan pengalaman guru inilah diharapkan keterampilan guru terasah, sehingga pada akhirnya akan menjadi guru yang profesional sesuai dengan tuntutan zaman sekarang dan di masa yang akan datang. Dengan guru yang profesional inilah diharapkan proses pembelajaran dapat berlangsung secara berkualitas dan luluusannya mempunyai daya saing yang tinggi, baik secara akademis maupun dalam dunia kerja.

 

Pendidikan Merupakan Suatu Proses

Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia, dengan mengaktualisasikan seluruh potensi manusia menjadi kemampuan yang dapat digunakan dalam kehidupan masyarakat. Pendidikan merupakan proses pemberdayaan siswa (student empowerment), sehingga mereka memiliki kemampuan fisik manual, intelektual dan emosional ( Hari Suderajdat, 2005:8). Sedangkan proses pembelajaran merupakan akutalisasi potensi menjadi kompetensi (Hari Suderajdat, 2005:27). Dari dua definisi di atas jelaslah bahwa pendidikan dan pengajaran lebih menekankan pada proses.

Proses pembelajaran merupakan potret dari pendidikan secara keseuruhan, karena semua unsur/komponen pendidikan terlibat di dalamnya. Proses pembelajaran juga merupakan implementasi dari semua unsur dalam pendidikan, karena dalam proses pendidikan semua komponen pendidikan bersinergi. Komponen guru, siswa, tujuan, media, metode, bahan ajar/kurikulum dan evaluasi kesemuanya terdapat dalam proses pembelajaran. Artinya kualitas pendidikan dapat dilihat dari proses pembelajaran. Semakin berkualitas proses pembelajaran yang dilaksanakan, maka memungkinkan akan semakin berkualitas pula pendidikan secara umumnya.

Kualitas proses pembelajaran dapat dilihat sejauhmana komponen-komponen pembelajaran tersebut berkualitas. Bila komponen-komponen tesebut berkualitas, maka pembelajaranpu berkualitas. Guru yang berkualitas, siswa yang berkualitas, tujuan yang berkualitas, metode yang berkualitas, media yang berkualitas, kurikulum yang berkualitas serta evaluasi yang berkualitas akan memungkinkan proses pembelajaran berkualitas. Referensi : https://www.kuliahbahasainggris.com/

Survei: Warga AS Pikir Membesarkan Anak Lelaki Lebih Mudah

Survei: Warga AS Pikir Membesarkan Anak Lelaki Lebih Mudah

Suatu jajak pendapat yang ditunaikan instansi riset Gallup baru-baru ini mendapati bahwa warga Amerika berpikir membesarkan anak laki-laki lebih ringan daripada membesarkan anak perempuan. Pernyataan itu didukung oleh 54 persen responden, selagi perihal sebaliknya dinyatakan oleh 27 persen responden.

Warga AS Pikir Membesarkan Anak Lelaki Lebih Mudah

“Pada selagi Gallup pertama kali mengajukan pertanyaan ini pada th. 1947, 42 persen warga Amerika menyebut anak lelaki lebih ringan dibesarkan, 24 persen menyebut anak perempuan lebih mudah, dan 24 persen perlihatkan tidak ada bedanya,” tulis Gallup didalam rilisnya.

Hasil ini nyaris sama didalam survei berikutnya, empat dekade kemudian pada th. 1990. Tetapi sejak itu, persentase yang perlihatkan anak lelaki lebih ringan dibesarkan semakin bertambah, selagi persentase yang perlihatkan tidak ada bedanya sudah berkurang.

Gallup mendapati lelaki dewasa dan dewasa muda lebih condong perlihatkan anak lelaki lebih ringan dibesarkan.

Di kalangan lelaki dewasa, 58 persen sependapat bahwa membesarkan anak lelaki lebih mudah, berbanding 24 persen yang perlihatkan lebih ringan membesarkan anak perempuan.

Sementara itu 50 persen perempuan dewasa perlihatkan lebih ringan membesarkan anak lelaki berbanding 29 persen yang perlihatkan lebih ringan membesarkan anak perempuan.

Di kalangan warga Amerika berusia 18 sampai 29 tahun, 62 persennya perlihatkan anak lelaki lebih ringan dibesarkan. Gallup perlihatkan margin itu menyusut sejalan bersama bertambahnya umur responden.

“Meskipun penekanan yang meningkat pada kesetaraan bagi kaum perempuan dan hak-hak perempuan di Amerika didalam lebih dari satu th. ini, mayoritas warga Amerika tetap perlihatkan anak lelaki lebih ringan dibesarkan daripada anak perempuan,” sebut Gallup.

“Pandangan ini kemungkinan berasal dari kepercayaan bahwa anak perempuan lebih emosional, lebih-lebih pada umur remaja, dan sebab itu lebih susah membesarkannya. Ini kemungkinan termasuk akibat kecemasan bakal ancaman pada keselamatan anak-anak dan remaja perempuan,” jadi Gallup.

Menurut statistik th. 2015 dari PBB, rasio kuantitas anak lelaki di dan anak perempuan di Amerika Serikat adalah 104.6 berbanding 100. Rasio biasanya global adalah 107 anak lelaki berbanding 100 anak perempuan. Negara bersama rasio kelahiran anak lelaki tertinggi adalah Azerbaijan bersama 118,9, disusul oleh China bersama 115,9

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/

Keadilan Pendidikan dan Zonasi Sekolah

Keadilan Pendidikan dan Zonasi Sekolah

Sejak puluhan tahun lalu, Indonesia mengenal sekolah favorit dan bukan favorit. Pemerintah berupaya menghapus pemeringkatan itu dengan sistem zonasi. Apakah bakal berhasil?

Keadilan Pendidikan dan Zonasi Sekolah

Akhir Mei selanjutnya terjadi moment menggemparkan di Blitar, Jawa Timur. Seorang siswi SMP berprestasi memutuskan bunuh diri setelah tahu, bahwa dia tidak bakal bisa mendaftar ke SMA favorit terbaik di area itu. Penyebabnya adalah sistem zonasi, dia yang tinggal di Kabupaten Blitar kecil peluangnya bersekolah di Kota Blitar.

Dalam info resminya, Kementerian Pendidikan Nasional perlihatkan sistem zonasi ditetapkan pemerintah sebagai usaha pemerataan akses pendidikan dan menghilangkan status sekolah favorit atau bukan. Setiap sekolah diharuskan menerima sekurang-kurangnya 90 % siswa dari area sekitarnya, dan cuma 5 % kuota untuk calon siswa dari luar zona.

Pada praktiknya, dengan zonasi siswa diarahkan pilih sekolah negeri yang dekat dengan rumah. Sekolah bagus termasuk “dipaksa” menerima siswa dengan prestasi rendah, yang tinggal di dekat lokasinya untuk mengurangi beban ongkos transportasi dan menciptakan keadilan akses pendidikan.

Namun, sistem ini konsisten mengundang masalah. Ada area yang menerapkan menambahkan poin, kenakan sistem 3 gelombang penerimaan hingga menetapkan jalur-jalur spesifik berdasar pertimbangan tertentu. Bagi sebagian orang tua, aturan-aturan yang ditetapkan dianggap terlalu rumit dan merepotkan. “Daripada pusing, aku pilih memasukkan anak ke sekolah swasta saja. Sekarang telah diterima dikarenakan lebih duluan jadwal pendaftarannya,” kata Ardiana yang anaknya masuk SMP tahun ini.

Widyaningsih, warga Sleman, DI Yogyakarta yang termasuk memasukkan anaknya ke SMP tahun ini, melacak sekolah untuk anak menjadi sistem yang melelahkan. “Yang sekolah anaknya, yang tegang dan capek orang tuanya,” ujarnya.

Budhi Masturi, Kepala Ombudsman RI Kantor Perwakilan DIY-Jateng menilai, tahun ini sistem pemerimaan siswa baru di sekolah yang bakal di awali awal Juli nanti, berpotensi mempunyai kerumitan yang sama.

“Melihat tahun selanjutnya potensi permasalan yang mungkin keluar itu soal zonasi. Tahun selanjutnya kita belum mempunyai instrumen untuk mengukur zonasi, agar yang di lapangan keluar kreatifitas, apabila kepala sekolah atau dinas mengfungsikan GPS atau surat info kepala desa. Selain itu, kuota termasuk bakal mungkin menjadi masalah. Ada kuota untuk penduduk pra sejahtera. Karena negara harus memberikan keadilan akses pendidikan, namun itu tahun selanjutnya itu menyebabkan sekolah favorit tidak terpenuhi kuotanya,” ujarnya.

Tidak layaknya sejumlah area yang ketat mengfungsikan batas administrasi kewilayahan sebagai arahan zonasi, DI Yogyakarta tahun ini memengaruhi aturan. Calon siswa boleh melalui batas wilayah asal sekolah yang dituju senantiasa berada didalam radius 5 kilometer dari rumahnya.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DI Yogyakarta, Kadarmanta Baskara Aji. “Tahun ini tersedia pergantian aturan, di didalam Peraturan Menteri menyatakan berkenaan zonasi dan daring (online) boleh dilaksanakan secara bertahap oleh area cocok kondisi. Tahun ini dan kemarin zona membaginya berbeda. Misalnya untuk SMA, tahun kemarin zona itu batasnya kenakan wilayah administrasi, saat ini mengfungsikan jarak, dikarenakan yang dimaui oleh Peraturan Menteri itu sebenarnya jarak, bukan wilayah administrasi,” jelasnya.

Zonasi yang ditetapkan pemerintah Yogyakarta tidak semuanya berjarak 5 kilometer dari rumah siswa. Dalam kasus di mana tidak tersedia sekolah didalam radius tersebut, zonasi bisa berlaku hingga jarak 12 kilometer.

Setiap tahun, Yogyakarta meluluskan kira-kira 41 ribu siswa dari SMP/MTs. Daya tampung SMA/SMK kurang lebih terhadap angka yang sama. Jika ditambah dengan sekolah swasta daya tampungnya menjadi 45 ribu siswa. Dari kuantitas itu, diketahui bahwa setiap tahun kira-kira 4 ribu siswa SMA atau sederajat datang dari luar wilayah.

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Heru Purnomo mengakui, sistem zonasi meningkatkan panjang daftar beban bagi siswa. Ketika sekolah, siswa di Indonesia dibebani dengan kurikulum yang terlalu berat. Peraturan berkenaan zonasi menjadi beban tambahan dikala mereka lulus, dikarenakan hasil studi dengan kurikulum yang berat itu ternyata tidak menanggung bisa bersekolah cocok pilihan dikarenakan masalah aturan.

“Setiap siswa berhak untuk mengembangkan diri, namun kadang hak itu dibatas oleh aturan. Nah, aturan ini yang semestinya memberikan fleksibilitas berdasar dinamika yang ada, agar bisa merespon permohonan layaknya itu,” kata Heru kepada VOA.

Heru mengatakan, kasus di Blitar sebenarnya terjadi di banyak area lain, meskipun tidak berakhir dengan bunuh diri siswa. Dia berikan contoh, tersedia siswa yang tidak bisa masuk ke sekolah yang dekat dengan rumahnya, dikarenakan perbedaan kabupaten. Akhirnya dia harus pilih sekolah lain yang jauh, namun dimungkinkan oleh aturan yang ada.

Dalam sejumlah kasus, kata Heru, aturan yang terlalu kaku membelenggu siswa dan memengaruhi stimulus belajarnya.

“Karena membawa permohonan namun dibatasi oleh aturan, siswa berpikir, buat apa studi betul-betul jikalau sesudah itu tidak bisa mendaftar di sekolah favorit. Maka pemerintah harus bersikap, berikanlah sekian % kapada anak diluar zona untuk bisa berkompetisi. Kalau tersedia peluang, sesudah itu bisa mencoba. Kalau apabila kalah, dia bisa tahu bahwa telah berjuang dan kalah. Kalau belum berjuang telah dibatasi, berarti itu disingkirkan,” paparnya.

Meski diatur lewat Peraturan Menteri, di Indonesia sistem pendaftaran siswa baru berbeda di tiap-tiap daerah. Tidak cuma itu, kecenderungan pergantian aturan setiap tahun ajaran baru, menyebabkan sistem ini sulit dipahami. “Kita kerap dianggap kurang sosialisasi, padahal bukan kurang, namun dikarenakan sebenarnya aturan tahun lalu, berbeda dengan tahun ini,” tambah Kepala Dinas Pendidikan Yogyakarta, Kadarmanta Baskara Aji

Contoh Puisi Pendidikan Terbaik Paling Indah

Puisi ialah bentuk karya sastra yang terbelenggu oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris yang bahasanya terlihat estetis dan sarat makna. Puisi terbagi menjadi dua, yakni puisi lama dan puisi modern. Puisi lama masih terbelenggu dengan jumlah baris, bait, ataupun rima ( sajak ). Puisi lama ialah pantun dan syair. Puisi canggih tidak terbelenggu pada bait, jumlah baris, atau sajak dalam penulisannya. Sehingga puisi canggih disebut puisi bebas.

Dibawah ini ialah contoh puisi tentang edukasi dan sekolah buat kamu yang bisa dijadikan sebagai bahan referensi guna lomba baca puisi selengkapnya silahkan lihat di https://www.pelajaran.id/:

PENOLONG DALAM KEGELAPAN (GURU)
Oleh Muhammad Hafiz Nur

Sosok yang tanpa mengenal lelah .
Sosok yang menindas perlakuan kasar yang dilontarkan siswa-siswi kepadanya .
Sosok yang berlangkah tegap dan tegas walaupun kening dan pipi mereka sudah mulai memancarkan kekusutan dari raut wajahnya .
Wahai guruku ..
Kau telah memberi warna pelangi didalam kehidupan kami.
7 warna yang telah berkumpul menjadi satu paduan .
7 kesempurnaan yang telah kau berikan untuk bekal kami kelak dimasa yang akan datangnya
.
Kau mengajarkan yang Awal mulanya kami tidak mengenal huruf abjad sampai kami bisa menjadi orang-orang yang kalian harapkan , orang-orang yang sukses dan orang-orang yang telah menyandang gelar terhormat seperti kalian bahkan akan lebih dari pada itu .

Guru ..
Maafkan kami yang telah berbuat kesalahan kepada kalian .
Dari hal yang sekecil debu yang tak terlihat bahkan sampai kesalahan yang besar yang bisa terlihat dengan mata kasar .
Tak banyak serumpun do’a yang kami panjatkan .
Semoga kalian guru-guru kami tetap sabar dalam membina dan mendidik kami dan menjadi lah PAHLAWAN tanpa tanda jasa dan mengajar tanpa mengenal kata LELAH .
Kami sayang kalian bapak dan ibu guru kami yang tercinta

Puisi Tema Pendidikan Tentang Lingkungan Sekolah

Lambat menjalar waktu
Suasana hening dalam kekhusu’an menggali ilmu
Sekolahku, gudang ilmuku
Perantara Tuhan dan Kewujudan ALamku

Engkau semakin reot
Tapi ilmu yang menjadi isi mu
Tak pudar dengan segala rintangan
Meski berbilik kayu berlantai tanah
Engkau tetap menjadi tempatku mengabdi ilmu

Wahai yang disana,
Yang duduk mewakili rakyat ( Katanya )
Lihatlah kami disini
Menahan dingin saat angin menerpa
Menahan dingin saat air membanjir mengalir

Wahai Yang duduk di atas pangkat
Cobalah tengok Rakyatmu disini
Kemana guru – guru kami
Yang lama tak kau gaji
Kemana suasana nyaman belajar
Saat kami ingin impian dapat kami kejar
Dimana pendidikan kalian
Atau tahta telah melupakan janji – janji
Hingga kemudian para siswa mati
Dalam kebodohan dan kejahilan
Baca : Puisi Tentang Lingkungan Sekolah
Contoh Puisi tentang Pendidikan Indonesia
Jauh disana,
Mereka tak mengenal angka
bahkan huruf pun mereka buta
Kita disini menikmati gemerlap dunia
Lupa bahwa ada yang tengah dilanda kebodohan nyata

Di sana, sangat jauh disana
Mereka berjalan menyusuri hutan
Menerjang sungai
Tuk skedar duduk di rumah reyot
Menanti guru memberi curahan ilmu

Di sini,
Bahkan jarak tak lagi berjarak
Kuda mesin menjadi pengantar setia
Bahkan disini
Gedung megah bertingkat mewah
Namun kian tak beradab

Wahai Indonesiaku
Wahai para wakil wakyat
Kapan kalian mewakili kami
Saat kami tertatih demi mengerti bahasa
Saat kami tersingkir karena sarana
Kalian lihai memainkan kata
Menipu angka
Membawa hak kami kedalam perut kalian

Neraka menjadi akhir kalian
Yang tega bersenang dengan harta kami
Hingga kami tersusah di terjang kemiskinan
Pendidikan macam apa ini
Yang terdidik justru menghardik
Yang pintar justru semakin liar
Dan yang papa kian tak tersuarakan

Itulah susunan Puisi Pusi Pendidikan yang bisa disampaikan, Semoga kedepannya edukasi Indonesia semakin baik dan semakin merata.

Cara Mendidik Balita Usia Pra Sekolah

Seorang bunda atau ibu baru bisa rasakan bahwasannya dia akan lakukan segala sesuatu yang salah. Bahkan tugas paling dasar seperti halnya menggendong, menyusui, mengganti popok, dan juga membawanya memberikan rasa takut yang terkadang sangat berlebihan. Ya, itulah yang umumnya disebut dengan reaksi klasik bunda baru. Hal yang demikian ini normal sebab sang bunda membawa tanggung jawab besar serta merasa letih atas pengalaman melahirkannya.

Cara Mendidik Balita Usia Pra Sekolah
Cara Mendidik Balita Usia Pra Sekolah

Usia pra sekolah merupakan salah satu bagian dari usia emas bagi anak balita yang penting sekali untuk perkembangan anak Anda. Rutinitas dan juga pembelajaran yang telah mereka lakukan nantinya akan memberi efek besar pada pembentukan karakter serta kebiasaan setelah anak Anda tumbuh jadi besar. Dan di bawah ini adalah beberapa cara mudah mendidik anak balita usia pra sekolah yang harus Anda tahu.

Cara mendidik balita usia pra sekolah

Latih kemandirian anak

Mungkin saja sebagian orangtua terkadang cukup khawatir sekali bahwasannya anaknya hanya mau dengarkan gurunya dan lakukan hal yang sebaliknya di rumah, seperti halnya merengek, menolak untuk merapikan mainan, dan juga tak berani ke toilet sendirian. Padahal saat di sekolah dia dapat melakukan semuanya sendirian. Maka, ketahuilah bahwasanya anak Anda lagi menguji batasan kesabaran Anda sebab dia percaya jika Anda akan selalu mencintainya serta lakukan apapun yang dia inginkan. Bila yang demikian ini terjadi, beri pelukan bila anak Anda memintanya, tapi tetap konsisten untuk dukung anak melakukan hal-hal tersebut sendiri.

Beri tugas lebih menantang

Anak-anak bisa lakukan lebih dari apa yang sudah Anda bayangkan. Tahukah Anda, sekolah yang baik biarkan anak-anak tuangkana ir dan siapkan makanan mereka sendirikan, buang bekas makanannya di piringnya, membersihkan meja, serta menyimpan tasnya sendiri di loker. Sebab itulah, lakukan hal sama dan beri tantangan baru saat dia bisa kuasai satu keterampilan.

Jangan beri bantuan dalam hal yang bisa dia lakukan

Membantu beberapa hal yang bisa anak Anda lakukan sendirian mungkin saja akan lebih cepat dan juga lebih mudah, akan tetapi yang demikian ini tak akan membantu untuk menjadikan anak Anda jadi lebih mandiri. Bila Anda memang khawatir anak tidak bisa melakukannya, coba beri bantuan kecil tapi tak secara langsung, seperti halnya menempatkan kemeja secara terbuka atau pun dengan mengambilkan piring, akan tetapi dengan tidak menempatkannya di atas meja makan. Anda juga bisa memberikan dua pertanyaan seperti ini “apa adik mau bunda bantu atau adik bisa melakukannya sendiri?”, kata bisa tersebut adalah penyemangat bagi anak Anda untuk lakukannya sendiri.

Demikian informasi tentang cara mendidik balita usia pra sekolah yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat. sumber : www.sekolahbahasainggris.com