ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME

ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME

ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME
ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME

BAB I

RINGKASAN MATERI

Essensialisme suatu filsafat pendidikan konservatif yang pada mulanya dirumuskan sebagai suatu kritik terhadap trend-trend progreif di sekolah-sekolah. Essensialisme, berpendapat bahwa kultur kita telah memiliki suatu inti pengetahuan umum yang harus diberikan di sekolah-sekolah dalam suatu cara yang sistematik dan berdisiplin. Essensialisme menekankan pada apa yang mendukung pengetahuan dan keterampilan yang diyakini penting yang harus diketahui oleh para anggota masyarakat yang produktif.

Essensialisme, sepertihalnya perenialisme dan progresivisme bukan merupakan suatu aliran filsafat tersendiri, yang mendirikan suatu bangunan filsafat, malainkan suatu gerakan dalam pendidikan yang memprotes terhadap pendidikan progresivisme. Essensialisme mengadakan protes tersebut tidak menolak atau menentang secara keseluruhan pandangan progresivisme seperti halnya yang dilakukan perenislisme.

Dua aliran filsafat –idealisme dan realisme – yang membentuk corak essensialisme sebagai pendukung essensialisme, akan tetapi tidak lebur menjadi satu dan tidak melepaskan sifatnya yang utama pada dirinya masing-masing.

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. ONTOLOGI

Sifat yang menonjol dari ontologi esensialisme adalah suatu konsepsi bahwa dunia ini dikuasai oleh tata yang tiada cela, yang mengatur dunia beserta isinya dengan tiada cela pula. Ini berarti bahwa bagaimanapun bentuk, sifat, kehendak dan cita-cita manusia haruslah disesuaikan dengan tata cara tersebut.

Tujuan umum aliran esensialisme adalah membentuk kebahagiaan dunia dan akherat. Isi pengetahuannya mencakup, kesenian dan segala hal yang mampu menggerakkan kehendak manusia. Dan dalam perkembangannya, kurikulum esensialisme menerapkan berbagai pola idealisme, realisme dan sebagainya.

Uraian mengenai penjabaran menurut realisme dan esensialisme ialah:

  1. Realisme mendukung essensialisme yang disebut realisme objektif karena memiliki pandangan yang sitematis mengenai alam serta tempat manusia didalamnya.
  2. Idealisme objektif mempunyai pandangan kosmis yang lebih optimis dibandingkan dengan realisme objektif. Maksudnya adalah bahwa pandangan-pandangannya bersifat menyeluruh yang boleh dikatakan meliputi segala sesuatu. Dengan landasan pikiran bahwa totalitas dalam alam semesta ini pada hakekatnya adalah jiwa atau spirit, idealisme menetapkan suatu pendirian bahwa segala sesuatu yang ada ini adalah nyata.

Ciri lain mengenai penafsiran idealisme tentang sistem dunia tersimpul dalam pengertian-pengertian makrokosmos dan mikrokosmos. Makrokosmos menunjukkan kepada keseluruhan alam semesta dalam arti susunan dan kesatuan kosmis. Mikrokosmos menunjukkan kepada fakta tunggal pada tingkat manusia. Manusia sebagai individu, jasmani dan rohani adalah mahkluk yang semua tata cara kesatuannya merupakan bagian yang tiada terpisahkan dari alam semesta. Pengertian tentang makrokosmos dan mikrokosmios ini merupakan dasar pengertian mengenai hubungan antara Tuhan dan manusia.

  1. EPISTIMOLOGI

Pada kacamata realisme masalah pengetahuan ini, manusia adalah sasaran pandangan dengan penelaan bahwa manusia perlu dipandang sebagai mahluk yang padanya berlaku hukum-hukum yang mekanistik evolusionistis. Sedangkan menurut idealisme, pandangan mengenai pengetahuan ini bersendikan pada pengertian bahwa manusia adalah mahluk yang adanya merupakan refleksi dari Tuhan dan yang timbul dari hubungan antara makrokosmos dan mikrokosmos.
1. Kontraversi Jasmaniah Rohaniah

  1. Pendekatan Idealisme pada Pengetahuan
  2. Kita hanya mengerti rohani kita sendiri, tetapi pengertian ini memberi kesadaran untuk mengerti realita yang lain.
  3. Menurut T. H Green, approach personalisme itu hanya melalui introspeksi. Padahal manusia tidak mungkin mengetahui sesuatu hanya dengan kesadaran jiwa tanpa adanya pengamatan. Oleh sebab itu pengalaman mental pasti melalui refleksi antara macam-macam pengalaman.
  4. Dalam filsafat religious yang modern, ada teori yang mengatakan bahwa apa yang dimengerti tentang sesuatu ialah karena resonansi dengan Tuhan.
  5. Pendekatan Realisme pada Pengetahuan, Ada beberapa pendekatan realisme pada pengetahuan, yakni;
  6. Menurut Teori Asosiasinisme

Pikiran atau ide-ide (teori ini dipengaruhi oleh filsafat empirisme John Locke) serta isi jiwa terbentuk dari asosiasi unsur-unsur yang berupa kesan-kesan yang berasal dari pengamatan. Kesan-kesan tersebut juga disebut tanggapan yang dapat diumpamakan sebagai atom-atom dari jiwa.

  1. Menurut Teori Behaviorisme

Behaviorisme beranggapan bahwa tingkah laku sebagai istilah dasar yang menunjuk pada hidup mental, sebab manusia sebagai suatu organisme adalah totalitas mekanisme biologis. Dengan demikian untuk mengetahui atau memahami sikap hidup mental seseorang maka kita harus memahami organisme.

  1. Menurut Teori Koneksionisme

Koneksionisme mempunyai konsep-konsep yang bersifat meningkatkan pandangan dari behaviorisme, karena dikatakan bahwa manusia dalam hidupnya selalu membentuk tata jawaban (pattern of respons) dengan jalan memperkuat atau memperlemah hubungan antara (conecctions between) stimulus dan respons. Sehingga terjadi gabungan-gabungan hubungan stimulus dan respon yang akhirnya menunjukkan kualitas tinggi-rendah atau kuat-lemah.

  1. Tipe Epistemologi Realisme

Ada dua tipe epistemologi realisme, yaitu;

  1. Neorealisme

Neorealisme secara psikologis lebih erat dengan behaviorisme. Baginya pengetahuan diterima ditangkap langsung oleh pikiran dunia realita. Oleh karena itu neorasionslisme menafsirkan badan sebagai respon khusus yang berasal dari luar dengan sedikit atau tanpa adanya proses intelek.

  1. Critical Realisme

Aliran ini menyatakan bahwa media antara intelek dengan realitas adalah seberkas penginderaan dan pengamatan.

  1. AXIOLOGI

Pandangan Aksiologi sangat dipegaruhi oleh ontologi dan epistemologi. Terhadap aliran ini nilai-nilai tergantung pada pandangan idealisme dan realisme sebab sebagaimana yang telah kita ketahui di atas bahwa esensialisme terbertuk dari kedua aliran tersebut.

  1. Teori Nilai Menurut Idealisme

Menurut idealisme bahwa sikap, tingkah laku dan ekspresi perasaan juga mempunyai hubungan dengan kualitas baik dan buruk. Penganut idealisme berpegang bahwa hukum-hukum etika adalah hukum kosmos, karena itu seseorang dikatakan baik jika banyak interaktif berada didalam dan melaksanakan hukum-hukum itu.

  1. Teori Nilai Menurut Realisme

Menurut realisme, kualitas nilai tidak dapat ditentukan secara konseptual, melainkan tergantung dari apa atau bagaimana keadaannya bisa dihayatioleh subjek tertentu dan selanjutnya akan tergantung pula dari sikap subjek tersebut. Teori lain yang muncul dari realisme disebut determinismetis. Dikatakan bahwa semua yang ada dalam alam ini, termasuk manusia, mempunyai hubungan hingga merupakan rantai sebab akibat.

Pandangan mengenai pendidikan yang diutarakan disini bersifat umum, simplikatif dan selektif dengan maksud agar semata-mata dapat memberikan gambaran mengenai bagian-bagian utama dari esensialisme. Di samping itu karena tidak setiap filsuf midealis atau realis mempunyai paham esensialistis yang sistematis, maka uraian ini bersifat eklektis.

Essensialisme timbul karena adanya tantangan mengenai perlunya usaha emansipasi diri sendiri. usaha ini diisi dengan pandangan-pandangan yang bersifat menanggapi hidup yang mengarah pada kedunian, ilmiah dan teknologi. Oleh karena terasaskan adanya saingan dari progresivisme, maka pada sekitar tahun 1930 timbul organisasi yang bernama Essentialist Committee for the Advancement of Education. Dengan timbulnya komite ini pandangan-pandangan esensialisme mulai diketengahkan dalam dunia pendidikan.

Dalam idealisme yang dititikberatkan ada pada aku. Sehingga bila seseorang itu belajar pada taraf permulaan adalah memahami akunya sendiri, terus bergerak keluar untuk memahami dunia objektif. Dari mikrokosmos menuju makrokosmos. Hal ini berlandaskan pada pandangan Imanuel Khant (1724-1804), yang mengatakan bahwa, segala pengetahuan yang dicapai oleh manusia melalui indera memerlukan unsur apriori, yang tidak didahului oleh pengalaman lebih dahulu. Dengan mengambil landasan pikir tesebut belajar dapat didefinisikan sebagai jiwa yang berkembang pada sendirinya sebagai substansi spritual. Jiwa membina dan menciptakan diri sendiri.

Pandangan realisme mengenai belajar, tercermin antara lain pada pandangan ahli-ahli psikologi, seperti; Edward L, Thorndike pendukung aliran koneksionisme.

Dengan demikian pandangan-pandangan realisme mengenai pendidikan mencerminkan dua jenis determinasi mutlak dan determinasi terbatas;

  1. Determinisme Mutlak, menunjukkan bahwa belajar adalah mengenal hal-hal yang tidak dapat dihalang-halangi adanya, jadi harus ada yang bersama-sama membentuk dunia ini.
  2. Determinisme Terbatas, memberikan gambaran kurangnya sifat pasif mengenai belajar. Bahwa meskipun pengenalan terhadap hal-hal yang kuantitatif didunia ini tidak berarti dimungkinkan adanya penguasaan terhadap mereka, namun kemampuan akan pengawasan diperlukan.

BAB III

KESIMPULAN

Essensialisme suatu filsafat pendidikan konservatif yang pada mulanya dirumuskan sebagai suatu kritik terhadap trend-trend progreif di sekolah-sekolah. Essensialisme, berpendapat bahwa kultur kita telah memiliki suatu inti pengetahuan umum yang harus diberikan di sekolah-sekolah dalam suatu cara yang sistematik dan berdisiplin. Essensialisme menekankan pada apa yang mendukung pengetahuan dan keterampilan yang diyakini penting yang harus diketahui oleh para anggota masyarakat yang produktif. Tujuan umum aliran esensialisme adalah membentuk kebahagiaan dunia dan akherat. Isi pengetahuannya mencakup, kesenian dan segala hal yang mampu menggerakkan kehendak manusia. Dan dalam perkembangannya, kurikulum esensialisme menerapkan berbagai pola idealisme, realisme dan sebagainya.

Pada kacamata realisme masalah pengetahuan ini, manusia adalah sasaran pandangan dengan penelaan bahwa manusia perlu dipandang sebagai mahluk yang padanya berlaku hukum-hukum yang mekanistik evolusionistis. Sedangkan menurut idealisme, pandangan mengenai pengetahuan ini bersendikan pada pengertian bahwa manusia adalah mahluk yang adanya merupakan refleksi dari Tuhan dan yang timbul dari hubungan antara makrokosmos dan mikrokosmos. Pandangan Aksiologi sangat dipegaruhi oleh ontologi dan epistemologi. Terhadap aliran ini nilai-nilai tergantung pada pandangan idealisme dan realisme sebab sebagaimana yang telah kita ketahui di atas bahwa esensialisme terbertuk dari kedua aliran tersebut.

DAFTAR BACAAN

Bakry, Hasbullah, Sitematik Filsafat (Widjaya, Yogyakarta, 1970).

Idris, H. Sahara dan Jamal, H Lisman, Pengantar Pendidikan (Grasindo, 1992)
Sumitro, Dkk, Pengantar Ilmu Pendidikan, IKIP Yogyakarta
Murtiningsih, Siti, Pendidikan Alat Perlawanan, Resist Book, 2004
Sadullah, Uyah. Drs, Pengantar Filsafat Pendidikan (Alfabet, Yogyakarta 2004)

Referensi : gurupendidikan.co.id

PENTINGNYA SEBUAH PROSES DALAM PENDIDIKAN

PENTINGNYA SEBUAH PROSES DALAM PENDIDIKAN

PENTINGNYA SEBUAH PROSES DALAM PENDIDIKAN
PENTINGNYA SEBUAH PROSES DALAM PENDIDIKAN

Pendidikan sebagai suatu usaha dalam mempersiapkan generasi yang lebih baik dan dapat beperan dalam kehidupan beragama, bernegara dan berbangsa. Peranan pendidikan yang cukup berat tersebut berimplikasi kepada tuntutan pendidikan yang semakin diharapkan berkualitas serta dituntut untuk membentuk karakteristik bangsa yang intelek, maju dalam segala bidang, membentuk perilaku, etika dan moral yang baik sehingga dapat menjadi bekal dalam menghadapi era globalisasi yang kompetitif.

  1. Tafsir (2004:6) mendefinisikan pendidikan sebagai usaha meningkatkan diri dalam segala aspeknya. Menurut pendapat tersebut, pendidikan seharusnya dapat meningkatkan segala aspek dan potensi peserta didik melalui proses pendidikan yang efektif. Proses pendidikan secara operasional diistilahkan dengan pembelajaran.

Kegiatan belajar mengajar merupakan suatu kondisi yang dengan sengaja diciptakan oleh pendidik agar terjadi interakasi edukatif antara pendidik dengan peserta didik, dan peserta didik dengan peserta didik yang lainnya serta memanfaatkan medium secara optimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.( Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, 2002 : 43)

 

Keberlanjutan Proses pendidikan harus terus maju seiring dengan peningkatan kualitas seorang pendidik dan siswa didikannya, kualitas seorang pendidik diharuskan mempunyai jiwa kependidikan yang handal penuh dengan ilmu pengetahuan, sikap dan perilaku yang baik hingga dalam proses pendidikan siswa dapat terbentuk menjadi sebuah sosok yang dapat diharapkan berguna bagi orang tuanya, bangsa dan agama.

Seorang guru sebagai pendidik diharuskan mempunyai pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Pembelajaran di kelas merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh guru. Pengetahuan, keterampilan dan sikap guru harus diperhatikan agar pembelajaran dapat berlangsung efektif. Dengan berbagai kegiatan dan pengalaman guru inilah diharapkan keterampilan guru terasah, sehingga pada akhirnya akan menjadi guru yang profesional sesuai dengan tuntutan zaman sekarang dan di masa yang akan datang. Dengan guru yang profesional inilah diharapkan proses pembelajaran dapat berlangsung secara berkualitas dan luluusannya mempunyai daya saing yang tinggi, baik secara akademis maupun dalam dunia kerja.

 

Pendidikan Merupakan Suatu Proses

Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia, dengan mengaktualisasikan seluruh potensi manusia menjadi kemampuan yang dapat digunakan dalam kehidupan masyarakat. Pendidikan merupakan proses pemberdayaan siswa (student empowerment), sehingga mereka memiliki kemampuan fisik manual, intelektual dan emosional ( Hari Suderajdat, 2005:8). Sedangkan proses pembelajaran merupakan akutalisasi potensi menjadi kompetensi (Hari Suderajdat, 2005:27). Dari dua definisi di atas jelaslah bahwa pendidikan dan pengajaran lebih menekankan pada proses.

Proses pembelajaran merupakan potret dari pendidikan secara keseuruhan, karena semua unsur/komponen pendidikan terlibat di dalamnya. Proses pembelajaran juga merupakan implementasi dari semua unsur dalam pendidikan, karena dalam proses pendidikan semua komponen pendidikan bersinergi. Komponen guru, siswa, tujuan, media, metode, bahan ajar/kurikulum dan evaluasi kesemuanya terdapat dalam proses pembelajaran. Artinya kualitas pendidikan dapat dilihat dari proses pembelajaran. Semakin berkualitas proses pembelajaran yang dilaksanakan, maka memungkinkan akan semakin berkualitas pula pendidikan secara umumnya.

Kualitas proses pembelajaran dapat dilihat sejauhmana komponen-komponen pembelajaran tersebut berkualitas. Bila komponen-komponen tesebut berkualitas, maka pembelajaranpu berkualitas. Guru yang berkualitas, siswa yang berkualitas, tujuan yang berkualitas, metode yang berkualitas, media yang berkualitas, kurikulum yang berkualitas serta evaluasi yang berkualitas akan memungkinkan proses pembelajaran berkualitas. Referensi : https://www.kuliahbahasainggris.com/

Survei: Warga AS Pikir Membesarkan Anak Lelaki Lebih Mudah

Survei: Warga AS Pikir Membesarkan Anak Lelaki Lebih Mudah

Suatu jajak pendapat yang ditunaikan instansi riset Gallup baru-baru ini mendapati bahwa warga Amerika berpikir membesarkan anak laki-laki lebih ringan daripada membesarkan anak perempuan. Pernyataan itu didukung oleh 54 persen responden, selagi perihal sebaliknya dinyatakan oleh 27 persen responden.

Warga AS Pikir Membesarkan Anak Lelaki Lebih Mudah

“Pada selagi Gallup pertama kali mengajukan pertanyaan ini pada th. 1947, 42 persen warga Amerika menyebut anak lelaki lebih ringan dibesarkan, 24 persen menyebut anak perempuan lebih mudah, dan 24 persen perlihatkan tidak ada bedanya,” tulis Gallup didalam rilisnya.

Hasil ini nyaris sama didalam survei berikutnya, empat dekade kemudian pada th. 1990. Tetapi sejak itu, persentase yang perlihatkan anak lelaki lebih ringan dibesarkan semakin bertambah, selagi persentase yang perlihatkan tidak ada bedanya sudah berkurang.

Gallup mendapati lelaki dewasa dan dewasa muda lebih condong perlihatkan anak lelaki lebih ringan dibesarkan.

Di kalangan lelaki dewasa, 58 persen sependapat bahwa membesarkan anak lelaki lebih mudah, berbanding 24 persen yang perlihatkan lebih ringan membesarkan anak perempuan.

Sementara itu 50 persen perempuan dewasa perlihatkan lebih ringan membesarkan anak lelaki berbanding 29 persen yang perlihatkan lebih ringan membesarkan anak perempuan.

Di kalangan warga Amerika berusia 18 sampai 29 tahun, 62 persennya perlihatkan anak lelaki lebih ringan dibesarkan. Gallup perlihatkan margin itu menyusut sejalan bersama bertambahnya umur responden.

“Meskipun penekanan yang meningkat pada kesetaraan bagi kaum perempuan dan hak-hak perempuan di Amerika didalam lebih dari satu th. ini, mayoritas warga Amerika tetap perlihatkan anak lelaki lebih ringan dibesarkan daripada anak perempuan,” sebut Gallup.

“Pandangan ini kemungkinan berasal dari kepercayaan bahwa anak perempuan lebih emosional, lebih-lebih pada umur remaja, dan sebab itu lebih susah membesarkannya. Ini kemungkinan termasuk akibat kecemasan bakal ancaman pada keselamatan anak-anak dan remaja perempuan,” jadi Gallup.

Menurut statistik th. 2015 dari PBB, rasio kuantitas anak lelaki di dan anak perempuan di Amerika Serikat adalah 104.6 berbanding 100. Rasio biasanya global adalah 107 anak lelaki berbanding 100 anak perempuan. Negara bersama rasio kelahiran anak lelaki tertinggi adalah Azerbaijan bersama 118,9, disusul oleh China bersama 115,9

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/

Keadilan Pendidikan dan Zonasi Sekolah

Keadilan Pendidikan dan Zonasi Sekolah

Sejak puluhan tahun lalu, Indonesia mengenal sekolah favorit dan bukan favorit. Pemerintah berupaya menghapus pemeringkatan itu dengan sistem zonasi. Apakah bakal berhasil?

Keadilan Pendidikan dan Zonasi Sekolah

Akhir Mei selanjutnya terjadi moment menggemparkan di Blitar, Jawa Timur. Seorang siswi SMP berprestasi memutuskan bunuh diri setelah tahu, bahwa dia tidak bakal bisa mendaftar ke SMA favorit terbaik di area itu. Penyebabnya adalah sistem zonasi, dia yang tinggal di Kabupaten Blitar kecil peluangnya bersekolah di Kota Blitar.

Dalam info resminya, Kementerian Pendidikan Nasional perlihatkan sistem zonasi ditetapkan pemerintah sebagai usaha pemerataan akses pendidikan dan menghilangkan status sekolah favorit atau bukan. Setiap sekolah diharuskan menerima sekurang-kurangnya 90 % siswa dari area sekitarnya, dan cuma 5 % kuota untuk calon siswa dari luar zona.

Pada praktiknya, dengan zonasi siswa diarahkan pilih sekolah negeri yang dekat dengan rumah. Sekolah bagus termasuk “dipaksa” menerima siswa dengan prestasi rendah, yang tinggal di dekat lokasinya untuk mengurangi beban ongkos transportasi dan menciptakan keadilan akses pendidikan.

Namun, sistem ini konsisten mengundang masalah. Ada area yang menerapkan menambahkan poin, kenakan sistem 3 gelombang penerimaan hingga menetapkan jalur-jalur spesifik berdasar pertimbangan tertentu. Bagi sebagian orang tua, aturan-aturan yang ditetapkan dianggap terlalu rumit dan merepotkan. “Daripada pusing, aku pilih memasukkan anak ke sekolah swasta saja. Sekarang telah diterima dikarenakan lebih duluan jadwal pendaftarannya,” kata Ardiana yang anaknya masuk SMP tahun ini.

Widyaningsih, warga Sleman, DI Yogyakarta yang termasuk memasukkan anaknya ke SMP tahun ini, melacak sekolah untuk anak menjadi sistem yang melelahkan. “Yang sekolah anaknya, yang tegang dan capek orang tuanya,” ujarnya.

Budhi Masturi, Kepala Ombudsman RI Kantor Perwakilan DIY-Jateng menilai, tahun ini sistem pemerimaan siswa baru di sekolah yang bakal di awali awal Juli nanti, berpotensi mempunyai kerumitan yang sama.

“Melihat tahun selanjutnya potensi permasalan yang mungkin keluar itu soal zonasi. Tahun selanjutnya kita belum mempunyai instrumen untuk mengukur zonasi, agar yang di lapangan keluar kreatifitas, apabila kepala sekolah atau dinas mengfungsikan GPS atau surat info kepala desa. Selain itu, kuota termasuk bakal mungkin menjadi masalah. Ada kuota untuk penduduk pra sejahtera. Karena negara harus memberikan keadilan akses pendidikan, namun itu tahun selanjutnya itu menyebabkan sekolah favorit tidak terpenuhi kuotanya,” ujarnya.

Tidak layaknya sejumlah area yang ketat mengfungsikan batas administrasi kewilayahan sebagai arahan zonasi, DI Yogyakarta tahun ini memengaruhi aturan. Calon siswa boleh melalui batas wilayah asal sekolah yang dituju senantiasa berada didalam radius 5 kilometer dari rumahnya.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DI Yogyakarta, Kadarmanta Baskara Aji. “Tahun ini tersedia pergantian aturan, di didalam Peraturan Menteri menyatakan berkenaan zonasi dan daring (online) boleh dilaksanakan secara bertahap oleh area cocok kondisi. Tahun ini dan kemarin zona membaginya berbeda. Misalnya untuk SMA, tahun kemarin zona itu batasnya kenakan wilayah administrasi, saat ini mengfungsikan jarak, dikarenakan yang dimaui oleh Peraturan Menteri itu sebenarnya jarak, bukan wilayah administrasi,” jelasnya.

Zonasi yang ditetapkan pemerintah Yogyakarta tidak semuanya berjarak 5 kilometer dari rumah siswa. Dalam kasus di mana tidak tersedia sekolah didalam radius tersebut, zonasi bisa berlaku hingga jarak 12 kilometer.

Setiap tahun, Yogyakarta meluluskan kira-kira 41 ribu siswa dari SMP/MTs. Daya tampung SMA/SMK kurang lebih terhadap angka yang sama. Jika ditambah dengan sekolah swasta daya tampungnya menjadi 45 ribu siswa. Dari kuantitas itu, diketahui bahwa setiap tahun kira-kira 4 ribu siswa SMA atau sederajat datang dari luar wilayah.

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Heru Purnomo mengakui, sistem zonasi meningkatkan panjang daftar beban bagi siswa. Ketika sekolah, siswa di Indonesia dibebani dengan kurikulum yang terlalu berat. Peraturan berkenaan zonasi menjadi beban tambahan dikala mereka lulus, dikarenakan hasil studi dengan kurikulum yang berat itu ternyata tidak menanggung bisa bersekolah cocok pilihan dikarenakan masalah aturan.

“Setiap siswa berhak untuk mengembangkan diri, namun kadang hak itu dibatas oleh aturan. Nah, aturan ini yang semestinya memberikan fleksibilitas berdasar dinamika yang ada, agar bisa merespon permohonan layaknya itu,” kata Heru kepada VOA.

Heru mengatakan, kasus di Blitar sebenarnya terjadi di banyak area lain, meskipun tidak berakhir dengan bunuh diri siswa. Dia berikan contoh, tersedia siswa yang tidak bisa masuk ke sekolah yang dekat dengan rumahnya, dikarenakan perbedaan kabupaten. Akhirnya dia harus pilih sekolah lain yang jauh, namun dimungkinkan oleh aturan yang ada.

Dalam sejumlah kasus, kata Heru, aturan yang terlalu kaku membelenggu siswa dan memengaruhi stimulus belajarnya.

“Karena membawa permohonan namun dibatasi oleh aturan, siswa berpikir, buat apa studi betul-betul jikalau sesudah itu tidak bisa mendaftar di sekolah favorit. Maka pemerintah harus bersikap, berikanlah sekian % kapada anak diluar zona untuk bisa berkompetisi. Kalau tersedia peluang, sesudah itu bisa mencoba. Kalau apabila kalah, dia bisa tahu bahwa telah berjuang dan kalah. Kalau belum berjuang telah dibatasi, berarti itu disingkirkan,” paparnya.

Meski diatur lewat Peraturan Menteri, di Indonesia sistem pendaftaran siswa baru berbeda di tiap-tiap daerah. Tidak cuma itu, kecenderungan pergantian aturan setiap tahun ajaran baru, menyebabkan sistem ini sulit dipahami. “Kita kerap dianggap kurang sosialisasi, padahal bukan kurang, namun dikarenakan sebenarnya aturan tahun lalu, berbeda dengan tahun ini,” tambah Kepala Dinas Pendidikan Yogyakarta, Kadarmanta Baskara Aji

Contoh Puisi Pendidikan Terbaik Paling Indah

Puisi ialah bentuk karya sastra yang terbelenggu oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris yang bahasanya terlihat estetis dan sarat makna. Puisi terbagi menjadi dua, yakni puisi lama dan puisi modern. Puisi lama masih terbelenggu dengan jumlah baris, bait, ataupun rima ( sajak ). Puisi lama ialah pantun dan syair. Puisi canggih tidak terbelenggu pada bait, jumlah baris, atau sajak dalam penulisannya. Sehingga puisi canggih disebut puisi bebas.

Dibawah ini ialah contoh puisi tentang edukasi dan sekolah buat kamu yang bisa dijadikan sebagai bahan referensi guna lomba baca puisi selengkapnya silahkan lihat di https://www.pelajaran.co.id/:

PENOLONG DALAM KEGELAPAN (GURU)
Oleh Muhammad Hafiz Nur

Sosok yang tanpa mengenal lelah .
Sosok yang menindas perlakuan kasar yang dilontarkan siswa-siswi kepadanya .
Sosok yang berlangkah tegap dan tegas walaupun kening dan pipi mereka sudah mulai memancarkan kekusutan dari raut wajahnya .
Wahai guruku ..
Kau telah memberi warna pelangi didalam kehidupan kami.
7 warna yang telah berkumpul menjadi satu paduan .
7 kesempurnaan yang telah kau berikan untuk bekal kami kelak dimasa yang akan datangnya
.
Kau mengajarkan yang Awal mulanya kami tidak mengenal huruf abjad sampai kami bisa menjadi orang-orang yang kalian harapkan , orang-orang yang sukses dan orang-orang yang telah menyandang gelar terhormat seperti kalian bahkan akan lebih dari pada itu .

Guru ..
Maafkan kami yang telah berbuat kesalahan kepada kalian .
Dari hal yang sekecil debu yang tak terlihat bahkan sampai kesalahan yang besar yang bisa terlihat dengan mata kasar .
Tak banyak serumpun do’a yang kami panjatkan .
Semoga kalian guru-guru kami tetap sabar dalam membina dan mendidik kami dan menjadi lah PAHLAWAN tanpa tanda jasa dan mengajar tanpa mengenal kata LELAH .
Kami sayang kalian bapak dan ibu guru kami yang tercinta

Puisi Tema Pendidikan Tentang Lingkungan Sekolah

Lambat menjalar waktu
Suasana hening dalam kekhusu’an menggali ilmu
Sekolahku, gudang ilmuku
Perantara Tuhan dan Kewujudan ALamku

Engkau semakin reot
Tapi ilmu yang menjadi isi mu
Tak pudar dengan segala rintangan
Meski berbilik kayu berlantai tanah
Engkau tetap menjadi tempatku mengabdi ilmu

Wahai yang disana,
Yang duduk mewakili rakyat ( Katanya )
Lihatlah kami disini
Menahan dingin saat angin menerpa
Menahan dingin saat air membanjir mengalir

Wahai Yang duduk di atas pangkat
Cobalah tengok Rakyatmu disini
Kemana guru – guru kami
Yang lama tak kau gaji
Kemana suasana nyaman belajar
Saat kami ingin impian dapat kami kejar
Dimana pendidikan kalian
Atau tahta telah melupakan janji – janji
Hingga kemudian para siswa mati
Dalam kebodohan dan kejahilan
Baca : Puisi Tentang Lingkungan Sekolah
Contoh Puisi tentang Pendidikan Indonesia
Jauh disana,
Mereka tak mengenal angka
bahkan huruf pun mereka buta
Kita disini menikmati gemerlap dunia
Lupa bahwa ada yang tengah dilanda kebodohan nyata

Di sana, sangat jauh disana
Mereka berjalan menyusuri hutan
Menerjang sungai
Tuk skedar duduk di rumah reyot
Menanti guru memberi curahan ilmu

Di sini,
Bahkan jarak tak lagi berjarak
Kuda mesin menjadi pengantar setia
Bahkan disini
Gedung megah bertingkat mewah
Namun kian tak beradab

Wahai Indonesiaku
Wahai para wakil wakyat
Kapan kalian mewakili kami
Saat kami tertatih demi mengerti bahasa
Saat kami tersingkir karena sarana
Kalian lihai memainkan kata
Menipu angka
Membawa hak kami kedalam perut kalian

Neraka menjadi akhir kalian
Yang tega bersenang dengan harta kami
Hingga kami tersusah di terjang kemiskinan
Pendidikan macam apa ini
Yang terdidik justru menghardik
Yang pintar justru semakin liar
Dan yang papa kian tak tersuarakan

Itulah susunan Puisi Pusi Pendidikan yang bisa disampaikan, Semoga kedepannya edukasi Indonesia semakin baik dan semakin merata.

Cara Mendidik Balita Usia Pra Sekolah

Seorang bunda atau ibu baru bisa rasakan bahwasannya dia akan lakukan segala sesuatu yang salah. Bahkan tugas paling dasar seperti halnya menggendong, menyusui, mengganti popok, dan juga membawanya memberikan rasa takut yang terkadang sangat berlebihan. Ya, itulah yang umumnya disebut dengan reaksi klasik bunda baru. Hal yang demikian ini normal sebab sang bunda membawa tanggung jawab besar serta merasa letih atas pengalaman melahirkannya.

Cara Mendidik Balita Usia Pra Sekolah
Cara Mendidik Balita Usia Pra Sekolah

Usia pra sekolah merupakan salah satu bagian dari usia emas bagi anak balita yang penting sekali untuk perkembangan anak Anda. Rutinitas dan juga pembelajaran yang telah mereka lakukan nantinya akan memberi efek besar pada pembentukan karakter serta kebiasaan setelah anak Anda tumbuh jadi besar. Dan di bawah ini adalah beberapa cara mudah mendidik anak balita usia pra sekolah yang harus Anda tahu.

Cara mendidik balita usia pra sekolah

Latih kemandirian anak

Mungkin saja sebagian orangtua terkadang cukup khawatir sekali bahwasannya anaknya hanya mau dengarkan gurunya dan lakukan hal yang sebaliknya di rumah, seperti halnya merengek, menolak untuk merapikan mainan, dan juga tak berani ke toilet sendirian. Padahal saat di sekolah dia dapat melakukan semuanya sendirian. Maka, ketahuilah bahwasanya anak Anda lagi menguji batasan kesabaran Anda sebab dia percaya jika Anda akan selalu mencintainya serta lakukan apapun yang dia inginkan. Bila yang demikian ini terjadi, beri pelukan bila anak Anda memintanya, tapi tetap konsisten untuk dukung anak melakukan hal-hal tersebut sendiri.

Beri tugas lebih menantang

Anak-anak bisa lakukan lebih dari apa yang sudah Anda bayangkan. Tahukah Anda, sekolah yang baik biarkan anak-anak tuangkana ir dan siapkan makanan mereka sendirikan, buang bekas makanannya di piringnya, membersihkan meja, serta menyimpan tasnya sendiri di loker. Sebab itulah, lakukan hal sama dan beri tantangan baru saat dia bisa kuasai satu keterampilan.

Jangan beri bantuan dalam hal yang bisa dia lakukan

Membantu beberapa hal yang bisa anak Anda lakukan sendirian mungkin saja akan lebih cepat dan juga lebih mudah, akan tetapi yang demikian ini tak akan membantu untuk menjadikan anak Anda jadi lebih mandiri. Bila Anda memang khawatir anak tidak bisa melakukannya, coba beri bantuan kecil tapi tak secara langsung, seperti halnya menempatkan kemeja secara terbuka atau pun dengan mengambilkan piring, akan tetapi dengan tidak menempatkannya di atas meja makan. Anda juga bisa memberikan dua pertanyaan seperti ini “apa adik mau bunda bantu atau adik bisa melakukannya sendiri?”, kata bisa tersebut adalah penyemangat bagi anak Anda untuk lakukannya sendiri.

Demikian informasi tentang cara mendidik balita usia pra sekolah yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat. sumber : www.sekolahbahasainggris.com

Model Layanan Pendidikan Untuk Anak Autis

Banyak orang yang menghindari anak autis bahkan meremehkan anak autis. Di kalangan menengah ke bawah bahkan banyak anak autis yang tidak dapat merasakan betapa senang dan bahagianya dunia sekolah. Bahkan tak banyak anak autis dari lingkungan menengah ke bawah yang mengenyam pendidikan.

Model Layanan Pendidikan Untuk Anak Autis
Model Layanan Pendidikan Untuk Anak Autis

Tentu hal yang seperti ini menjadi semacam bumerang tersendiri bagi Indonesia di tengah gencatan semangat dari para pelopor bangsa untuk menjunjung tinggi dan semakin memperkuat dunia pendidikan di Indonesia. Lantas bagaimana pendidikan untuk anak autis? Benarkah anak autis tidak pantas menerima pendidikan yang sama dengan anak normal lainnya? Ini juga yang turut menjadi sebuah aspek yang harusnya diperhatikan oleh pemerintah agar ke depannya pelayanan untuk pendidikan anak autis lebih ditingkatkan.

Model Layanan Pendidikan Untuk Anak Autis

Kelas transisi

Kelas yang satu ini memang diperuntukkan bagi anak autis yang sudah mengalami terapi dengan layanan khusus termasuk dengan anak autis yang sudah diterapi dengan cara terpadu atau dengan cara terstruktur. Nantinya kelas transisi ini juga sedapat mungkin berada pada sekolah reguler sehingga pada kondisi tertentu nantinya anak akan dapat bersosialisasi dengan anak yang lainnya. Kelas transisi ini juga merupakan sebuah kelas persiapan dan juga sebuah kelas pengenalan pengajaran dengan memberikan acuan kurikulum SD dengan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan anak.

Program pendidikan terpadu

Program pendidikan yang satu ini sebenarnya dilaksanakan pada jalur pendidikan reguler. Dan pada beberapa kasus atau waktu tertentu sebenarnya anak – anak autis juga dilayani pada kelas khusus untuk melakukan upaya remedial atau layanan lain yang dibutuhkan. Nantinya keberadaan anak autis pada kelas khusus juga sebagian waktu atau sepanjang hari tergantung pada kemampuan anak.

Sekolah khusus autis

Sekolah khusus autis ini merupakan sebuah sekolah yang dikhususkan sebenarnya bagi anak autis yang utamanya memang tidak memungkinkan untuk mengikuti pendidikan pada jalur sekolah reguler. Anak – anak disini nantinya juga sangat sulit untuk dapat berkonsentrasi dengan adanya distraksi pada sekeliling mereka. Pendidikan di sekolah memang difokuskan pada terdapatnya program fungsional seperti halnya bina diri, bakat, minat yang memang disesuaikan bersama potensi mereka sendiri. Sehingga tidak akan membebani mereka yang memang autis.

Program sekolah di rumah

Program sekolah di rumah merupakan sebuah sekolah yang diperuntukkan bagi anak – anak autis yang memang tidak mampu mengikuti pendidikan di sekolah khusus karena mereka memiliki keterbatasan. Anak – anak autis sendiri yang secara non verbal, retardasi mental atau mengalami  gangguan serius motorik dan juga auditorinya memang dapat mengikuti program sekolah di rumah. Dan program dilaksanakan di rumah dengan nantinya mendatangkan guru pembimbing atau terapi atas kerjasama sekolah, orang tua dan juga masyarakat.

Itulah beberapa langkah yang memang dapat diterapkan pemerintah untuk kemajuan pendidikan anak autis. Semoga informasi diatas tentang Model Layanan Pendidikan Untuk Anak Autis bermanfaat. sumber :  https://www.dosenpendidikan.com/

Ketahui tujuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah salah satu bentuk dari satuan pendidikan di jenjang pendidikan anak di usia dini yang mana pada hakekatnya merupakan pendidikan yang tengah diselenggarakan dengan tujuan untuk bisa memfasilitasi pertumbuhan dan juga perkembangan anak secara lebih menyeluruh atau pun menekankan kepada pengembangan semua aspek kepribadian sih anak itu sendiri.

Ketahui tujuan Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan anak usia dini ini merupakan pemberian upaya untuk membimbing, menstimulasi, mengasuh, dan juga pemberian kegiatan pembelajaran yang nantinya akan hasilkan kemampuan serta keterampilan pada anak atau kompetensi.

Tujuan pendidikan anak usia dini

Tujuan pendidikan anak usia dini biasanya untuk mengembangkan berbagai potensi anak sejak usia dini, sebagai suatu persiapan bagi hidup dan juga bisa menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekitar. Tujuan pendidikan anak usia dini diantaranya sebagai berikut  :

  • Kesiapan anak dalam memasuki pendidikan yang lebih lanjut
  • Kurangi angka mengulang kelas
  • Kurangi angka putus bersekolah
  • Percepat dalam pencapaian wajib belajar pendidikan 9 tahun
  • Tingkatkan mutu pendidikan
  • Kurangi angka buta huruf muda
  • Perbaiki derajat kesehatan dan juga gizi anak di usia dini
  • Tingkatkan indeks pembangunan manusia atau IPM

Tak hanya dengan tujuan di atas, jika menurut UNESCO tujuan pendidikan anak usia dini ini diantaranya berdasar beberapa alasan berikut ini :

  • Alasan pendidikan. Pendidikan anak usia dini adalah sebuah pondasi awal di dalam meningkatkan kemampuan sih anak untuk selesaikan pendidikan yang lebih tinggi, turunkan angka mengulang kelas, dna juga angka putus sekolah anak.
  • Alasan ekonomi. Pendidikan anak usia dini adalah investasi yang paling menguntungkan, baik bagi keluarga atau pemerintah.
  • Alasan social. Pendidikan anak usia dini adalah salah satu bentuk dari upaya untuk bisa menghentikan roda kemiskinan.
  • Alasan hak atau hukum. Pendidikan anak usia dini adalah hak untuk setiap anak agar mendapatkan pendidikan yang dijamin undang-undang.

Selain hal tersebut, pendidikan anak usia dini ini juga memiliki tujuan untuk bangun landasan bagi berkembangnya potensi pada anak supaya jadi manusia yang beriman dan juga bertaqwa pada Tuhan YME, berahlak mulia, berilmu, sehat, kreatif, kritis, mandiri, inovatif, percaya diri, dan jadi warga Negara demokratis serta bertanggung jawab.

Sedangkan untuk pendidikan nasional memiliki fungsi untuk kembangkan kemampuan dan juga membentuk watak dan peradaban bangsa yang lebih bermartabat dalam rangka cerdaskan kehidupan berbangsa, yang bertujuan untuk kembangkan potensi peserta didik supaya jadi manusia yang beriman dan juga bertaqwa pada Tuhan YME, sehat, cakap, berilmu, dan berakhlak mulia.

Demikian tujuan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang bisa kami informasikan. Semoga saja bisa bermanfaat. Referensi : https://www.gurupendidikan.co.id/contoh-surat-kuasa/