Kontroversi YouTube Soal Pedofil di Kolom Komentar

Kontroversi YouTube Soal Pedofil di Kolom Komentar

 

Kontroversi YouTube Soal Pedofil di Kolom Komentar

Para kreator YouTube khawatir pendapatan mereka dari iklan akan menurun drastis karena kontroversi terkait ketidakmampuan YouTube untuk mencegah para predator anak berulah di kolom komentar pada video yang menampilkan anak-anak.

Kontroversi ini menjadi topik pembicaraan hangat setelah Matt Watson mengunggah video pada 18 Februari, mengekspos tentang bagaimana para predator anak dan pedofil mengunggah ulang atau mencari video berisi anak-anak dan menggunakan bagian komentar untuk membahas tentang tubuh sang anak.

Menurut The Verge

video itu menjadi bahan pembicaraan di forum internet selama berjam-jam. Watson meminta para penonton videonya untuk menghubungi perusahaan yang iklannya tampil di video anak dengan komentar dari para pedofil. Beberapa perusahaan itu antara lain Grammarly, L’Oreal, dan Maybelline.

YouTube merespons dengan mengatakan bahwa walau jumlah video tempat berkumpulnya para pedofil tidak banyak, tapi mereka menanggapi masalah ini dengan serius.

Sejauh ini, sudah ada beberapa perusahaan yang memutuskan untuk berhenti beriklan di YouTube

Developer Fortnite, Epic Games adalah salah satunya. Sementara beberapa perusahaan lain seperti Peloton dan Grammarly telah meminta YouTube untuk menyelidiki masalah ini.

Mereka juga bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Tidak tertutup kemungkinan, mereka juga akan menghentikan iklan mereka.

YouTube telah berusaha untuk memudahkan perusahaan tahu dalam video apa iklan mereka muncul. Namun, jelas terlihat bahwa perusahaan-perusahaan besar masih memiliki kekhawatiran bahwa iklan mereka akan muncul di video yang bermasalah dan menimbulkan skandal untuk mereka.

Jika ada cukup banyak perusahaan yang memutuskan untuk memboikot YouTube dan berhenti menampilkan iklan di platform itu, ini akan menjadi masalah besar bagi YouTube. Ini bisa menyebabkan terjadinya apa yang para komunitas sebut sebagai “adpocalypse” — kiamat iklan.

Melalui Twitter

Roberto Blake, salah satu kreator dan komentator di YouTube, mengatakan bahwa apa yang Watson lakukan — mendorong masyarakat untuk menghubungi perusahaan agar mereka berhenti memasang iklan di YouTube — justru akan menyebabkan masalah baru.

“Dia sengaja berusaha mendorong terjadinya Adpocalypse,” tulis Blake. “YouTube memang punya masalah, memperbaiki masalah itu bukan berarti Anda mendorong orang-orang untuk menghubungi para pengiklan. Dia tidak berusaha menjadi pahlawan, ini adalah tindakan balas dendam.”

Belakangan, YouTube telah memberikan kendali pada para pengiklan untuk menentukan dalam video seperti apa iklan mereka tampil. Para pengiklan juga bisa memutuskan agar iklan mereka tidak tampil di video dengan genre tertentu.

Misalnya, para pengiklan bisa memberitahu YouTube bahwa mereka ingin iklan mereka tampil dalam video olahraga dan musik, tapi tidak pada video tentang game.

Dalam teori, video yang menampilkan anak-anak melakukan senam akan masuk ke dalam kategori video olahraga. Sebuah iklan bisa tampil di video itu, yang juga menarik para predator dan pedofil di bagian komentar.

Kreator seperti Eion

“Setiap hal ini terjadi, itu karena orang-orang tidak mengerti cara kerja iklan tertarget,” kata Eion.

“Iklan tertarget memiliki sistem yang sama sekali berbeda dengan sponsor atau iklan di televisi. Coca-Cola tidak berusaha untuk mendekati kreator kanal ISIS dan berkata, ‘Saya suka dengan video Anda, saya ingin menampilkan iklan di video Anda’. Coca-Cola menargetkan orang-orang yang berpontesi membeli produknya. Dan itu terdiri dari bermacam-macam orang.”

“Jika para pengiklan meninggalkan YouTube, ini tidak akan menghentikan para pedofil berulah di bagian komentar,” kata kreator seri populer Drama Alert, Daniel “Keemstar” Keem, dalam episode DramaAlert.

“Ini hanya akan menyulitkan para kreator YouTube, yang besar atau kecil… Dan YouTube telah melakukan tugasnya dengan baik dengan menghapus video-video itu.”

 

Sumber : https://www.ram.co.id/

MERK BAJU BAYI DAN BALITA PALING BAGUS

MERK BAJU BAYI DAN BALITA PALING BAGUS

 

Mengenai toko mana saja yang sering saya kunjungi, nanti dipost berikutnya ya. Sekarang, saya mau kasih tau 10 merk baju balita yang menurut saya paling nyaman, aman, tentram, harga bersahabat untuk balita, LOL.

Setidaknya ada beberapa hal yang harus kita utamakan saat membeli baju balita.

1. NYAMAN

KENYAMANAN itu nomor satu ya bu ibu.

Banyak banget ibu ibu yang suka beli baju balitanya karena alasan lucu, ada rumbai-rumbainya, ada manik-maniknya.

Ngga salah sih, tapi biasanya yang banyak ornamen-ornamen itu kurang nyaman untuk balita yang masih cimut-cimut. Ntarlah sabar, tahan diri dulu sampe anaknya gedean dikit. Kalau masih unyu gitu anaknya, beli yang nyaman aja pertimbangan utamanya.

Baju yang nyaman itu biasanya terbuat dari bahan kaos, atau katun.

Udahlah pilihnya dari dua bahan itu aja.

2. SIMPEL

Pilih baju yang simpel aja, jangan kebanyakan pernak-pernik. karena balita itu fasenya masih fase penasaran. Apa-apa mau dimakan, mau dimasukin mulut, mau dirasain, jadi semakin simpel bajunya, semakin aman buat anak.

3. HARGA REASONABLE

Karena balita itu fase hidupnya masih panjaaaaang banget, jadi jangan menhabiskan uang belanja buat beli baju yang mahal-mahal ya bu ibu.

Iya mahal BIASANYA bagus, karenabahannya juga biasanya bagus. tapi untuk balita yang pertumbuhan bdannya sangatlah cepat, alangkah sayangnya mengeluarkan duit turah-turah untuk satu baju doang.

Jadi belilah baju yang harganya ngga bikin emak-emak meratapi hari sambil merenung melihat ke tumpukan pakaian di lemari, LOL.

4. UKURAN

Perhatikan ukuran saat membeli baju. jangan beli untuk ukuran pas di umurnya saat itu. Lebihkan satu nomor di atasnya.

Kenapa hanya satu nomor?

karena kalau sampai 2 nomor, kasihan ah anaknya, masa pakai baju kedombrongan.

Bu ibu, kalaupun mau hemat ya jangan parah bangetlah, Estetika juga perlu, hahahaha. Iyes, beli bajunya yang satu ukuran di atasnya aja ya. Misal usianya 1 tahun, ya beli untuk ukuran 2 tahun masih dimaafkan.

Nah, 4 pertimbangan itu yang biasanya saya gunakan kalau mau membeli baju untuk anak-anak saya, terutama pas balita. karena kalau udah gedean, saya kadang pilih ada faktor unyu-unyu nya.

Beberapa merk favorit saya, yang memenuhi kriteria di atas itu ada beberapa :

1. Libby, Nary, Fluppy, Nova

Hahaha, mana nih ibu-ibu yang ngga tau merk Libby. kayaknya ini merk sejuta umat banget yah. Libby ini bahannya kaos, lembut untuk kulit balita, harganya ngga mahal, dan hampir pasti ada di semua toko baju bayi.

Ciri khas Libby adalah modelnya yang simpel, coraknya sederhana, dan bayi banget. Dia nyedian ukuran dari new born sampe usia dua tahunan.

Buat ibu-ibu yang baru punya anak, libby ini pilihan bagus menurut saya.

Saya dulu beli singlet, baju rumah, baju tidur mereknya libby aja udahlah.

Merk yang sebelas dua belas sama Libby itu ya Nary dan Fluppy.

Mereka ini saudara seibu tak sebapak apa gimana. hampir mirip sih.

Beda-beda di harga doang. Beda seribu sampe 5 ribulah.

Kalau saya sih membedakannya jadi begini :

Kalau Nary dan Nova itu, lucu-lucu untuk ukuran new born, karena dia imutnya bener-bener imut-imut, jadi memang pas untuk new born.

Kalau Libby sama fluppy, kadang untuk new born masih kegedean, kalau Nary atau Nova bisa pas gitu.

Nah kalau fluppy, dia lebih ke baju bobo.

Baju bobonya merk Fluppy itu unyu-unyu banget, warnanya soft-soft, pastel-pastel gitu.

Jadi sebenernya tiga merk ini hampir mirip-mirip, kalau ke toko bayi biasanya malah raknya sebelahan, jadi ya tinggal pilih sesuai selera aja. Soal kenyamanan sama ketiganya.

2. Carter

Yes selain 3 merk di atas, Carter juga termasuk merek sejuta umat.

Produk bayi dan balita carter yang best seller itu untuk produk jumper.

Jumper itu baju terusan sampe paha yang ada kancing di tempat pipis bayi, jadi ngga repot mau ganti-ganti diapers.

Satu pack jumper itu isinya 5, harganya sekitar 130 ribuan, jadi mayan hemat.

Carter Jumper

Waktu Tara dulu saya suka makein jumper, tapi pas Divya saya lebih suka pake yang potongan, kaos sama celana pendek, atau celana panjang merk carter.

Carter Kaos

Kalau pasangan gini, satu packnya isi dua. Lucu banget deh, soalnya motifnya lucu-lucu, ada yang buah-buahan, binatang, mobil-mobilan, dan motif atau gambarnya itu biasanya pas di pantat bayi. Jadi pengen nepok pantat bayi terus pas jalan megal megol, hahaha.

I Love carter. carter is The Best.

Tapi kalu udah masuk mall, kenapa carter jadi muahal banget yah. I don’t know

3. Banana Baby

Aduh ini merk ucul banget dah.

Biasanya dijual di Matahari atau SOGO. ngga tau ya di tempat lain, soale di Medan, mallnya cuma dua itu sih dept storenya, kalau ngga Matahari ya Sogo yang ada produk babynya.

Banana ini memang khusus untuk baju-baju anak balita yang lutu lutu. Gemesh banget lihat model-modelnya. bahannya lembut, halus, dingin, ngga gerah. ah I laaaaf.

Banana

harganya kisaran Rp 80 ribu ke 200 ribu.

Inga inga beli pas diskon azah ya, kalau diskon mayan, kadang beli 1 gratis 1, atau ngga beli 2 gratis 1 kan hemat ya bu ibu.

4. GW

Merk ini ngga dijual di departement store, dia banyaknya di toko-toko biasa, atau di onlen shop. Modelnya model-model pasangan atas bawah dengan bahas kaos.

Bagus-bagus, cocok untuk baju rumahan tapi yang rada bagusan.

Tau kan maksud ane. Kan baju rumahan itu juga ada kastanya.

 

Sumber : https://merkterbaik.com/

PLN Gandeng Kejaksaan Agung

PLN Gandeng Kejaksaan Agung

PLN Gandeng Kejaksaan Agung
PLN Gandeng Kejaksaan Agung

BANDUNG – PT PLN (Persero) dan Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung RI menandatangani kesepakatan bersama tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, di Nusa Dua, Bali, Kamis (12/04/2018).

Melalui siaran pers Humas PT PLN disebutkan, penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir dengan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Republik Indonesia, Loeke Larasati A, yang diikuti dengan penandatanganan kesepakatan serupa antara General Manager dan Direktur Utama Anak Perusahaan PLN dengan Kepala Kejaksaan Tinggi seluruh Indonesia.

Hadir dan turut menyaksikan acara ini Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno bersama Jaksa Agung RI H.M. Prasetyo.

Kerja sama kedua pihak ini meliputi pemberian bantuan Hhkum, pertimbangan

hukum, dan tindakan hukum lainnya yang merupakan kewenangan Kejaksaan RI di bidang perdata dan tata usaha negara dalam rangka pemulihan dan penyelamatan keuangan/kekayaan/aset serta permasalahan lain dalam bidang hukum perdata dan tata usaha negara yang dihadapi oleh PLN.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan bahwa dalam melaksanakan

percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, selain dukungan dari sisi regulator, PLN tetap membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya adalah melalui kerjasama yang baik dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia agar pekerjaan besar ini dapat selesai sesuai target dan ketentuan yang berlaku.

“Semoga kerja sama ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh jajaran Direksi

dan manajemen PLN sehingga tidak ada keraguan dalam mengambil keputusan korporasi,” lanjut Rini.

 

Baca Juga :

 

 

Aher Prihatin Kepala Daerah Terjerat Korupsi

Aher Prihatin Kepala Daerah Terjerat Korupsi

Aher Prihatin Kepala Daerah Terjerat Korupsi
Aher Prihatin Kepala Daerah Terjerat Korupsi

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengaku prihatin atas ditangkapnya kepala daerah di Jawa Barat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akibat kasus korupsi.

Aher menyatakan pihaknya  menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada penegak hukum dan berharap kejadian kasus korupsi ini menjadi yang terakhir di Jawa Barat.

“Kita serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum, saya prihatin dan berharap ini kejadian terakhir di Jawa Barat,” kata Aher kepada wartawan di Bandung, Jumat (13/04)

Aher mengaku sebelumnya dirinya  sempat bercita-cita agar di akhir masa

jabatannya sebagai gubenur tidak terjadi kasus korupsi di wilayah Jawa Barat namun hal tersebut sulit terealisasi setelah beberapa kepala daerah diperiksa KPK dan menjadi tersangka.

“Saya bercita-cita dan berharap tidak ada kasus korupsi sampai akhir masa jabatan. Ternyata ada dua kejadian kasus korupsi yaitu di Subang dan Bandung Barat,” ucapnya.

Hindari Praktek Korupsi

Menanggapi keterkaitan pada  proses pemilihan kepala daerah di 16 kota dan kabupaten di Jawa Barat termasuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang telah memasuki masa kampanye,  Ahmad Heryawan  meminta kepada seluruh pasangan calon kepala daerah termasuk pejabat yang saat ini masih menjabat sebagai kepala daerah tidak melakukan tindakan melanggar aturan yang masuk dalam kategori korupsi dalam proses pilkada ini.

“Saya mengimbau kepada masyarakat khususnya kepala daerah agar

meninggalkan dan tidak melakukan apapun yang termasuk kategori korupsi seperti tidak melakukan mark-up anggran, menerima gratifikasi dan praktek suap. Pokoknya semua tindakan keuangan yang menyimpang dan masuk ke dalam kategori korupsi wajib ditinggalkan,” tegas Aher.

Aher juga berpesan secara khusus kepada para calon pemimpin di Jawa Barat

agar selalu bekerja keras, karena jika awal pencalonan tidak melakukan korupsi maka sudah jadi pemimpin pun tidak akan melakukan tindakan korupsi.

“Jika awal pencalonan tidak korupsi, Insya Allah ketika jadi pemimpin di Jabar tidak akan melakukan korupsi,” kata Gubernur  kepada wartawan di Bandung

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702911/sejarah-bahasa-indonesia/

2.304 Calon Mahasiswa Lolos SNMPTN UNPAD

2.304 Calon Mahasiswa Lolos SNMPTN UNPAD

2.304 Calon Mahasiswa Lolos SNMPTN UNPAD
2.304 Calon Mahasiswa Lolos SNMPTN UNPAD

BANDUNG – Pada tahun ini, sebanyak 2.304 orang diterima di Unpad melalui jalur SNMPTN. Para peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang memilih Universitas Padjadjaran dapat mengecek kelulusannya di laman http://pengumuman.unpad.ac.id/sarjana sejak Selasa sore (17/04). Peserta cukup mengisi nomor peserta dan tanggal lahir untuk mengecek kelulusannya.

“Semua yang lolos adalah yang menjadikan Unpad sebagai pilihan nomor 1 (satu),” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Dr. Arry Bainus, M.A, Selasa petang (17/4).

Pada tahun ini Program Studi Teknik Informatika Unpad menjadi program studi yang memiliki keketatan tertinggi di Unpad atau yang ke-3 se-Indonesia untuk program studi kelompok saintek. Sementara itu, Program Studi Manajemen menjadi program studi yang memiliki keketatan tertinggi di Unpad untuk program studi kelompok soshum.

Selain itu, Unpad menjadi Universitas dengan peminat tertinggi (favorit) seluruh Indonesia, artinya ini sudah 7 tahun berturut turut dan semakin ketatnya persaingan.

Dr. Arry menghimbau kepada peserta SNMPTN yang lolos masuk Unpad, untuk melakukan registrasi sebagai mahasiswa baru Unpad dengan melengkapi biodata secara online di laman http://pengumuman.unpad.ac.id mulai tanggal 19 – 24 April 2018 pukul 17.00 WIB.

Selain itu, calon mahasiswa tersebut juga diharuskan melengkapi persyaratan registrasi sesuai yang tercantum pada Surat Edaran yang tercantum pada laman http://pengumuman.unpad.ac.id. Mereka juga diharuskan mengirimkan berkas fotokopi legalisir rapor pada tanggal 22-28 April 2018 cap pos ke PO BOX 45363 Cikeruh Jatinangor Sumedang.

Calon mahasiswa juga dapat mengetahui besaran uang kuliah mulai tanggal 1

Mei 2018 setelah melengkapi biodata online. Pembayarannya dapat dilakukan pada tanggal 1-8 Mei 2018 pada salah satu bank yang ditunjuk Unpad.

Selanjutnya calon mahasiswa baru akan melakukan registrasi administrasi di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung pada tanggal 8 Mei 2018, sesuai dengan jadwal yang diperoleh, setelah melengkapi biodata. Adapun kelengkapan berkas yang harus dibawa saat melakukan registrasi tersebut tercantum pada surat edaran. Untuk menghindari kemacetan saat melakukan registrasi, dihimbau kepada para calon mahasiswa untuk tidak membawa kendaraan pribadi.

Dr. Arry juga menyampaikan terkait persyaratan untuk menyerahkan Surat

Keterangan Sehat dan Bebas Buta Warna bahwa tesnya dapat dilakukan di rumah sakit pemerintah mana saja.

“Bagi yang memiliki kartu BPJS dapat diperlihatkan saat tes kesehatan ke pihak rumah sakit pemerintah,” lanjutnya.

Bagi calon mahasiswa yang telah memenuhi seluruh ketentuan sebagaimana

yang tercantum pada Surat Edaran, berhak mendapat Kartu Tanda Mahasiswa. Sementara itu, bagi calon mahasiswa yang tidak memenuhi salah satu ketentuan sampai dengan batas akhir waktu yang telah ditentukan, yang bersangkutan dinyatakan mengundurkan diri sebagai calon mahasiswa Unpad. (Jo)

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702875/sejarah-bpupki/

Kemensos Dorong Bupati dan Wali Kota Jadi Pembina Taruna Siaga Bencana

Kemensos Dorong Bupati dan Wali Kota Jadi Pembina Taruna Siaga Bencana

Kemensos Dorong Bupati dan Wali Kota Jadi Pembina Taruna Siaga Bencana
Kemensos Dorong Bupati dan Wali Kota Jadi Pembina Taruna Siaga Bencana

SUMEDANG-Kementerian Sosial RI (Kemensos) mendorong Bupati dan Wali Kota menjadi Pembina Taruna Siaga Bencana (Tagana) agar dapat menjadi pelopor dan mengajak masyarakat peduli bencana.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat mencontohkan Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan sebagai pembina kehormatan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Wilayah dan anggota komisi VIII DPR RI Lilis Santika sebagai pembina kehormatan TAGANA.

Pembina TAGANA wilayah yang diemban Erwan sebagai kepala daerah bertugas untuk meningkatkan pengendalian TAGANA dan dukungan anggaran APBD. Sedangkan, Pembina kerhormatan yang disematkan kepada Lilis Santika Anggota Komisi VIII mempunyai wilayah tugas seluruh Indonesia.

“Pembina Kehormatan juga bertugas memberikan dukungan dan memperjuangkan anggaran penanggulangan bencana alam di DPR RI,” katanya kepada wartawan di Desa Cimanintin, Kecamatan Jati Nunggal, Kabupaten Sumedang, Minggu (4/11/2018).

Harry menjelaskan Tagana merupakan relawan sosial atau Tenaga Kesejahteraan Sosial berasal dari masyarakat yang memiliki kepedulian dan aktif dalam penanggulangan bencana bidang perlindungan sosial.

Sebagai Pembina Tagana, diharapkan para kepala daerah dapat menjadi yang pelopor dalam mempelopori kesiapsiagaan menghadapi bencana. “Lebih dari itu mereka diharapkan dapat menyiapkan anggaran untuk upaya mitigasi dan penanggulangan di daerahnya,” katanya.

Dirjen mengungkapkan peran Kementerian Sosial dalam penanggulangan bencana mencakup 3 hal besar.

Tiga hal itu yakni, Penguatan Kapasitas Sosial yang dilakukan pada tahap sebelum terjadi bencana, Asistensi Sosial, pada saat terjadi bencana, serta Pemulihan Sosial, pada tahap lanjut setelah bencana terjadi.

Pada Tahap Penguatan Kapasitas Sosial, Kemensos (1) membangun Sistem

Penanggulangan Bencana Bidang Perlindungan Sosial; (2) menyiapkan sarana dan prasana pendukung; (3) mengembangkan kapasitas SDM Tagana dan relawan sosial; (4) membentuk Kampung Siaga Bencana; (5) membentuk Forum Keserasian Sosial dan Kearifan Lokal; (6) sosialisasi, simulasi, dan gladi lapangan.

Adapun, Pada Tahap Asistensi Sosial, Kemensos melakukan: (1) mengerahkan

Tagana dan relawan sosial lainnya untuk melakukan evakuasi dan asesmen; (2) menyalurkan bantuan dan pemenuhan kebutuhan dasar (pangan, sandang, papan) dan penanganan khusus bagi kelompok rentan; (3) melakukan advokasi sosial dan layanan dukungan psikososial.

“Selanjutnya pada Tahap Pemulihan Sosial, Kemensos melakukan: (1) pemberian

bantuan pemulihan berupa santunan sosial, jaminan hidup, dan bantuan stimulan lainnya; (2) advokasi dan layanan dukungan psikososial, dan; (3) melaksanakan rujukan,” pungkasnya. (Pun)

 

Baca Juga :

 

 

Pemerintah Jadikan Cimanintin Kampung Siaga Bencana ke 628

Pemerintah Jadikan Cimanintin Kampung Siaga Bencana ke 628

Pemerintah Jadikan Cimanintin Kampung Siaga Bencana ke 628
Pemerintah Jadikan Cimanintin Kampung Siaga Bencana ke 628

SUMEDANG-Pemerintah melalui Kementerian Sosial RI (Kemensos) telah menetapkan Desa Cimanintin, Kecamatan Jati Nunggal, Kabupaten Sumedang sebagai Kampung Siaga Bencana (KSB) ke 628. Tujuannya agar dusun tersebut terhindar dari jatuhnya korban di kemudian hari.

Tujuan KSB adalah untuk memberikan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan risiko bencana, membentuk jejaring siaga bencana berbasis masyarakat dan memperkuat interaksi sosial anggota masyarakat, mengorganisasikan masyarakat terlatih untuk siaga bencana, serta mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang ada untuk penanggulangan bencana.

“Kesiagaan warga Dusun Cimanintin sangat dibutuhkan untuk meminimalisir korban. Dusun ini sangat rawan bencana. Dusun ini merupakan KSB ke-5 di Kabupaten Sumedang,” kata Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat kepada wartawan di Desa Cimanintin, Kecamatan Jati Nunggal, Kabupaten Sumedang, Minggu (4/11/2018).

Harry menyebutkan Kemensos menargetkan berdirinya 100 KSB di sejumlah kabupaten dan kota pada tahun ini. Ia juga berharap KSB di Kabupaten Sumedang terus bertambah keberadaannya. Hal ini sebagai bagian dari upaya pemerintah mendorong kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Harry menegaskan tinggal di lokasi rawan bencana bukan berarti hidup dalam kekhawatiran. Bukan pula menunggu bencana datang lalu baru menggerakkan dan melatih warga kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Tapi kita harus menyadari betul bahwa Indonesia adalah daerah dengan risiko rawan bencana sehingga harus selalu siaga. Dalam hal kewaspadaan ini, tentunya masyarakat yang lebih mengetahui kondisi wilayahnya masih-masing karena merupakan tempat tinggal mereka,” tegasnya

Harry berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang lebih memerhatikan lingkungan di wilayah mereka karena saat ini banyak fenomena bencana. Apalagi dalam sidang kabinet beberapa waktu lalu Presiden RI, Joko Widodo telah mengamanatkan agar seluruh elemen masyarakat lebih memperhatikan lingkungannya.

“Dalam sidang kabinet pak Presiden berpesan agar seluruh elemen untuk mewaspadai potensi bencana di daerah masing-masing,”ujarnya

KSB merupakan wadah penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang dijadikan kawasan atau tempat untuk program penanggulangan bencana. Untuk wilayah Sumedang keberadaan KSB berbasis Desa ditingkatkan menjadi berbasis kecamatan. Di kabupaten ini ada 26 kecamatan. Diharapan semua kecamatan bisa menjadi KSB.

“Jika sudah terbentuk semua maka bisa ditingkatkan menjadi Kabupaten Siaga Bencana,”terangnya.

Dirjen menjelaskan ada lima hal yang harus diperhatikan dalam kaitannya

dengan KSB. Pertama, warga Kampung Siaga Bencana, harus memiliki mental yang tangguh. Kedua, solidaritas. Kekompakan harus menjadi ciri karakter warga Kampung Siaga Bencana sebab bencana tidak akan pernah bisa dihadapi secara perorangan.

“Di sini kekompakan menjadi hal yang penting, semua komponen masyarakat mulai dari remaja, sampai manula harus siaga bahu membahu,” ujarnya.

Adapun hal ketiga, kepekaan. Warga Kampung Siaga Bencana harus punya

kepekaan terutama dalam kemampuan mendeteksi awal dalam membaca gejala gejala alam sehingga lebih bisa mengantisipasi. Pengetahuan dan keterampilan menjadi hal keempat yang harus diperhatikan dalam kaitannya dengan KSB.

“Warga juga harus memiliki kemampuan dan keterampilan yang bisa meminimalisir dampak bencana,” tambahnya.

Sedangkan hal kelima, lanjut Harry, warga kampung siaga bencana harus rajin

melakukan latihan kesiagaannya. Kemauan dan kesungguhan dalam memogram

latihan penting menjadi agenda warga.

“Selain kesiapan warga, peran aktif pemda sangat penting,” pungkasnya. (Pun)

 

Sumber :

https://blog.dcc.ac.id/nama-latin-tumbuhan-paku/

Relokasi Warga Cimanintin, Kemensos Salurkan Bantuan Rp 1,6 Miliar

Relokasi Warga Cimanintin, Kemensos Salurkan Bantuan Rp 1,6 Miliar

Relokasi Warga Cimanintin, Kemensos Salurkan Bantuan Rp 1,6 Miliar
Relokasi Warga Cimanintin, Kemensos Salurkan Bantuan Rp 1,6 Miliar

 

SUMEDANG-Kementerian Sosial (Kemensos) menyerahkan bantuan sebesar Rp 1,6 miliar kepada korban tanah bergerak di desa Cimanintin, Kecamatan Jati Nunggal, Kabupaten Sumedang.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat mengatakan bantuan ini terdiri dari bantuan stimulan pembangunan rumah sebesar 1,575 miliar rupiah dan bantuan lumbung sosial Kampung Siaga Bencana (KSB) sebesar 69,57 juta rupiah dan motor dapur umum lapangan.

“Bantuan stimulan itu diberikan kepada 63 kepala keluarga masing masing 25

juta rupiah. Disamping itu kita juga siapkan bantuan untuk KSB,” kata Harry Hikmat kepada wartawan di Desa Cimanintin, Kecamatan Jati Nunggal, Kabupaten Sumedang, Minggu (4/11/2018).

Harry mengungkapkan tingginya intensitas hujan di Jawa Barat beberapa waktu

lalu mengakibatkan bencana alam di di beberapa titik. Salah satunya pergerakan tanah di Dusun Cimanintin Blok Babakan Sawah, Desa Cimanintin, Kecamatan Jati Nunggal, Sumedang.

“Ini akibat curah hujan yang tinggi secara terus-menerus, pergerakan tanah ini telah merusak rumah warga sekitar 63 KK,” ungkapnya

Dia menambahkan area terdampak pergerakan tanah di dusun ini mencapai 4

hektar. Untuk itu, warga yang berada di area tersebut dipindahkan ke tempat yang lebih aman atau direlokasi.

“Mereka yang terkena dampak telah direlokasi ke tempat yang lebih aman dengan bantuan pemerintah setempat dan Kemensos RI,” pungkasnya (Pun)

 

 

Sumber :

https://blog.dcc.ac.id/struktur-kulit-sebagai-organ-ekskresi/

Teori Pembentukan Tata Surya

Teori Pembentukan Tata Surya

Teori Pembentukan Tata Surya
Teori Pembentukan Tata Surya

Sejarah Awal Teori Pembentukan Tata Surya

Keingin-tahuan manusia tentang bagaimana Tata Surya terbentuk, bagaimana objek-objek didalamnya bergerak dan berinteraksi serta bagaimana gaya yang bekerja mengatur semua gerakan tersebut, telah mencuat, jauh sebelum Masehi. Berbagai penelitian, pengamatan dan perhitungan telah dilakukan untuk mengetahui semua rahasia dibalik Tata Surya.

Pengamatan terhadap tata surya, pertama kali dilakukan oleh bangsa China dan Asia Tengah, terutama berkaitan dengan pengaruhnya terhadap navigasi dan pertanian. Para pengamat Yunani menemukan bahwa selain objek-objek yang terlihat tetap di langit, tampak juga objek-objek yang mengembara dan disebut sebagai planet.

Orang-orang Yunani saat itu menyadari bahwa Matahari, Bumi, dan Planet merupakan bagian dari sistem yang berbeda. Awalnya mereka menduga bahwa Bumi dan Matahari berbentuk pipih, tapi Phytagoras (572-492 BC) menyangkal dan menyatakan bahwa semua benda langit berbentuk bola (bundar).

Sampai dengan tahun 1960, perkembangan teori pembentukan Tata Surya bisa dibagi dalam dua kelompok besar yakni masa sebelum Newton dan masa sesudah Newton.

Permulaan Perhitungan Ilmiah

Upaya untukmemenuhi keingin-tahuan manusia tentang alam semesta ini, untuk pertama kalinya diwujudkan oleh Aristachrus dari Samos (310-230 BC) dengan adanya upaya untuk menghitung sudut antara bumi, bulan dan matahari secara ilmiah. Selain itu, ia juga mencoba mencari perbandingan jarak dari Bumi-Matahari, dan Bumi-Bulan.

Aristachrus dikenal sebagai orang pertama yang menyimpulkan bahwa Bumi bergerak mengelilingi Matahari dalam lintasan berbentuk lingkaran dan ini menjadi titik awal teori Heliosentrik. Jadi sebenarnya teori heliosentrik bukan teori yang baru muncul di masa Copernicus. Namun jauh sebelum itu, Aristrachrus sudah meletakkan dasar bagi teori heliosentris tersebut.

Pada era AlexandriaEratoshenes (276-195 BC) dari Yunani berhasil menemukan cara mengukur besar Bumi, dengan cara mengukur panjang bayangan dari kolom Alexandria dan Syene. Ia menyimpulkan, perbedaan lintang keduanya merupakan 2% dari keseluruhan revolusi dan hasil perhitungannya ternyata memiliki perbedaan sebesar 13% dari hasil yang ada saat ini.

Ptolemy dan Teori Geosentrik

Meskipun sebelumnya Aristachrus telah menyimpulkan bahwa Bumi bergerak mengelilingi Matahari, tetapi  Ptolemy (c 150AD) justru memberikan penyataan yang bertentangan, dengan menyatakan bahwa semua objek bergerak relatif terhadap bumi. Teori ini dikenal sebagai teori geosentrik (geo = bumi, centrum = pusat).

Dan teori ini dipercaya selama hampir 1400 tahun. Tapi teori geosentrik ini mempunyai kelemahan, yaitu Matahari dan Bulan bergerak dalam jejak lingkaran mengitari Bumi. Jadi bumi adalah pusat semesta alam, sementara planet bergerak tidak teratur dalam serangkaian simpul ke arah timur, dan semua kekuatan alam berpusat di bumi.

Untuk mengatasi masalah ini, Ptolemy mengajukan dua komponen gerak. Yang pertama, gerak dalam orbit lingkaran yang seragam dengan periode satu tahun, pada titik yang disebut deferent. Gerak yang kedua disebut epycycle, yaitu gerak seragam dalam lintasan lingkaran yang berpusat pada deferent.

Teori Geosentris ini dimulai lebih kurang abad ke-6 sebelum masehi saat para ilmuwan tertarik kepada alam sekitarnya. Beberapa ahli pendukung anggapan geosentris antara lain : Socrates, Plato, Aristoteles, Tales, Anaximander, dan Pytagoras.

Teori heliosentrik dan gereja

Nicolaus Copernicus (1473-1543) merupakan orang pertama yang secara terang-terangan menyatakan bahwa Matahari merupakan pusat sistem Tata Surya, dan Bumi bergerak mengelilinginya dalam orbit berbentuk lingkaran.

Meskipun Copernicus mengetahui adanya indikasi penyimpangan kecepatan sudut orbit planet-planet, namun ia tetap mempertahankan pendapatnya bahwa orbit planet berbentuk lingkaran, dengan menyatakan bahwa orbitnya tidak kosentrik. Teori heliosentrik ini disampaikan Copernicus dalam publikasinya yang berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium kepada Paus Pope III dan diterima oleh gereja.

Tapi setelah kematian Copernicus, pandangan gereja berubah, ketika pada akhir abad ke-16 filsuf Italy, Giordano Bruno, menyatakan bahwa semua bintang mirip dengan Matahari dan masing-masing memiliki sistem planetnya yang dihuni oleh jenis manusia yang berbeda.

Pandangan inilah yang menyebabkan ia dibakar dan teori Heliosentrik dianggap berbahaya karena bertentangan dengan pandangan gereja yang menganggap manusialah yang menjadi sentral di alam semesta.

Lahirnya Hukum Kepler

Walaupun Copernicus telah menerbitkan tulisannya tentang Teori Heliosentrik, tidak semua orang setuju dengannya. Salah satunya, Tycho Brahe (1546-1601) dari Denmark yang mendukung teori matahari dan bulan mengelilingi bumi, sementara planet lainnya mengelilingi matahari. Tahun 1576, Brahe membangun sebuah observatorium di pulau Hven, di laut Baltic dan melakukan penelitian di sana sampai kemudian ia pindah ke Prague, pada tahun 1596.

Di Prague, Brahe menghabiskan sisa hidupnya, menyelesaikan tabel gerak planet dengan bantuan asistennya Johannes Kepler (1571-1630). Setelah kematian Brahe, Kepler menelaah data yang ditinggalkan Brahe dan menemukan bahwa orbit planet tidak sirkular melainkan elips.

Kepler kemudian mengeluarkan tiga hukum gerak orbit yang dikenal sampai saat ini yaitu ;

  • Planet bergerak dalam orbit ellips mengelilingi matahari sebagai pusat sistem.
  • Radius vektor menyapu luas yang sama dalam interval waktu yang sama.
  • Kuadrat kala edar planet mengelilingi matahari sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-rata dari matahari.

Kepler menuliskan karyanya dalam sejumlah buku, diantaranya adalah Epitome of The Copernican AstronomyIndexLibrorum Prohibitorum, yang merupakan buku terlarang bagi umat Katolik. Dalam daftar ini juga terdapat publikasi CopernicusDe Revolutionibus Orbium Coelestium.

Awal mula dipakainya teleskop

Pada tahun 1608, teleskop dibuat oleh Galileo (1562-1642). Galileo merupakan seorang professor matematika di Pisa yang tertarik dengan mekanika, khususnya tentang gerak planet. Ia salah seorang yang tertarik dengan publikasi Kepler dan yakin tentang teori heliosentrik. Dengan teleskopnya, Galileo berhasil menemukan satelit-satelit Galilean di Jupiter dan menjadi orang pertama yang melihat keberadaan cincin di Saturnus.

Salah satu pengamatan penting yang meyakinkannya mengenai teori heliosentrik adalah masalah fasa Venus. Berdasarkan teori geosentrik, Ptolemy menyatakan, venus berada dekat dengan titik diantara matahari dan bumi sehingga pengamat dari bumi hanya bisa melihat venus saat mengalami fasa sabit.

Tapi berdasarkan teori heliosentrik dan didukung pengamatan Galileo, semua fasa Venus bisa terlihat bahkan ditemukan juga sudut piringan venus, lebih besar saat fasa sabit dibanding saat purnama. Publikasi Galileo yang memuat pemikirannya tentang teori geosentrik vs heliosentrik, dalam Dialogue of The Two Chief World System, menyebabkan dirinya dijadikan tahanan rumah dan dianggap sebagai penentang oleh gereja.

Dasar yang diletakkan Newton

Di tahun kematian Galileo, Izaac Newton (1642-1727) dilahirkan. Bisa dikatakan Newton memberi dasar bagi pekerjaannya dan orang-orang sebelum dirinya terutama mengenai asal mula Tata Surya. Ia menyusun Hukum Gerak Newton dan kontribusi terbesarnya bagi Astronomi adalah Hukum Gravitasi, yang membuktikan bahwa gaya antara dua benda sebanding dengan massa masing-masing objek dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda.

Hukum Gravitasi Newton memberi penjelasan fisis bagi Hukum Kepler yang ditemukan sebelumnya berdasarkan hasil pengamatan. Hasil pekerjaannya dipublikasikan dalam Principia yang ia tulis selama 15 tahun.

Teori Pembentukan Tata Surya Sesudah Newton

Kemunculan Newton dengan teori gravitasinya menjadi dasar yang kuat dalam menciptakan teori terbentuknya Tata Surya yang lahir kemudian sampai tahun 1960. Perkembangan teori pembentukan Tata Surya, pada era setelah Newton sampai dengan tahun 1960, terbagi dalam dua kelompok pemikiran yakni teori monoistik, yang menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. Sedangkan teori dualistik, menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda.

Teori Komet Buffon

Tahun 1745, George comte de Buffon (1701-1788) dari Perancis mempostulatkan teori dualistik dan katastrofi yang menyatakan bahwa tabrakan komet dengan permukaan matahari menyebabkan materi matahari terlontar dan membentuk planet pada jarak yang berbeda.

Kelemahan dari postulat Buffon adalah bahwa ia tidak bisa menjelaskan asal komet. Ia hanya mengasumsikan bahwa komet jauh lebih masif dari kenyataannya.

Teori Nebula Laplace (Teori Kabut)

Ada beberapa teori yang menginspirasi terbentuknya teori Laplace, dimulai dari filsuf Perancis, Renè Descartes (1596-1650) yang percaya bahwa angkasa terisi oleh “fluida alam semesta ” dan planet terbentuk dalam pusaran air. Sayangnya teori ini tidak didukung dasar ilmiah.

Seratus tahun kemudian, tepatnya tahun 1775, Immanuel Kant (1724-1804) menunjukkan adanya awan gas yang berkontraksi dibawah pengaruh gravitasi sehingga awan tersebut menjadi pipih. Ide ini didasarkan dari teori pusaran Descartes, tapi fluidanya berubah menjadi gas. Setelah adanya teleskop, William Herschel (1738-1822) mengamati adanya nebula yang ia asumsikan sebagai kumpulan bintang yang gagal.

Tahun 1791, ia melihat bintang tunggal yang dikelilingi halo yang terang. Hal inilah yang memberinya kesimpulan bahwa bintang terbentuk dari nebula dan halo merupakan sisa nebula.

Dari teori-teori ini, Pierre Marquis de Laplace (1749-1827) pada tahun 1796, menyempurnakan hipotesa Immanuel Kant dan hipotesa mereka berdua lebih dikenal dengan Hipotesa Nebula Kant-Laplace.

Pada tahap awal, tata surya masih berupa kabut atau awan raksasa. Awan ini terdiri gas, es dan debu yang disebut Nebula. Unsur gas, sebagian besar terdiri dari Hidrogen. Karena gaya gravitasi yang dimilikinya, kabut itu menyusut dan berputar pelan dengan arah tertentu. Pada saat terjadi keruntuhan, momentum sudut dipertahankan melalui putaran yang dipercepat sehingga terjadi pemipihan membentuk cakram datar di bagian tengahnya.

Selama menyusut (kontraksi), ada materi yang tertinggal ke dalam suatu bentuk piringan, dan bersamaan dengan itu, pusat massa terus berkontraksi. Akibatnya, suhu kabut memanas dan materi di dalam awan, yang memiliki massa dominan akan runtuh, menjadi bintang raksasa yang disebut matahari. Matahari raksasa terus menyusut dan perputarannya semakin cepat.

Materi yang terlepas kedalam piringan, akan membentuk sejumlah cincin gas dan es yang terlontar di sekeliling matahari. Akibat gaya gravitasi, maka materi gas di dalam cincin akan mengelompok dan memadat (kondensasi). Seiring dengan terjadinya penurunan suhu, maka terbentuklah membentuk planet dalam yang mengitari matahari. Dengan cara yang sama, planet luar juga terbentuk.

Namun menurut Clerk Maxwell (1831-1879) letak permasalahan teori ini, cincin hanya bisa stabil jika terdiri dari partikel-partikel padat, bukannya gas. Menurut Maxwell cincin tidak bisa berkondensasi menjadi planet karena gaya inersianya akan memisahkan bagian dalam dan luar cincin. Seandainya proses pemisahan bisa terlewati, massa cincin masih jauh lebih masif dibanding massa planet yang terbentuk.

Permasalahan lain muncul dari distribusi momentum sudut dimana tidak ada mekanisme tertentu yang bisa menjelaskan bahwa keberadaan materi dalam jumlah kecil, yang membentuk planet, bisa memiliki semua momentum sudutnya. Seharusnya sebagian besar momentum sudut berada di pusat objek. Jika momentum sudut intrinsik dari materi luar bisa membentuk planet, maka kondensasi pusat tidak mungkin runtuh untuk membentuk bintang,

Penyempurnaan Teori Laplace

Tahun 1854, Edouard Roche (1820-1883) mengatakan bahwa awan yang diajukan Laplace dalam teorinya, bisa memiliki kondensasi pusat yang tinggi sehingga sebagian besar massa berada dekat spin axis dan memiliki kaitan yang kecil dengan momentum angular.

Tahun 1873, Roche menyempurnakan teori Laplace dengan analisis “Matahari ditambah atmosfer & rdquo;, yang memiliki kondensasi pusat yang tinggi. Model ini berada diluar rentang planet dan mengalami keruntuhan saat mendingin.

Dalam model ini atmosfer berkorotasi terhadap matahari. Saat sistem mengalami keruntuhan, kecepatan sudut bertambah untuk mempertahankan momentum sudut, sementara jarak mengecil. Jika jarak mengecil lebih cepat dari radius efektif atmosfer, maka semua atmosfer di luar jarak akan membentuk cincin.

Keberatan dari James Jeans (1877-1946). Ia menunjukkan dengan distribusi nebula yang diberikan oleh Roche, materi luar akan menjadi renggang sehingga tidak dapat melawan gaya pasang surut terhadap pusat massanya dan kondensasi tidak akan terjadi.

Jeans juga mennunjukkan bahwa untuk materi di dalam cincin yang mengalir dari nebula yang runtuh menuju kondensasi, membutuhkan kerapatan yang lebih besar dari kerapatan sistem. Hal ini akan menghasilkan massa atmosfer dengan magnitudo mendekati magnitudo di pusat massa, sehingga bisa menyelesaikan permasalahan momentum sudut.

Teori Pembentukan Tata Surya Awal Abad ke-20

Perkembangan teori pementukan Tata Surya pada dekade terakhir abad ke-19 dan dekade pertama abad ke-20, didominasi oleh 2 orang Amerika yakni Thomas Chamberlin (1843-1928) dan Forest Moulton (1872-1952). Dalam membangun teorinya, mereka melakukan komunikasi secara konstan, bertukar pemikiran dan menguji ide-ide yang muncul, namun publikasi atas karya besar mereka dilakukan secara terpisah.

Teori Planetisimal

Pada tahun 1890-an, Chamberlin menawarkan solusi untuk teori nebula Laplace. Ia menawarkan adanya satu akumulasi yang membentuk planet atau inti planet (objek kecil terkondensasi diluar materi nebula) yang kemudian dikenal sebagai planetisimal.

Menurut Chamberlin, planetisimal akan bergabung membentuk protoplanet. Namun karena adanya perbedaan kecepatan antara partikel dalam dan partikel luar, dimana partikel dalam bergerak lebih cepat dari partikel luar, maka objek yang terbentuk akan memiliki spin retrograde.

Walaupun ide planetesimal ini cukup baik, tetapi sejak tahun 1900, Chamberlin dan Moulton mengembangkan teori baru tentang pembentukan planet. Pada teori ini keduanya menyatakan bahwa ada materi yang terlontar dari bintang dan membentuk nebula spiral.

Nebula spiral ini tidak diketahui asalnya dan berhasil dipotret oleh para pengamat. Menurut mereka, materi yang terlontar ini dapat menjadi planet yang mengitari bintang induknya. Tapi ide ini kemudian mereka tolak sendiri, karena orbit yang mereka dapatkan terlalu eksentrik/lonjong.

Chamberlin kemudian membangun teori baru yang melibatkan erupsi matahari. Ia memberikan kemungkinan bahwa spiral nebula merupakan hasil interaksi pemisahan dari bintang yang berada dalam proses erupsi dengan bintang lainnya. Teori ini membutuhkan matahari yang aktif dengan prominensa yang masif.

Namun sayangnya, gaya pasang surut bintang yang berinteraksi dengan matahari hanya mampu menahan materi prominensa di luar matahari tapi tidak mampu memindahkan materi dari matahari. Untuk itu dibutuhkan jarak matahari-bintang lebih besar dari limit Roche untuk matahari dan massa masif yang lebih besar dari massa matahari untuk bintang lainnya.

Jadi ringkasnya, hipotesa Planetisimal menyatakan bahwa tata surya terbentuk akibat adanya bintang yang hampir menabrak matahari.

Teori Pasang Surut

Teori Pasang Surut pertama kali disampaikan oleh Buffon. Ia menyatakan bahwa tata surya berasal dari materi Matahari yang terlempar akibat bertumbukan dengan sebuah komet. Teori pasang surut yang disampaikan Buffon kemudian diperbaiki oleh Sir James Jeans dan Harold Jeffreys.

Astronomi Inggris, James Jeans (1877-1946) mengemukakan teorinya (1917) bahwa Tata Surya merupakan hasil interaksi antara bintang lain dan matahari. Perbedaan ide yang ia munculkan dengan ide Chamberlin & Moulton terletak pada absennya prominensa dan jumlah awal dari matahari.

Menurut Jeans dalam interaksi antara matahari dengan bintang lain yang melewatinya, pasang surut yang ditimbulkan pada matahari sangat besar, sehingga ada materi yang terlepas dalam bentuk filamen. Filamen ini tidak stabil dan pecah menjadi gumpalan-gimpalan yang kemudian membentuk protoplanet. Akibat pengaruh gravitasi dari bintang proto planet memiliki momentum sudut yang cukup untuk masuk kedalam orbit di sekitar matahari.

Pada akhirnya efek pasang surut matahari pada proto planet saat pertama kali melewati perihelion memberikan kemungkinan bagi proses pembentukan planet untuk membentuk satelit.

Pada model ini tampaknya spin matahari yang lambat dikesampingkan, karena dianggap matahari telah terlebih dahulu terbentuk sebelum proses pembentukan planet. Selain itu tanpa adanya prominensa maka kemiringan axis solar spin dan bidang orbit matahari-bintang tidak akan bisa dijelaskan.

Tahun 1919, Jeans memperbaharui teorinya. Ia menyatakan bahwa saat pertemuan kedua bintang terjadi, radius matahari sama dengan orbit Neptunus. Pengubahan ini memperlihatkan kemudahan untuk melontarkan materi pada jarak yang dikehendaki. Materinya juga cukup dingin, dengan temperatur 20 K dan massa sekitar Ᾰ½ massa jupiter.

Harold Jeffreys (1891-1989) yang sebelumnya mengkritik teori Chamberlin-Moulton, juga memberikan beberapa keberatan atas teori Jeans. Keberatan pertamanya mengenai keberadaan bintang masif yang jarang sehingga kemungkinan adanya bintang yang berpapasan dengan matahari pada jarak yang diharapkan sangatlah kecil.

Tahun 1939, keberatan lain datang dari Lyman Spitzer (1914-1997). Menurutnya jika matahari sudah berada dalam kondisi sekarang saat materinya membentuk Jupiter maka diperlukan materi pembentuk yang berasal dari kedalaman dimana kerapatannya sama dengan kerapatan rata-rata matahari dan temperatur sekitar 106 K. Tapi jika harga temperatur ini dipakai dalam persamaan untuk massa kritis jeans, maka massa minimum Jupiter menjadi 100 kali massa Jupiter saat ini.

Teori Kondensasi (Teori Awan Debu atau Protoplanet)

Teori ini dikemukakan oleh Carl von Weizsaecker kemudian disempurnakan oleh astronom Belanda, Gerard P.Kuiper (1905-1973), pada tahun 1950. Teori proto planet menyatakan bahwa tata surya terbentuk oleh gumpalan awan gas raksasa yang mengalami pemampatan dan menarik partikel-partikel debu membentuk gumpalan bola awan. Pada saat itulah terjadi bola kabut raksasa ini berputar membentuk pilinan sehingga gumpalan bola kabut raksasa ini menjadi pipih menyerupai cakram raksasa (tebal bagian tengah dan pipih di bagian tepi).Karena bagian tengah berpilin lambat mengakibatkan terjadi tekanan yang menimbulkan panas dan cahaya(Matahari).Bagian tepi cakram berpilin lebih cepat sehingga terpecah menjadi gumpalan yang lebih kecil.Gumpalan itu kemudian membeku menjadi planet dan satelit.

Teori Bintang Kembar

Teori bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (19152001) pada tahun 1956. Teori ini mengemukakan bahwa dahulunya tata surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan saling berdekatan, yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan-serpihan yang disebut planet-planet itu, kemudian terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak (matahari) dan mulai mengelilinginya

Teori Capture

Teori pasang surut Jeans-Jeffreys mengajukan kalau materi yang disapu oleh bintang saat berpapasan dengan Matahari akan membentuk planet. Tahun 1964Woolffson memperkenalkan model baru dari teori pasang surut, yang dikenal dengan nama Teori Capture. Teori yang diajukan Woolfson menyatakan kalau bintang yang berpapasan dengan Matahari yang menyediakan materi pembentuk planet yang kemudian ditangkap oleh Matahari.

Pembentukan bintang dalam gugus galaksi dalam hal ini dari pengamatan terhadap gugus muda, bintang pertama yang terbentuk memiliki massa lebih dari satu massa Matahari dan sesudah itu bintang dengan massa yang lebih kecil mulai terbentuk. Dalam lingkungan yang memiliki kerapatan cukup besar seperti pada gugus muda, interaksi antar bintang akan sering tering terjadi – ini merupakan interaksi yang memberikan cukup energi bagi bintang tunggal untuk melepaskan diri dari gugus tersebut, yang kemudian dihamburkan dan membentuk bidang bagi bintang. Bentuk interaksi yang diajukan Woolfson, melibatkan Matahari dalam kaitannya untuk pembentukan Tata Surya dan protobintang dengan massa yang lebih kecil yang baru terbentuk dan masih berada dalam kondisi mengembang dan terhambur.

Dalam interaksinya, proto bintang akan bergerak dalam orbit hiperbola relative terhadap Matahari dan melewatinya dalam batas jarak Roche sehingga terjadi penghamburan atau pemisahan materi dari protobintang tersebut. Pada saat berpapasan, filament dari protobintang akan disapu keluar pada kondisi tidal bulge (betuk ellipsoid pada bintang yang terjadi akibat besarnya gaya pasang surut di ekuator) yang ekstrim dan ketidakstabilan gravitasi menyebabkan filamen pecah dalam beberapa rangkaian kondensasi. Garis kerapatan filamen cukup tinggi sehingga setiap blob (gumpalan) akan memiliki massa melampaui massa kritis Jeans dan blob akan saling berkontraksi membentuk protoplanet.

Protoplanet terbentuk pada orbit bereksentrisitas (kelonjongan) tinggi antara 0,7 – 0,9 dan jarak terjauh (aphelion) memiliki rentang lebih dari 100 AU. Protoplanet membutuhkan waktu dari puluhan sampai ratusan tahun untuk berkondensasi sebelum mereka harus memulai fasa menyelamatkan diri dari gaya pasang surut pada saat memasuki perihelion (jarak terdekat dengan Matahari). Proses kondensasi protoplanet memberi kesempatan pada protoplanet untuk membentuk planet mayor sementara gaya pasang surut justru membuatnya mengembang, tertarik dan materi terluar terutama di daerah tidal bulge, akan memperoleh spin momentum sudut. Keruntuhan protoplanet terjadi dan meninggalkan materi di bagian tidal bulge. Materi di bulge akan membentuk filamen dengan kumpulan blob tunggal yang kemudian akan membentuk satelit.

Beberapa keberatan tehadap teori capture adalah ia merupakan bagian dari teori dualistic yang membutuhkan mekanisme lain untuk bisa menjelaskan spin Matahari yang lambat. Pembentukan satelit dalam teori capture melalui keruntuhan protoplanet masih harus dibuktikan lagi.

Perbedaan esensial antara model capture dan model Jeans :

  • Materi yang datang dari proto bintang, ditangkap oleh bintang yang terkondensasi.
  • Materi yang membentuk planet, merupakan materi yang dingin, sehingga meniadakan keberatan yang diajukan terhadap teori pasang surut Jeans.
  • Pada saat interaksi proto bintang memiliki radius sekitar 20 AU dan jarak aphelion orbitnya, sekitar 40 AU. Jarak ini yang kemudian diadaptasi sebagai skala Tata Surya.

Teori Big Bang

Teori Big Bang menyatakan bahwa jagat raya dimulai dari satu ledakan besar dari materi yang densitasnya luar biasa besar. Impilikasinya jagat raya punya awal dan akhir. Teori ini terus-menerus dibuktikan kebenarannya melalui sejumlah penemuan, dan diterima oleh sebagian besar astrofisikawan masa kini.

 

Baca Artikel Lainnya:

Mengenal Tentang Candi Tikus

Mengenal Tentang Candi Tikus

Mengenal Tentang Candi Tikus
Mengenal Tentang Candi Tikus

Salah satu peninggalan purbakala di Jawa Timur dari masa pemerintahan kerajaan Majapahit adalah Candi Tikus. Meskipun tidak ada satu sumber pun yang menyebutkan, kapan bangunan candi ini didirikan, tetapi menilik batu merah dan batu andhesit yang dipergunakan untuk membuat saluran air pada candi ini, yang nampak lebih dinamis sebagaimana ada pada masa jaman keemasan kerajaan Mojopahit, maka diperkirakan bangunan ini didirikan sekitar abad ke XIV, dan merupakan peninggalan termuda yang terdapat di Trowulan.

Lokasi

Candi Tikus terletak di dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jaraknya tiga kilometer arah tenggara dari Balai Penyelamatan (Site Museum) atau delapan kilometer arah barat daya dari pusat kota Mojokerto. Sejak ditemukan pertama kali, candi ini telah mengalami pemugaran sekitar tahun 1983 – 1989 dan dibuka kembali tanggal 21 September 1989. 

Candi ini juga dikenal sebagai candi pemandian atau petirthaan, karena adanya struktur kolam pemandian (pertirthaan) dan pancuran yang dibangun menjadi satu dengan candinya. Candi ini memiliki keistimewaan antara lain dibangun di bawah permukaan tanah, pada kedalaman kurang lebih 3,5 meter dan tidak terdapat arca dewa maupun arca perwujudan, bahkan tidak ada petunjuk atau tanda adanya arca. Bila hendak masuk atau mencapai lantai candi harus menuruni tangga terlebih dulu.

Asal Mula Nama Candi Tikus

Konon, nama Candi Tikus diberikan lantaran ketika dilakukan penggalian pada tahun 1914, oleh Bupati Mojokerto R.A.A Kromojoyo Adinegoro, lokasi disekitar candi itu pernah menjadi sarang tikus, dan hama tikus ini telah menggelisahkan masyarakat setempat karena menyerang hasil pertanian di desa sekitarnya. Ketika dilakukan upaya pengejaran dan pembasmian, kawanan tikus itu selalu masuk ke suatu gundukan tanah,. Ketika dilakukan penggalian pada gundukan tanah tersebut, ditemukanlah bagian dari suatu bangunan yang terbuat dari batu merah.

Kromojoyo Adinegoro, kemudian memerintahkan penggalian lebih lanjut dan  mendapatkan adanya miniatur candi. Penemuan ini kemudian dilaporkan pada ahli sejarah dan sejak itulah banyak ahli sejarah kuno dan arkeolog mulai mengadakan penelitian mengenai candi ini untuk menentukan makna dan fungsi bangunan ini, baik dari segi arsitektur maupun ditinjau dari segi religious. 

Penggalian selanjutnya menemukan sebuah bangunan terbuat dari bahan bata merah dan denah persegi empat dengan ukuran 29,5 m x 28,25 m dan tinggi keseluruhan dari lantai sampai menara candi induk adalah 5,2 meter.

Batu bata yang dipergunakan pada bangunan candi ini memiliki dua ukuran, yang besar berukuran 8 x 21 x 36 cm, dan satu lagi berukuran lebih kecil. Candi ini memiliki jaladwara (pancuran air) yang terbuat dari batu andesit. Jaladwara yang terdapat di Candi Tikus ini berjumlah 46 dengan bentuk makara dan padma, selain itu juga terdapat saluran-saluran air baik saluran air masuk maupun saluran untuk pembuangan air.

Masa Pendirian Candi Tikus

Meskipun tidak ada sumber sejarah yang memberitakan tentang kapan candi ini didirikan, tetapi menilik batu merah dan batu andhesit yang dipergunakan untuk membuat saluran air pada candi ini, yang nampak lebih dinamis sebagaimana ada pada masa jaman keemasan kerajaan Mojopahit,dibawah pemerintahan Hayam Wuruk (1350 – 1380), maka diperkirakan bangunan ini didirikan sekitar abad ke XIV.

Dalam kitab Nagarakertagama yang ditulis oleh Prapanca pada tahun 1365 M (yang telah diakui oleh para pakar sebagai suatu sumber sejarah yang cukup lengkap memuat tentang kerajaan Majapahit, khususnya pada masa pemerintahan raja Hayam Wuruk), juga tidak disebutkan tentang eksistensi candi ini.

Namun demikian, ini tidak berarti bahwa serangkaian penelitian yang ditujukan guna mencari dan menentukan saat dibangunnya candi Tikus ini lantas manjadi tidak bisa dilaksanakan. Setidaknya, berdasarkan kajian arsitektur, diperoleh gambaran perbedaan dalam hal penggunaan bahan baku candi, yaitu bata merah.

Adanya perbedaan penggunaan bata merah (baik perbedaan kualitas maupun kuantitasnya), memberikan indikasi tentang tahapan pembangunan candi Tikus. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para arkeolog, terbukti bahwa bata merah yang berukuran lebih besar berusia lebih tua dibandingkan dengan bata merah yang berukuran lebih kecil. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa selama masa berdiri dan berfungsinya, candi Tikus pernah mengalami dua tahap pembangunan. 

N.J. Krom dalam bukunya yang berjudul Inleiding tot de Hindoe Javaansche Kunst II (Pengantar Kesenian Hindu Jawa), memberikan pandangan yang sama. Dengan memperhatikan bahan dan gaya seni dari saluran air yang ada, pakar sejarah kesenian Jawa kuno berkebangsaan Belanda itu berasumsi bahwa ada dua tahap pembangunan candi Tikus.

Pembangunan tahap pertama dilakukan dengan mempergunakan batu bata merah yang berukuran lebih besar sebagai bahan bakunya, sedangkan pembangunan tahap kedua dilakukan dengan menggunakan bata merah yang berukuran lebih kecil.

Tahap pertama, saluran airnya terbuat dari bata merah dan memperlihatkan bentuknya yang kaku. Sedangkan tahap kedua saluran airnya terbuat dari batu andesit dan memperlihatkan bentuknya yang lebih dinamis serta dibuat pada masa keemasan Majapahit. Atas dasar itulah, Krom sekali lagi menegaskan asumsinya bahwa candi Tikus telah berdiri, sebelum kerajaan Majapahit mencapai puncak keemasannya, yaitu pada masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350 – 1380).

Ketika dilakukan pemugaran pada tahun 1984/1985, sisi tenggara bangunan candi Tikus berhasil disingkap. Kaki bangunan yang terdapat di sisi tersebut, menunjukan perbedaan ukuran bata merah yang dipergunakan sebagai bahan bakunya. Hal ini semakin memperkuat dugaan mengenai dua tahap pembangunan candi tersebut. Kaki bangunan tahap pertama yang tersusun dari bata merah yang berukuran besar, tampak ditutup oleh kaki bangunan tahap kedua yang tersusun dari bata merah yang berukuran lebih kecil. Kapan secara pasti pembangunan tahap pertama dan kedua ini dilakukan, juga belum jelas benar.

Deskripsi

Dari sudut arsitektur, bangunan candi terbagi menjadi enam bagian, yaitu bangunan induk, kolam (dua buah), dinding teras (tiga tingkat), tangga utama, lantai dasar dan pagar.

Bangunan Induk

Bangunan candi dibuat dari bahan bata dengan ukuran 8 x 21 x 36 cm, sedangkan untuk jaladwara (pancuran air) dibuat dari batu andesit. Jaladwara yang terdapat di Candi Tikus ini berjumlah 46 dengan bentuk makara dan padma, selain itu juga terdapat saluran-saluran air baik saluran air masuk maupun saluran untuk pembuangan air.

Pada sisi selatan teras terbawah, terdapat sebuah bangunan berbentuk persegi empat dengan ukuran 7,65 m x 7,65 m, dengan ketinggian 5,2 m. Bangunan ini dianggap sebagai bangunan utama dari candi Tikus. Pada dindingnya dilengkapi dengan 17 buah pancuran air yang berbentuk bunga padma dan makara. Pada bangunan induk tersebut, terdapat sebuah menara dan dikelilingi oleh 8 buah menara yang berukuran lebih kecil.

Bentuk bangunan ini makin ke atas makin kecil dan dikelilingi oleh delapan candi yang lebih kecil bagaikan puncak gunung yang dikelilingi delapan puncak yang lebih kecil.

Secara horizontal bangunan induk dibagi menjadi tiga bagian mencakup kaki, tubuh dan atap.

Kaki bangunan berbentuk segi empat, dengan profil kaki berpelipit. Pada lantai atas kaki bangunan terdapat saluran air dengan ukuran 17 cm dan tinggi 54 cm serta mengelilingi tubuh, sedangkan pada sisi luar terdapat jaladwara. Selain jaladwara terdapat pula menara-menara yang disebut menara kaki bangunan karena terdapat pada bagian kaki bangunan.

Ukuran menara 80 x 80 cm. Pada lantai atas kaki bangunan ini berdiri tubuh bangunan dengan denah segi empat, sedangkan di bawah susunan batanya terdapat pula kaki tubuh tempat berdiri menara yang disebut menara tubuh pada keempat sudut dan ukurannya sama dengan menara kaki.

Selain itu di bagian tengah setiap dinding tubuh terdapat bangunan menara yang lebih besar dan berukuran 100 x 140 cm, tinggi 2,78 meter. Salah satu dari menara itu ada yang menempel pada dinding tubuh.


Susunan menara yang demikian itu telah menarik perhatian arekeolog Belanda yang bernama A.J. Bernet Kempers yang mengaitkannya dengan konsepsi religi. Dalam bukunya yang berjudul Ancient Indonesia Art, ia yang telah banyak berjasa dalam menyingkap masa pengaruh agama Hindu – Budha di Indonesia lewat kajian candi-candi, mengatakan bahwa candi Tikus merupakan replika dari gunung Mahameru

Hal ini dikarenakan adanya empat buah minatur candi yang dianggap melambangkan gunung Mahameru, tempat para dewa bersemayam. Menurut kepercayaan Hindu, Gunung Mahameru juga merupakan tempat sumber air suci (Tirta Amerta) bagi segala makhluk hidup, yang diwujudkan dalam bentuk air mengalir dari pancuran- pancuran / jaladwara, yang terdapat di sepanjang kaki candi. Air ini dipercaya mempunyai kekuatan magis dan dapat dipergunakan untuk memberi kesejahteraan bagi umat manusia..


Gunung Mahameru merupakan gunung suci yang dianggap sebagai pusat alam semesta yang mempunyai suatu landasan kosmogoni yaitu kepercayaan akan adanya suatu keserasian antara dunia (mikrokosmos) dan alam semesta (makrokosmos). 

Menurut konsepsi Hindu, alam semesta terdiri atas suatu benua pusat yang bernama Jambudwipa, dikelilingi oleh tujuh lautan dan tujuh daratan yang kesemuanya dibatasi oleh suatu pegunungan tinggi. Jadi sangat mungkin Candi Tikus merupakan sebuah petirtaan yang disucikan oleh pemeluk Hindu dan Budha, dan juga sebagai pengatur debit air di jaman Majapahit, bukan sebagai tempat pemujaan seperti candi-candi pada umumnya..

Selain berfungsi sebagai pengatur debit air di kota, letaknya yang diluar kota itu memberi kesan bahwa sebelum masuk kota, air harus disucikan terlebih dahulu di candi Tikus. Dalam hal ini, jika bentuk bangunan candi Tikus dianggap sebagai manifestasi dari gunung Mahameru, maka setiap air yang keluar dari bangunan induk ini dipercaya sebagai air suci (amerta). Tak heran, bila kemudian air yang keluar dari candi Tikus juga dipercaya memiliki kekuatan magis untuk memenuhi harapan rakyat agar hasil pertanian mereka berlipat ganda dan terhindar dari kesulitan-kesulitan yang merugikan.

Kolam


Di sebelah timur laut dan barat laut bangunan induk, terdapat dua buah kolam yang disebut kolam barat dan kolam timur. Kolam ini terletak di kanan dan kiri, mengapit tangga masuk. Masing-masing kolam berukuran panjang 3,50 meter, lebar 2 meter, kedalaman 1,50 meter dan tebal dinding 0,80 meter. Masing-masing kolam juga dilengkapi dengan tiga buah pancuran air yang berbentuk bunga padma (teratai) dan terbuat dari bahan batu andesit.

Pada sisi utara dinding kolam bagian dalam terdapat tiga jaladwara dengan ketinggian kurang lebih 80 cm dari lantai kolam. Bagian luar kolam sisi selatan terdapat tangga masuk ke bilik kolam, lebar 1,20 meter, sedangkan bagian dalamnya terdapat semacam pelipit setebal 3,50 cm. Di atas dan bawah tangga masuk sisi timur ada dua saluran air.

Dinding Teras

Bangunan dinding ini terdiri atas tiga teras yang mengelilingi bangunan induk dan kolam. Fungsi teras sebagai penahan desakan air dari sekitarnya karena bangunan ada di bawah permukaan tanah, juga sebagai penahan longsor.

Dinding teras pertama berukuran 13,50 x 15,50 meter, sedangkan lebar lantai teras 1,89 meter. Kaki teras ini berpelipit dan di bagian atas susunan batanya, terdapat pancuran air berbentuk padma dan makara, sedangkan di bawah lantai teras terdapat saluran air berukuran 0,20 meter dan tinggi 0,46 meter. Saluran ini berhubungan dengan saluran yang ada pada bangunan induk dan diperkirakan bahwa saluran tersebut dipergunakan untuk mengalirkan air yang berasal dari bangunan induk tersebut, keluar melalui pancuran yang terdapat di bagian dalam dinding kolam sisi utara.

Dinding teras tingkat dua berukuran 17,75 x 19,50 meter. Lebar lantai 1,50 meter dan tingginya 1,42 meter serta tebal dinding teras tersebut sebanyak 17 lapis bata.

Dinding teras tingkat tiga mempunyai ukuran 21,25 x 22,75 meter dengan lebar lantai 1,30 meter, tinggi dinding 1,24 meter, sedangkan tebal tinding 10 lapis bata.

Tangga utama

Adanya tangga yang menurun di sebelah utara, memberi kesan bahwa bangunan candi Tikus ini memang sengaja dibangun dibawah permukaan tanah. Tangga menurun disebelah utara itu, sekaligus merupakan petunjuk bahwa bangunan candi ini menghadap ke utara, dengan Tangga utama ini merupakan tangga menuju ke bangunan induk dan bilik kolam. Panjang tangga 9,50 meter, lebar 3,50 meter dan tinggi 3,50 meter.

Pada sisi timur dan barat tangga teras satu dan teras dua terdapat pipi tangga yang menutupi jalan masuk ke teras satu dan dua.

Lantai dasar

Lantai dasar terdiri dari susunan bata yang mempunyai permukaan atau bidang datar di bagian atasnya, tersusun dari dua lapis bata dengan luas kurang lebih 100 meter persegi. Lantai ini tempat berdiri bangunan induk, kolam, dinding teras dan tangga utama.

Pagar tembok luar

Tembok ini ditemukan di sisi utara dan berjarak kurang lebih 0,80 meter dari dinding teras tiga dan menjadi satu dengan pintu gerbang yang terdapat di tangga masuk.

Pelestarian

Untuk kelestarian warisan budaya bangsa yang berupa bangunan candi, perlu adanya penanganan secara berkesinambungan. Salah satu caranya ialah mengadakan pemugaran. Pemugaran ini sangat berguna selain untuk objek pariwisata juga bermanfaat bagi pengembangan kebudayaan. Selain itu Candi Tikus ini dapat berfungsi sebagai barometer air guna mengetahui debit air di saluran-saluran atau waduuk dan dipakai sebagai perbandingan besarnya air yang mengalir.

(Sumber: https://pengajar.co.id/)