Target Penerimaan Negara dari Tax Amnesty

Target Penerimaan Negara dari Tax Amnesty

Target Penerimaan Negara dari Tax Amnesty
Target Penerimaan Negara dari Tax Amnesty

BANDUNG-Anggota Badan Anggaran DPR RI, Akmal Pasluddin menilai, target penerimaan negara dari Tax Amnesty yang dicanangkan oleh pemerintah sebesar Rp 165 triliun terlalu ambisius.

Akibatnya, untuk mengantisipasi tidak tercapainya target tersebut agar tidak menjadi defisit anggaran sebesar 3 persen, pemerintah memangkas anggaran Kementerian/ Lembaga (K/L) serta anggaran pembangunan ke daerah. Oleh karena itu, Akmal meminta pemerintah harus mengevaluasi target penerimaan tersebut.

“Bahwa rendahnya respon Pengampunan Pajak harus dievaluasi, apakah terjadi karena ketidakpercayaan kepada pemerintah yang begitu dalam, atau memang karena para wajib pajak sedang tidak berdaya secara ekonomi sehingga berdampak pada turunnya penerimaan pajak,” tegas Akmal dalam siaran pers yang diterima jabarprov.go.id, Sabtu (6/8).

Akmal menambahkan saat ini, kondisi bisnis retail sedang terpuruk yang mengakibatkan turunnya penerimaan dari sektor PPN. Hal itu semakin ditambah dengan kondisi perekonomian global yang masih tidak sehat, juga sektor industri domestik yang stagnan, sehingga mengakibatkan konsumsi nasional pun menurun drastis.

“Harapan terakhir pemerintah untuk menyehatkan postur pendapatan negara pada pengampunan pajak telah suram. Perhitungannya terlalu optimis. Ini akan memaksa pemerintah melakukan jurus selanjutnya, yaitu dengan memangkas anggaran kementerian dan lembaga serta anggaran pembangunan daerah,” papar Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS ini.

Dampak dari adanya penghematan di seluruh K/L ini adalah akan

mempertahankan kondisi defisit anggaran tetap di bawah 3 persen sesuai dengan UU Keuangan Negara. Namun secara jangka panjang, upaya peningkatan kualitas kesejahteraan dan pemerataan pembangunan akan menjadi mundur kembali.

“Saya mengingatkan kepada pemerintah, pada upaya pemotongan anggaran di kementerian dan lembaga serta pemotongan pembangunan daerah, harus konsultasi dengan DPR,” tegas Akmal.

Diketahui pasca diangkat menjadi Menteri Keuangan, Sri Mulyani langsung

membuat kebijakan untuk memangkas anggaran terhadap seluruh K/L, juga dana transfer ke daerah. Pemotongan anggaran tersebut mencapai 133,8 triliun rupiah, yaitu 65 triliun untuk K/L dan 68,8 triliun untuk ke daerah.

Akmal menilai realistis, sebab kehadiran Sri Mulyani tersebut yaitu “SMI Effect”, hanya membawa sentimen positif sementara yang ditandai dengan hanya selang tiga hari pasca pengangkatan Sri Mulyani, rupiah kembali melemah terhadap dolar.

“Ada harapan terhadap iklim ekonomi Indonesia setelah Sri Mulyani masuk,

namun harapan itu hanya sekejap selama tiga hari saja, karena berbagai pihak baik pelaku ekonomi maupun pengamat meyakini, bahwa kondisi ekonomi yang berat akan dihadapi bangsa ini. Sehingga sosok Menkeu sekarang pun akan sulit merestorasi normalnya perekonomian negara ini,” tegas Akmal.

 

Baca Juga :

Kejakgung : Eksekusi Mati Tetap Jalan

Kejakgung : Eksekusi Mati Tetap Jalan

Kejakgung Eksekusi Mati Tetap Jalan
Kejakgung Eksekusi Mati Tetap Jalan

BANDUNG–Jaksa Agung H. M. Prasetyo menegaskan eksekusi mati akan terus dilakukan namun tentunya melihat waktu yang tepat dan kondisi di lapangan. Hal itu ditegaskannya saat mengunjungi Kejaksaan Tinggi Jabar, Senin (8/8).

“Tidak ada kemungkinan-kemungkinan, kita lihat waktu yang tepat, evaluasi

yang dilakukan, karena tiap kali lakukan eksekusi mati ada saja pro dan kontra,” ujar dia.

Prasetyo juga menepis jika terpidana mati yang siap dieksekusi berjumlah sepuluh orang. Dia menyebut masih banyak terpidana mati yang bakal menjalani eksekusi pada tahap selanjutnya.

Prasetyo menyatakan, selama hukuman mati masih memiliki hukum positif,

tidak ada keraguan pihaknya dalam melakukan eksekusi.

“Tiap hari ada 50 orang meninggal karena narkoba, bila ada pihak yang menyebut hukuman mati melanggar HAM, selama hukum positif melakukan itu, kita akan melaksanakan dan tegakkan selama telah ada putusan berkekuatan hukum tetap,” tegasnya.

Sebelumnya, keempat terpidana mati telah dieksekusi, mereka adalah Freddy

Budiman (Indonesia), Michael Titus Igweh dan Humphrey Ejike alias Doctor (Nigeria), serta Seck Osmane (Senegal), di Lapangan Tembak Tunggal Panaluan, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (29/7). jo

 

 

Sumber :

https://www.goodreads.com/topic/show/19817645-kingdom-animalia

Bank Indonesia Serahkan Bantuan CSR di Coblong

Bank Indonesia Serahkan Bantuan CSR di Coblong

Bank Indonesia Serahkan Bantuan CSR di Coblong
Bank Indonesia Serahkan Bantuan CSR di Coblong

BANDUNG–Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jabar melalui program CSR-nya menyerahkan bantuan kepada PKK Kelurahan Cipaganti Kecamatan Coblong Kota Bandung. Bantuan yang diserahkan berupa 2 mesin jahit dan peralatan lainnya. CSR itu untuk membantu pemberdayaan perempuan di daerah dalam meningkatkan taraf ekonominya.

“Nah khusus di Kelurahan Cipaganti ini, kita membantu alat untuk

pengembangan daur ulang plastik menjadi berbagai kerajinan seperti sepatu, tas, sandal dan lain-lain, karena itu yang mereka butuhkan di sini” ujar Rosmaya Hadi, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat, Rabu (10/8).

Rosmaya Hadi berpesan kepada PKK Kelurahan Cipaganti agar bisa terus

menerus belajar dan mengembangkan usahanya dalam membuat berbagai kerajinan dari daur ulang plastik itu.

“Yang kita harapkan adalah kesinambungannya. Jadi jangan segebrakan saja, harus terus, bahkan kalau bisa terus berkembang dan menjadi besar” harap Maya.

Hadir dalam penyerahan bantuan itu, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Jabar

Giselawati Mizwar, yang juga berharap agar bantuan dari BI Jabar itu mampu meningkatkan kinerja dan kreativitas PKK. (Pun)

 

Sumber :

https://www.goodreads.com/user/show/46112681-ojelhtc

Ruang Kelas

Ruang Kelas …

Rumah adalah area kelas memang bagi anak. Kini, area kelas lebih banyak lagi.

Media online jadi area kelas yang paling terbuka. Ketika tempat tinggal sudah merasa sepi berasal dari nasihat, misal baik, dan sepi penghuni, maka sarana online memenuhi area kosong anak-anak.

Model hidup yang kita tampilkan di tempat tinggal kepada anak-anak kita dapat mejadi pelajaran dan pengalaman nyata bagi anak-anak. Apa yang kita bicarakan, tanggapan kita pada banyak hal, dan langkah kita mengurus rumah, seluruh dapat masuk rekaman memori anak.

Media online hampir “merebut” peran seluruh area kelas yang ada.

Youtube. Inilah area kelas terbesar didalam sejarah sesudah Google. Setiap orang mampu belajar dan berbagi apa saja di youtube.

Media sosial (facebook, instagram, twitter, dll) lebih masif lagi. Banyak anak mencari figur, mencari jati diri, dan menjelajah kebanggaan diri lewat sarana sosial. Memang itulah area kelas baru bagi mereka.

Apakah Google, Youtube, dan media-media sosial mampu seutuhnya menggeser peran guru? TIDAK.

Media online mampu menyesaki otak dengan big knowledge yang wah. Pendidikan tidak cuma urusan otak. Ada pendidikan hati, emosi, dan spiritual.

Sumber : https://www.lele.co.id/panduan-lengkap-7-cara-menanam-hidroponik-sederhana-di-pekarangan/

Matematika Itu Bukan Berhitung

Matematika Itu Bukan Berhitung

Pernahkah menjumpai anak dengan kekuatan hebat didalam perkalian dan pembagian, namun kelimpungan sementara menghadapi soal matematika didalam wujud cerita? Mari kami ulik “tipis-tipis” fakta tersebut!

Sebagian besar dari kita, tumbuh dengan perasaan benci pada matematika. Bagi anda yang menyukai matematika, pasti dapat menolak asumsi tersebut. Tapi ingat, mampu jadi anda adalah minoritas dari jutaan murid yang lain. Kalaupun kata “benci” tidak memadai mewakili, kemungkinan kata “takut” mampu mewakili. Dan, saking meluasnya rasa kuatir ini, generasi kami mengenal arti “matematika sebagai momok”.

Dalam kurikulum sekolah, matematika seolah-olah sudah jadi induk atau ibunya kurikulum. Logika berpikirnya yang rumit dan bertingkat-tingkat, kemudian simbol-simbol yang abstrak, seolah-olah menuntut bakat besar untuk menguasainya. Sayangnya, matematika kemudian jadi “ibu tiri yang jahat dan dibenci”.

Inilah alasannya. Jika anda tidak menguasainya dan tidak mampu memahami dengan baik, anda dapat dianggap kurang pintar. Anak pandai dan cerdas hampir tetap disematkan bagi anak yang jago matematika.

Penelitian terakhir dari Research on Improvement of System Education (RISE) tahun 2018 kemudian mengukuhkan fakta ini. Penelitian selanjutnya mengungkap bahwa kekuatan matematika siswa kami tetap rendah, mulai dari tingkat SD sampai SMA.

Faktor terbesar adalah cara mengajar. Ada di antara kami yang tumbuh naik turun pada matematika. Pada kelas tertentu, misalnya, pernah menyukai matematika sebab guru matematikanya mengasyikkan dan menempelkan kesan mudah pada matematika. Di kelas atau level yang lain, matematika jadi sangat misterius, rumit, dan sulit. Faktor seterusnya adalah otak, bakat, dan kecenderungan didalam belajar.

Dalam kajian yang lebih luas, Barbara Oakley, Ph.D. didalam bukunya yang berjudul a Mind for Numbers; How to Excel at math and Science mengungkap bahwa salah satu kesalahan terbesar sementara murid belajar matematika dan sains adalah menghendaki murid melompat ke air sebelum akan mengajarkan cara berenang kepada mereka.

Penulis buku selanjutnya termasuk tumbuh dengan membenci matematika lebih-lebih sampai tingkat perguruan tinggi. Persepsinya berubah sementara dia mempelajari ‘learn how to learn’. Dia menyimpulkan, matematika mampu jadi mudah dan mengasyikkan kecuali kami mengajarkannya dengan cara yang tepat.

Di kelas, matematika berubah jadi berhitung. Ya, berhitung penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Matematika lebih luas dari sekadar berhitung. Matematika itu, memperkirakan, melacak struktur, meneliti jumlah, menganalisis, membaca kemungkinan, menciptakan peluang, menyelesaikan masalah, dan lain sebagainya. Berhitung merupakan baut kecil di antara puluhan baut yang lain.

Galileo Galilei, didalam The Assayer menulsikan, Mathematics is the language in which God has written the universe. Matematika adalah bahasa. Memahami bahasa matematika adalah pintu masuk.

Akibat dari reduksi tersebut, maka matematika hanya berkutat pada kecepatan berhitung. Inilah salah satu alasan kenapa kala soal UN dengan model Higher Order Thinking Skills (HOTS) dimunculkan memicu geger dunia persekolahan kita.

Mari kami ubah. Jangan lagi mengajarkan 2+2=4 sebelum akan anak memahami benda konkrit yang berjumlah dua, kemudian sistem konkrit menambahkan, sampai mengkalkulasi kuantitas akhir. Praktikkan terutama dahulu kemudian kenalkan lambang atau bahasa matematikanya.

Kita mudah sekali terpengaruh untuk tiba-tiba menghendaki anak menghafalkan perkalian dan bagian sehingga punyai kecepatan. Tunjukkan dahulu sistem bahasa perkalian dan bagian didalam kehidupan sehari-hari, kemudian kenalkan lambang atau bahasa matematikanya. Setelah itu terlewati, barulah berlatih kecepatan. Toh, perkalian cepat mampu ditunaikan oleh kalkulator.

Please, matematika bukan itu.

Pembahasan ini hanya memandang salah satu sudut saja. Masih banyak yang lain. Seperti memahami dua mode berpikir, yakni focused mode dan diffuse mode seperti didalam buku Barbara Oakley. Juga, tersedia pembelajaran yang menantang dan menyenangkan, serta aspek-aspek yang lain.

Terakhir. Jika anda tidak mampu menjawab hasil dari 3765 x 234 kurang dari tiga detik, maka bermakna matematika bukan berhitung saja. Mengetahui cara menyelesaikan soal selanjutnya jadi perihal yang jauh lebih penting.

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/download-contoh-surat-penawaran-harga-yang-benar/

Merasa Termotivasi Saja Tidak Cukup; Inilah Perspektif “Kegagalan”

Merasa Termotivasi Saja Tidak Cukup; Inilah Perspektif “Kegagalan”

Kata “gagal” dan “kegagalan” sungguh membuahkan tanggapan yang unik.

LUCUNYA, tersedia yang beranggapan gagal=bohong.

Apakah kalimat di bawah ini memotivasi kita? Jika iya, maka belum cukup.

Seorang ilmuwan memandang kegagalan sebagai sebuah informasi. Kegagalan adalah sebuah knowledge yang tunjukkan bahwa kami tidak lagi perlu melalui jalan dan cara yang sama. Sebuah informasi yang berisi sekumpulan knowledge dan hasil yang kami beri nama kegagalan. Sebagai sebuah informasi, maka kegagalan tidak menghindar apapun.

Ada yang memandang kegagalan sebagai pengalaman terbaik.

Ada yang memandang kegagalan sebagai kata benda. Status berikut membuahkan penghakiman. Jika gagal, maka hancur, b*d*h, dan seterusnya.

Psikolog Carol Dweck memandang kegagalan sebagai kata kerja. Karena kata kerja, maka sifatnya tetap bergerak dan berubah. Kegagalan tidak diam dan berhenti. Dia menuntut kami bergerak dan mengubahnya menjadi lebih baik.

Fisikawan Richard Feynman memandang kegagalan sebagai kesempatan untuk studi dan menemukan proses yang lebih baik.

Ada orang yang berkata, “untung aku pernah tidak naik kelas supaya menjadikanku bangkit dan berhasil seperti sekarang”.

Kegagalan bukan lawan dari kesuksesan, melainkan bagian mutlak dari kesuksesan. Demikian kata sebagian orang.

Kalau kamu mencari di Google kalimat penyemangat perihal kegagalan, maka kamu dapat dapat meraih ribuan jumlahnya. Kabar baiknya, seringkali kalimat berikut hanya menjadi hiburan dan penenang. Termasuk postingan ini. Ha ha ha

Pilihan lain adalah ini. Saat kegagalan menghentakmu, biarkan dia mengaduk-aduk emosimu. Bagi sebagian orang, ini dapat sangat lama bahkan dapat menyebar hingga mulut untuk mengeluarkan amarah dan sumpah serapah. Usahakan jangan lama. Setelah itu biarkan dirimu mengakui kegagalan tersebut.

Ini bagian pentingnya. Masukkan kegagalan berikut ke di dalam nalar dan otak kami supaya langsung diproses secara rasional. Setelah itu berikan feedback yang baik. Mulailah bersama dengan “WHY”, “Mengapa”! Setelah itu terserah anda.

Sebagai penutup. Lucunya, saat tersedia orang telah mengupayakan bersama dengan baik, beragam cara dicoba dan dilakukan, sesudah itu katakanlah “gagal”, tersedia orang yang menyebutnya sebagai “BERBOHONG” dan melabelinya sebagai “KEBOHONGAN”.

Baca Juga :

Kemenag Jabar Buat Standar Pengajaran Agama Islam

Kemenag Jabar Buat Standar Pengajaran Agama Islam

Kemenag Jabar Buat Standar Pengajaran Agama Islam
Kemenag Jabar Buat Standar Pengajaran Agama Islam

CIREBON-Kementerian Agama Kantor Wilayah Jabar kini tengah membuat

program kerja 2017. Menurut Kepala Kanwil Kemenag Jabar Ahmad Buchori, ada 17 program yang sedang digodog saat ini, salah satunya adalah pembuatan standar pengajaran Agama Islam. Hal itu diungkapkan Ahmad Buchori dalam pembukaan Raker Kemenag Kanwil Jabar yang dihadiri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Cirebon, Kamis (2/3).

“Standar atau panduan pemgajaran Agama Islam ini kami buat mengingat

banyak buku pengajaran Agama Islam yang sumbernya tidak jelas atau tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Buchori. Dikhawatirkan dengan sumber yang tidak jelas atau diragukan, akan mewariskan ilmu agama Islam yang salah kaprah dan dianggap sebuah kebenaran.

“Jika itu yang terjadi maka sama saja kita mewariskan sebuah ilmu yang salah ke

generasi penerus kita,” ungkapnya. Kemenag Kanwil Jabar menggelar Raker 2017 selama 2 hari 2-3 Maret 2017 di Hotel Apita Kabupaten Cirebon.

 

Baca Juga :

Listrik, Pulsa, Kontrakan Rumah dan Cukai Rokok Dorong Inflasi Februari

Listrik, Pulsa, Kontrakan Rumah dan Cukai Rokok Dorong Inflasi Februari

Listrik, Pulsa, Kontrakan Rumah dan Cukai Rokok Dorong Inflasi Februari
Listrik, Pulsa, Kontrakan Rumah dan Cukai Rokok Dorong Inflasi Februari

BANDUNG – Meskipun lebih tinggi dibandingkan pola historisnya, inflasi bulanan Jawa Barat pada Februari 2017 menurun dibanding bulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari inflasi Februari 2017 sebesar 0,36% (mtm) atau menurun dibanding Januari 2017 sebesar 0,77% (mtm).

Penurunan tekanan inflasi bulanan ini terjadi seiring dengan mulai

menurunnya harga sejumlah komoditas pangan utama dan meredanya dampak kenaikan tarif yang ditetapkan Pemerintah di awal tahun 2017, meski tertahan oleh dampak tarif listrik bagi pelanggan pasca bayar serta kebijakan penyesuaian cukai rokok terhadap harga jual rokok oleh perusahaan.

Realisasi inflasi IHK bulanan Februari 2017 ini lebih tinggi dibanding rata-rata historisnya (periode 2012-2016) sebesar 0,16% dan inflasi bulanan nasional yang tercatat sebesar 0,23%.

Inflasi tahun berjalan Jawa Barat hingga Februari 2017 mencapai 1,13% (ytd), lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis (periode 2012-2016) inflasi tahun berjalan Februari sebesar 0,74% (ytd).

“Secara tahunan, inflasi Jawa Barat meningkat dari 2,94% pada Januari menjadi 3,49% pada Februari 2017 atau berada di bawah inflasi tahunan nasional yang tercatat sebesar 3,83%,” ujar Yuda Agung Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jabar.

Sementara kenaikan tarif pulsa ponsel telah berlangsung sejak September 2016

sebagai upaya operator jasa telekomunikasi untuk menutup biaya investasi sebelumnya ikut andil menyumbang inflasi.

Selanjutnya, sesuai dengan pola penyesuaian tarif di awal tahun, kontrak rumah

kembali menjadi salah satu penyumbang inflasi utama dengan inflasi yang meningkat dari 0,32% (mtm) pada Januari 2017 menjadi 0,93% (mtm) pada Februari 2017. Inflasi kontrak rumah pada Februari 2017 ini tercatat lebih tinggi dari rata-rata historis 3 tahun terakhir sebesar 0,29% (mtm). jo

 

Sumber :

http://softwarelivre.org/ojelhtc88/blog/anatomi-struktur-kulit

Kongres Koperasi Segera Dilaksanakan

Kongres Koperasi Segera Dilaksanakan

Kongres Koperasi Segera Dilaksanakan
Kongres Koperasi Segera Dilaksanakan

 

BANDUNG-Setelah vakum selama 64 tahun atau sejak 1953, Kongres Koperasi

akan kembali digelar. Rencananya, Dekopin akan menyelenggarakan Kongres Koperasi Indonesia ke-3 di Makassar tahun 2017 ini.

Rektor Institut Koperasi Indonesia (Ikopin), Burhanuddin Abdullah mengatakan

Kongres Koperasi merupakan ajang pertemuan besar yang dihadiri para wakil pemangku kepentingan koperasi untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan strategis untuk menjadikan koperasi sebagai sokoguru perekonomian rakyat.

“Kita baru mengadakan Kongres Koperasi dua kali, yaitu tahun 1947 dan 1953. Jadi baru 64 tahun kemudian kita akan mengadakan kongres kembali,” ungkapnya.

Setelah 64 tahun berlalu sejak kongres terakhir, menurut dia, dimungkinkan

banyak pihak yang lupa akan hasil dua kongres silam. Dengan digelarnya kembali Kongres Koperasi, diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat membangun perkoperasian Indonesia.

“Pertemuan ini momentumnya sangat tepat. Kita lihat berbagai pihak pemangku kepentingan hadir di sini. Kita tahu untuk membangun koperasi 30 tahun ke depan perlu komitmen bersama sehingga temanya reafirmasi komitmen kebangsaan untuk membangun kembali perekonomian yang lebih berkeadilan,” tuturnya. Jo

 

Sumber :

http://softwarelivre.org/ojelhtc88/blog/klasifikasi-tumbuhan-paku

Kementerian BUMN Gelar Edukasi Pencegahan Kanker Serviks

Kementerian BUMN Gelar Edukasi Pencegahan Kanker Serviks

Kementerian BUMN Gelar Edukasi Pencegahan Kanker Serviks
Kementerian BUMN Gelar Edukasi Pencegahan Kanker Serviks

JAKARTA– Kementerian BUMN melaksanakan talkshow dengan tema “Sayangi Dirimu dan Keluargamu” di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (26/10). Acara yang dihadiri oleh humas-humas BUMN, karyawan Kementerian BUMN, serta wartawan-wartawan ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian BUMN, Forum Humas BUMN (FHBUMN), dan Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) dalam upaya mendukung kampanye cegah kanker serviks.

Menteri BUMN Rini M. Soemarno mengatakan, acara ini digelar dalam upaya

edukasi dan sosialisasi pencegahan kanker serviks yang juga mendukung program pencegahan kanker serviks yang digagas oleh Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE).

“Kegiatan ini juga bersamaan dengan bulan kanker yang merupakan bentuk kepedulian Kementerian BUMN dalam mendukung program pemerintah Peduli Kanker,” lanjutnya.

Dalam rilis FHBUMN, Staf Khusus III Menteri BUMN Devy Suradji

menambahkan, tujuan diselenggarakannya talkshow ini adalah untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai kasus kanker serviks yang terus meningkat di Indonesia. Karena itu ia mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pencegahan dini agar terhindar dari risiko terkena kanker serviks ataupun terserang virus HPV, menyebarkan informasi pencegahan HPV melalui vaksin kanker serviks dan penyakit lain yang disebabkan oleh HPV, serta mengajak masyarakat untuk aktif mendukung kegiatan koalisi dalam menekan angka kasus kanker serviks di Indonesia.

Dr. Totok Imam Soeparmo, SPOG dari Dokter RS Hermina dan RSPAD, sekaligus

anggota HOGI, dan Dewan Kehormatan Cancer Information Support Center (CISC) selaku salah satu pembicara mengatakan, kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi yang mengancam perempuan di Indonesia. (Pun)

 

Baca Juga :