Galidaya Pendidikan Karakter Purwakarta Mengasah Welas Asih

Galidaya: Pendidikan Karakter Purwakarta Mengasah Welas Asih

Galidaya: Pendidikan Karakter Purwakarta Mengasah Welas Asih

Galidaya Pendidikan Karakter Purwakarta Mengasah Welas Asih
Galidaya Pendidikan Karakter Purwakarta Mengasah Welas Asih

Di tengah gonta-ganti kurikulum pendidikan, Purwakarta di bawah kepemimpinan Bupati Dedi Mulyadi konsisten dengan menginisiasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal.

Hal ini tentu menjadi menarik, sebab selama ini kurikulum di Indonesia selalu seragam dengan mengabaikan kearifan lokal

“Pendidikan karakter yang diinisiasi Pak Bupati dari semenjak menjabat pada

periode pertama saya kira cukup tepat. Sebab menggali kearifan lokal untuk membangun karakter anak didik di Purwakarta,” ujar Founder Galidaya, Dian Hadiana.

Lembaga yang konsen pada isu-isu pendidikan ini, mendukung kebijakan Dedi Mulyadi yang membuat terobosan di sektor pendidikan. Menurut mantan Ketua Umum HMI Cabang Purwakarta ini, kurikulum semacam ini akan membentuk pribadi yang memiliki karakter unggul serta siap bersaing di era persaingan bebas ini.

Dian mengapresiasi terobosan Dedi Mulyadi di mana setiap hari Kamis akan

menjadi hari welas asih yang diterapkan di sekolah-sekolah dengan berbagai kegiatan berbasis budaya Sunda. Sebab, budaya Sunda nganteuran” yang hampir punah, lanjut dia, memiliki relevansi dan semangat yang sejalan dengan Pancasila dalam pembentukan karakter generasi bangsa dan memperkuat jati diri bangsa.

Dari program ‘kemis poe welas asih’ ini, sambungnya, kelak di kemudian hari

mereka bisa menjadi generasi yang peduli satu sama lain yang sesuai dengan ajaran agama Islam dan akar tradisi budaya Sunda.

“Dengan kurikulum semacam ini, ke depan akan terbangun generasi penerus yang welas asih, cerdas, dan peduli antar sesama,” pungkas Wasekjen Pengurus Besar HMI 2008-2010

 

Baca Juga :