Modal budaya

Modal budaya

Modal budaya

Modal budaya
Modal budaya

Apakah modal budaya itu (cultural capital)?

Menurut Bourdieu, ada tiga jenis modal yang bermain di masyarakat yang menentukan kekuatan sosial dan ketidakadilan sosial. Jenis pertama ialah modal ekonomis yang melukiskan sumberdaya finansial. Jenis kedua ialah modal sosial yaitu segala ikatan sosial yang dapat digerakkan untuk kemajuan orang, misalnya jaringan kerja, jaringan bisnis, dll. Jenis ketiga ialah modal budaya.

Bagi Bourdieu, modal budaya memiliki dimensi berikut:

  1. Pengetahuan objektif seni dan budaya;
  2. Preferensi dan citarasa budaya;
  3. Kualifikasi formal (misal derajat akademis, ujian music, dll);
  4. Keterampilan budaya dan pengetahuan teknis (kemampuan memainkan alat musik);
  5. Kemampuan mendiskriminasi dan membuat pembedaan antara yang baik dan yang buruk.

Bourdieu menjelaskan modal budaya sebagai dimensi habitus

yang lebih luas, dengan demikian mencerminkan lokasi sosial pemiliknya. Dalam bukunya Distinction, Bourdieu menyerang gagasan filosofis bahwa pernilaian estetis dapat dibentuk atas dasar kriteria universal dan objektif tentang citarasa baik dan buruk. Menurutnya, citarasa ditentukan secara sosial. Riset empiriknya terhadap kelas sosial tertentu, seperti buruh, akademisi, teknisi, dalam kaitan citarasanya terhadap musik, seni, makanan, dan sebagainya, menunjukkan modal budaya yang dibentuk oleh lokasi sosial.

Bourdieu menegaskan bahwa elite kelompok sosial merumuskan apa yang dapat diterima atau modal budaya yang bernilai serta apa yang tak bernilai. Dengan merumuskan modal budaya yang legitim dan tidak legitim kelompok elite melestarikan hasil pengetahuan dan keterampilan yang setidaknya menunjukkan status yang dimiliki. Proses utama dengan mana modal budaya dan habitus membantu reproduksi sosial adalah kelembagaan, seperti sekolah-sekolah dan mekanisme ujian-ujian. Apa yang menarik dari penjelasan Bourdieu dengan modal budaya ini ialah bahwa masyarakat secara formal terbuka terhadap mobilitas. Modal budaya memerlukan waktu yang lama untuk memperolehnya dan menyatu di dalam pengertian diri kita. Modal sosial dan ekonomi dapat dipertukarkan satu sama lain, demikian pula modal budaya.

Sumber : http://devitameliani.blog.unesa.ac.id/makna-proklamasi-bagi-indonesia