Kasus Bullying Terjadi Lagi! Pelakunya Siswa SMP di Lorong Mal Thamcit

Kasus Bullying Terjadi Lagi! Pelakunya Siswa SMP di Lorong Mal Thamcit

Kasus Bullying Terjadi Lagi! Pelakunya Siswa SMP di Lorong Mal Thamcit

Kasus Bullying Terjadi Lagi! Pelakunya Siswa SMP di Lorong Mal Thamcit
Kasus Bullying Terjadi Lagi! Pelakunya Siswa SMP di Lorong Mal Thamcit

Aksi bully yang dilakukan pelajar tidak hanya terjadi di kampus Gunadarma, Depok, Jawa Barat. Di DKI Jakarta, ada aksi serupa yang direkam di sebuah lorong pusat perbelanjaan. Diduga, aksi itu dilakukan oleh siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan dilakukan mal Thamrin City.

Menanggapi viralnya video itu, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta

memastikan kasus dugaan bullying dilakukan di luar proses Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Dugaan awal, kejadian tersebut memang diduga ada unsur kesengajaan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Sopan Adrianto menjelaskan, informasi yang dia peroleh kejadian tersebut merupakan murid sekolah SMPN 273 yang berlokasi di Tanah Abang. Kejadian itu terjadi pada Jumat (14/7), dan mendadak viral pada Minggu (16/7).
Kasus Bullying Terjadi Lagi! Pelakunya Siswa SMP di Lorong Mal Thamcit
Cuplikan aksi bullying yang diduga dilakukan siswa SMPN 273 (Istimewa)

“Kejadian itu Jumat, dan saya memperolehnya (video) semalam pada 20.30 WIB. Dan itu di luar MPLS,” tegas Sopan kepada JawaPos.com di kantornya, Senin (17/7).

Sopan memastikan kejadian viral tersebut bukan rangkaian dari MPLS. Pasalnya,

kasus bully itu terjadi di luar tanggal 10-12 Juli 2017. “MPLS itu hanya tiga hari di hari pertama, kedua, dan ketiga masuk sekolah. Jadi saya jamin itu di luar MPLS. Dan MPLS di DKI Jakarta aman terkendali,” katanya.

Sopan menegaskan, hasil sementara itu adalah siswa SMPN 273 namun ada yang di luar SMPN itu. Artinya, bisa saja mereka bergabung dengan kelompok siswa yang memiliki latar belakang dari sekolah yang sama.

“Bukan alumni juga. Jadi misalnya, Saya lulus satu SDnya bareng, tiba-tiba

sekarang saya ke 273, lalu kamu ke tempat lain. Nah sekarang ketemu, sama-sama membully. Dulu gengnya SD ketemu sekarang meskipun sekolahnya sudah berpisah,” papar Sopan.

Video tersebut mendadak viral setelah ramai diperbincangkan di akun Lambe Turah. Di video itu terlihat korban diminta mencium tangan pelaku di lorong perbelanjaan yang tertulis bahwa itu berlokasi di Thamrin City. Korban dipaksa juga untuk menyembah pelaku. Aksi itu dilakukan oleh pelaku sambil tertawa.

 

Baca Juga :