Cerita 2 Mahasiswa Indonesia ketika Memutuskan Kuliah di New Zealand

Cerita 2 Mahasiswa Indonesia ketika Memutuskan Kuliah di New Zealand

Cerita 2 Mahasiswa Indonesia ketika Memutuskan Kuliah di New Zealand

Cerita 2 Mahasiswa Indonesia ketika Memutuskan Kuliah di New Zealand
Cerita 2 Mahasiswa Indonesia ketika Memutuskan Kuliah di New Zealand

Naskah kuno memiliki peran yang sangat penting bagi suatu negara. Naskah kuno mampu membangun nilai-nilai karakter bangsa, sehingga eksistensinya penting melalui dasar-dasar pendidikan.

“Dasar pendidikan yang pertama itu Pancasila, harus Pancasilais. Anak-anak kita

harus mengerti Pancasila, kedua Undang-Undang Dasar, ketiga kebudayaan dan keempat tantangan zaman,” ujar Prof Arief Rachman, dalam Seminar Nasional Festival Naskah Nasional, di Perpusnas, Jakarta, Senin (17/9/2018)

Pakar pendidikan ini menjelaskan, pendidikan yang sukses adalah pendidikan yang mampu mengantarkan anak-anak menjadi seseorang yang bertaqwa, berkepribadian matang, berilmu mutakhir dan berprestasi, mempunyai rasa kebangsaan, dan berwawasan global.

“Dengan pendidikan yang sukses begitu pasti ada karakter yang bagus dimiliki anak-anak. Karakter adalah bawaan hati, jiwa kepribadian, budi pekerti, personalitas, dan sifat. Sebuah karakter itu merupakan sikap dan kebiasaan seseorang yang memungkinkan dan mempermudah tindakan moral,” jelasnya.

Kemudian dia juga memaparkan tentang pendidikan karakter yang dilakukan

dengan sengaja atau tidak sengaja untuk menolong manusia agar mengerti, peduli dan bertindak berdasarkan nilai-nilai dasar etika.

“Ya tentu semua pasti ada tujuannya, tujuannya agar mereka mengetahui apa yang benar dan baik serta patut juga sangat peduli terhadap apa yang benar dan yakin meskipun dalam keadaan tertekan dan dilema,” katanya.

Kendati demikian dengan adanya membangun karakter diri bangsa pasti ada

kompetensi andalan yang harus dimiliki anak-anak.

“Harus punya kompetensi manajemen diri sendiri, mengatur diri sendiri udah teratur belum? Terus keinginan untuk terus berprestasi dalam segala bidang, keterampilan hubungan antar manusia, kemampuan teknis yang profesionalisme, keterampilan melayani, kita itu lebih banyak melayani, diri sendiri, orang lain, kemudian keterampilan manajerial, dan wawasan berpikir global,” ujarnya

“Learning to know, learning to do, learning to be, learing to live together,” tambahnya

 

Sumber :

http://bengawan.uns.ac.id/contoh-teks-eksplanasi-gerhana-bulan/