Mengapa Harus Open Source

Mengapa Harus Open Source

Mengapa Harus Open Source

Mengapa Harus Open Source
Mengapa Harus Open Source

Dalam membuat aplikasi, programmer disuguhkan

dengan beragam jenis software development, mulai dari yang gratis sampai yang berbayar. Biasanya, software berbayar (shareware) diniilai lebih memudahkan dalam pengembangan sebuah software/aplikasi. Contohnya Adobe Dreamweaver, sebuah software yang diperuntukan untuk pengembangan website. Software ini memudahkan para pengembang dengan berbagai macam fitur yang membuat pembuatan website lebih cepat dan mudah. Seperti fitur drag and drop yang memungkinkan pengembang untuk membuat suatu objek hanya dengan mengklik-geser tools tanpa harus mengetikkan kode-kode-nya secara manual. Jadi pengembangan website menjadi jauh lebih cepat. Namun harga yang dibayar setimpal dengan segudang fitur yang diberikan tersebut.

Lalu, bagaimana jika kita menginginkan suatu software development

yang gratis namun memiliki fitur-fitur seperti itu? Open Source Software-lah jawabannya. Open source software adalah software yang dapat dipakai secara gratis tanpa harus membayar untuk lisensi penggunaan. Disamping itu, biasanya software open source dapat kita modifikasi lagi sesuai dengan keinginan kita, contohnya Compiere, sebuah software ERP yang dapat dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan dari perusahaan.

Dikutip dari Wikipedia.org, Open Source adalah

Sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu individu / lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet). Pola pengembangan ini mengambil model ala bazaar, sehingga pola Open Source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak.

Dalam penggunaannya, open souce tentu memiliki keuntungan dan kerugian tersendiri. Adapun keuntungan dari penggunaan open source antara lain :

  • Gratis, sehingga tidak memerlukan biaya tambahan untuk pembelian software.
  • Pengguna dapat langsung ikut serta dalam pengembangan program, karena pengguna memiliki source code.
  • Software dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dari pengguna tanpa menyalahi EULA.
  • Berkurangnya ketergantungan akan suatu vendor terhadap kebutuhan akan sebuah software.
  • Keberadaan Bug/Error dapat segera terdeteksi dan diperbaiki karena software tersebut dipakai oleh banyak orang sehingga hasil pengembangan akan lebih terjamin, karena secara tidak langsung telah dievaluasi oleh banyak pemakai.
  • Banyaknya tenaga (SDM) untuk mengerjakan proyek, karena biasanya proyek open source menarik banyak developer.

Disamping segudang kelebihan tersebut

Juga terselip beberapa kekurangan dari Open source ini, antara lain :

  • Tidak ada garansi dari pengembangan.
    Biasanya terjadi ketika sebuah project dimulai tanpa dukungan yang kuat dari satu atau beberapa perusahaan, memunculkan celah awal ketika sumbe code masih mentah dan pengembangan dasar masih dalam pembangunan.
  • Masalah yang berhubungan dengan intelektual property
    Pada saat ini, beberapa negara menerima software dan algoritma yang dipatentkan. Hal ini sangat sulit untuk diketahui jika beberapa motede utama untuk menyelesaikan masalah software di patenkan sehingga beberapa komunitas dapat dianggap bersalah dalam pelanggaran intelektual property.
  • Kesulitan dalam mengetahui status project
    Tidak banyak iklan bagi open source software, biasanya beberapa project secara tidak langsung ditangani oleh perusahaan yang mampu berinvestasi dan melakukan merketing.

Sumber : https://inkhive.com/2019/05/25/3-ways-spread-environmental-education-online/