Kontroversi YouTube Soal Pedofil di Kolom Komentar

Kontroversi YouTube Soal Pedofil di Kolom Komentar

 

Kontroversi YouTube Soal Pedofil di Kolom Komentar

Para kreator YouTube khawatir pendapatan mereka dari iklan akan menurun drastis karena kontroversi terkait ketidakmampuan YouTube untuk mencegah para predator anak berulah di kolom komentar pada video yang menampilkan anak-anak.

Kontroversi ini menjadi topik pembicaraan hangat setelah Matt Watson mengunggah video pada 18 Februari, mengekspos tentang bagaimana para predator anak dan pedofil mengunggah ulang atau mencari video berisi anak-anak dan menggunakan bagian komentar untuk membahas tentang tubuh sang anak.

Menurut The Verge

video itu menjadi bahan pembicaraan di forum internet selama berjam-jam. Watson meminta para penonton videonya untuk menghubungi perusahaan yang iklannya tampil di video anak dengan komentar dari para pedofil. Beberapa perusahaan itu antara lain Grammarly, L’Oreal, dan Maybelline.

YouTube merespons dengan mengatakan bahwa walau jumlah video tempat berkumpulnya para pedofil tidak banyak, tapi mereka menanggapi masalah ini dengan serius.

Sejauh ini, sudah ada beberapa perusahaan yang memutuskan untuk berhenti beriklan di YouTube

Developer Fortnite, Epic Games adalah salah satunya. Sementara beberapa perusahaan lain seperti Peloton dan Grammarly telah meminta YouTube untuk menyelidiki masalah ini.

Mereka juga bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Tidak tertutup kemungkinan, mereka juga akan menghentikan iklan mereka.

YouTube telah berusaha untuk memudahkan perusahaan tahu dalam video apa iklan mereka muncul. Namun, jelas terlihat bahwa perusahaan-perusahaan besar masih memiliki kekhawatiran bahwa iklan mereka akan muncul di video yang bermasalah dan menimbulkan skandal untuk mereka.

Jika ada cukup banyak perusahaan yang memutuskan untuk memboikot YouTube dan berhenti menampilkan iklan di platform itu, ini akan menjadi masalah besar bagi YouTube. Ini bisa menyebabkan terjadinya apa yang para komunitas sebut sebagai “adpocalypse” — kiamat iklan.

Melalui Twitter

Roberto Blake, salah satu kreator dan komentator di YouTube, mengatakan bahwa apa yang Watson lakukan — mendorong masyarakat untuk menghubungi perusahaan agar mereka berhenti memasang iklan di YouTube — justru akan menyebabkan masalah baru.

“Dia sengaja berusaha mendorong terjadinya Adpocalypse,” tulis Blake. “YouTube memang punya masalah, memperbaiki masalah itu bukan berarti Anda mendorong orang-orang untuk menghubungi para pengiklan. Dia tidak berusaha menjadi pahlawan, ini adalah tindakan balas dendam.”

Belakangan, YouTube telah memberikan kendali pada para pengiklan untuk menentukan dalam video seperti apa iklan mereka tampil. Para pengiklan juga bisa memutuskan agar iklan mereka tidak tampil di video dengan genre tertentu.

Misalnya, para pengiklan bisa memberitahu YouTube bahwa mereka ingin iklan mereka tampil dalam video olahraga dan musik, tapi tidak pada video tentang game.

Dalam teori, video yang menampilkan anak-anak melakukan senam akan masuk ke dalam kategori video olahraga. Sebuah iklan bisa tampil di video itu, yang juga menarik para predator dan pedofil di bagian komentar.

Kreator seperti Eion

“Setiap hal ini terjadi, itu karena orang-orang tidak mengerti cara kerja iklan tertarget,” kata Eion.

“Iklan tertarget memiliki sistem yang sama sekali berbeda dengan sponsor atau iklan di televisi. Coca-Cola tidak berusaha untuk mendekati kreator kanal ISIS dan berkata, ‘Saya suka dengan video Anda, saya ingin menampilkan iklan di video Anda’. Coca-Cola menargetkan orang-orang yang berpontesi membeli produknya. Dan itu terdiri dari bermacam-macam orang.”

“Jika para pengiklan meninggalkan YouTube, ini tidak akan menghentikan para pedofil berulah di bagian komentar,” kata kreator seri populer Drama Alert, Daniel “Keemstar” Keem, dalam episode DramaAlert.

“Ini hanya akan menyulitkan para kreator YouTube, yang besar atau kecil… Dan YouTube telah melakukan tugasnya dengan baik dengan menghapus video-video itu.”

 

Sumber : https://www.ram.co.id/