esainer Fashion Berkelas asal Venezuela

Desainer Fashion Berkelas asal Venezuela

Desainer Fashion Berkelas asal Venezuela

esainer Fashion Berkelas asal Venezuela
esainer Fashion Berkelas asal Venezuela

CAROLINA Herrera adalah

desainer asal Venezuela yang sukses menempuh karier di industri fashion global. Sosialita berumur 79 tahun ini terkenal dengan desain pakaian yang berkelas dan elegan.

Perempuan bernama lengkap Maria Carolina Josefina Pacanins Y Nino ini lahir pada 8 Januari 1939 di Caracas, Venezuela. Carolina adalah putri pasangan Guillermo Pacanins Acevedo, seorang perwira angkatan udara, dan Maria Cristina Nino Passios.

Sejak kecil, Carolina hidup dalam kekayaan dan kemewahan. Nenek Carolina adalah seorang sosialita yang sering berinteraksi dengan tokoh-tokoh populer dunia.

Dia adalah

sosok penting yang memperkenalkan Carolina ke dunia mode dengan membawanya ke pertunjukan runway dan membeli pakaian dari Dior dan Lanvin. Carolina mulai jatuh cinta dengan dunia fashion ketika diajak neneknya menghadiri pertunjukan couture Cristobal Balenciaga.

“Karena nenek saya, sejak kecil, saya sudah memahami arti kualitas, keindahan, dan classiness dalam hal mode. Mata saya terbiasa melihat hal-hal yang indah,” ujar Carolina, seperti dilansir dari V ogue.com.

Pada tahun 1965 Carolina memulai kariernya sebagai humas

di Emilio Pucci. Setelahnya, dia bekerja di butik Caracas dan mulai mendalami fashion . Pada tahun 1972 Carolina muncul dalam daftar International Best Dressed dan pada tahun 1980 ia dinominasikan untuk Hall of Fame-nya.

Dia dikenal sebagai sosialita muda dengan gaya berpakaian yang berkelas dan anggun. Dia pun sering bergaul dengan Bianca dan Mick Jagger, serta Andy Warhol di studio 54. Hal ini pun semakin mendorongnya untuk berkarier di industri mode.

Di bawah pengaruh dan dorongan Count Rudi Crespi dan Diana Vreeland

Carolina mulai merancang. Pada musim gugur tahun 1980 dia menciptakan 20 gaun, yang kemudian dia tunjukkan di apartemen temannya di Park Avenue, New York.

“Saya memutuskan untuk memulai bisnis penjualan gaun setelah mendapat respons positif dari teman-teman saya,” ujar Carolina. Tak lama setelahnya, dia kembali ke kampung halamannya untuk memulai bisnis.

Di Caracas, dia bertemu Armando de Armas, seorang pengusaha penerbitan, yang menawarkan dana untuk memulai bisnisnya. Dalam beberapa bulan, sebuah studio desain dan ruang pamer, Carolina Herrera Ltd, dibuka di New York.

Pada bulan April 1981 koleksi lengkap pertamanya dipamerkan di Metropolitan Club New York. Pada tahun 1981, temannya, Diana Vreeland, yang saat itu menjadi pemimpin redaksi Vogue , menyarankan agar dia harus mendesain label pakaian.

Dia membuat beberapa sampel di Caracas, dan memajang koleksinya di Manhattan Metropolitan Club. Koleksi dari label pakaiannya ini mendapat pujian positif dari para pelanggan. Para sosialita yang mengenalnya pun menjadi beberapa pelanggan setia pertamanya.

Perempuan seperti Estee Lauder, seorang pengusaha kosmetik, dan Jacqueline Kennedy Onassis, mantan ibu negara, menjadi klien setianya. Setelah keberhasilan awal ini, Carolina kembali ke Caracas dan meningkatkan modal untuk membiayai peluncuran yang lebih formal.

Pertunjukan peragaan busana pertamanya menampilkan ready to wear di Mercedes-Benz Fashion Week di New York. “Saya mendapat publisitas yang positif dari Women’s Wear Daily dan Tatler ,” sebut Carolina.

Sejak tahun 1982, label fashion Carolina Herrera telah berkembang secara eksponensial. Label ini menarik pujian, tidak hanya dari pers, juga dari klien terkenal dari kalangan pejabat, sosialita , maupun selebriti.

Sejak itu, ia terus memperluas lini produk mewahnya selama bertahun-tahun dengan produk seperti parfum, cologne , gaun pernikahan, syal, tas tangan, dan aksesori lainnya. Pada tahun 2008 Carolina meluncurkan lini fahsion CH Carolina Herrera.

Sejak 2012, dia mulai berekspansi ke kancah internasional. Dia membuka 280 toko di 104 negara. Pada 2011 putrinya, Carolina Jr dan Patricia Lansing, berpartisipasi dalam bidang desain kreatif. Pada awal 2018 dia menghadirkan rancangan koleksi terakhirnya dan secara resmi menyerahkan jabatan direktur kreatif kepada Wes Gordon.

Baca Juga :