CARA MENGUASAI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN

CARA MENGUASAI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN

CARA MENGUASAI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN

CARA MENGUASAI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN
CARA MENGUASAI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN
  1. Cara Menguasai Pengetahuan dan Keterampilan dengan Membaca

Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis (Hendry Guntur Tarigan 1979:7).

Membaca sangat berpengaruh penting terhadap perkembangan pengetahuan dan keterampilan kita. Dengan membaca, pengetahuan dan keterampilan kita bisa bertambah dan sebaliknya. Pertanyaan yang muncul membaca seperti apa yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sehingga efisiensi belajar dapat tercapai.

Teknik yang dapat menunjang efisiensi belajar yaitu dengan membaca cepat. Membaca cepat adalah jenis membaca yang mengutamakan kecepatan, dengan tidak meninggalkan pemahaman terhadap aspek bacaan.

Meningkatkan Kemampuan Membaca Cepat Melalui Teknik SQ3R

Pada umumnya orang tak sadar dengan masalah membacanya. Kebanyakan orang telah puas dengan kondisi kemampuan membacanya, baik dalam kecepatan maupun dalam tingkat pemahaman. Padahal, secara teoretis kecepatan dan pemahaman terhadap bacaan itu dapat ditingkatkan dua atau tiga kali lipat dari kecepatan dan pemahaman semula menurut (Nurhadi 2005: 17).

Soedarso (2002) menambahkan, dalam membaca cepat supaya siswa menghindari hambatan fisik seperti membaca dengan bersuara sangat memperlambat membaca, karena itu berarti mengucapkan kata demi kata dengan lengkap. Menggumam, sekalipun dengan mulut mengantup dan suara tidak terdengar, jelas termasuk membaca dengan bersuara. Untuk mengetahui apakah kita mengucapkan kata-kata itu atau tidak, terletakkan tangan di leher sementara membaca. Bila getaran terasa di jakun (gulu menjing), itu berarti kita membaca dengan bersuara. Sedangkan menggerakan bibir di saat membaca itu juga sama lambatnya dengan membaca bersuara. Kecepatan membaca suara ataupun dengan menggerakan bibir hanya seperempat dari kecepatan membaca secara diam.

Banyak orang menghadapi buku atau bacaannya dari awal sampai akhir dari membaca beranggapan bahwa dengan cara itu mereka pasti menguasai isi bacaan. Ternyata hal itu tidak benar. Untuk memahami suatu bacaan kita tidak cukup hanya membaca sekali saja, tetapi kita harus mengambil langkah-langkah yang strategis untuk menguasai bahan itu dan mengingatnya lebih lama. Jadi, usaha yang efektif untuk memahami dan mengingat lebih lama dapat dilakukan dengan cara: (1) mengorganisasikan bahan yang di baca dalam kaitan yang mudah dipahami dan (2) mengaitkan fakta yang satu dengan yang lain, atau dengan menghubungkan pengalaman atau konteks yang anda hadapi. Pemahaman atau komprehensip adalah kemampuan membaca untuk mengerti: ide pokok, detail yang penting, dan seluruh pengertian. Untuk pemahaman itu perlu: (1) menguasai perbendaharaan kata, (2) akrab dengan struktur dasar dalam penulisan (kalimat, paragraf, tata bahasa). Kemampuan tiap orang dalam memahami apa yang dibaca berbeda. Hal ini tergantung pada perbendaharaan kata yang dimiliki, minat, jangkauan mata, kecepatan interpretasi, latar belakang pengalaman sebelumnya, kemampuan intelektual, keakraban dengan ide yang dibaca, tujuan membaca, dan keluwesan mengatur kecepatan (Soedarso 2002:58)

Menurut (Soedarso 2002:14) sebagian karena tingkat kecerdasannya orang hanya mampu membaca 125 kpm (kata per menit). Pada umumnya, orang membaca jauh lebih lambat dari pada kemampuannya. Orang dewasa di Amerika yang belum pernah mendapat latihan khusus kecepatannya antara 200-500 kpm, beberapa orang sampai 325-350 kpm, dan beberapa orang yang terlalu lambat, yaitu 125-175 kpm. Orang dewasa Indonesia, seperti yang penulis catat berdasarkan kursus-kursus yang diadakan, keadaannya seperti di Amerika, yaitu 175-300 kpm. Akan tetapi, pada pertengahan kursus (minggu kedua), pada umumnya, dapat dinaikkan menjadi 350-500 kpm. Semua itu dengan pemahaman 70 persen. Bukti lain yang pernah ada ialah apa yang dilakukan (John A. Broyson dalam Nurhadi 2005:35) Ia melatih sejumlah 111 orang untuk ditingkatkan kecepatan membacanya. Pada awal latihan, kecepatan mereka pada mulanya berkisar antara 115-210 kata permenit, tetapi tiga bulan kemudian dengan latihan yang intensif, 52 orang mampu meningkatkan kecepatan membacanya menjadi 295-325 kata per menit (dua sampai tiga kali lipat)

Dalam membaca cepat kita harus benar-benar menyadari dan mau membaca cepat dan agresif untuk menyelesaikan bahan bacaan dan memaksakan diri untuk menambah kecepatan membaca. (Soedarso 2002:84) mengungkapkan selain itu jurus membaca yang sangat ampuh untuk mengukur kecepatan kita dalam membaca dan sangat efektif memberikan hasil seperti itu yaitu dengan skimming dan scanning. Jika kita tidak membutuhkan fakta dan detailnya, maka lompati fakta detail itu dan pusatkan perhatian untuk cepat menguasai ide pokoknya. Cara membaca yang hanya untuk mendapatkan ide pokoknya ini disebut skimming, sedangkan kita perlu melompati lainnya dan langsung ke sasaran yang kita cari itu di sebut scanning. Selain itu kita membuat ringkasan, mengambil intisari suatu bab, bagian, atau paragraf, kita akan menguasai ide yang di kandungnya. Catatan tidak boleh terlalu panjang atau terlalu banyak karena akan sulit mengaturnya, tetapi secukupnya sehingga membantu pemahaman kita.

Di dalam bukunya (Soedarso 2002:59) sejak lima puluh terakhir para ahli psikologi pendidikan telah menyelidiki cara-cara membaca yang efisien dan mengemukakan beberapa sistem salah satu yang banyak dikenal dan dipraktekkan orang adalah SQ3R. Secara umum sistem-sistem yang di kemukakan orang ahli itu memakai pendekatan sama yang membuata kita aktif dan bertujuan dalam menghadapi bacaan. Teknik-teknik yang diberikan dimaksudkan untuk menemukan ide pokok dan detail penting yang mendukung ide pokok serta mengingatnya lebih lama. Sistem membaca SQ3R dikemukakan oleh (Francis P. Robinson 1941) merupakan proses membaca yang terdiri dari lim langkah : survey, question, read, recite, review (SQ3R).

Dengan membaca menggunakan teknik SQ3R kita akan mudah dan cepat menangkap ide-ide pokok bacaan dengan cara mensurvei buku bacaan. Sehingga pembaca mengerti apa isi maksud yang terkandung dalam bacaan tersebut. Selain itu pembaca juga akan cepat menangkap gagasan bacaan itu dengan detail. Pada saat kita membaca bagian-bagian yang penting usahakan supaya diperlambat dalam kita membacanya dan jangan sampai saat membaca bagian yang penting atau bagian yang dianggap kita susah kita tandai dengan garis bawahi karena itu akan mempengaruhi kita dalam membaca cepat.

Selain itu dalam membaca teknik SQ3R manfaat lainnya kita menghemat waktu dalam membaca buku dan yang paling penting adalah hafal isi bacaan itu oleh karena itu di dalam teknik membaca SQ3R yang terakhir usahakan untuk menelusuri kembali judul-judul dan sub judul dan bagian-bagian penting yang perlu diingat kembali. Karena selain membaca data ingat dan akan memperjelas pemahaman kita dalam membaca. Sebab (Soedarso 2002:64) daya ingat kita terbatas, sekalipun pada waktu membaca 85 persen kita menguasai isi bacaan. Kemampuan kit dalam 8 jam untuk mengingat detail yang penting tinggal 40 persen dan dalam tempo dua minggu pemahaman kita tinggal 20 persen.

Membaca SQ3R adalah membaca yang efektif dan efisisen untuk memahami dan mengingat lebih lama. Membaca dengan metode SQ3R sangat baik untuk kepentingan membaca secara intensif dan rasional. Metode pembacaan studi ini dianjurkan oleh seorang guru besar psikologi dari Ohio State University, yaitu Prof, Francis P. Robinson dalam (A. Widyamartaya 1992:60).

Dengan metode membaca cepat melalui teknik SQ3R diharapakan proses belajar akan lebih efisien, sehingga ketrampilah dan pengetahuan kita kan lebih mudah diingat, dipahami, dan yang paling penting tidak mudah lupa terhadap pengetahuan yang baru dipelajari.

  1. Cara Menguasai Pengetahuan dan Keterampilan dengan Menulis

Menulis adalah kegiatan penyampaian pesan (gagasan, perasaan, atau informasi) secara tertulis kepada pihak lain. Menulis bukan pekerjaan yang sulit melainkan juga tidak mudah. Untuk memulai menulis, orang tidak perlu menunggu menjadi penulis yang terampil. Belajar teori menulis itu mudah, tetapi untuk memraktikkannya tidak cukup sekali dua kali. Frekuensi pelatihan menulis akan menjadikan seseorang terampil dalam bidang tulis-menulis.

      Oleh karenanya, perlu kita pelajari seberapa penting keterampilan menulis itu sendiri dan juga tahapan-tahapan yang perlu dilalui dalam kegiatan menulis terutama bagi pembelajar menulis.

Keterampilan menulis tidak hanya berguna untuk penulis, menulis merupakan keterampilan yang mendukung dalam proses belajar. Pertanyaan kali ini yang muncul adalah teknik menulis yang seperti apa yang dapat mendukung belajar terutama belajar yang efisien.

Kemampuan menulis dipengaruhi aspek kemampuan seseorang menggunakan bahasa dalam mengkomunikasikan gagasannya dalam bentuk tulisan. Dalam proses belajar kemampuan tersebut penting untuk dimiliki oleh orang yang sedang belajar. Mengapa demikian? Karena saat kita belajar, terkadang bahasa yang digunakan oleh buku atau pengajar tidak semuanya dapat kita pahami dengan mudah. Untuk itu, kita membutuhkan keterampilan menulis untuk dapat menuangkan gagasan yang kita dapat dengan bahasa khas kita sendiri, sehingga proses belajar akan leih mudah dan tentunya lebih efisien.

Seperti yang kita ketahui, pengetahuan akan lebih mudah dipahami apabila ada aksi langsung dalam menguasai pengetahuan tersebut. Dengan menulis, kita langsung bergerak dalam proses penyerapan ilmu baru yaitu dengan menuangkan kembali sesuai dengan pemahaman yang kita miliki dari ilmu tersebut. Pada saat menulis, kita melakukan beberapa kegiatan secara bersamaan yaitu, memperhatikan, membaca, kemudian menuangkan dalam tulisan. Dengan kegiatan tersebut, maka akan dengan mudah pengetahuan dan keterampilan yang baru dapat kita kuasasi.

  1. Cara Menguasai Pengetahuan dan Keterampilan dengan Mencatat Bacaan

Mencatat bacaan merupakan ketrampilan yang penting untuk belajar dari mulai tingkat Sekolah Dasar sampai dengan Perguruan Tinggi. Catatan yang baik akan menjadi rekaman yang permanen untuk mendaftar poin-poin penting yang akan membantu kita memadukannya dalam tulisan atau perkataan kita sendiri. Catatan yang baik akan mengurangi resiko plagiat, serta membantu membedakan gagasan yang berasal dari kita sendiri atau dari orang lain, dan menggambarkan bagaimana perspektif kita terhadap gagasan tersebut.

Mencatat bacaan sangat penting dalam menunjang kita untuk menambah pengetahuan dan keterampilan dalam bidang ilmu yang sedang kita pelajari. Berikut ini akan disampaikan bagaimana catatan dapat menunjang hal tersebut.

Catatan yang efektif membutuhkan:

1)      Pengenalan terhadap gagasan utama

2)      Identifikasi informasi apa yang relevan terhadap tugas kita

3)      Memiliki suatu sistem pencatatan yang bekerja untuk kita

4)      Mengurangi informasi menjadi catatan dan format diagram

5)      Jika memungkinkan menulis informasi itu ke dalam bahasa kita sendiri

6)      Merekam sumber informasi

Strategi Mencatat Bacaan

  1. Selektif dan sistematis

Tidak semua bacaan yang kita baca relevan dengan kebutuhan kita. Fikirkan tujuan kita membaca:

  • apakah kita membaca untuk memahami topik atau konsep secara umum?
  • Apakah kita membaca informasi tertentu yang berkaitan dengan topik atau tugas kita.

Sebelum memulai membuat catatan, bacalah teks secara cepat. Garisbawahi atau stabilo poin-poin utama dan informasi yang relevan dengan kebutuhan kita. Dengan mengingat tujuan kita membaca, bacalah secara hati-hati bagian tersebut dan buatlah catatan terpisah tentang apa yang kita baca.

  1. Mengidentifikasi tujuan dan fungsi dari sebuah teks

Kita ingin mencatat tentang sebagian atau keseluruhan tulisan, keduanya membutuhkan identifikasi tujuan utama dan fungsi dari sebuah teks agar pencatatan kita efektif dan efisien. Langkah-langkahnya adalah sbb:

  • Membaca juudul dan abstrak
  • Membaca pendahuluan atau halaman pertama
  • Skim (baca sekilas) tulisan untuk mengetahui bagaimana tulisan tersebut diorganisir
  • Baca grafik-grafik dan tebak maksud dari tulisan.

Tujuan kita adalah untuk mengidentifikasi informasi penting apa yang dapat disajikan oleh overview dari tulisan yang kita pilih untuk dibaca. Tanyakan ke diri kita sendiri, apakah tulisan tersebut memberikan informasi yang kita butuhkan, dan pada bagian mana informasi itu terletak dalam tulisan.

  1. Mengidentifikasi bagaimana informasi diorganisir

Kebanyakan teks menggunakan prinsip-prinsip pengorganisasian yang logis. Beberapa pengorganisasian yang umum adalah:

  • Gagasan lama ke gagasan baru
  • Langkah-langkah dalam suatu proses
  • Dari poin-poin yang terpenting ke poin yang kurang penting
  • Gagasan yang umum ke gagasan yang kurang popular
  • Gagasan yang sederhana ke gagasan yang kompleks
  • Gagasan umum ke gagasan khusus.
  • Bagian yang terbesar ke bagian yang terkecil dari sesuatu
  • Permasalahan dan penyelesaian
  • Penyebab dan hasil
  1. Memasukkan pemikiran kita

Ketika mencatat untuk suatu tugas, sangat bermanfaat untuk merekam pemikiran kita sepanjang waktu. Rekam pemikiran kita dalam sebuah kolom yang terpisah atau dalam sebuah tulisan yang berwarna yang berbeda.

  • Gagasan apa yang muncul setelah membaca informasi tersebut.
  • Bagaimana pemikiran kita agar dapat memanfaatkan informasi tersebut ke dalam tugas yang akan kita kerjakan
  1. Cara Menguasai Pengetahuan dan Keterampilan dengan Memusatkan Perhatian

Belajar efektif artinya cara belajar yang teratur, tuntas, berkesinambungan dan produktif yakni menghasilkan kepandaian, pengetahuan, keterampilan dan pembentukan sikap mental dan intelektual yang baik dan bertanggung jawab. Seorang pelajar yang belajarnya tidak teratur, tidak sungguh-sungguh, asal-asalan, waktunya tidak menentu, tidak tuntas, tidak terus-menerus, dan tidak berkesinambungan, baik di sekolah maupun di rumah berarti ia tidak membiasakan diri belajar efektif, sehingga sasaran belajar tidak tercapai. Sebaliknya, jika kita berusaha belajar secara teratur, tertib, disiplin, bersungguh-sungguh, tuntas, terus-menerus, produktif, dan berkesinambungan berarti telah mengembangkan kebiasaan belajar yang efektif. Dengan mengembangkan kebiasaan belajar efektif berarti hasil belajar yang diperoleh jelas efeknya, atau jelas hasilnya, yaitu berupa kepandaian, penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan dan terbentuknya sikap mental yang baik, unggul dan bertanggung jawab.

Hal yang paling penting selain hal di atas yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah bagaimana kita bisa memusatkan perhatian kita terhadap hal-hal yang sedang kita pelajari. Intinya, kita dapat belajar efektif  dengan terlebih dahulu memusatkan perhatian kita pada sesuatu yang akan kita pelajari.

Bagaimana cara memusatkan perhatian sehingga kita bisa tertarik pada hal yang akan kita pelajari, berikut ini bebrapa cara yang dapat dilakukan:

1)      Munculkan Minat

Semakin kita tidak menyukai sesuatu baik itu pelajaran ataupun peristiwa bahkan seseorang semakin kita tidak peduli tentang sesuatu tersebut, jadi jika kita ingin berkonsentrasi terhadap apa yang kita hadapi, persiapkanlah diri untuk mengetahui banyak tentang apa yang kita hadapi tersebut, semakin banyak informasi yang kita dapatkan dari sesuatu yang tidak kita sukai, semakin banyak pula peluang kita memunculkan minat tentang sesuatu tersebut dan semakin kita dapat memusatkan perhatian kita kepada sesuatu tersebut.

Minat dapat kita tumbuhkan dalam diri kita ini dengan banyak belajar dan membaca mengenai pengetahuan yang tidak kita sukai tersebut, semakin banyak informasi yang kita dapatkan tentang yang tidak kita sukai, semakin banyak kemungkinan muncul minat kita terhadap sesuatu yang kita tidak sukai tersebut, mengapa seperti itu, karena sesuatu yang tidak kita sukai biasanya kita akan menutup diri ini untuk menerima informasi apapun dari sesuatu tersebut.

2)      Tingkatkan Sikap Disiplin Diri Sendiri

Seseorang yang sudah membiasakan dirinya ketika sudah berada di ruang kerja ataupun kantornya ia akan memfokuskan dirinya untuk konsentrasi terhadap pekerjaannya, akan membuat dirinya disiplin terhadap pekerjaannya, dengan begitu apapun masalah yang tidak ada hubungan dengan pekerjaannya dapat ia pilah terlebih dahulu, jika memang lebih penting pekerjaan, ia akan tetap dalam pekerjaannya.

Semakin disiplin kita mengatur diri kita sendiri, semakin kuat daya konsentrasi kita terhadap  apapun, karena akan terbiasa diri ini untuk tidak mencampur adukkan masalah satu dengan yang lain terlebih lagi jika tidak ada hubungannya dengan masalah yang sedang kita hadapi.

Termasuk jika kita ingin konsentrasi terhadap mata pelajaran yang ingin kita pelajari, belajarlah disiplin diri terlebih dahulu, dari hal kecil seperti sikap duduk waktu belajar,  ataupun sikap kita menghadapi pengajar kita, karena dengan begitu kita hanya mendidik diri sendiri untuk tidak memperdulikan apapun kecuali pelajaran yang kita akan terima, bahkan akan muncul sikap anda “ siapapun yang menasehati saya, bukan karena orangnya masih muda, ataupun tokoh terpandang yang nasehati saya, tapi karena isi nasehat itulah saya menurutinya”, jadi bukan memandang siapa yang mengucapkan nasehat itu, tapi karena isi nasehat itu yang kita praktekkan.

3)      Cari Lingkungan yang Mendukung

Semakin lingkungan kita mendukung terhadap apa yang kita pelajari semakin baik pemusatan pikiran kita terhadap apa yang kita pelajari. Jadi, cari lingkungan yang benar-benar mendukung kita untuk memusatkan konsentrasi terhadap apa yang ingin kita pelajari ataupun ingin kita ingat.

4)      Mengatur Kegiatan                 

Semakin teratur kegiatan yang kita lakukan, semakin cepat kita mengerjakannya, jadi apapun yang ingin kita konsentrasikan, terlebih dahulu aturlah waktu dengan jenis kegiatan dalam satu waktu, karena jika dalam satu waktu ada dua bahkan sampai tiga kegiatan sekaligus kita jalani, bisa dipastikan sulit kita berkonsentrasi terhadap kegiatan utama yang ingin kita selesaikan.

  1. Cara Menguasai Pengetahuan dan Keterampilan dengan Berfikir Kreatif

Generasi yang kritis dan kreatif merupakan sebuah keharusan untuk para siswa saat ini. Cara guru bisa lahirkan siswa yang kritis dan kreatif sebenarnya tidaklah sulit, asalkan guru senang mendengarkan aspirasi dan tidak alergi kritik. Generasi kritis dan kreatif lahir dari guru kreatif yang senang belajar dan haus akan perubahan. Jika guru senang akan perubahan, ia akan surprise, bahkan murid-muridnya jadi mau membantu dan kooperatif. Guru kreatif adalah guru yang berhasil memadukan cara mengajar yang menyenangkan dan target kurikulum yang tercapai.

Tapi ingat, kurikulum adalah peta dan bukan kitab suci, ia bisa dimodifikasi asal tujuan akhirnya sama. Kurikulum terbuka untuk ditafsirkan dan dipetakan, dan kini saatnya jadikan buku teks sebagai salah satu mitra dan rujukan. Buku teks bukan kurikulum, namun berisi penafsiran pembuatnya terhadap kurikulum. Guru juga bisa membuat indikator pembelajaran yang bervariasi dan beragam. Guru kreatif memiliki perencanaan pembelajaran yang baik, manajemen kelas yang mengutamakan komunikasi yang sehat dan rasa hormat.

Guru yang emosional sulit lahirkan siswa yang kritis dan kreatif, maklum murid akan lebih senang cari aman daripada jadi sasaran. Generasi yang kritis dan kreatif adalah generasi yang pandai berkomunikasi (offline dan online), sopan saat menyampaikan pendapat, mampu berpendapat dengan jernih, senang jika gurunya tampil kreatif di kelas, dan mengeluh jika selama pembelajaran cuma diminta mengerjakan buku teks oleh gurunya.

Dari uarain di atas telah disampaikan bagaiman peran guru dalam menciptakan siswa yang kreatif. Namun, tuntutan untuk kreatif tidak hanya harus dimiliki oleh guru dalam memberikan pengajaran pada siswa. Dengan pembelajaran kreatif guru, diharapkan siswa pu dapat berfikir kreatif dalam proses belajarnya. Sehingga dapat mendukung kegiatan belajar.

Guru yang kretif dalam mengajar akan menimbulkan KBM yang lebih kondusif, tidak menyebabkan siswa jenuh atau bosan, dan siswa lebih tertarik dalam belajar. Sedangkan untuk siswa atau pembelajar sendiri, berfikir kreatif sangat penting dalam proses belajar siswa itu sendiri. Dengan berfikir kreatif, seorang siswa dapat mengembangkan cara belajar yang menurutnya cocok dan dapat lebih cepat memahami materi yang dipelajari.

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/