Negara-negara OKI Memakai Vaksin MR Dari India

Negara-negara OKI Memakai Vaksin MR Dari India

Polemik berkenaan halal-haram vaksin MR masih terus bergulir. Meskipun MUI sudah menerbitkan Fatwa Nomor 33 th. 2018 yang memperbolehkan pemanfaatan vaksin Measles Rubella (MR) produksi Serum Institute of India (SII) yang dalam proses produksinya manfaatkan bahan punya kandungan babi, namun prokontra masih berjalan di masyarakat.

Negara-negara OKI Memakai Vaksin MR Dari India

Vaksin MR yang beredar sekarang ini diproduksi oleh Serum Institute of India (SII). Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma (produsen dan penyedia vaksin di Indonesia) Bambang Heriyanto mengungkap bahwa waktu ini, vaksin MR selanjutnya digunakan oleh 26 negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

“Vaksin MR yang diproduksi Serum Institute of India sudah dipakai di 26 negara bagian OKI layaknya Malaysia, Iran, Kamerun dan Mozambik,” kata Bambang kepada Antara di Jakarta, Jumat (24/8). “Vaksin MR ini sudah diekspor ke lebih dari 141 negara termasuk negara-negara Islam di dunia.”

Yang termasuk dalam 26 negara bagian OKI itu adalah Malaysia, Yordania, Iran, Turki, Lebanon, Irak, Mesir, Afganistan, Albania, Aljazair, Azerbaijan, Bangladesh, Burkina Faso, Gambia, Republik Kirgizstan, Libya, Maladewa, Mauritania, Moroko, Senegal, Tajikistan, Tunisia, Turkmenistan, Uzbekistan, Yaman, dan Indonesia.

Bambang beri tambahan bahwa sampai waktu ini, SII menjadi salah satu pemasok Vaksin MR yang memenuhi kualifasi Badan Kesehatan Dunia (WHO). Vaksin MR SII termasuk sudah digunakan sebanyak lebih dari 1,6 miliar dosis di dunia dan sudah mempunyai information belajar keamanan di bermacam negara.

Beberapa negara lain layaknya China dan Jepang termasuk menjadi penghasil vaksin. Hanya saja vaksin MR dari China belum beroleh sertifikasi dari WHO supaya belum dapat dipasok ke negara lain yang membutuhkan. Sedangkan Jepang, negara ini sudah beroleh kualifikasi WHO untuk vaksin MR-nya, hanya saja mereka belum dapat produksi vaksin dalam jumlah besar. Produksi vaksin MR Jepang masih terbatas pada keperluan internal Jepang.

Tak dimungkiri, tak hanya kualifikasi WHO, kebolehan produksi vaksin dalam jumlah besar termasuk menjadi pertimbangan untuk mengimpor vaksin. Sedangkan Bio Farma masih dalam tahap mengembangkan vaksin MR.

Vaksin MR diberikan untuk menghindar terjadinya penyakit yang disebabkan oleh virus campak dan rubella (campak jerman). Imunisasi vaksin MR diberikan untuk seluruh anak umur sembilan bulan sampai bersama tidak cukup dari 15 tahun.

MUI memutuskan bahwa vaksin MR product dari SII hukumnya haram dikarenakan dalam proses produksinya manfaatkan bahan yang berasal dari babi. Namun penggunaannya pada waktu ini dibolehkan.

“Penggunaan Vaksin MR product dari Serum Institute of India (SII), pada waktu ini dibolehkan (mubah) dikarenakan tersedia suasana keterpaksaan (dlarurat syar’iyyah), belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci, tersedia info dari pakar yang kompeten dan dipercaya perihal bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi dan belum terdapatnya vaksin yang halal,” demikianlah bunyi ketetapan hukum dalam fatwa MUI tersebut.

Baca Juga: